TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
PRIA IDAMAN


__ADS_3

\= Keesokan harinya \=


Hari ini Luna menjalani harinya seperti biasa, dia ke kantor untuk mengurus pekerjaanya. Saat jam istirahat dia pergi berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk Hyena yang sudah sadarkan diri.


Saat ini kondisi Hyena sudah sangat baik, hanya menunggu 2 hari lagi, dia sudah di perbolehkan untuk pulang.


“ Hyena, kau sangat hebat. Bagaimana bisa orang yang terkena peluru bisa pulang secepat ini” ucap Luna sambil menggenggam tangan Hyena.


“ Haha,, kau berlebihan. Itu hanya karena aku beruntung saja.”


Luna tersenyum, “ Hyena terimakasih sudah menghadang peluru demiku saat itu. Tapi lain kali kau jangan berkorban lagi demi aku. Cukup lindungi dirimu saja” pinta Luna.


“ Luna, ini bukan masalah besar. Aku akan melakukan apa saja demimu”


‘ takk ‘ Luna menjentik keing Hyena.


“ Aakk,, sakit” jerit Hyena cemberut sambil memegangi keningnya.


“ Itu hukuman untuk orang bodoh sepertimu. Aku sudah melarangmu untuk berkorban demi aku, tapi sekarang kau malah berencana untuk melakukan apapun demi aku. Baiklah, sepertinya kau sendiri sudah tidak takut mati ya” ucap Luna kesal.


“ Yang pastinya aku akan selalu melindungimu. Jika terjadi sesuatu padamu, aku juga tidak mau hidup lagi” balas Hyena kesal.


“ Aaaa,,, Hyena, kau jangan menakutiku. Pokoknya mulai sekarang kau tidak boleh melaukan hal bodoh lagi. Cukup lindungi dirimu saja” rengek Luna.


“ Haha,, aku tidak menakutiku. Jika kau takut aku terluka, maka kau jaga dirimu baik baik. Jika kamu aman, maka aku juga akan aman.”


“ Dasar Hyena bodoh, mana ada hal seperti itu. Bahkan anak kembarpun tidak mempunyai takdir seperti itu”


Ruangan tersebut di penuhi gelak tawa yang begitu menenangkan. Dua sejoli tersebut merasakan kembali kehangatan pershabatan mereka. di tengah senda gurau mereka tiba-tiba ponsel Luna bergetar,


‘ zhhrrtt ‘


Luna langsung mengecek ponselnya.


‘ panggilan dari Si Brengs*k ‘


“ Mark? kenapa dia menelvonku? Aku sudah minta izin untuk pulang lebih awal” gumam Luna.


Kemudian dia langsung mengangkatnya.


“ Ada apa tuan, bukankan asistenmu ini sudah meminta izin sebelumnya” ucap Luna menahan kesal.


“ Luna kau harus turun sekarang. Aku menunggumu di bawah.”


“ Eh, kau sudah di sini? memangnya ada apa?”


“ Ada hal penting yang harus kita urus, ini sangat urgent tidak bisa di tunda lagi” dengan nada meyakinkan.


“ Apakah itu? bisakah kau menjelaskannya dulu.”


“ sudah tidak ada waktu unuk menjelaskannya. Sekarang turunlah” sambil memutuskan.


“ Aaaaa…. Dia selalu mengakhiri panggilan tanpa persetujuanku. Lihat saja kau, lain kali aku yang akan mengakhiri panggilan darimu” gumam Luna menahan kesal.


“ Luna kau kenapa?” tanya Hyena bingung.


“ Hyena maafkan aku, sepertinya aku harus pergi sekarang” dengan rasa bersalah.


“ Tidak apa-apa. Urus saja semua urusanmu, kau tidak perlu mengkhawatirkan aku. Lagian kau sudah membayar suster khusus untuk menjagaku. Itu sudah lebih dari cukup.”


“ Humm,, baiklah. Aku pergi ya. Kau patuhlah pada suster ini, jangan merepotkannya ” sambil berdiri.


“ Suster jika Hyenaku tidak patuh untuk minum obat kau bisa mewakilkanku untuk memukul pantatnya” ucap Luna pada suter itu sebelum meninggalkan ruangan.


“ Luna,,, kau gila ya” teriak Hyena kesal.


“ Haha,, jika tidak ingin di pukul ya patuhlah ” sambil mengedipkan matanya dan berlalu pergi.


Suster tersebut tersenyum menahan tawa melihat kehangatan persahabatan kedua gadis itu.


***


Luna sudah sampai di luar rumah sakit dia, menengok kiri dan kanan untuk mencari dimana mobil Mark.


‘ tit tit ‘ clason mobil dari belakang Luna


Luna berbalik badan dan langsung pergi ke mobil tersebut denga wajah kesal.


“ Tuan hal mendesak apakah yang haru skita urus?” tanya Luna ketika dia masuk.


Dan seketika Rangga juga langsung melajukan mobilnya.


“ Paman ku datang dari Amerika, jadi kita harus menyambutnya. Kenakan baju ini saat menemuinya” sambil menyerahkan paperbag


“ Jadi hanya urusan pribadi? Kau menipuku Mark Rendra ” teriak Luna kesal.


“ Tapi hal ini lebih penting dari apapun. dia sudah seperti ayah bagiku, jadi kau harus bisa bersikap lembut. Pamanku sangat menyukai wanita yang lemah lembut dan penuh perhatian.”


“ Lalu apa kaitannya denganku?” sambil melipat tangan di dadanya dengan kesal.


“ Tentu saja ada kaitannya, kau adalah tunanganku” dengan santai.


Luna mendekati Mark.


“ Mark Rendra..Mari kita perjelas lagi, kita hanyalah bertunangan palsu. Jadi aku harap kau jangan terlalu berlebihan” bisik Luna.


Mark tersenyum sinis.


“ Hah,, meskipun begitu, tapi semuanya atas kendaliku. Kau harus tetap menuruti kata-kataku, kita harus terlihat mesra apa lagi dia adalah pamanku”

__ADS_1


Luna kembali memperbaiki duduknya.


“ Dasar tuan muda brengs*k, psikopat. Dia sangat menikmati sekali jika bisa menyiksaku ” umpat Luna dalam hatinya.


Mark tersenyum puas bisa mengendalikan Luna kesekian kalinya.


Sementara Rangga yang melirik mereka di spion depan hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat interaksi 2 orang itu.


“ Ya Tuhan,, kapankaha aku bisa melihat mereka harmonis. Teriakan mereka berdua benar-benar menyakitkan telinga” bisik hatinya sambil menggosok kupingnya.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di rumah. Saat di ruang tengah Luna melihat ada pelayan baru yang menyambutnya.


“ Kalian urus dia. Layani nona kalian dengan baik. Malam ini dia harus terlihat seperti putri”


Pelayan tersebut langsung menyeret Luna,


“ Mari nona”


“ Eh, kalian ini apa-apaan. Aku bisa jalan sendiri” Luna terrus meronta.


“ Hey Mark, kau ini mau mengajakku menemui pamanmu, atau menjualku ke pria hidung belang? Kenapa kau berlebihan begini”


“ Menjualmu ke pria hidung belang?


Hummm,, sepertinya ide yang bagus juga”


“ Apa,,,? Jadi kau tega?” tanya Luna sangat terkejut


Mark mendekati Luna.


“ Tentu saja tidak. Kau hanya untukku. Tidak akan ku biarkan orang lain menyentuhmu” sambil mengedipkan matanya dan berlalu pergi.


Luna mematung dan wajahnya memerah dalam seketika.


“ Hummm,, apa-apaan itu. Aku tidak mendengarnya dengan jela .” Gumam Luna.


Pelayan tersenyum mendengar ucapan Mark.


“ Tuan muda romantis sekali”


“ Iya, nona sangat beruntung” puji mereka.


“ Mari nona, kami tidak akan membuat tuan muda kecewa” sambil menyeret Luna yang masih mematung.


***


Jam menunjukkan pukul 18.15.


Mark, Rangga dan Luna sudah dalam perjalanan untuk menyambut paman Gu.


Luna memainkan jemarinya, dia tampak tak tenang.


“ jangan gugup begitu. Pamanku adalah orang baik, selama kau bisa mengambil hatinya” sambil menggenggam tangan Luna.


“ Haha,, masih saja berbohong, sudah jelas begitu” ejek Mark.


“ ahuh dasar psikopat brengsek” umpat Luna dalam hatinya.


“ Mark tapi kita menyambut pamanmu dimana?” tanya Luna tiba-tiba merasa penasaran.


“ Di Vilaku. “ jawabnya singkat.


“ Sejak kapan kau punya vila di sini?” tanya Luna tiba-tiba terlihat marah.


“ Kau kenapa marah? itu vilaku, memangnya aku harus melaporkan semua hartaku padamu ya?” balas Mark.


“ Huh,, dasar pria. Memangnya satu rumah saja tidak cukup ya? kenapa harus punya rumah dan vila di daerah yang sama? Berapa banyak lagi vila yang kau miliki?” celoteh Luna kesal.


“ Hey hey,, kau marah marah begini sudah seperti istriku saja. apa sekarang kau sedang berusaha mengintrogasiku tentang berapa wanita yang ku miliki?”


“ Cih,, tidak tahu malu. Sepertinya kau bangga ya punya banyak wanita. Aku ingatkan padamu, wanita-wanitamu itu hanya menginginkan hartamu saja, mereka tidak tulus padamu.”


“ Tidak masalah. Aku kaya, aku bisa memuaskan apapun yang mereka inginkan”


“ Mark Rendra,,,ternyata kau sama saja dengan pria lainnya. Sangat menjijikkan. Kau jangan dekat-dkat denganku, aku sangat alergi dengan pria seperti itu” sambil duduk menjauh.


Rangga yang sedari tadi menahan tawanya akhrinya lepas kendali,


“ Hahaha,, tidak bisakah tuan muda dan nona berhebti membuat lelucon seperti ini. Aku tak bisa tahan lagi, haha”


Luna sebagai wanita seorang diri di sana merasa sangat frustasi karena 2 orang pria mentertawainya. Tapi dia tidak ingin kalah.


“ Aaaa, kalian para pria memang aneh. Apa bagusnya punya banyak wanita, tapi tidak ada yang bisa memberikan kebahagia yang tulus.


Cinta dengan uang yang kalian lakukan hanyalah memberikan kebahagian sesaat saja, karena sebenarnya hati kalian kosong bahkan kalian sangat kesepian.


Romansa di dunia ini tidak ada yang lebih indah selain di cintai dan mencintai, saling mengisi satu sama lain. mencurahkan kasih sayang satu sama lain tanpa membaginya pada orang lain.” ucap Luna dengan senyum yang terukir di bibirnya.


Mendengar hal itu Mark dan Rangga langsung terdiam.


“ Lalu pria seperti apakah yang menjadi idamanmu?” tanya Mark serius.


“ Tidak sulit. aku hanya menginginkan seorang pria yang hanya mencintaiku seorang, Pria yang hatinya berdebar hanya untukku , peduli pada keluargaku dan membuatku merasa beruntung memilikinya” jawab Luna dengan senyum dan tatapannya yang tertuju ke luar jendelan mobil.


Mark memandangi Luna dengan tatapan yang penuh makna.


***


Mark, Rangg dan Luna sudah sampai di vila yang baru di bangun oleh Mark. Di sana sudah ada Key yang menunggunya.

__ADS_1


“ Akhirnya kalian datang juga, aku sempat khawatir jika paman Gu datang lebih cepat dari kalian. bisa jadi dia akan mengamuk, karena kalian tidak menyambutnya.tapi malah dia yang menyambut kalian. haha” gurau Key.


“ Haha,, kau pikir kami bodoh ya” balas Rangga dengan bercanda tapi menusuk.


“ Haha,, Rangga kau kenapa tidak pernah mau kalah denganku” ucap Key kesal


“ Itu karena aku hanya bisa bersaing denganmu” sambil mencibiri Key.


“ Heh,, ” Key terlihat sangat kesal dengan balasan Rangga.


Sementara Mark hanya menggelengkan kepala melihat tingkah temannya.


Sesaat kemudian sebuah mobil memasuki vila itu.


“ Tuan muda, tuan Gu sudah datang” ucap pelayan


“ Baiklah”


Mereka berjalan keluar untuk menyambut tuan Gu.


Saat itu Luna tiba gugup. Dia meremas-remas jemarinya, menyadari hal itu Mark mengambil tangan Luna dan menggenggamnya.


“ Jangan gugup, ini hanyalah makan malam biasa” ucap Mark lembut


Luna menatap Mark dan mengangguk.


Mereka sudah sampai di pintu, tuan Gu tampak sedang berjalan mendekati mereka denga senyum yang cerah.


“ Putraku, kau sekarang menjadi sangat jarang menemuiku, apa kau tidak merindukan laki-laki tua ini lagi?” ucapnya sambil memeluk Mark dengan hangat.


“ Maafkan aku paman, akhir-akhir ini aku benar-benar sibuk”


“ Baiklah, apakah ini menantuku?” tanyanya sambil menatap Luna.


“ Selamat datang paman, saya Luna” ucap Luna ramah.


“ Haha…putraku memang hebat. Dia bisa mencarikan menantu yang begitu cantik. Menikahlah dengan segera, pria tua ini tidak tahu akan berapa lama lagi akan hidup. Aku ingin segera menimang cucu” ucapnya santai dan bahagia.


Luna hanya terseyum kecut mendengar ucapan paman Gu lalu mencubit Mark dengan kesal.


“ Paman kami di sini. Anda jangan melupakan kami” ucap Key dan Rangga yang merasa terabaikan.


“ Haha,, aku tidak akan melupakan kalian” sambil memeluk Key dan Rangga bergantian.


“ Kalian juga menikahlah, dan beri aku cucu. Akan sangat menyenangkan jika aku mempunyai banyak cucu sekaligus” ucap paman Gu.


“ Hahaha,, “ seketika gelak tawa langsung peceh mendengar gurauan paman Gu.


Dengan kedatangan paman Gu, maka acara makan malam yang mewah langsung di mulai.


Ketika makan tidak begitu banyak perbincangan dan mereka hanya membahas hal yang ringan-ringan saja. hal itu juga membuat Luna merasa tenang dan bernafas lega, dia tak perlu gugup lagi dan diapun menikmati makan malam itu.


Sesaat kemudian, makan utama sudah selesai. sekarang mereka hanya menikmati makanan penutup saja.


“ Luna, nanti setelah ini paman ingin berbicara 4 mata denganmu. Paman beristirahat sebentar, aku sudah tua makanan manis kurang cocok untukku. Kalian bersenang-senanglah dulu” ucap tuan Gu tiba-tiba.


‘ deg deg’ debar jantung Luna lansung berpacu cepat .


“ Baik paman” jawab Luna dengan senyum dan berusaha tenang


“ Baiklah paman. Apa aku perlu mengantarmu?” tawar Key.


“ Tidak perlu. kalian masih muda, nikmati sajalah hidangan ini”


“ Haha,,baiklah”


Tuan Gu langsung pergi dengan di arahkan oleh pelayan untuk menunjukkan kamarnya.


“ Mark kau bilang pamanmu orang yang ramah dan baik. Tapi sekarang, aku tiba-tiba merinding” rengek Luna.


“ Jangan khawatir, dia tidak akan melakukan apapun padamu” bisik Mark.


“ Aku tidak khawatir. jika paman tidak menyukaiku itu akan menjadi keberuntungan bagiku. Jadi akau bisa lepas darimu. Week” ucap Luna senang


“ Begitukah? Tapi aku takutnya dia akan sangat menyukaimu.”


“ Kita lihat saja nanti. dari cara paman memandangku saja, aku sudah bisa merasakan bahwa dia tidak menyukaiku.” Ucap Luna penuh percaya diri.


Luna mengambil cakenya dan memakannya dengan semangat.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 22.15, Mark dan Luna sedang duduk di ruang tamu sementara Rangga dan Key sudah pergi, karena mereka tiba-tiba ada sesuatu yang harus di urus.


Luna merebahkan kepalanya, dia sudah mulai mengantuk tapi tuam Gu juga belum memanggilnya.


“ Jika kau mengantuk, kau tidur saja ke kamar. Aku bisa mengatakan pada paman untuk berbicara besok saja denganmu”


“ Tidak perlu, aku akan menunggunya.”


“ Nona, tuan Gu meminta akan untuk menemuinya” ucap seorang pelayan.


Luna lansung bangkit dan mengucek matanya.


“ Baiklah.”


Luna berdiri dan mengikuti pelayan yang mengarahkannya.pada suatu pintu mereka berhenti.


“Silahkan nona, tuan sudah menunggu” ucap pelayan sambil membukan pintu.

__ADS_1


Saat itu jantung Luna bedebar semakin kencang.


“ Hufttt” Luna mengambil nafas panjang, lalu melangkahkan kakinya ke dalam.


__ADS_2