TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
TERNYATA....


__ADS_3

“ Hahaha..aku sangat puas melihat ekpresi menyedihkanmu itu” ucap Hyena dengan tawa yang penuh mengejek.


Namun tiba-tiba ekpresinya langsung berubah menggelap dan dia menginjak tangan Luna dengan keras.


“ Tangan ini..aku sangat benci melihatnya” dengan terus menginjak dan memutar kakinya lebih keras.


“ Akhrgh..Hyena dasar baj*ngan.” Teriak Luna dengan menahan sakit yang teramat sangat.


Mendengar ucapan Luna, Hyena langsung berhenti menginjak tangan Luna. Lalu dia berbalik badan dan duduk di kursi. Hyena duduk dengan arrogant dan memadangi Luna dengan tatapan kebencian.


Luna memegangi tangannya yang sakit dan gemetaran. Jemarinya memerah dan sedikit berdarah karena injakan sol sepatu Hyena yang keras.


“ Hyena beri aku alasan kenapa kau melakukan ini padaku?” tanya Luna dengan suara dingin tatapan yang nanar.


“ Kamu dan orangtuamu layak mendapatkannya. Karena kalian hanya memberikan perhatian palsu padaku.” ucap Hyena dengan bibir yang bergetar dan tatapan membunuh yang begitu kuat.


" Aku masih sangat ingat, di saat orang tuaku meninggal. Aku di buang oleh kerabatku, tidak ada satupun yang menerimaku, aku merasa bahwa tak ada lagi tempat untukku. Dan saat itu aku langsung berlari ke makam orangtuaku, menangis sejadi-jadinya.


Lalu kamu dan orang tuamu datang menghampiriku bak malaikat. Aku sangat senang saat itu, karena akhirnya aku punya kamu yang ku panggil sahabat dan kasih sayang orangtuamu yang rela kau bagi denganku.


Saat itu aku merasa sangat bersyukur akhirnya aku menemukan kembali sesuatu yang telah hilang dan tempat kembali yang di sebut rumah yang lengkap dengan orang-orang yang menyangiku. Tapi suatu hari aku mulai tersadarkan bahwa semua yang kalian berikan padaku hanyalah palsu.”


“ Palsu? Palsu bagaimana maksudmu? Dimana letak perlakuan burukku dan kedua orang tuaku padamu?. Aku membagikan semua yang ku miliki padamu tanpa terkecuali, bahkan aku dan orangtuaku tetap menerimamu meski kau sudah berbuat hal yang sangat ku benci” ucap Luna menyela penjelasan Hyena dengan suara tinggi yang bergetar dan mata yang memerah.


“ Kalian terus bermesraan dan bermain dengan hangat. Orang tuamu memeluk dan menciummu, sementara aku? Aku tidak pernah mendapat perlakuan itu. Mereka selalu menyanjung dan memujimu di depan orang banyak, tapi melupakanku dan tak pernah membahasku.


Mereka menyiapkan dengan sempurna untuk masa depanmu, sementara aku? mereka tidak pernah membahasnya. Saat di ruang kerja, papa dan mamamu hanya membahas dirimu seorang, aku menguping setiap hari dan berharap mereka akan memikirkan tentangku. Tapi aku selalu kecewa, sedikitpun mereka tidak pernah membahasku.


Sehingga suatu hari aku berfikir, jika aku sakit apakah orangtuamu akan peduli padaku?. dengan ide gila dan bodoh itu, aku memutuskan untuk berendam pada malam hari dengan waktu yang cukup lama.


Keesokan harinya aku sakit, aku sangat bahagia. Karena memang orang tuamu memperhatikanku dengan baik, hinggga papamu sendiri tidak pergi ke kantor untuk menemaniku di rumah sakit.


Tapi sialnya, di saat yang bersamaan kau malah tejatuh dari tangga dan terluka. Sehingga orang tuamu berlarian dan meninggalkan ku sendiri. Sejak itu orang tuamu sangat jarang menemaniku. Aku menunggunya setiap saat, tapi hanya pelayan yang setia menemaniku.


Aku selalu bertanya pada pelayan kemana perginya papa dan mamamu. Dia menjawab bahwa orang tuamu sibuk di kantor. Tapi ketika aku berjalan-jalan di taman rumah sakit untuk mencari udara segar, aku malah mendapati kalian sedang berbincang dengan hangat di sana.


Kalian tidak pernah memikirkanku, kalian tidak pernah benar-benar menganggapku sebagai bagian dari keluarga kalian, kalian memungutku hanya karena kasihan." ucap Hyena dengan suara pelan dan air matanya yang menetes.


Luna terkejut mendengar ucapan Hyena, air matanyapun menetes.


“ Tidak Hyena..bukan seperti itu. Kau sudah salah paham, kami benar-benar tulus padamu. Mereka…”.


“ Salah paham? Kau jangan memelas dengan alasan salah paham.” Ucap Hyena menyela perkataan Luna.


“ Sudah cukup. Aku tidak ingin membahas hal bodoh ini lagi. Aku tidak ingin mendengarkan penjelasanmu mengenai masa lalu yang pedih itu, karena ini sudah sangat jelas bagiku. Yang terpentinng sekarang adalah kau..karena semuanya berawal dari kau Luna Aliester…” ucap Hyena dengan nada jahat dan ekspresinya yang kembali ganas.


“ Apa maksudnya? Kenapa kesalah pahaman ini terlalu berefek sejauh ini?. tidak tidak, aku tidak boleh membiarkan Hyena terjebak dengan pikiran jahatnya” bisik hati Luna dengan masih berfikiran positif pada Hyena.


Hyena kemudian berdiri dan mendekati Luna. Dia menginjak kembali tangan Luna.


“ Luna kamu layak mendapatkan ini. Aku tidak mengerti kenapa semua orang suka padamu. pangeran Tris, bahkan kak Jiang He sampai sekarang tidak bisa melupakanmu. Kamu jelas-jelas sudah menolaknya, tapi dia tetap mencintaimu dengan tulus dan melindungimu.


Lalu aku ini apa? pecundang di belakang bayangan cahayamu yang bersinar? Kenapa semua orang berpihak padamu?” teriak Hyena dengan menumpahkan semua kebenciannya yang sudah dia pendam selama ini.


Luna terdiam dan pupil matanya membesar mendengar kalimat Hyena yang menurutnya sangat gila. Dia tak lagi menjerit meski Hyena tetap menginjak tangannya.

__ADS_1


“ Kak Jiang He? Jadi selama ini Hyena memiliki pesarasaan padanya, dan di di tolak.Pantas saat itu mereka terlihat aneh.” Bisik Hati Luna dengan mengingat kejadian waktu dia membawa Jiang He ke apartement Hyena.


“ Aku ingin tahu bagaimana cara tangan nakalmu ini mengoda kak Jiang He. Sehingga dia pernah berkata, bahwa dia sangat menyukai tanganmu ini.”


“ Hyena selama ini aku tidak tahu perasaanmu pada kak Jiang He. Jadi apa kau merasa pantas menyalahkanku?” tanya Luna dengan suara yang tiba-tiba dingin.


Luna kemudian bangkit dan menepis dengan kasar kaki Hyena dengan tangan kirinya, Hingga Hyena terdorong ke belakang.


“ Akrhh..dasar kau jal*ng beraninya kau. Hey kalian berdua, ikat jal*ng ini di kursi” perintah Hyena pada anak buahnya.


“ Baik bos” ucap Pria itu dan mereka langsung mendekati Luna dan menarik Luna ke kursi.


Luna berusaha untuk meronta sekuat tenaganya.


“ Lepaskan aku, lepaskan.”


Tapi usaha Luna sia-sia aja, karena kekuatan dua pria itu jauh lebih kuat di bandingkan dia seorang wanita yang tak di bekali ilmu beladiri sedikitpun.


Mereka mengikat Luna di kursi dengan erat. Sementara Luna terus menatap Hyena yang duduk dan sambil menikmati rokok.


Tak terbayangkan olehnya, sekarang dia melihat Hyena yang benar-benar sangat berbeda.


“ Luna apa kau tahu, aku sudah sangat berusaha untuk memenangkan hati kak Jiang He dengan segala cara. Tapi dia tetap menolakku tanpa rasa iba sedikitpun dengan perjuanganku selama ini.


Ketika Mark datang dalam kehidupanmu, aku pikir hal itu bisa membuat kak Jiang He menyerah. Aku memberinya kabar tentang pertunangananmu dengan harapan dia akan menyerah dan memberi sedikit harapan padaku. Tapi usahaku sia-sia , dia malah semakin ingin mengejarmu.


Aku benar-benar sudah kehilangan cara untuk bisa meluluhkan hatinya. Dan orang yang paling di salahkan di sini adalah kamu! karena kamu terus menempel padanya dan memanfaatkan perasaanya yang dia miliki padamu.


Luna..kau sangat kejam. Kau menolaknya tapi kau juga tidak mau melepaskannya” ucap Hyena dengan penuh kemarahan. Hingga dera nafasnyapun jadi tak beraturan.


“ Oleh karena itu aku membunuhmu. Agar tidak ada lagi penghalang sepertimu.” Jawab Hyena dengan senyum jahatnya.


“ Hahaha…Hyena Hyena inikah dia Hyena sahabat yang aku banggakan selama ini?” ucap Luna denga tawa yang penuh kekecewaan.


“ Kau baru sadar, bagaimana rasanya kehilangan sahabat yang kau banggakan ini?” dengan nada angkuh dan tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Luna mentap Hyena dengan pandangan jij*k.


“ Aku tidak kehilangan seorang sahabatpun, aku hanya baru sadar bahwa aku tak pernah memilikinya” dengan nada dingin.


“Aku minta maaf jika kau menyalahkanku dalam perkara ini. Tapi kau tidak bisa menyalahkanku. Jika saja kau lebih jujur padaku dan mengatakan bahwa kau menyukai kak Jiang He, mungkin aku bisa membantumu. Tapi kau malah memilihara dan memupuk rasa irimu hingga sekarang kau ingin membunuhku atas kegagalanmu dan melimpahkan semuan kesalahan padaku.” dengan suara yang menahan tangis. Karena dia masih tidak menyangka, jika Hyena memang sekejam ini.


“ Aku tidak butuh belas kasihan darimu. Sudahlah Luna, sekarang aku lebih baik mengatakan sebuah rahasia besar padamu agar kau mati penuh dengan rasa benci hingga rohmu tak tenang. Sekarang kita kembali ke topic awal.”


Hyena kemudian berdiri mendekati Luna.


Hyena melemparkan selembar foto tepat di wajah Luna.


“ Kau masuk dalam perangkapku karena foto ini. Apa kau tidak penasaran tentang hal ini? atau kau sudah di butakan oleh sedikit kelembutan yang di berikan Mark Rendra padamu?” ucap Hyena penuh dengan nada ejekan.


Luna hanya diam sembari memandangi foto kecelakaan orang tuanya itu yang terjatuh di lantai.


“ Lua kau tahu siapa dalang di balik kecelakaan orang tuamu? Itu akulah yang mengaturnya. Haha…” ucap Hyena dengan gelak tawa jahat yang mengerikan.


Mendengar hal itu darah Luna langsung berdesir, detak jantungnya tak beraturan, dan matanya memerah menatap Hyena yang tertawa seperti iblis itu. Mulutnya terasa terkunci dia tidak tau harus berucap apa. Dia hanya diam menerima pengkhianatan yang begitu besar dari Hyena.

__ADS_1


Di sisi lain Fan Zee juga terkejut dengan ucapan Hyena, dia semakin tidak menyangka bahwa Hyena benar-benar sosok yang kejam.


“ Rasa iri seorang wanita memang sangat mengerikan. Dia menggunakan segala cara agar bisa menuntaskan hasrat irinya itu” bisik hati Fan Zee dengan sambil menggelengkan kepalanya.


“ Aku tahu kau datang menemuiku, karena kau merasa sangat di khianati oleh Mark Rendra yang mulai berprilakau sedikit lembut padamu. Saat dalam perjalanan menemuiku, dadamu pasti terasa sangat sesak menerima pengkhianatan ini.”


Hyena kemudian memegang dengan kasar dagu Luna.


" Teruslah berbicara lebih banyak Hyena, aku ingin mendengarkan semuanya!" bisik hati Luna dengan tatapan dinginnya yang tertuju pada Hyena.


“ Aku mengatur sedemikian rupa kecelakaan orangtuamu, tapi Mark Rendra malah menolongnya. Sehingga terciptalah sebuah takdir seperti ini.


Mark salah paham pada orangtuamu mengenai kematian ayahnya, sehingga dia berambisi untuk menhhancurkan semua yang di miliki oleh ayahmu. Tentunya dengan kematianmu adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk membalasnya. Oleh karena itu dia merawat kedua orang tuamu, agar ketika orang tuamu sadar dia bisa menjalankan aksinya, yaitu membunuhmu di depan mata kepala orangtuamu.” ucap Hyena dengan tawa yang mengejek.


“ Kau sungguh Gila Hyena, kau memang iblis. Kau mencelakai orang tuaku yang tidak bersalah apa-apa padamu.“ teriak Luna dengan Penuh kemarahan dan menahan air matanya.


“ Hahaha..aku memang gila.” Sambil melepaskan dagu Luna denga kasar.


Sementara itu di dalam vila Mark dan Jiang He sudah bergerak diam-diam. Mereka sudah berhasil melumpuhkan beberapa orang dengan gerakan cepatnya dan diam-diam.


Sementara di belakang di susul oleh tim Key dan Loius yang mengurus sisanya.


Ketika semua musuh hanpir di taklukkan, tiba-tiba muncul kembali sekumpulan orang yang mempunyai senjata yang lengkap. Mark dan Jiang He berdiri saling beradu punggung.


“ Mark kau pergilah selamatkan Luna dan uruasan di sini biar aku yang mengurusnya. Aku akan mengalihkan perhatian mereka agar kau bisa pergi ke tempat Luna di sekap.”


“ Ini terlalu berbahaya untuk kau hadapi sendirian.”ucap Mark khawatir.


“ Tapi ini tidak ada waktu lagi. kau harus menyelamatkan Luna. Ini obat yang di berikan dokter chu padaku. kau berikan pada Luna dengan segera.”


“ Ok. Baiklah, aku akan mengirim sinyal pada Key dan Louis agar membantumu di sini.”


“ Ok” Jiang He kemudian menghadang musuh dan Mark pergi ruangan bawah tanah.


Sementara itu di ruangan bawah tanah, suasana semakin menegang dan memanas.


“ Hyena..jadi apakah penculikanmu waktu itu adalah hal yang juga kau atur?”


“ Tentu saja. Awalnya aku ingin membunuhmu, tapi siapa sangka kau malah memasang perangkap” jawab Hyena dengan santai tanpa dosa.


“ Lalu kenapa kau menghadang peluru untukku?”


“ Karena hanya aku yang boleh menghabisi nyawamu. Jadi kau tidak perlu terharu.” Jawabnya dengan arrogant dan senyum jahatnya.


“ Tapi sekarang tidak akan ada yang bisa menghalangiku. Nyawamu seutuhnya di bawah kendaliku” sambil menggosok-gosokan pistol di kening Luna.


“ Hah..apa kau yakin?” tanya Luna sembari menatap tajam wajah Hyena.


“ Haha..di saat seperti ini kau masih saja bersikap arrogant. Apa kau berfikir akan ada orang yang kan menolongmu?” sambil mengeluarkan cincin Luna.


Luna terbelalak, dia tidak menyangka bahwa Hyena menemukan cincin yang sengaja dia lepaskan di saat dia di dalam mobil. Hal itu dia Lakukan, agar Mark bisa mengetahui keberadaannya.


" Aku sudah mengeluarkan perangkat GPSnya, dan meletakanyya di tempat lain. Jadi tidak akan ada yang datang ke sini menyelamatkanmu. Karena orangku di kepolisian baru saja melaporkan, bahwa Mark dan orangnya sedang bereaksi di sana. Haha..kalian semua bodoh bisa-bisanya ku kelabui dengan mudah. Haha.."


Hyena kemudian menodongkan senjatanya di kening Luna. Aura membunuh Hyena terlihat sangat jelas saat itu.

__ADS_1


‘ Dor….. ‘ suara peluru yang sangat keras hingga membelalakkan semua mata orang yang berada di sana.


__ADS_2