TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
TAKDIR BAIK


__ADS_3

Tiga hari sudah sejak keberangkatan Mark ke New York, semuanya baik-baik saja. Sehingga Luna merasa sangat lega, karena hal yang membuat dia tiba-tiba khawatir memang hanya kekhawatiran yang tak berdasar saja.


Jam menunjukkan pukul 12.15, siang itu dia cukup senggang. Karena dia telah membagi tugasnya pada tim sesuai yang telah di atur oleh Mark.


Luna memandangi ponselnya berharap akan segera ada panggilan, karena sebelumnya Mark selalu menghubunginya saat siang begini.


‘ zhrrttt ‘ benar saja ponselnya bergetar.


Luna tersenyum bahagia, tapi dia hanya membiarkan panggilan itu untuk sesaat. Agar dia terkesan tidak tergesa-gesa menjawabnya.


“ 1 2 3 yak, baiklah aku akan menjawabnya sekarang “ ucap Luna sambil menjawab panggilan.


“ Halo tuan Mark kenapa anda selalu mengganggu setiap aku akan istirahat” ucap Luna dengan nada seakan dia kesal.


“ Benarkah aku menganggumu? Bukankah kamu sedang menunggu telvon dariku?” goda Mark.


“ Mark sepertinya percaya dirimu sudah overdosis, ku harap kau bisa menguranginya.”


Mark yang berada di ruang bacanya (New York) tersenyum.


“ Begitukah?, tapi aku malah merasa kau yang perlu mengurangi gengsimu dan akui saja apa yang sebenarnya” sambil memandangi rekaman Luna yang berada di ruang kerja.


( Hahaha,, sebenarnya Mark selalu memantau Luna dari kejauhan).


“ Hah, kenapa dia selalu tau? Apa dia sedang memperhatikanku?” bisik hati Luna sambil memperhatikan ruangan.


“ Ah sudahlah. Mungkin ini memang efek sifat percaya dirinya yang luar biasa .” Gumam Luna.


“ Mark tidak ada yang harus aku akui. Aku sudah mengatakan yang sebenarnya. kau selalu menggangguku, beginikah cara Tuan Mark Rendra mengejarku? Bukankah cara ini terlalu kekanak-kanakan” balas Luna.


“ Hahaha,,, tapi aku rasa kamu juga menyukainya.”


Luna mengusap keningnya.


“ Mark Rendra kamu jangan asal bicara lagi. Baiklah sekarang aku akan menanyaimu. Kenapa kamu selalu menghubungiku saat di sana dini hari, kamu juga perlu beristirahat” ucap Luna dengan nada kesal tapi penuh kepedulian.


“ Itu karena aku merindukanmu.”


“ Berikan aku alasan yang lebih masuk akal.”


“ Aku tidak punya alasan lain selain ini.”


“ Mark,,”


“Luna bisakah kau menghiburku?” ucap Mark memotong ucapan Luna dengan nada yang tiba-tiba serius dan juga terdengar sedih.


Luna langsung tertegun.


“ Apa yang terjadi?” tanya Luna khawatir


“ Aku sangat merindukanmu, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu. Aku sudah melakukan semua hal yang aku bisa. Tapi aku masih sangat merindukanmu”


Luna terdiam tanpa memberi respon apapun atas pengakuan Mark.


“ Apa kau benar-benar tidak mengharapkan mendengar ini?, jika begitu pikirkanlah. Aku serius dengan ucapanku” sambil memutuskan panggilan.


Luna masih terdiam, dan menurunkan ponsel di telinganya dan menaruhnya di meja dengan perlahan.


‘ Plak plak ‘ Luna menepuk kedua pipinya.


“ Luna sadarlah” gumamnya.


“ Aku tidak boleh terlalu cepat tergoda olehnya, semuanya belum jelas. Sekarang yang terpenting adalah orangtuaku bukan perasaanku” bisik hatinya Luna.


‘ Zhrrtt ‘ ponsel Luna kembali bergetar.


Luna melirik ponselnya ‘ Panggilan dari Roland ‘


Luna mengerutkan dahinya, karena semenjak Mark berjasil mendapatkan 27% saham SK Group Roland sangat sering menghubunginya mengajak untuk bertemu.


Luna sebenarnya merasa terganggu, karena dia tidak ingin terlibat apapun dalam hal ini.


Luna berdecih dan memilih menjawab panggilan.


“ Tuan Roland sebelumnya aku sudah mengatakan aku tidak ingin terlibat dalam permasalahan kalian yang rumit, jadi anda jangan menggangguku lagi. apa anda ingin aku bertindak tidak sopan dengan memblokir nomor anda” ucap Luna.


“ Luna, eh kakak ipar maksudku. Sepertinya kakak sudah salah paham, aku ingin bertemu dengan kakak bukan untuk membahas tentang pemberitaan akhir-akhir ini.


Aku sendiri tidak masalah jika Mark mengambil sebanyak apapun yang dia mau. Yang ku pedulikan sekarang, aku ingin hubunganku dengan Mark kembali akur.


Kakak ipar sendiri juga tau, jauh sebelum pemberitaan ini aku sudah berusaha untuk menemuinya untuk berbicara baik-baik. Tapi dia selalu menghindariku. Kakak ipar, aku mohon bantulah aku kali ini” pinta Roland dengan penuh ketulusan.


Luna hanya diam, tanpa respon sedikitpun.


“ Kakak ipar aku mohon “ ucap Roland sekali lagi.


Luna mengusap keningnya, dia merasa apa yang di ucapkan Roland benar juga. Karena selama ini Mark memang selalu menghindarinya.


“ Humm, baiklah. Sekarang aku akan menemuimu”


“ Benarkah?” dengan penuh kegirangan


“ Ya, katakan dimana alamatnya. Aku akan segera ke sana”


“ Bagaimana di Café L’Moon?” tanya Roland


Luna mengerutkan keningnya ketika mendengar nama Café itu,


“ Baiklah. aku akan sampai dalam 12 menit”


“ Sampai jumpa kakak ipar. “

__ADS_1


Lunapun memutuskan panggilan.


“ Hari ini semua pekerjaanku sudah selesai, aku lebih baik pulang lebih awal. Café L’Moon, itu adalah café kak Hanny. Baguslah, dengan begitu aku bisa sekalian menemani kak Hanny sana” gumam Luna sambil mengambil tasnya dan berjalan pergi.


Sementara Mark yang masih memperhatikan Luna di layar laptopnya, dia merasa kesal karena Luna mau menemui Roland.


“ Roland Roland, apa yang kau rencanakan, kenapa kau terus mengganggu Luna. apa kau ingin bermain intrik denganku?” ucap Mark penuh kesal, lalu dia langsung mematikan laptopnya.


***


\= di Café L’Moon \=


Saat Luna datang, dia melihat Hanny yang sedang sibuk di kasir, entah apa yang dia lakukan Luna juga tidak tau.


Kemudian dia memperhatikan meja mana yang telah di duduki Roland, tapi dia tidak melihat Roland sama sekali.


“ Huuh,, apakah dia terlambat?. Dia yang ingin bertemu, tapi malah dia yang terlambat. Benar-benar menyebalkan” guman Luna kesal.


Lalu Luna berjalan mendekati Hanny,


“ ehem ehem,, mengapa bisa seorang wanita terlihat semakin cantik saat sedang sibuk begini ” ucap Luna.


Hanny terkejut, dia sangat familiar dengan suara itu dan dia langsung menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah Luna.


“ Hemm, bagaimana bisa nyonya Rendra yang sibuk bisa mengunjungi café ku ini?” balas Hanny.


“ Aaah,, kakak kenapa kau masih saja menggodaku. Kau jangan memanggilku seperti itu lagi. Ini pertama dan terakhir kalinya!” ucap Luna tidak senang.


“ Haha,, tapi bagaimana jika aku ketagihan memanggilmu seperti itu?"


“ Kakak,, aku mohon bekerjasamalah, jangan merusak moodku dengan panggilan itu ” dengan mode merajuk.


“ Haha,, Baiklah baiklah. Aku tidak akan mengulanginya lagi kali ini. Aku hanya akan mengucapkannya kembali saat itu sudah menjadi nyata”


“ Terserah kakak bilang apa. aku tidak mendengarkannya, sekarang kakak layanilah aku dan temanku dengan baik. aku tidak ingin karyawanmu yang melayaninya” ucap Luna.


“ Kau datang dengan seseorang?”


“ Tidak, kami hanya berjanji bertemu di sini. Tapi kelihatannya dia belum datang” dengan wajah kesal.


Hanny memperhatikan setiap meja di cafénya, lalu dia melihat seoarang pria misterius, dan dia sudah tak asing dengan penampilan itu.


Meski dia sendiri tidak mengetahui wajah pria itu. Tapi dia sudah sangat hafal bentuk postur tubuh pria yang menjadi mata-mata Luna itu.


“ Huh, ternyata dia memang selalu membututi Luna” gumam Hanny.


“ Temanmu pria atau wanita?” tanya Hanny menyelidiki.


“ Kenapa kakak sangat peduli apakah itu seorang pria atau wanita?, sekarang antarkan buble tea vanilla ke mejaku” dengan kesal.


Lunapun langsung berjalan dan memilih duduk di meja yang dekat kaca.


‘ zhrrtt ‘ ponsel Luna bergetar dan ternyata itu adalah panggilan dari Roland.


‘ set ‘ Luna langsung menggeser tombol hijau untuk menjawan panggilan tersebut,


“ Kakak ipar, aku sangat sangat minta maaf. Aku tidak bisa menemuimu, karena tiba-tiba ada urusan mendesak. Kakak ipar aku benar sangat menyesal, padahal ini kesempatan langka untuk bisa menemui kakak” jelas Roland dengan cepat.


Luna menghela nafas, dia sebenarnya ingin marah tapi mendengar penjelasan Roland, dia menahannya.


“ Baiklah urus saja urusanmu” ucap Luna singkat.


“ Kakak ipar, apa kau marah?” tanya Roland dengan penuh rasa bersalah.


“ Ya, aku sangat marah. Jadi lain kali kau jangan memohon lagi padaku.”


“ Aku benar-benar minta maaf. Lain kali aku tidak akan begini lagi, jika bisa aku akan mengosongkan semua jadwalku saat ingin menemui kakak. Tapi hari ini benar-benar tidak bisa di hindari, aku harus menyelesaikannya.”


“ Aku mengerti. Tapi tidak akan ada lain kali.”


“ Kakakkk,, ” rengek Roland.


Luna sangat terkejut dan dia merasa merinding mendengara rengekan Roland.


“ Roland, kenapa bisa orang sepertimu bisa merengek begitu. Kau menbuatku merinding saja” ucap Luna kesal.


“ Aku akan terus merengek jika kakak tidak memberiku kesempatan lagi.”


“ Baiklah. Aku akan memberimu kesempatan. puas?”


“ Hehe,, itu melegakan. Kakak aku akan mengabarimu lagi, jika aku sudah bisa. Sekarang aku harus bergegas. Bye bye” sambil memutuskan panggilan.


Luna melatakkan ponselnya di meja dengan lesu.


“ Kau kenapa?” tanya Hanny sambil meletakkan minuman Luna.


Luna hanya menggeleng untuk menjawab pertanyaan Hanny.


Hanny tersenyum, dia tau Luna tidak akan langsung menceritakan apa yang telah menganggu pikirannya.


“ Apa temanmu masih di jalan?” tanya Hanny.


“ Dia tidak jadi datang, tiba-tiba ada hal penting yang harus dia urus”


“ Humm, jadi kau jadi begini gara-gara iru?” tanya Hanny spontan.


“ Tentu saja tidak. Aku hanya merasa bosan hingga tidak bersemangat” ucap Luna sambil merebahkan kepalanya di meja.


“ Baiklah, jika begitu aku akan menemanimu seharian ini. bagaiman jika nanti malam kita ke atap apartementku” ajak Hanny


“ Baiklah” masih tak bersemangat.

__ADS_1


Hanny tersnyum dan mengusap kepala Luna,


“ Luna,, adikku apa yang membuatmu tak bersemangat begini” gumam Hanny.


***


\= New York City \=


Jam menunjukkan Pukul 07.00 pagi, Mark dan Rangga sedang berbincang dengan Dokter Mico, mengenai perkembangan kesehatan orang tua Luna yang membaik dengan cepat, semenjak semua penyusup di sana di tertangkap.


Mereka berjalan menuju tempat orang tua Luna yang sudah menunggu kedatangan Mark.


“ Tuan Muda, tuan Aliester dan nyonya Aliester sudah tidak sabar igin menemuimu. Tuan harus segera menemui mereka. seperti yang aku katakan, ketika tuan Aliester sadar dan aku menjelaskan semuanya dia langsung memintaku untuk merekamnya dan mengirimnya tuan.


Pertemuan antara tuan dan tuan Aliester merupakan takdir yang baik, meskipun di awali dengan kecelakaan seperti ini” ucap Dr. Mico penuh semangat.


Mark tersenyum, “ Aku sangat berterimakasih pada kalian yang sudah membantuku. Termasuk dokter yang pemalas itu, dia selalu meminta libur”


“ Hahaha,, dia memang seperti itu. Dia penuh ambisi. Kita tidak bisa mengurungnya saja di sini. Dia ingin melakukan banyak kegiatan di luar. Tapi dia juga telah membuktikan kemampuannya, lihatlah nyonya Aliester sembuh dengan cepat.”


“ Kau benar. Tapi aku akan tetap membuat perhitungannya dengannya.”


Mereka sudah berada di depan pintu ruangan tuan Aliester.


“ Silahkan masuk tuan” ucap Dr. Mico, sambil membukakan pintu.


‘ clik ‘ pintu terbuka dan Mark langsung masuk, sementara Rangga dan Dr. Mico tetap di Luar.


Saat Mark muncul, orang Tua Luna lansung berdiri dan menyambut Mark dengan wajah sangat bahagia.


“ Kau Mark Rendra putra dari Rai Rendra?” tanya mama Luna.


“ Iya tante.”


“ Sini nak.” Ajak mama dan papa Luna membawa Mark duduk.


Mama Luna menggenggam tangan Mark.


“ Maafkan kami datang terlambat dan membuat semuanya rumit.”


“ Tante dan om tidak perlu minta maaf. Saya justru sangat berterimakasih pada tante dan om.”


Saat itu mereka berbincang banyak hal dengan tenang, karena sebelumnya papa Luna sudah meberikan video yang memberikan keterangan mengenai hal yang di butuhkan oleh Mark.


Begitupun sebaliknya Mark juga telah memberikan informasi mengenai putri kesayangan mereka yang baik-baik saja. Jadi pertemuan mereka terasa lebih hangat.


Meskipun keadaan orangtua Luna sudah membaik, tapi papa Luna masih belum cukup kuat. Dia masih perlu perawatan agar dia kembali sehat dan tanpa meninggalkan bekas luka yang berarti .


Sehingga dengan begitu, maka Mark akan merasa tenang mempertemukan Luna dengan papa dan mamanya.


Perbincangan yang lumanyan panjang, mereka menghabiskan waktu 1 jam 45 menit barulah Mark keluar dari ruangan itu.


Kemudian Mark dan Rangga juga langsung pergi untuk mengurus hal lainnya.


Dalam perjalanan Rangga terus melirik Mark yang duduk di belakang lewat kaca spion depan.


Karena Mark baru kemaren mengatakan padanya mengenai rencana Mark untuk mempertemukan dan membawa kembali orang tua Luna ke China.


Saat itu Rangga menanyakan banyak hal pada Mark, tapi dia belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Mark.


Mark menyadari itu,


“ Rangga jika kau ada pertanyaan katakan saja, kau jangan terus terusan melirikku!”


“ Eh kau tau ya. hehe ” ucap Rangga dengan nada canggung.


“ Humm Baiklah. Mark sebenarnya kau sejak kapan mengetahui kebenarannya?”


“ Bukankah aku sudah menjawab ini sebelumnya.”


“ Maksudku, kau jelaskan bukti apa yang membuatmu percaya. Aku tau kau bukan orang yang sebarangan mempercayai sesuatu.”


“ Aku akan menyatakan semuanya saat kita bertemu Key. Jadi untuk sekarang cukup hanya itu yang kau ketahui. Percayalah, aku tidak menutupi apapun lagi dari siapapun. Aku juga sudah mengatakan ini pada pamanku” Jelas Mark.


“ Baiklah, jika begitu. Aku cukup senang tapi juga sedikit khawatir”


“ Apa yang kau khawatirkan?”


“ Aku takut Luna akan membenci kita, karena dia berfikir kita telah menahan orang tuanya dan kita merampas semua hartanya. Tapi kenyataanya mereka tidak bersalah.”


“ Kau tidak perlu mengkhawatirkannya, dia tidak seegois itu. Meskipun di awal dia terlihat membenci kita. Tapi dia adalah wanita yang bijak, dia tidak hanya memikirkan dari sisinya saja. Tapi dia juga memikirkan jika dia berada di posisi kita” jelas Mark.


“ Kenapa kau begitu yakin?”


“ Karena aku sudah mendengarkannya sendiri dari mulutnya. Saat di Cartagena, aku benar-benar melihat sisinya yang berbeda.”


“ Syukurlah. Tapi Mark aku masih ingin menanyakan satu hal, aku harap kau menjawabnya dengan jujur”


“ Kenapa kau banyak sekali pertanyaan ” ucap Mark kesal.


“ Haha,, itu karena aku peduli. Akhir-akhir ini aku merasa sulit memahamimu.”


“ Katakan!”


“ Mark, apa kau menyukai Luna?”


Mendengar pertanyaan Rangga, Mark tersenyum dingin.


“ Ya, aku sangat menyukainya. Lebih tepatnya, aku jatuh cinta padanya” jawab Mark.


Rangga tersenyum masam.

__ADS_1


“ Baiklah, jika begitu aku lega. Aku harap kamu benar-benar menjaganya dan jangan pernah menyakitinya dengan cara apapun, termasuk dengan masalalumu”, sambil melajukan mobilnya lebih kencang.


__ADS_2