TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
SIKAP MASA BODOH LUNA


__ADS_3

Saat Luna melewati ruangan Rangga, seketika itu juga Rangga keluar dari ruangannya.


“ Eh Nona” sapa Rangga dengan gesture tubuh sedikit membungkuk.


Luna hanya tersenyum tipis dan terus berjalan menuju lift.


“ Luna terlihat sanagt tenang. Apa penyelesaian yang mereka buat?” tanya hati Rangga sembari menatap pintu ruangan Mark.


‘ crack ‘ Mark keluar dari ruangannya dengan sorot mata yang tajam.


Rangga langsung mendekati Mark.


“ Mark, Luna pergi kemana? Apa kau berhasil meyakinkannya?” tanya Rangga sangat penasaran.


“ Tak perlu mengkhawatirkannya. Sekarang tak ada waktu lagi, aku berjanji akan menyelesaikan skandal ini dalam 3 jam. Jadi sekarang kita harus bergegas” sambil jalan.


Rangga rasa tak percaya, “ 3 jam?” dengan masih mematung.


“ Mark… yang benar saja bisa membereskan ini dalam 3 jam? setidaknya ini bisa di selesaikan dalam semalam” teriak Rangga sambil megejar Mark.


“ Tidak ada yang tidak mungkin bagiku. Sekarang kau hubungi seluruh media, kumpulkan mereka. aku akan melakukan jumpa pers pada jam 18.30. Ini kesempatan baik, di luar sana begitu banyak wartawan. Alangkah baiknya kau menyampaikan tentang konferensi pers ini”.


“ Baik. Akan melakukannya dengan cepat. Tapi bagaimana dengan buktinya?”


“ Key sudah mendapatkannya. Sekarang mereka sedang membuat artikel baru. Setelah artikel ini di terbitkan oleh Cour pasti akan banyak spekulasi dan simpang siur dari public” sambil memasuki lift.


Rangga menekan tombol langsung menuju parkiran bawah tanah.


“ Aku mengerti. Aku akan menyuruh Nina untuk mempersipkan ruangannya” sambil mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan perintah pada Nina untuk menyiapkan semua kebutuhan untuk konferensi pers.


Saat mereka sampai di parkiran bawah tanah, Mark melihat mobil Luna yang masih berada di sana. Dari kaca mobil dia melihat Luna sedang menelvon.


 


Mark dan Rangga berjalan mendekati mobilnya yang berada di samping mobil Luna.


Luna juga menyadari kedatangan Mark, dia berbicara dengan menatap Mark berjalan mendakat.


“ Ya, kakak. Aku sungguh baik-baik saja. Terimaksih sudah mengkhawatirkan aku. Bye bye".


Luna lansung memasang sabuk pengamannya dan melajukan mobilnya melewati Mark dan Rangga. Dia sama sekali tak melirik sedikitpun pada dua pria itu, tatapannya fokus ke depan dengan tatapan datar.


Mark tersenyum kecut, “ Luna aku pasti tidak akan mengecewakanmu” bisik hati Mark.


Mark dan Rangga langsung memasuki mobil, Rangga melajukan mobilnya dengan tenang.


Saat sudah keluar dari parkiran, Mark melihat mobil Luna yang berjalan santai saat di depan wartawan yang masih menunggu di depan perusahaan. Sehingga aksi saling dorong antara wartawan dan pengawal kembali terjadi.


“ Beri kami sedikit informasi, izin kami untuk sedikit bertanya!” teriak wartawan tersebut.


Di tengah keributan tersebut, Rangga memberhentikan mobil.


“ Apakah itu tuan Mark? lihat mereka berhenti!” teriak wartawan tersebut bersemangat.


“ Mereka keluar bersamaan, tapi mengapa dengan mobil terpisah di tambah lagi Luna menyetir sendirian” ucap para wartawan ribut-ribut.


Rangga merapikan dasinya, lalu dia keluar dari mobil dengan wajah serius dan mendekati para wartawan.


“ Ah..itu orang kepercayaan tuan Mark”


“ Dia pasti menyampaikan hal yang penting” ribut ribut.


Rangga berdiri dengan tegak di depan dan memberikan isyarat untuk tenang.

__ADS_1


Sehingga para wartawan langsung berhenti meronta pada pengawal dan bersiap mendengarkan apa yang ingin di sampaikan Rangga pada mereka.


“ Selamat sore semuanya. Kami mengerti bahwa skandal ini menimbulkan berbagai praduga yang sangat simpang siur. Oleh karena itu saya di sini untuk mengundang semuanya untuk menghadari jumpa pers yang akan di adakan pada jam 18.30 nanti.”


“ Apa jumpa pers?” ribut ribut.


Yang namanya wartawan infotement pasti selalu mencari berita yang menarik, tak jarang dari mereka hanya membuat cerita bohong atau hanya menyampaikan spekulasinya pribadi untuk menarik perhatian public.


Bagi mereka yang terpenting adalah bagaimana caranya artikel yang mereka muat bisa menjadi berita utama.


“ Huh.. mereka pasti hanya meredam skandal ini. Aku tidak peduli dengan kebenaran skandal ini. Aku harus menggunakan cara lain. Lebih baik aku mengikuti Luna, siapa tau aku mendapatkan sesuatu yang menarik” bisik salah satu wartawan.


Kemudian dia memisahkan diri dari keramain dan memasuki mobilnya.


Di saat yang bersamaan dari dalam mobil, Mark melihat aksi wartawan tersebut.


“ Hah, sepertinya dia ingin mengikuti Luna”


Mark langsung mengambil ponselnya dan menghubungi mata-mata Luna untuk bisa mencegat wartawan yang mengikuti Luna tersebut.


Tak hanya itu, Mark juga mengirim pesan pada Luna.


Luna yang masih dalam perjalanan menuju proyek pusat perbelanjaan Ling yang akan di resmikan besok.


‘ zhrtt ‘ Ponsel Luna bergetar.


Luna langsung mengecek ponselnya yang sudah terpasang di monopod mobil.


“ Ada wartawan yang mengikutimu “ isi pesan dari Mark.


Luna tersenyum tipis saat membaca pesan itu.


“ Aku sama sekali tidak peduli “ ucap Luna dengan sikap masa bodohnya.


Luna mematikan layar ponselnya, kemudian menambah kecepatan mobilnya.


“ Wah..aku begitu tidak sabar”


“ Iya, tuan Mark benar-benar bertindak cepat” ucap mereka.


Setelah itu Rangga langsung berbalik badan meninggalkan semua wartawan yang masih ribut-ribut menanggapi kabar yang di sampaikannya.


***


"Bukankah ini jalan menuju proyek besar itu?. Huh..percuma saja aku mengikutinya, karena nanti juga akan di cegat di sana. Tapi dia benar-benar terlihat tenang saja. Seperti tidak ada masalah sama sekali.


Bahkan dia masih saja mengurusi acara peresmian besok. Sungguh sangat sis-sia aku mengikutinya. Lebih baik aku kembali dan mengikuti jumpa pers itu." ucap wartawan yang mengikuti Luna.


Tapi saat mobil Luna akan masuk ke gedung, wartawan mengambil foto mobil Luna.


" Huh setidaknya, aku bisa membuat 1 artikel dari misi ini. Jadi tidak sepenuhnya aku sial. Aku akan menerbitka arikel Mengenai Luna yang tetap santai dan mengurusi tugasnya di tengah ramainya pembicaraa orang-orang mengenai skandal tunangannya. Ini pasti akan cukup menarik"


Lalu dia memutar kembali mobilnya.


Dari kejauhan orang mata mata Luna terenyum puas, karena dia tidak perlu bersusah payah lagi memperhatikqn gerak gerik dari wartawan itu.


Luna telah sampai di lokasi. Di sana dia langsung di sambut oleh para staf dengan hormat.


“ Apakah semua tamu undangan sudah mengonfirmasi kedatangan mereka?” tanya Luna sambil berjalan dan memberikan berkas yang dia bawa.


“ Sudah nona.”


“ Bagus. Ingatlah semuanya harus di perhatikan dengan baik. Aku tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun dalam susunan acara. Kita harus memberikan yang terbaik” tegas Luna.

__ADS_1


“ Kami mengerti nona. kami sudah menyiapakan semuanya dengan baik.”


“ Baiklah. Jika begitu kalian bisa lanjutkan tugas kalian!. Manager Jae temani aku berkeliling!”


“ Baik nona” jawab mereka serentak kemudian bubar untuk kembali menjalankan tugas mereka.


Luna dan Manager Jae mulai berjalan menelusuri gedung itu dengan berbincang mengenai banyak hal untuk kepentingan acara dan pusat perbelanjaan ini.


Pusat perbelanjaan ini terletak di tempat yang strategis dengan luas 200.000 meter persegi, menawarkan berbagai sarana berbalanja, rekreasi dan hiburan.


Pusat perbelanjaan dan makan adalah rumah bagi merek-merek terkenal dunia. Memiliki 1.100 toko dan Semua toko sudah di isi dengan brand local dan internasional.


Rumah akuaruim , bioskop, kafe dan restoran. Semuanya sudah siap dan lengkap. Terlihat sangat megah dan mewah, memang kelas internasional.


Konsep pusat perbelanjaan ini juga sangat unik dan bertemakan seperti Gold Souk, Fashion Island dan The Grove, sebuah streetscape indoor-outdoor dengan atap yang bisa dibuka tutup.


Luna benar-benar mengatur semuanya dengan baik. Dia tidak membiarkan orang Luar mengetahui dengan jelas bentuk dari gedung ini, sama sekali tidak ada publikasi sebelumnya.


Bahkan Luna meminta pada setiap orang mengisi toko untuk tidak membocorkannnya terlebih dahulu.


Bahkan nama dari proyek inipun belum di publish oleh Luna. Sehingga nama gedung yang di desain itu masih ditutupi dengan kain hiasan. Luna ingin acara peresmian yang luar biasa, oleh karena itu semuanya hanya akan di publish pada hari H.


Luna dan Manager Jae sudah cukup lama menelusuri gedung itu. di tengah pembicaraannya dengan manager Jae, dia melihat jam tangannya.


“ Manager Jae, cukup sampai di sini saja menemani saya. Anda bisa kembali dan saya ingin bersantai dulu di sini”


“ Baik nona. Tapi apakah tidak apa-apa, jika nona sendiri saja”


“ Tidak apa-apa.” jawab Luna dengan senyum.


“ Baiklah jika begitu saya permisi dulu” sambil sedikit membungkuk, kemudian pergi.


Luna melangkakah kakinya menuju sebuah patung kelinci lucu yang berukuran lumayan besar. Biasanya ini akan menjadi stand foto bagi pengunjung nantinya.


“ Luna mengeluarkan ponselnya “ sambil duduk di bangku yang tersedia di depan pataung itu.


Ponsel Luna sudah di hujani dengan chat dari teman-temannya. Karena beberapa menit lalu, sudah ada artikel terbaru mengenai sosok wanita yang di gosipkan dengan Mark.


“ **Untuk Menghindari Berita Yang Simpang Siur Presdir Lixing Segera Adakan Jumpa Pers”


“ Sosok Wanita Bersama Presdir Lixing” di lengkapi dengan foto wanita yang di blur pada halan berita.


“ Presdir Lixing: Bukan Selingkuhan, Tapi Rekan Bisnis**”


Luna membaca Platform di berita utama.


Luna tersenyum tipis.


“Menarik, ini sudah jam 17.15 Hmm.. haruskah aku membaca artikel ini untuk melihat perkembangannya?” sambil menekan artikel mengenai sosok dari wanita itu.


Luna sama sekali tak membaca tulisan artikel itu, melainkan dia langsung melihat foto dari wanita itu.


Saat melihat foto wanita itu, Luna langsung tersenyum kecut dan murung. Bagaimana tidak hal itu mengacak emosional Luna?.


Ada 2 sosok wanita yang terpajang di sana, yaitu Camelia Aliester sepupunya sendiri dan seorang sosok wanita barat yang tidak dikenal sama sekali oleh Luna. ( Sebenarnya sosok wanita barat itu adalah Janneth), tapi Luna memang belum pernah bertemu dengan Janneth sebelumnya.


Luna tak lagi bersemangat untuk melanjutkan membaca artikel berikutnya. dia hanya duduk dengan menopang tangan kirinya dan tangan kirinya itu memainkan ponselnya dengan cara memutar\-mutarnya.


Tapi pandangan Luna sudah terlihat rilexs hanya saja dia sedang memikirkan apakah dia pergi untuk merlihat konferensi pers itu atau tidak.


Karena Hanny, Alexa dan Juga Nindy mengabari Luna, bahwa mereka akan hadir dan akan memberi support. Begitupun Hyena juga memberi pesan dukungan untuknya.


Meskipun sebenarnya Luna tidak membutuhkan itu semua, tapi dia tetap harus berekting di depan orang yang tidak mengetahui hubungan mereka yang sebenarnya, seperti Nindy dan Alexa.

__ADS_1


Pertimbangan Luna hanyut dalam lamunannya, tiba\-tiba ponselnya bergetar. Luna langsung melihat siapa yang menelvon.


“ Camelia? “ ucap Luna dengan smirknya.


__ADS_2