TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
TAMAN HIBURAN & KERETA GANTUNG


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Mark memberhentikan mobilnya. Luna terkejut dan melihat ke sekeliling.


“ Taman Hiburan?” tanya Luna.


“ Ya” jawab Mark sambil membuka sabuk pengamannya.


Luna masih bengong, dia tidak menyangka orang seperti Mark juga mengunjungi tempat ini.


“ Kenapa diam? Ayo kita keluar, kita nikmati kebersamaan malam ini.”


“ Ah,, ok ok” jawab Luna sambil melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.


Mark mendekati Luna dan mengulurkan tangannya pada Luna sebagai isyarat untuk menggenggam tangannya.


Luna tersenyum dan dengan malu-malu dia memberikan tangannya pada Mark. Lalu mereka berjalan pelan bersama.


“ Mark, apa kita masuk dengan pakaian seperti ini?”


“ Jadi apakah kita perlu berganti pakaian?” sambil melihat Luna yang ada di sampingnya.


Luna juga menatap Mark dan mengangguk.


“ Baiklah. Apa kita juga perlu memakai baju couple?” sambil memasuki sebuah toko.


“ Hahaha,, bisakah kita seperti itu?”


“ Tentu saja, kau adalah tunanganku” sambil mengusap kepala Luna.


Beberapa menit kemudian mereka keluar dari toko dengan sudah menggunakan pakaian couple kasual yang berwarna hitam di lengkapi dengan long coat pasangan yang berwarna coklat.


Setelah itu mereka langsung memasuki taman hiburan. Mereka melihat berbagai aksesoris, dan Luna melihat sebuah bando kelinci berwarna pink lembut yang Lucu.


“ Kau menyukainya?”


“ iya” sambil mengangguk


“ Beli saja semua yang kau suka” ucap Mark santai.


Luna mengambil bando itu, lalu mendekati Mark.


“ Aku akan mengambilnya, tapi kau juga harus memakainya” sambil memasangkannya pada Mark.


“ Tapi ini bukan,,,”berusaha menolak, tapi Luna dengan cepat memotong kalimat penolakannya.


“ Haha,, ini sangat lucu. Sangat cocok untukmu. Kau terlihat imut” sambil mencubit pipi Mark.


Luna kemudian juga memasangkan bando itu di kepalanya. Luna mengeluarkan ponselnya.


“ Lihatlah bukankah kita sudah seperti pasangan sungguhan” ucap Luna dengan ceria.


“ Mari kita mengambil foto” sambil mendekatkan dirinya pada Mark.


Markpun membungkuk, agar Luna lebih mudah mengambil dirinya.


' cekrek cekrek cekrek ' Luna mengambil beberapa kali foto selfi.


Setelah selesai Luna mengeceknya dan menatap Mark dengan senyum.


“ Sangat imut” puji Luna, Lalu dia memeilih aksesoris lainnya.


Melihat Luna yang begitu senang akhirnya Mark hanya bisa pasrah dan membiarkan Luna memasangkan apapun padanya. Ini pertamakali dalam hidupnya memakai barang-barang aneh seperti ini, karena biasanya dia hanya memakai aksesoris elegant dengan harga jutaan dollar.


Tapi untuk menyenangkan Luna dia bisa menerima perlakuan Luna yang tak hentinya memasangkan ini dan itu pada dirinya.


Setelah selesai mengotak atik berbagai aksesoris, mereka berjalan ke tempat lain.


Malam itu saat berjalan mereka selalu berpegangan tangan, layaknya seperti pasangan pada umumnya. Dan saat melihat stand gulali, Luna menatap Mark.


Mark mengerti dengan maksud Luna, dan diapun langsung membawa Luna untuk membelinya.


“ Eh ini bisa di request bentuk apa yang kita inginkan ya?”


“ Tentu saja nona” jawab pedagang tersebut


“ Baiklah, aku ingin gulali kelinci yang cantik” ucap Luna dengan semangat.


“ Tunggu sebentar ya nona”


Mark dan Luna duduk sembari menunggu pesanan mereka siap.


“ Apa semua wanita menyukai hal seperti gulali?” tanya Mark sambil menatap Luna


“ Tidak semuanya. Tapi sebagian besar wanita adalah pecinta makanan manis. Bagiku gulali bisa memberikan energy, samahalnya seperti es krim” jawab Luna santai.


Mark hanya diam mendengar jawaban Luna.


“ Kenapa kau menanyakan hal seperti itu? apa kau sedang memikirkan bagaimana cara menyenangkan kekasihmu?” sambil melihat Mark dengan tatapan mencurigai.


“ Aku tidak mempunyai kekasih?”


“ Huh, bagaimana bisa bicara begitu. Bukankah sebelumnya kau mengatakan kau mepunyai beberapa vila dan kau menempatkan setiap wanita di vila itu?” mode kesal, lebih tepatnya cemburu. Hehe


“ Aku tidak mengatakannya. Kau saja yang asal menebak.”


“ Siapa juga yang akan percaya dengan penolakanmu yang sekarang. Sementara waktu itu kau berkata kau kaya , kau bisa memuaskan semua keinginan wanitamu.”


“ Kau mengingatnya dengan sangat baik. Apakah kau cemburu?” sambil menatap Luna.


“ Haha,, aku cemburu? Haha,, itu tidak mungkin.”


Mark hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Luna.


“ Ini gulalimu nona” ucap pedagang tersebut.


“ Waahh,, tidak di sangka paman membuat gulali kelinciku sangat menakjubkan” sambil mengambilnya.


“ Ean ini untuk anda anak muda” sambil menyerahkannya gulali kelinci yang jantan pada Mark.


“ Eh,,kau memesan juga?” tanya Luna merasa sangat heran.


“ Tentu saja. Mana mugkin aku membiarkan kelinci cantik ini seorang diri, bukankah akan lebih baik mereka berpasangan” jawab Mark sambil berjalan pergi.


Luna mengejar Mark, “ Tunggu aku”


Merekapun menikmati gulalinya sambil berjalan.


Beberapa saat kemudian mereka menaiki berbagai wahana yang cukup menguji nyali.

__ADS_1


Tapi selama menaiki wahana hanya Luna


yang jejeritan. Sementara Mark tetap stay cool. Tentunya tidak Lupa Mark mengabadikan moment itu dengan merekam Luna teriak-teriak histeris ketika menaiki roller coster.


Saat turun dari roller coster Luna muntah-muntah,


“ Huekk huek”


“ Hahha… Luna aku sudah melarangmu. Tapi tetap saja memaksa” sambil menepuk-nempuk punggung Luna.


“ Itu salahmu. Kenapa kamu tidak takut sama sekali. Aku sangat penasaran bagaimana ekspresi datarmu itu terlihat histeris ” jawab Luna kesal.


“ Aku sudah kehilangan rasa takut. Jadi hal seperti itu, tidak menantang sama sekali bagiku” jawabnya santai.


“ Huh, kamu begini masih saja menyebalkan ”


“ Hahaha,, sudah-sudah jangan marah lagi” sambil memberikan botol air pada Luna.


Luna berkumur-kumur lalu memberikan kembali botol itu pada Mark dengan cemberut.


“ Hey, kamu kenapa memasang tampang seperti itu” goda Mark.


“ Huh tidak punya rasa takut ya. Mark kamu menyebalkan.” sambil berjalan pergi.


Tiba-tiba Mark menahan tangan Luna dan menariknya ke pelukannya.


Luna sangat terkejut tapi dia hanya bengong dalam pelukan Mark yang hangat dan tiba-tiba itu.


Mark menatap Luna, lalu mengusap kepala Luna dengan lembut.


“ Aku bukannya tidak punya rasa takut, hanya saja hal seperti ini bukanlah hal yang pantas di takuti. Kamu mau tau apa yang aku takuti di dunia ini?” tanya Mark lembut.


“ Hah, a a apakah itu? ” tanya Luna terbata-bata sambil menegandah dan menatap Mark yang masih memeluknya


“ Aku takut orang-orang yang ku sayangi meninggalkanku. Termasuk kau, aku takut suatu hari kau berpaling tatap dan tak berbalik lagi melihatku” Ucap Mark dengan tulus.


“ Mark,,” ucap Luna rasa tidak percaya dengan perkataan Mark.


Mark mempererat pelukannya, dia membenam kepala Luna di dadanya yang bidang di tengah keramaian itu.


“ Luna bukankah aku pernah menanyakan padamu, apakah aku punya kesempatan untuk masuk dalam kehidupanmu?. Malam ini kau dengarkan baik-baik, aku serius dengan ucapanku. Tak peduli kau mengizinkan atau tidak, yang terpenting mulai sekarang aku akan berusaha mengejarmu”


Luna terkejut dengan perkataan Mark yang begitu terus terang. Dia tidak tahu dengan perasaannya sendiri, apakah dia bahagia atau sebaliknya.


Karena bagaimananpun, saat pertama kali dia bertemu dengan Mark saat dia di kejar oleh preman dan Mark yang membantunya untuk bersembunyi, saat itu dia sudah mengagumi Mark.


Tapi pada akhirnya, Mark yang dia kagumi ternyata adalah orang yang mengambil keluarganya yang sangat berharga. Sehingga membuat rasa kagum itu memudar dan terkuras habis dalam seketika.


Luna berdecih sambil menggelengkan kepalanya. Lalu dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Mark, hingga Mark melepaskan pelukannya.


Luna menundukkan kepalanya.


“ Mark ini bukan saatnya kau membicarakan hal seperti itu” ucap Luna lirih.


Mark mendekati Luna, “ Aku tahu apa yang kau pikirkan sekarang. Aku berbicara seperti ini bukan tanpa memikirkan perasaanmu.”


Luna langsung mengangkat kepalanya dan menatap Mark, dia masih bingung dengan perkatan Mark barusan.


“ Apa maksudmu?” tanya Luna penasaran.


Mark menggenggam tangan Luna.


“ Ayo kita pergi” sambil berjalan


Luna hanya menatap wajah Mark yang tampak senang.


“ Mark apa yang kau rencanakan sebenarnya?” bisik hati Luna.


***


Saat di dalam mobil suasana sangat hening. Luna hanya menundukkan kepalanya, namun hati dan pikirannya di hujani dengan berbagai pertanyaan.


 


“ Mark, kau mau membewaku kemana lagi?” tanya Luna dingin.


“ Ke suatu tempat yang indah. Kau pasti suka”


Luna mengangkat kepalanya.


“ Ini sudah larut, lebih baik kita pulang” dengan tidak senang.


“ Aku akan mengatakan hal yang selama ini ingin kau dengar. Apa kau masih akan menolaknya?” tanya Mark sambil menetap Luna.


Luna mengedipkan matanya.


“ Bisakah kau memberiku clue –nya?” tiba-tiba nada bicara Luna lebih lembut.


Mark tersenyum, “ Tunggu saja, jika aku mengatakan sekarang. Maka hal yang sudah ku persiapkan akan sia-sia saja.”


“ Humm, baiklah.” dengan sedikit kecewa.


Mark melirik Luna, lalu melajukan mobilnya lebih kencang.


15 menit kemudian mereka sudah berada di tempat tujuan.


 


Mereka berada di depan kereta gantung privat ala ‘ Dining On Cloud 9’.


Mark sudah menyediakan Floral Cabin Sky, yang merupakan kabin kareta special yang telah di rancang khusus untuk pasangan. Dan ukuran kereta ini cukup besar.


Di sana sudah tersedia makanan mewah dan tak lupa sebotol anggur.


“ Bukankah sudah terlalu malam untuk menikmati hal seperti ini?” ucap Luna polos sambil menatap Mark.


Mark tersenyum” Ini bukan masalah. Semakin tenang, maka kita aka semakin menikmatinya.”


Mark mengulurkan tangannya “ Mari kita masuk tuan putri.”


Luna yang kesal tidak menyambut tangan Mark. Dia langsung melangkah masuk sendiri dalam kareta tersebut.


“ Aishh,,” dengan tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.


Lalu dia juga masuk dengan wajah senyumnya dan mendekati Luna yang berdiri membelakanginya.


Petugas mulai mejalankan kerata.

__ADS_1


Ketika kereta gantung mulai bergerak, Luna yang sedang berdiri sedikit oleng, tapi Mark yang sudah berdiri di belakangnya menahannya dengan lembut.


“ jika tidak sanggup jangan paksakan, ayo kita duduk.!”


Tapi Luna melepaskan dirinya dari Mark, tapi tiba-tiba


Wussshh,, Luna melihat kebawah, dalam seketika dia merasa nyawanya melayang. Dia langsung berbalik badan dan memeluk Mark.


“ Mark aku takut, kita berayun di ketinggian ini apakah aman?” rengek Luna dengan memejamkan matanya dan mencekam bahu Mark dengan kuat.


“ Ini aman, kamu jangan khawatir. Sekarang kita duduk saja. itu akan lebih menenangkan.”


“ Tidak tidak. Aku tidak bisa jalan, kakiku terasa membeku” tolak Luna dengan menggelengkan kepalanya di dada bidang Mark.


“ Lalu apakah kita akan seperti ini saja?”


Mark mengangkat wajah Luna.


“ Luna buka matamu, ini tidak semenyeram yang kamu bayangkan. Yang kamu lakukan, jangan melihat kebawah saja.”


Luna membuka matanya pelan, dia melihat Mark yant tersenyum lembut padanya.


“ Sekarang coba kamu lihatlah. Bukankah indah?”


Lunapun memberanikan melihat ke samping .


“ Ya ini memang indah, pemandangan kota dengan kelab kelib lampu yang mempesona. Tapi kakiku masih terasa kaku. Tadi aku sudah melihat ke bawah, itu sangat menyeramkan”


“ Baiklah, jika kakimu masih kaku. Hanya ini yang bisa ku lakukan” sambil menggendong Luna.


“ Eh, apa tidak apa-apa terlalu banyak bergerak di sini” tanya Luna khawatir.


“ Haha,, kau jangan khawatir. Ini sangat aman” sambil berjalan, lalu sambil mendudukan Luna.


Luna berusaha menggerakkan kakinya yang masih kaku. Tapi saat itu dia masih memegang Mark lengan Mark dengan erat


“ Aku sangat payah, karena tadi sudah menaiki berbagai wahana ekstrim” ucap Luna berusaha membela dirinya.


“ Benarkah?, lalu sekarang bisakah kau melepaskan ku?” ucap Mark.


“ Eh,” sambil melepaskan tangannya dari Mark dengan cepat.


Mark tertawa kecil, “ Sebentar lagi kakimu pasti akan kembali semula. Ingat kau jangan melihat lagi ke bawah, maka kau akan rileks”


“ Aku tahu. sekarang kau pergilah ke tempat dudukmu” dengan cemberut.


Markpun pergi ke tempat duduknya yang berada di depan Luna. Sekarang mereka duduk berhadap-hadapan. Dengan menu special yang sudah tertata rapi di depan mereka.


Mark memandangi Luna yang masih cemberut. Dia mendekatkan dirinya pada Luna dan menggapai tangan Luna.


Dia menarik tangan Luna dan meletakkannya di meja, lalu dia menggenggam tangan Luna sembari mengusap jemari Luna dengan Lembut.


Luna menatap tangannya, lalu melihat Mark dengan tatapan kesal.


" Luna sekarang kita nikmati hidangan ini, setelah itu aku akan mengatakan hal yang ingin kau dengar” dengan Lembut.


“ Kenapa tidak mengatakannya saja sekarang? aku tidak akan menyentuh apapun, sebelum kau mengatakannya” sambil menarik tangan dan memasang mode merajuk.


“ Baiklah, jika kau tidak mau makan. Aku saja yang makan” sambil mengambil garrpu dan pisaunya.


Mark mulai memotong steaknya dan memakannya dengan lahab.


“ Humm,, Sirlon Steak dan mushroom sauce ini benar-benar enak dan lembut” ucap Mark berusaha membuat Luna tergoda.


“ Itu hanya steak kenapa kau bereaksi berlebihan begitu” ucap Luna kesal.


“ Tapi ini benar-benar enak” sambil melahabnya lagi dan lagi.


Luna merasa kesal, dan dia juga mulai ngiler melihat ekspresi Mark. Tapi dia mencoba untuk tetap menahannya karena gengsi dan egonya.


Mark sudah menghabiskan steaknya, lalu dia menatap piring Luna.


“ Jika kau tidak memakannya, maka aku akan memakannya” sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil piring Luna.


Namun dengan cepat Luna menangkis tangan Mark.


“ Mana boleh begitu. Aku akan memakannya!” teriak Luna.


Luna dengan segera memotong dan menikmati steak itu.


Mark tersenyum puas, karena dia berhasil membuat Luna makan.


“ Dasar kucing kecil” gumam Mark dengan senyum sambil menuangkan anggur ke gelas.


Mark menikmati anggurnya sembari menatap Luna yang menimati makanannya.


Beberapa saat kemudian, Luna telah selesai makan dan menaruh garpu dan pisaunya dengan perlahan. Kemudian dia mendeguk segelas air putih.


“ Sekarang katakan apa yang ingin kau sampaikan padaku!” ucap Luna sambil mel-lap bibirnya dengan lembut.


Mark tersenyum,“ Kau sangat tidak sabaran sekali”


“ Ayolah Mark!. Aku sudah menurutimu , kau jangan bertele-tele lagi” mulai kesal.


Mark berdiri lalu memandangi kelab kelib keindahan lampu kota sambil memegang segelas anggur di tangannya.


“ Setelah aku mengatakan hal ini padamu, kau harus berjanji untuk tetap merashasiakannya dari siapapun”


Luna melihat ke arah Mark, di balik punggung Mark itu dia tahu bahwa Mark serius dengan ucapannya.


“ Aku janji akan merahasiakannya”


“ Tapi aku ingin menanyakan sesuatu dulu. Apa yang akan kau lakukan padaku, jika aku mempertemukanmu dengan orang tuamu?”


Luna sangat terkejut denga pertanyaan Mark dan perasaannya mulai tak beraturan. Dia takut ini hanyalah sebuah harapan palsu.


Luna tersenyum menahan perih.


“ Jika itu nyata, maka aku akan melakukan apapun yang kau minta” ucap Luna lirih sambil menundukkan kepalanya.


Mark mendekati Luna dan menaruh anggurnya di meja.


Dia berlutut di depan Luna dengan satu kakinya seperti sesorang yang sedang melamar kekasihnya.


Dia memegang jemari Luna “ Dalam sebulan aku akan mempertemukanmu dengan orangtuamu. tapi…..”


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2