
Beberapa menit kemudian Mark sudah sampai di depan apartement Hyena. Dia langsung menelvon Luna untuk menyuruh Luna keluar.
Setelah selasai menelvon Luna, Mark langsung senyum-senyum tak sabar menunggu kedatangan Luna.
Tak lama setelah itu Luna muncul, dia berjalan dengan agak tergesa-gesa karena Mark menyuruhnya cepat.
“ Kucing kecil ini benar-benar imut” ucap Mark ketika melihat Luna.
Luna membuka pintu mobil dan langsung masuk dengan nafas yang tak beraturan.
“ Housh housh,, Mark, memangnya kita mau kemana? Kenapa kamu menyuruhku cepat-cepat?” tanya Luna dengan kesal.
“ Nanti kamu juga tahu, jadi sekarang jangan banyak tanya!” dengan santai.
“ Aish.. menyebalkan” sambil mengerucutkan bibirnya.
Mark tersenyum melihat tingkah Luna yang menurutnya imut.
Mark langsung melajukan mobilnya. diperjalanan suasana hening, tak ada pembicaraan karena Luna masih kesal dengan Mark.
Luna duduk dengan menyandarkan kepalanya kebelakang dan pandangannya menghadap keluar.
Mark melirik Luna. “ Luna, jadi kapan Hyena pindah ke rumah?” tanya Mark untuk memecahkan keheningan itu.
Luna tersadar mendengar pertanyaan Mark. Dia berfikir tak seharusnya dia marah pada Mark karena hal tadi. Karena bagaimanapun, seharusnya dia berterimakasih pada Mark.
Luna duduk dengan baik dan menoleh ke arah Mark.
“ Besok. Dia bilang harus mengemasi beberapa barangnya dulu. Hmm, Mark terima kasih ya, sudah mengizinkan Hyena untuk tinggal di rumah” ucap Luna dengan lembut sembari melemparkan senyumnya.
Mark membalas senyum Luna, “ Tidak perlu berterimakasih untuk hal seperti ini” ucap Mark lembut sambil mengusap kepala Luna dengan lembut.
Melihat perlakuan Mark yang lembut Luna terkjut. Dia melihat Mark dengan senyum yang begitu tulus, jangtungnya tiba-tiba berdegub.
‘ deg deg deg ‘
Luna langsung mengalihkan pandangannya ke samping. Di tengah debaran jantungnya itu, tanpa sadar Luna juga senyum senyum sendiri.
Beberapa menit kemudian Mark memberhentikan mobilnya di sebuah toko yang sangat besar.
“ Mark kita kenapa ke sini?”
“ Luna, apa kamu lupa jika kita ada acara makan malam hari ini?”
“ Tidak. Aku tidak lupa”
“ Jika kau tidak lupa kenapa masih bertanya? Kita ke sini tentu saja umtuk membeli pakaian yang akan kita gunakan.”
Luna teringat dengan kejadian ketika sebelum pesta pertunanganannya, Mark menyiksanya dengan mencoba begitu banyak pakaian.
“ Ah haha.. tapi aku tidak perlu membeli pakaian lagi” ucap Luna dengan tertawa khawatir.
“ Luna kamu menurut saja. Kali ini kita tidak akan lama. Aku sudah menyuruh mereka untuk menyiapkannya 2 model saja. Jadi kita bisa langsung memilih salah satunya saja.”
Luna berbalik badan menghadap Mark “ Kau tidak bohongkan?” tanya Luna memastikan.
Mark tertawa kecil “ Haha,, begitu takutnya ya aku mengerjaimu?”
Luna menunduk dan mengangguk dengan mode imut.
“ Kali ini aku tidak akan mengerjaimu, jangan khawatir!” sambil mengusap kembali kepala Luna dengan lembut.
Menerima perlakuan lembut Mark yang kesekian kalinya, Luna langsung berbalik badan dan membuka pintu mobil.
“ Baiklah, jika begitu kita langsung masuk saja” ucap Luna.
Mark dan Luna keluar dari mobil. saat melihat Mark, Luna sedikit terkejut. Dia baru menyadari penampilan Mark yang santai, Luna menganali cara berpakaian itu. Yak, Mark masih menggunakan pakaian saat dia bermai golf tadi.
Luna tak menyangka kalau Mark akan keluar dengan pakaian seperti ini. dia yang selalu keluar dengan jas mewah dan rapinya dan hari ini dia keluar dengan baju santai membuat Luna sedikit kagum.
“ Mark, tidak apa kau keluar seperti ini?”
“ Ini hanya masuk sebuah toko, jadi tidak masalah.”
Mark kemudian memberi isyarat agar Luna menggandeng tangannya. Kali ini tanpa ada perlawanan sama sekali, dengan patuhnya Luna langsung menggandeng tangan Mark.
Mark cukup terkejut dengan Luna yang tak menyanggahnya, tapi hatinya senang sehingga senyumpun tak bisa lagi di sembunyikan.
Kedua insan tersebut saling menatap dan melempar senyum, kemudian mereka langsung melangkah memasuki toko tersebut.
Pegawai toko membukakan pintu untuk mereka dan menyambut hanygat mereka dengan pelayanan yang sangat baik.
Manager dari toko itu langsung mengarahkan mereka ke tempat khusus, di sana dia memperlihatkan 2 pakaian yang sudah mereka siapkan untuk Mark dan Luna.
“ Silahkan di lihat tuan”
Orang pegawai menarik tirai yang menutupi pakaian yang sudah di siapkan untuk mereka.
Di balik tirai itu ada 2 pasang patung mengenakan gaun dan stelan yang begitu mewah dan elegant. Yang satu gaun berwarna ungu lembut dengan aksen mutiaran di bagian dadanya dengan pasangan dengan stelan berwarna Dark Grey.
Pakaian yang kedua berwarna merah maroon dengan aksen yang blink-blink tapi tidak begitu mencolok dan designnya lebih simple tapi sangat elegant dengan pasangan stelan yang berwarna hitam yang begitu luxury.
“ Kedua pakaian ini adalah keluaran terbaru. Dan designnya juga cocok dengan selera tuan inginkan. Gaun ini sangat cocok untuk tuan dan nona.”
Mark menatap Luna, “ Luna, kamu suka yang mana?”
__ADS_1
“ Ini" sambil menunjuk pakaian yang kedua.
“ Baiklah. kami akan mengambil yang itu” ucap Mark langsung menyetujui Luna.
“ Baiklah tuan” ucap manager tersebut.
Pegawai toko langsung menyiapkan pakaian tersebut.
“ Baiklah tuan dan nona. Sekarang mari kita menuju ke atas untuk perawatannya.” Ajak menager tersebut dengan lembut.
“Hah?” Luna terkejut.
“Luna kita tidak pulang, kita di sini saja melakukan persiapan dan langsung berangkat dari sini” jelas Mark.
“ Maksudmu?”
“Ikut saja” sambil menarik tangan Luna dengan lembut
Lantai 2 merupakan salon perawatan. Sesampainya di sana, semua pegawai sudah menyambut mereka.
Luna menatap Mark “ Mark,,” ucap Luna
Mark memberikan isyarat mata untuk menurut saja.
“ Kalian semua layani nona Luna dengan baik, jangan sampai membuatnya kecewa!” ucap Manager tersebut pada bawahannya.
“ Baik manager” jawab mereka serentak.
Mark dan manager tersebut meninggalkan Luna di sana. Manager tersebut mengantarkan Mark ke tempat khusus pria untuk melakukan perawatan.
Luna memandangi punggung Mark yang meninggalkannya dengan perasaan yang tidak menentu. Dia sendiri tidak mengerti bagaimana mengekpresikannya, apakah dia harus bahagia kesal atau bagaimananya.
Pegawai langsung membawa Luna untuk melakukan perawatan pertama, mereka melayani Luna dengan sangat lembut dan juga professional. Sehingga Luna merasa rilex dan nyaman.
Luna melakukan banyak perawatan dari A-Z, tapi selama itu tidak membuat Luna bosan karena dia berbincang banyak Hal juga dengan orang yang melayaninya.
Tahap akhir adalah Luna berendam dengan air mawar kesukaannya.
Di sana Luna hanya sendiri saja, dia menyuruh pegawai untuk keluar, karena dia tidak terbiasa ada orang yang memperhatikannya jika keadaanya seperti ini.
Luna mengumpulkan kelopak bunga mawar.
“ Semuanya sudah disiapkan dan ini semua sesuai sekali dengan seleraku. Apa Mark yang mengaturnya?” dengan senyum yang terukir di bibirnya.
“ Tapi apakah bekas cekikan Camelia bisa di samarkan nantinya?" gumam Luna sambil memegangi lehernya yang terluka itu dengan wajahnya terliht kesal.
Beberapa menit kemudian Luna sudah selesai melakukan perawatan.
Sekarang adalah bagian finishing, Luna berada di ruang rias.
Saat di ruang rias tak henti-hentinya Luna mendapat pujian. Mereka bilang cantik bak dewi.
Luna hanya tersenyum ramah setiap menerima pujian tersebut.
Tapi ketika penata rias melihatnya, dia tersenyum aneh dan malu malu. Hal itu membuat Luna harus bisa bersabar menerima prasangka-prasangka aneh dari orang ketika melihat bercak merah itu.
“ Tentu saja bisa nona. humm,, anak muda sekarang memang terlalu bersemangat hingga mengunakan bekas yang bisa mengganngu penampilan” ucap kakak tersbut spontan.
Mendengar ucapan tersebut pupil Luna langsung membesar, dan tertawa masam.
“ Ah haha.. bukan seperti itu” jawab Luna denga senyum menahan kesal dan malu.
“ Huh, ya sudahlah. Biarkan saja, jika aku jelaskanpun tidak akan ada artinya ” bisik hati Luna pasrah.
Bercak merah di leher Luna selalu menimbulkan kesalah pahaman mulai dari awal orang-orang yang melayaninya tadi. mereka selalu tersenyum aneh ketika melihat bercak merah itu.
***
Mark keluar dari dressromnya, dia keluar dengan penampilannya yang sangat mempesona semua orang yang berada di sana, dengan stelah mewahnya, sepatu mengkilat, jam tangan mewah di tambah dengan potongan rambut barunya membuat penampilannya lebih fresh dan berkarisma.
Mark merubah model rambutnya, biasanya dia memakai poni, kali ini dia merubahnya dengan memperlihatkan jidat paripurnanya.
Semua orang terperangah melihatnya, apalagi karyawan wanita. Tapi mereka tidak berani menatap Mark lebih lama.
“ Ehemm,, tuan semuanya sudah siap dan nona Luna sekarang juga sedang di rias.” Ucap manager oko tersebut.
“ Baiklah. kita menunggu Luna”
“ Baiklah tuan”
Manager tersebut langsung mengarahkan Mark ke ruang tunggu tempat Luna merias diri.
Saat mereka sampai, ternyata Luna sudah selesai tapi dia belum keluar.
Pegawai membuka pintu dan Luna keluar dengan anggunnya.
Mark menatap kagum Luna. gaun merah maroon yang di padukan dengan kulit Luna yang putih bak susu sangat cocok dengannya. Riasan tipis dan dengan rambut yang di cepol ke atas dengan meninggalkan beberapa rambut membuat Luna memang seperti dewi yang keluar dari kayangan.
Orang-orang menatap kagum Luna termasuk manager juga sempat khilaf. Menyadari orang-orang menatap Luna, Mark langsung berdehem.
“ Ehem hemm”
Orang-orang langsung menundukkan kepalanya kembali.
Melihat hal itu Luna tertawa kecil.
“ Mark, bagaimana penampilanku?” tanya Luna.
__ADS_1
Mark mendekati Luna, dia berjalan mengelilingi Luna.
“ Hummm.. gaun ini sepertinya memang di buat khusus untukmu” puji Mark.
Luna tersenyum senang, lalu menatap Mark.
“ Mark, rambutnmu? ”
“ Oh ini, aku merubahnya. Apakah aku terlihat semakin tampan?” dengan PD tingkat dewanya.
Luna hanya tersenyum menanggapi perkataan Mark.
Mark melihat leher Luna, dan seperti biasa kalung yang sama masih ia kenakan.
Mark tiba-tiba mendekati Luna dan mengeluarkan kotak perhiasan. Dia membuka kotak tersebut dan isinya ternyata adalah kalung berlian yang sangat mewah dengan ornamen kupu-kupu dan kelelawar.
Ketika melihat kalung tersebut semua orang terperangah, karena Kalung tersebut memang telihat sangat mewah.
“ Luna maukah menggunakan kalung dariku?” tanya Mark.
Luna terkejut, dia ragu harus menjawab apa. Di sisi lain dia sudah berjanji pada Jiang He untuk selalu mengenakan kalung ini dan sisi lain dia tidak enak hati menolak kebaikan Mark, apalagi ini di saksikan banyak orang.
Dia tidak ingin membuat Mark kecewa taupun Malu.
“ Maafkan aku kak Jiang he” bisik hati Luna.
Kemudian Luna menganggukkan kepalanya tanda menerima kalun pemberian Mark.
Mark tersenyum Lega, dia tidak meyangka Luna akan menerimanya.
“ Sekali ini saja. Setelah makan malam aku akan menggunakannya kembali” bisik hati Luna.
Luna kemudian melepaskan kalung yang dia kenakan, dia terlihat kesulitan dan tiba-iba Mark membantunya.
Dengan posisi Mark yang di depannya, tangan Mark membantunya melepaskan kalung itu, membuat Luna terdiam tapi jantungnya berdebar hebat.
“ Kantungku. Kau jangan bertingkah! " gumam Luna.
Mark selesai melepaskan kalung itu dan lanjut memasangkan kalung yang dia berikan masih dengan posisi yang sama, mereka sangat dekat.
Luna bisa merasakan dera nafas Mark di tengkuknya. Begitupun Mark juga merasakan dera nafas Luna.
Orang-orang di sana hanya bisa menundukkan kepala melihat adegan sederhana tapi sangat membuat iri orang yang melihatnya.
“ Selesai ” ucap Mark setelah dia memasangkan kalung itu pada Luna.
Luna menyedipkan matanya, lalu melihat dirinya di cermin.
Luna menyentuh ornamen kalung tersebut,
“ Kupu-kupu dan kelelawar? Apakah artinya?. Terkadang orang memiliki pemaknaan yang berbeda, tergantung dari orang yang mempunyai ide designnya. Jadi aku tidak bisa menebaknya ” bisik hati Luna.
Luna kemudian menatap Mark dengan hatinya yang di penuhi tanda tanya arti dari ornament kalung itu.
Mark tersenyum.
“ Baiklah, semuanya sudah siap. Sekarang kita bisa berangkat” sambil mengulurkan tangannya pada Luna.
Lunapun memberikan tangannya pada Mark.
Mereka berjalan keluar dengan sangat mengagumkan, membuat berdecak kagum siapun yang melihatnya.
Di luar mereka sudah di sambut oleh pengawal, mereka membukakan pintu mobil untuk Luna dan Mark.
Setelah Luna dan Mark masuk, mobil tersebut langsung melaju dengan santai menuju hotel Fantin tempat mereka menyelenggarakan makan malam dengan keluarga paman kandungnya atau suami dari tante Xio dan Camelia sepupunya yang sangat menyebalkan itu.
“ Mark kejutan apakah yang kau siapkan untuk tante dan sepupuku itu?” tanya Luna penasaran
“ Kenapa sekarang kamu menjadi tidak sabaran?”
“ Humm,, baiklah. jika kau memang masih mau memberitahuku ”
“ Kau cukup nikmati saja pemandangan itu nanti!” ucap Mark dengan senyumnya.
***
\= di Hotel Fantin \=
Mark dan Luna sudah berada di ruang khusus tempat mereka menyelenggrakan makan malam tersebut.
Di atas ketinggian gedung, kelap kelip lampu kota menambah keistimewaan tempat itu.
Meja makan yang mewah dan hidangan yang mewah, serta sampanye yang hampir berusia 200 tahun lalu juga terletak di atas meja.
‘ click ‘
Pelayan datang membuka pintu dan ternyata tamu mereka sudah datang.
Pelayan mempersilahkan paman, tante dan sepupunya masuk dengan penuh hormat, tapi tante dan sepupunya itu berprilaku sangat arrogant.
Luna tersenyum sinis, kemudian dia dan Mark berdiri untuk menyambut keluarga pamannya itu.
“ Apakah kami terlambat tuan Mark?” ucap Noman paman Luna.
“ Tidak. Ini waktunya sangat pas” jawab Mark lembut.
Tak kalah juga tante Xio dan Camelia yang juga cari perhatian pada Mark, membuat Luna jijik melihat pemandangan itu. tapi harus bisa menahan diri.
“ Luna, apa kabarmu. Sudah lama paman tidak melihatmu. Sekarang kamu tumbuh dengan sangat baik. cantik seperti ibumu masih muda” puji Noman pamannya.
__ADS_1
“ A haha.. paman bisa saja. Terimakasih pujiannya paman” balas Luna dengan senyum terpaksa.
“ Heh,, bisa-bisanya gadis ini mendapatkan Pria sangat kompeten seperti Mark Rendra. Aku tidak akan membiarkan jalan hidupnya terlalu mulus ” bisik hati Noman penuh dengan siasat jahat.