TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
MARI SERAHKAN PADA HATI UNTUK MEMILIH


__ADS_3

Luna menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan dari Camelia. ketika telvon itu terhubung, Camelia dengan semangat memulai pembicaraan.


“ Luna bagaimana menurutmu berita hari ini. Cobaku tebak, kamu sekarang pasti berada di sudut ruangan menangisi nasibmu yang malang itu. Haha..” ucapnya sambil memutar kuas make up di tangannya.


Mendengar ucapan Camelia, Luna tersenyum geli.


“ Sepupuku, kamu sepertinya suka sekali menghancurkan hubungan orang ya?. Kamu pikir, kamu bisa melawanku?”.


“ Huh! Kalu begutu bagaimana kita bertaruh?. Lihat saja apa aku bisa menghancurkan hubungan kalian dan merebut Mark Rendra darimu.”


Luna terdiam sejenak mendengar ucapan Camelia yang mengajaknya bertaruh.


“ Orang rendahan sepertimu tidak sepadan dengaku. Lakukan saja sesukamu!”.


“ Haha..jika begitu, ku anggap saja kau menerima taruhannya. Siapkan saja mentalmu dengan baik”.


“ Sepupuku kau masih saja berisik. Aku tidak menerima taruhan apapun darimu. Lakukan saja sesukamu, jika kau berhasil aku turut bersuka cita untukmu. Tapi jika kau gagal, humph..kasihan sekali kamu. Sudah bicara selantang ini padaku, tapi malah mempermalukan diri sendiri. Lalu kau juga harus bersiap-siap kehilangan muka di depan publick, karena telah berani melawan Luna Aliester” balas Luna.


“ Luna..dasar jal*ng…”.


“ Sudahlah. Jika tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, aku akan menutupnya.”


“ Tunggu dulu. Luna kau pikir aku tidak punya apa-apa untuk menantangmu? Kau belum apa-apa saja sudah luar biasa sombong.


Sebentar lagi coba kau lihat sebuah berita dari Cour. Heh..aku rasa tak perlu menjelaskannya lagi. Kita lihat saja, ini akan semakin seru. Aku sudah tidak sabar menendangmu dari sisi Mark”.


“ Aku tidak tertarik” sambil mematikan telvon.


Menerima perlakuan Luna seperti itu, Camelia langsung meledak.


“ Luna…kau pikir kau siapa? berani sekali kau mengakhiri pembicaraan seperti itu. Huh, kita lihat saja. aku akan menghabisimu” sambil menggenggam erat tangannya.


“ Cepat dandani aku. Aku ingin semua orang berpihak padaku malam ini” perintah Camelia pada penata rias dengan sorot matanya penuh kebencian.


Sementara Luna yang masih berada di dalam gedung. Dia menghela nafasnya.


“ Huft…musuh memang selalu dipertemukan kembali.”


Luna merenung sejenak, lalu dia berdiri.


“ Ok. Aku akan pergi” sambil berjalan pergi.


***


\= di Lixing Group \=


Disebuah ruangan yang luas setiap kursi sudah di isi oleh wartawan. Mereka sedang menyetel kamera mereka masing masing serta sudah menyiapkan laptop untuk langsung mengetik hasil dari jumpa pers nanti, dan di luar juga masih ada yang sedang melakukan registrasi untuk masuk.


Di saat kesibukan mereka itu, tiba-tiba saja mereka ribut. Karena adanya artikel terbaru yang menampilkan berita tentang Luna.


“ Luna Aliester Tetap Tenang dan Fokus Untuk Acara Peresmian Meski Sang Tunangan Diterjang Skandal Kencan“.


“ Tetap Tenang: Kepercayaan pada sang tunangan ATAU Memang tak peduli?”


Dua artikel yang di terbitkan oleh media B cukup membuat suasana di ruangan itu ribut.


Tentunya wartawan dari media B itu adalah wartawan yang mengikuti Luna tadi.


Wartwan yng mengikuti Luna itu baru sampai dan melakukan registrasi. Saat dia sudah berada di depan pintu tempat jumpa pers diadakan dia mendengar orang-orang ribut karena artikel yang dia tulis, dia tersenyum puas. Lalu dia dengan senang hati dia berjalan untuk memilih tempat duduknya.


“ Hey ada berita baru lagi. Ini dari Cour” ribut-ribut.


“ Juga ada video dari Camelia yang di unggah secara pribadi “ ucap yang lainnya.


Mendengar hal itu, Wartawan itu menjadi kurang senang dia juga segera mengecek hal yang di ributkan orang-orang.


Ternyata isi dari vidio yang di unggah Camelia adalah tentang klarifikasi bahwa dia dan Mark hanyalah berteman dekat dan pertemuannya dengan Mark saat itu hanya pertemuan biasa.


Dalam seketika seluruh kota di hebohkan dengan video yang di unggah oleh Camelia dan di sertai dengan dukungan dari artikel yang di terbitkan oleh Cour.


 


Setiapa layar berita di kota juga di penuhi dengan berita itu.

__ADS_1


Sementara Luna yang masih dalam perjalanan menuju Lixing Group juga mendengarkan video yang di unggah oleh Camelia.


“ Halo semuanya, Saya Camelia Aliester akan mengklarifikasi mengenai isu tentang kencan saya dengan tuan muda Mark Rendra.


Hmm..sebenarnya ini hanyalah sebuah kesalahfahaman, Saya dan Mark tidak mempunyai hubungan semacam itu. Saya dan Mark hanyalah berteman dekat, mengenai foto saya dan Mark di Amerika, itu hanyalah sebuah kebetulan.


Saya sedang liburan dan Mark mengurusi pekerjaannya di sana. Dan ketika ada waktu Luang kami bertemu sebentar.


Dari segi manapun, saya tidak mungkin menjalin hubungan dengan Mark. Karena seperti yang kalian ketahui Luna Aliester adalah saudara sepupu saya. Jadi kami tidak mungkin menjalin hubungan gelap seperti itu.


Saya harap dengan video klarifikasi ini akan meredam spekulasi public yang simpang siur. Jujur saya cukup tertekan dengan isu itu. jadi mohon kerja samanya.


Saya tidak ingin isu ini membuat hubungan saya dengan keluarga terutama dengan Luna sepupu tercinta akan hancur. Terimakasih” dengan ekspresi tertekan dan menangis.


‘ clik ‘ Luna mematikan layar ponselnya.


“ Huh, jadi ini yang dia maksudnya?. Didukung oleh Cour tentunya itu pasti dengan persetujuan Mark. Dia benar-benar memanfaatkan kesempatan dengan baik.


Lalu membohongi public dengan air mata palsunya. Apa rencanamu selanjutnya Camelia?” ucap Luna dengan sorot matanya yang dingin.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 18.20, Luna telah sampai di Lixing Group.


Saat menyadari kedatangan Luna, para pengawal langsung menghampirinya dan mengarahkan Luna sebuah ruangan.


“ Apa semuanya di ruangan itu?”.


“ Iya nona”


Saat Luna sampai di ruangan itu, dia terkejut pupil matanya membesar.


“ Kenapa dia juga di sini? Apa Mark benaran sudah bodoh?” bisik hatinya sangat kesal.


“ Eh Luna, ternyata Mark benar, kau datang juga” Sapa Camelia yang sedang berbincang dengan Mark.


Semua mata langsung tertju pada Luna begitupun Mark langsung memutar kepalanya melihat Luna yang berdiri di pintu.


Nindy dan Hanny langsung menghampiri Luna.


Luna berusaha untuk tenang atas pemandangan pertama yang barusan di lihat.


“ Aku baik-baik saja.” jawab Luna dengan senyum, lalu dia berjalan masuk dan duduk di samping Alexa.


Camelia mendekati Luna, “ Luna, kau percaya padakukan? Aku tidak mungkin mengganggu hubungan kalian” dengan tampang sedih dan seolah-olah dia dekat dengan Luna.


“ Akting yang sempurna” bisik hati Luna.


“ Iya aku percaya. Aku percaya pada Tunanganku, dia tidak mungkin tertarik pada wanita selain aku. Kakak tidak perlu khawatir, aku tidak menyalahkanmu samasekali” dengan senyum.


Mendengar jawaban Luna semua orang langsung kagum dan memujinya.


“ Eh dia sangat tenang. apa dia tidak terpancing?” bisik hati camelia dengan menggertakkan giginya.


“ Pantas kau setenang ini. Sepertinya hubungan kalian sangat baik. aku sangat bahagia mendengarnya” puji Nindy.


“ Aku sangat lega mendengarnya. Kita adalah sepupu tidak boleh ada kesalah pahaman diantara kita” ucap Camelia dengan dsenyum palsunya.


Luna menanggapinya dengan senyum, lalu berbincang dengan santai dengan yang lainnya.


“ Kita lihat saja sampai kapan kau bisa tersenyum seperti itu” bisik hati Camelia dengan sorot matanya penuh kebencian.


Sementara Hanny merasa sedikit bingung denga tingkah Luna, tapi dia tidak terlalu memperdulikan. Karena jikapun perkataan Luna tadi adalah kebenaran dia juga ikut senang.


Mark yang masih duduk memperhatikan Luna yang berbincang dengan ceria.


“ Luna, apakah kau berakting atau memang kebenarannya?” bisik hati Mark.


Mark berdiri, “ Semuanya, bisakah kalian memberiku waktu untuk berbicara dengan Luna. sebentar lagi jumpa pers akan di mulai. Jadi aku ingin berbicara dulu dengannya” pinta Mark.


“ Baiklah. Wah.. sepertinya hubungan kalian memang sangat bagus” ucap Mareka sambil berjalan keluar.


Sementara Camelia keluar dengan tidak senang hati dan menggertakkan giginya.

__ADS_1


“ Cih.. benar-benar menyebalkan”


Semua orang sudah keluar dan hanya tinggal mereka berdua.


Luna yang duduk di sofa hanya menunduk.


“ Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Luna dengan dingin.


Mark berjalan mendekatinya dan duduk di sampingnya.


“ Luna, semuanya akan baik-baik saja. Kau jangan khawatir”.


Luna menoleh pada Mark, “ Mark aku sungguh tidak peduli dengan semua ini. Apa kau tidak lihat dengan perkataanku di depan semua orang? Huftt.. meskipun mengenai wanita yang satu lagi belum ada kejelasannya, tapi aku percaya kau akan menyelesaikannya saat jumpa pers nanti. Mark..aku juga akan membayar tuntas utangku sebagai tunanganmu sampai orang tuaku kembali.”


Mark sangat kecewa mendengar jawaban Luna.


“ Ternyata hanya untuk itu” tanya Mark.


“ Tentu saja. Aku akan menjadi tunangan yang patuh dan sangat mencintaimu di depan semua orang. Bukankah itu kesepakatan kita?".


“ Luna aku ingin hubungan kita tetap berlanjut sampai kapanpun” sambil menunduk.


“ Sampai pada waktunya drama ini berakhir. Mari serahkan pada hati untuk memilih.” lanjut Luna.


Mendengar ucapan Luna, Mark langsung mengangkat kepalanya dan menatap Luna.


“ Jadi apa kau percaya padaku?”


“ Entahlah!”


Dengan spontan Mark langsung memeluk Luna. Entah kenapa dia merasa jika sebenarnya Luna memberinya kesempatan.


“ Terimakasih Luna” ucap Mark lembut.


“ Eh apa-apaan ini? aku tak memberimu jawaban. Kenapa kau memelukku seenaknya? Mark Rendra aku masih marah padamu?” sambil mendorong tubuh Mark.


Namun Mark tak melepaskan pelukannya.


“ Luna, mengenai Camelia maafkan aku. Aku benar-benar tidak ada cara lain”.


“ Eh, kenapa dia tau jika aku kesal karena ini?” bisik hati Luna.


“ Aku tidak bilang jika aku kesal karena dia” berusaha untuk menutupi.


“ Aku hanya ingin memberitahumu. Agar kau tidak salah paham lagi” dengan lembut.


Luna tertegun dengan ucapan Mark, dia langsung berhenti meronta.


‘ tok tok ‘ tiba-tiba seseorang mengetuk pintuk dari luar yang merusak suasana.


Luna terkejut, “ Mark, aku rasa kau lebih baik melepaskan pelukanmu” pinta Luna polos.


Mark tersenyum, lalu melepaskan pelukannya.


‘ crak ‘ lalu dia membuka pintu itu dan ternyata itu adalah Rangga.


“ Mark sekarang sudah waktunya untuk menyapa”.


Mark kembali menatap Luna, “ Aku harus segera pergi. Nanti aku akan menjelaskan semuanya padamu.” sambil mengusap kepala Luna dengan lembut.


Luna merasa malu, karena mereka sedang dilihatiboleh Rangga.


“ Haha..Iya iya. Kau pergi saja” dengan wajahya yang sedikit memerah.


“ Apa nona tidak ikut? Semua orang sudah di sana” ucap Rangga.


“ Aku akan menyusul nanti.” dengan senyum.


“ Baiklah. Aku dan Rangga pergi dulu” sambil berjalan pergi.


Sekarang hanya Luna sendiri berada di ruangan itu. Dia duduk dengan melipat tangan di dadanya sambil mengerucutkan bibirnya.


“ Meski aku menghadapinya dengan emosi yang tidak beraturan, tapi dia tetap memperlakukanku dengan lembut. Mark, kalau kamu bersikap baik seperti ini lagi padaku, maka aku benar-benar akan jatuh cinta padamu” bisik hatinya.

__ADS_1


Luna kemudian merebahkan dirinya kesamping, dia kewalahan dengan perasaannya sendiri.


__ADS_2