TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
S2 HONEYMOON (Part 3)


__ADS_3

Malam telah berganti siang. Kapal pesiar masih berlayar dengan megahnya. Angin laut malam yang dingin berganti angin laut pagi yang menyejukkan.


Sinar matahari mulai menembus kaca-kaca kapal pesiar, membuat salah satu dari dua insan yang sedang tertidur pulas menggeliat dari tidurnya.


Luna membuka matanya perlahan. Kesadarannya yang belum sepenuhnya terkumpul sempurna ketika cahaya matahari memasuki retina matanya. Dia mengerjabkan manik matanya beberapa kali, sehingga akhirnya dia mendapatkan kesadarannya.


Wajah tampan sang suami Mark Rendra adalah hal pertama yang dia lihat. Luna langsung tersenyum manis di sertai dengan rona di wajah cantiknya yang lembut.


Di usapnya wajah sang suami yang masih terlelap, melayangkan sebuah kecupan lembut di bibir sensual suaminya. Cengingisan sendiri dengan apa yang dilakukannya.


Seketika kejadian demi kejadian indah yang dia dan Mark lalui semalam terlintas di pikirannya. Hal itu membuat dia merasa sangat malu dan juga bahagia diwaktu yang bersamaan. Sangat bahagia karena akhirnya dia memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri dan membuat dirinya telah menjadi milik Mark seutuhnya.


“ Ya ampun.”


Luna menepuk jidatnya sendiri. Kenapa dia malah tiba-tiba mengingat hal itu sepagi ini. Malu dengan pikiran yang tiba-tiba ini.


Perlahan Luna mencoba melepaskan lengan Mark yang melingkar di pinggangnya. Setelah memncoba beberapa kali, usahanya sia-sia saja. Lengan Mark tidak mau lepas dan merenggang sedikitpun dari tubuhnya.


“Argh..” tiba-tiba dia mendesah perih. Rasa perih dan ngilu di bagian tubuhnya saat dia sedikit bergerak badannya.


“Perih!!”


Luna mengeryitkan keningnya dan menggigit bibir bawahnya. Yang benar saja, sedikit bergerak saja rasa perih dan ngilu itu menyerangnya.


“Aku tidak yakin bisa berjalan jika seperti ini.”


Luna menggigit jempolnya frustasi. Bagaimana nantinya dia akan beraktifitas.


“ Huffft..” Luna menghembuskan nafas fustasinya kembali. Belum lagi rasa perih menyerangnya, tangan Mark juga masih melingkar erat di pinggangnya.


Kemudian Luna mencoba untuk menggerakkan tubuhnya. Memastikan jika apakah dia bisa menahan perih itu.


“Jangan bergerak terus sayang.” Suara parau nan sexy bergema di telinga Luna.


Luna langsung terdiam, mendengar suara itu. sedikit berbeda dari biasanya. Sejenak dia melupakan rasa perihnya, sekarang dia malah sibuk dengan degupan jantungnya yang seolah meraton.


“Sayang, kau sudah bangun?” terbata Luna bertanya. Dan jantungnya semakin berdesir saat Mark menenggelamkan wajah di antara bahu dan lehernya.


“Hmm.” Mark hanya berdehem manjawab pertanyaan sang istri. Matanya masih terpejam dan sekarang tangannya merangkul penuh bahu Luna, lalu mencium bahu mulus Luna.


Aroma wangi tubuh sang istri membuatnya tersenyum. Aroma wangi sehabis percintaan mereka semalam masih melekat di sana. Lagi-lagi dia tersenyum, merasa bangga kerena telah berhasil memiliki Luna seutuhnya.


“ I love you sayang.” Ucap Mark dengan dera nafas yang menerpa kulit mulus Luna.

__ADS_1


“ I-I love you too sayang.” Luna berusaha menjawab di tengah degup jantungnya yang meraton itu.


Luna berusaha berfikir jernih. Dia berusaha melepaskan kembali tangan mark yang masih stay di pinggangnya. “ Sayang, sudah siang. Aku mandi dulu ya.”


“Sebeantar lagi.” tahan Mark dengan memperarat dekapannya.


“Sayang jangan seperti ini. Memangnya kamu mau tidur berapa lama lagi? ayo buka matamu. Matahari sudah bersinar cerah.” Mendongakkan wajah dan menyentuh pipi Mark dengan kedua tanggannya. Jujur saja, sebenarnya Luna merasa tidak nyaman dengan rasa lengket di tubuhnya.


Mark tersenyum, dia menyentuh tangan Luna yang berada di pipinya. Di raihhnya, lalu menciumnya seraya membuka matanya.


“ Baiklah, jika begitu kita mandi bersama ya.” ajak Mark dengan menggoda.


“Hah?” Luna langsung membulatkan matanya. Kalimat yang di dengarnya tadi seolah memberi sengatan listrik di tubuhnya. Dia menegang dan menentap Mark tanpa berkedip.


“ Mandi bersama?”


Luna menelan Ludah. Malu kembali menyerangnya. Selama ini mereka memang belum pernah melakukan hal-hal yang lebih jauh, demi mengontrol diri. Dan sekarang, apakah semauanya harus di lakukan?. dimana di taruh wajahnya jika Mark melihat tubuh polosnya nanti?


Meskipun semalam Mark telah melihat bahkan menyentuh dan lebih dari itu, tapi tetap saja dia masih merasa malu.


“ Kamu kenapa menatapku begitu sayang? Sesenang itukah, hingga menatapku tidak berkedip?” berucap santai dengan telunjuknya menelusuri kening dan berakhir di bibir Luna merah mudah yang ranum itu.


Luna menyembangkan senyumnya. Lalu memegangi talunjuk Mark di bibirnya.


Mmuach, di ciumnya dengan canggung.


“ Tidak.” Mengusap lembut bibir Luna. “ Aku ingin mandi bersama. Tidak masalah menghabiskan waktu yang lama.” ujar Mark dengan mengedipkan kedua matanya.


Luna tesenyum masam. Dia merasa tidak tega juga untuk menolak. Waktu lebih setahun sudah cukup untuk Mark menahan atas dirinya.


“ Ya ya.. Luna ini adalah ini adalah kewajibanmu. Patuhlah!”


Mark tersenyum puas melihat Luna yang benar-benar tidak banyak alasan untuk menolak. Hal itu membuat dia malah ingin selalu menggoda istrinya ini.


“ Morning kiss sayang.” Sambil menepuk-nepuk bibirnya dengan jari telunjukknya.


Luna mendengus senyum, hal ini bukan hal yang berat baginya. Toh dia memang sangat suka mencium kilat bibir ceherry sensual suaminya itu.


Luna memegangi wajah Mark dengan kedua tangannya, di tatap dengan manja, lalu mencium lembut bibir yang sangat dia gemari itu. mmuachh, ciuman kilat itu berakhir.


“Sudah sayang. Sekarang ayo mandi.” ajaknya. Benar sudah tidak tahan dengan rasa lengket di tubuhnya. Mark mengangguk, lalu bangkit dan mengitari ranjang.


“Sayang kamu mau apa?” tanya Luna sedikit waspada dengan mengeratkan selimut yang menutupi tubunya.

__ADS_1


“Aku mau apa?” balas Mark yang sudah berjongkok di sisi ranjang tempat Luna.


“Tentu saja membantu istriku ke kamar mandi.” dengan tiba-tiba Mark langsung menggendong Luna yang masih menutupi tubuhnya dengan selimut dalam dekapannya hangat. Sementara Luna hanya menatapnya dengan kedipan polos.


“Aku tau istriku masih merasakan nyeri sekarang.” ucapnya dengan senyum lembut, lalu berjalan menuju kamar mandi.


“Jadi dia tau segalanya?”


Luna tampak mengulum senyum, atas pengertian suamianya itu.


“Mari mandi bersama.” Mark memasuki kakinya ke dalan bath up yang masih kosong, lalu menurunkan Luna dengan perlahan. Luna menunduk malu dengan tangannya yang masih memegangi selimut menutupi tubuh polosnya.


Mark mengangkat dagu Luna dengan lembut. Lalu perlahan dia melepaskan selimut yang melilit di tubuh Luna, lalu mereka langsung membaringkan tubuh di bath up.


Mark menyalakan air di bath up itu dengan air hangat yang akan membuat tubuh mereka rileks. Di siraminya punggung Luna dengan shower sambil mengusapnya dengan lembut.


Sementara Luna yang berada di depan Mark hanya bisa senyum malu-malu. Ini sungguh pengalaman pertama yang tidak terlupakan.


Tak lama kemudian, bath up itu sudah berisi busa lembut, aroma vanilla yang di lengkapi dengan taburan kelopak bunga mawar. Luna sudah tampak nyaman, dia menyandarkan kepalanya di dada Mark yang berada di belakangnya.


“Sayang kemana kapal ini berlayar?” tanya Luna sambil memainkan busa.


“Kita hanya menelusuri beberapa pulau. Dan nanti kita akan singgah sejenak di Pulau Cres.” Mark letakkan dagunya di bahu Luna. “ Lalu setelahnya kita akan pergi ke rute selanjutnya.” tambahnya.


“ Hah, bukan kamu bilang kita hanya di Kroasia. Memangnya kita pergi kemana lagi?” tanya Luna sambil menoleh pada Mark yang bersandar di bahunya.


“Kita akan pergi ke Dubai, Hawai dan Jepang.” Jawab Mark dengan santai, lalu melayangkan cium di pipi Luna yang sangat dekat dari bibirnya.


“Kenapa banyak sekali Negara yang kita kunjungi. Sayang kapal pesiar ini saja sudah cukup. Jangan terlalu boros. Lagian kamu pasti punya banyak hal yang harus di urus. Memangnya tidak apa-apa berlibur terlalu panjang?“


Mark terkekeh mendengark perkataan Luna. sepertinya istrinya ini lupa jika dia adalah Pebisnis global nomor 2 dan soal liburan, itu terserah dia. Dia punya orang kepercayaan untuk mengurus segala hal selama dia tidak ada.


“Sayang, aku ingin membuat Mark junior di tempat-tempat yang menakjubkan itu sayang..”


“Mark Rendra..” teriak Luna kesal, lalu dia memukul dada suaminya itu. wajah Luna juga terlihat langsung memerah seperti tomat.


Mark tertawa puas melihat reaksi istrinya. Lalu segera dia mendekat erat tubuh Luna dan mengecup kening Luna berkali-kali.


Suara rengekan Luna dan tawa Mark menghiasi kamar mandi tersebut. Mereka saling bercanda untuk menikmati mandi bersama pertama mereka.


Bersambung...


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like, Koment & votenya!!!


__ADS_2