TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
PERMINTAAN TUAN GU


__ADS_3

Ketika Luna sudah masuk, pelayan kembali menutup pintu.


Di dalam tuan Gu sudah menunggu Luna dengan tampang yang serius. Dia duduk di sofa dan di meja juga sudah tersedia 2 gelas teh hangat.


“ Paman” sapa Luna dengan senyum yang canggung.


Tuan Gu berdiri “ Jangan sungkan begitu. Kemarilah nak!”


Luna berjalan dengan canggung dan duduk di sofa terpisah dengan tuan Gu. Sebelum tuan Gu mulai pembicaraan seriusnya dia menyuruh Luna untuk minum terlebih dahulu.


“ Apa yang ingin di bicarakan paman ini padaku? pertama kali paman terlihat ramah, terus selanjutnya paman ini selalu memasang tampang serius yang membuat merinding saja.” bisik hati Lum sembari meminum tehnya.


Setelah meminum sedeguk tehnya, Luna meletakkan kembali.


“ Paman, hal apakah yang ingin paman bicarakan padaku?” tanya Luna dengan lembut.


Tuan Gu menatap Luna dengan serius, lalu tiba-tiba duduk berlutut di depan Luna.


Seketika Luna langsung terkejut hingga menutup mulutnya.


“ Paman, apa yang anda lakukan? ”


Luna berdiri dan berusaha untuk mengajak tuan Gu untuk segera berdiri. Tapi tuan Gu menolak dan tetap duduk bersimpuh. Sehingga Lunapun juga duduk berlutut di depan tuan Gu.


Tuan Gu meletakkan tangannya di lututnya dan menunduk.


“ Luna, aku mewakili putraku Mark Rendra, untuk meminta maaf atas semua perlakuan buruknya padamu. Aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa mengajarinya dengan baik” dengan suara yang terdengar sangat tulus.


“ Ya Tuhan, paman berlutut di depanku demi ini? sangat tidak di sangka” bisik hati Luna.


“ Paman anda tidak perlu melakukan semua ini hanya untuk itu. Dari segi manapun paman sama sekali tidak bersalah. Dan saat ini, dari segi moral aku sudah sangat bersalah. Aku hanyalah wanita muda, sangat tidak pantas jika memperlakukan orang yang lebih tua seperti ini Aku mohon bangkitlah.” pinta Luna.


Tuan Gu menggelengkan kepalanya,


“ Tidak. Aku tidak akan bangkit sebelum kau menerima permintaan maafku unuk putraku”


Luna menatap tangan tuan Gu, jemari yang sudah mulai mengeriput itu terlihat sedikit gemetaran.


Luna mengambil tangan kanan tuan Gu dan menggenggam dengan kedua tangannya.


“ Paman, dulu Mark memang memperlakukan aku dengan kasar. Tapi sekarang dia sudah tidak begitu, dia bereangsur-angsur sudah berubah. Jadi anda tidak perlu merasa bersalah atau merasa salah dalam mendidiknya.


Dia melakukan itu juga ada alasannya, sungguh akupun tak menyalahkan dia. Dan aku tak menyimpan dendam atas perlakuan buruknya.” Jelas Luna dengan lembut dan meyakinkan.


Tuan Gu mengangkat kepalanya dan menatap Luna.


“ Luna, kamu tidak sedang membohongi pamankan?”


Luna tersenyum, “ Paman, aku memang sedikit nakal. Tapi aku tak pernah berbohong pada orang yang tulus padaku.”


“ Terimakasih nak, kamu memang anak yang baik” mata tuan Gu terlihat mulai berkaca-kaca.


“ Paman tak perlu berterimakasih atau apapun. sekarang paman harus berdiri. Aku akan merasa sangat bersalah jika paman masih seperti ini” ajak Luna sambil membantu tuan Gu untuk berdiri.


Saat itu tuan Gu terlihat sangat bahagia, dia segera berdiri dengan bantuan Luna dan kembali duduk di sofa.


Sekarang posisinya Luna duduk di sofa yang sama dengan tuan Gu.


“ Luna bolehkah paman meminta satu hal?”


“ Hal apakah itu paman?”


“ Paman ingin kamu menjaga Mark untuk paman!”


Luna mengerutkan keningnya dan tertawa,


“ Haha,, Paman jangan bercanda. Mark adalah pria dewasa dia tidak perlu pengawasanku” jawab Luna


“ Paman tidak bercanda” serius


“ Eh,, ada apa ini? ” bisik hati Luna.


Dia langsung terdiam dan memandangi wajah tuan Gu yang serius.


Tuan Gu mengambil sebuah bingkai foto, dimana di dalam foto itu ada foto ayah Mark, tuan Gu dan seorang anak laki-laki yang berada di tengah tersenyum dengan ceria.


Tuan Gu menyerahkan foto itu pada Luna.


“ Mark adalah putra Rai Rendra sahabatku. Saat kematian ayahnya, aku tak bisa menghadirinya, aku di sibukkan dengan masalah perusahaan.


Aku sangat telambat membantunya saat itu. Di usianya yang masih sangat muda dia sudah mengalami hal yang sangat menyesakkan, ayahnya meninggal, ibunya jatuh sakit di tambah tak ada seorangpun yang menghiburnya.


Bahkan dia juga di perlakukan dengan buruk oleh kelurga pamannya sendiri.


Sebelum semua itu terjadi, dia merupakan anak muda yang sangat ceria dan hangat. Tapi setelah kisah pahitnya dia berubah menjadi anak yang sangat dingin dan sulit di dekati.


Dengan kedatanganku yang sangat terlambat, aku berusaha untuk membesarkannya seperti anakku sendiri. Saat itu aku merasa sangat bahagia karena dia bisa ceria seperti semula.


Tapi suatu saat dia berbicara padaku, dia ingin menemukan orang yang telah mencelakai ayahnya dan membalaskan kematian ayahnya. Aku sebagai sahabat ayahnya, mendengar tekadnya yang sangat kuat juga mendukungnya dan aku berjanji untuk mendukungnya.


Dia memang pria yang penuh tekad dan sangat berbakat dalam berbagai hal. bahkan diusianya yang masih remaja, dia sudah turun tangan untuk membantuku mengurus perusahaan. Ide\-ide cemerlangnya selalu membuahkan hasil sehingga membuat peruasahaan berkembang dengan pesat.

__ADS_1


Tapi jalan hidup memang tak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Suatu hari Mark yang selalu di penuhi ambisi untuk membalaskan kematian ayahnya mengalami hal yang sangat mengerikan hingga membuat ibunya sangat khawatir dan memarahinya.


Sejak itu ibunya selalu menghindarinya, dan membuat Mark putraku yang ceria dan hangat kembali menjadi pria yang dingin dan sulit di dekati.” Jelas tuan Gu


Tuan Gu mengambil tangan kanan Luna dan memohon,


“Sekarang dia sudah dewasa dan aku semakin menua. Aku tidak tahu entah sampai kapan bisa menemaninya lagi.


oleh karena itu sebelum semuanya terlambat paman ingin ada seseorang yang bisa memperhatikannya dan memberikan kehangatan baginya.


Sehingga dia tidak merasa kesepian lagi. Paman rasa kamu adalah orang yan tepat, maka tolong gantikan paman untuk menjaganya!”


Hati Luna sangat tersentuh melihat ketulusan tuan Gu yang begitu sangat menyanyangi Mark.


Hal itu mengingatkan dia pada kakeknya, dimana dulu kakeknya juga melakukan hal apapun untuk bisa melindungi keluarganya. Tanpa sadar bulir jernih mengalir di pipinya.


Tapi di sisi lain dia juga merasa kait hati, karena dia merasa paman Gu tidak memikirkan perasaannya sama sekali.


Luna melepaskan tangannya dari genggaman tuan Gu dengan lembut .


“ Paman aku tidak tahu dari segi apa paman menilaiku, sehingga merasa aku adalah orang tepat untuk menggantikanmu untuk menjaganya.


Mark memiliki banyak wanita di sekelilingnya, aku hanyalah salah satunya, dia bertunangan dengaku hanyalah untuk mencapai tujuannya dan mengenai hal ini, aku rasa paman juga mengetahuinya.


Paman, tidak hanya Mark yang mengalami hal sulit, tapi aku juga. Meskipun Mark bilang dia akan menjaga orang tuaku dengan baik, tapi dia sendiri belum bisa membuktikan apakah orang tuaku bersalah atau tidak.


Oleh karena itu, jika paman memohon padaku untuk menjaganya, aku rasa itu bukanlah hal yang tepat. Karena jika seandainya fakta mengungkapkan orangtuaku bersalah, maka aku dan Mark tidak akan pernah memiliki hubungan yang baik.


Mark akan membenciku karena kesalahan orang tuaku, begitupun aku. Aku juga akan membencinya, karena sesalah apapun papa dan mamaku aku tak akan pernah membencinya dan aku tak akan pernah rela nyawan mereka di habisi dengan kejam” Luna menundukkan kepalanya dengan penuh kepedihan.


Tuan Gu tertegun mendengar ucapan Luna, dia menatap Luna.


“ Mengenai permasalahan orang tuamu dan Mark. Paman berjanji akan membantumu. Sekarang paman ingin bertanya, apakah kamu merasa orangtuamu bersalah?”


Luna tersenyum dalam tangisnya.


“ Tentu saja aku yakin orangtuaku tidak bersalah.”


“ Oleh karena itu, kau cukup yakinkan dirimu saja bahwa semuanya akan baik baik saja. Dan paman akan membantumu untuk membuktikan ketidakbersalahn orangtuamu” berusaha meyakinkan


Luna mengangkat kepalanya, dia merasa aneh. Mendengar perkataan tuan Gu, mengingatkan dia pada L orang yang juga berusaha meyakinkannya bahwa orang tuanya tak bersalah.


“ Paman apa anda juga merasa bahwa papa dan mamaku tidak bersalah?” tanya Luna.


“ Untuk itu aku juga belum bisa memastikan. tapi aku punya satu hal yang membuatku merasa yakin bahwa orang tuamu tak bersalah. Tapi aku harap kau bisa bersabar dulu” jelas tuan Gu.


Luna tersenyum pahit, dia merasa sudah sangat muak dengan orang yang berkata seperti itu. sama hal seperti tuan L yang terakhir kali juga mengatakan hal yang sama, menyuruhnya untuk bersabar. Sehingga Luna tak terlalu menanggapi perkataan tuan Gu.


Percakapan mereka masih berlanjut. Tuan Gu mengatakan banyak hal pada Luna.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 23.45, Mark yang sedang menunggu mulai merasa tidak tenang.


Dia berjalan bolak balik di ruang tamu itu dengan sesekali melihat jamnya.


“ Apa yang di bicarakan paman pada Luna hingga selama ini?” bisik hati Mark.


Dari lantai dua, Luna yang sudah keluar dari ruang tuan Gu melihat Mark yang tak tenang.


“ Dia terlihat gelisaha. Hummm,, Mark tidak boleh melihat terlalu jelas apa yang ku rasakan sekarang. aku harus seperti biasa” bisik hati Luna.


Luna mengambil nafas dalam kemudian melangkahkan kakinya menuruni tangga.


Mark melihatnya turun, dia langsung menatap Luna dengan kesal.


“ Hey kenapa berbicara lama sekali? Apa kau menggoda pamanku?” teriak Mark.


Mendengar perkataan Mark yang begitu menjengkelkan, Lunapun hilang kendali. Dia melepaskan kedua high heelsnya dan melemparinya pada Mark.


“ Dasar menyebalkan” ucap Luna penuh kesal.


Lemparannya tidak mengenai Mark, tapi hal itu juga membuat Mark kesal padanya.


“ Hey hey kenapa kau melempariku. Itu bukanlah hal yang seharusnya di lakukan seorang wanita, sangat tidak anggun” teriak Mark.


“ Aku tidak peduli. Kau menyebalkan” sambil berjalan keluar.


“ Kau mau kemana?”


Tapi Luna tida mengacuhkan Mark sama sekali, dia malah berlari dengan kencang.


“ Kalian sampaikan permintaan maafku pada paman karena tidak bisa menemuinya untuk berpamitan” ucap Mark pada pelayan yang berada di situ.


" Baik tuan "


Kemudian Mark juga berlari mengejar Luna.


“ Dia kenapa terlihat sangat kesal. Biasanya dia tidak pernah bereaksi seperti itu. Hal apa yang di bicarakan paman padanya” tanya Mark dalam hatinya.


Saat Mark sampai di luar, dia melihat Luna memasuki mobil.

__ADS_1


Dia tersenyum lega.


“ Hufft,, ternyata dia hanya ingin pulang. Aku kira dia akan melakukan hal gila ”


Mark mendekati mobil tersebut,


“ Tuan aku akan mengantarkan anda pulang” tawar pengawalnya.


“ Tidak perlu. Biar aku sendiri yang mengemudi” ucap Mark


“ Biaklah Tuan” sambil berjalan mundur dan mempersilahkan Mark masuk.


Saat di dalam mobil Mark melihat Luna yang cemberut dan tak memandanginya sama sekali.


“ Luna kau pikir aku supirmu ya, segera pindah duduk ke depan” perintahnya.


“ Apa bedanya aku duduk di depan dengan di belakang. Tetap saja kau yang mengemudi” jawab Luna santai.


“ Tentu saja beda. Di sini aku bosmu, tapi sekarang malah sepertimu yang menjadi bos”


“ Jika begitu kenapa kau menolak pengawal untuk mengemudi. Itu salahmu sendiri”


“ Luna kau jangan menguii kesabaranku lagi. kau dengarkan saja perintahkau!”


Luna menatap Mark kesal dan memberikan gerakan seakan-akan mau ingin memukul kepala Mark.


“Iiii,, dasar psikopat” gumam Luna.


Dia keluar dan berpindah duduk ke depan, dia memasang sabuk pengamannya dengan kesal.


Mark tersenyum puas “ Beginikan bagus”


Mark melajukan mobilnya dengan tenang dnegan sesekali melirik Luna yang terlihat masih cemberut.


“ Luna, apakau masih kesal padaku?” dengan lembut.


Luna hanya diam dengan pandangannya keluar.


“ Luna, kau sejak bicara dengan pamanku, telingamu tidak berfungsi lagi ya?” mulai kesal


Luna melirik Mark kesal, tapi dia tetap tidak menjawab perkataan Mark.


“ Bicaralah sesuka hatimu. Aku tidak akan peduli ” gumam Luna.


Mark mengusap keningnya, dia merasa bingung hal apa yang harus dia lakukan agar Luna memperdulikannya.


“ Mungkin aku sudah keterlaluan ya?. baiklah, lebih baik aku mengalah saja” bisik hati Mark, lalu dia melajukan mobilnya dengan kencang.


Luna menyandarkan kepalanya ke kaca dan telunjuknya mengusap kaca tersebut dengan membuat gerakan seolah dia menggambar sesuatu.


* Beberapa menit Kemudian*


Pada sebuah tepi sungai yang panjang dan luas Mark menghentikan mobilnya.


Luna tersadar.Dia mengedipkan matanya dan melihat ke arah Mark.


“ Kenapa kita berhenti di sini?” tanya Luna bingung.


Mark melepaskan sabuk pengamannya,


“ Turun saja dulu, aku akan menunjukkan sesuatu padamu” sambil melepaskan sabuk pengamannya.


Luna bingung dan menggaruk kepalanya.


“ Tapi aku tidak memakai sandal” ucap Luna sambil menggerakkan jemari kakinya dengan senyum polos.


Mark melihatnya, lalu keluar dan membuka bagasi mobilnya.


Dia mengambil sandal santainya yang berada di sana.


Dia membuka pintu mobil Luna,


“ Pakailah ini” sambil meletakkan di bawah.


Luna tersenyum, lalu memakainya.


“ Hhaha,, bukankah ini Lucu” sambil melihat kakinya yang memakai sandal Mark kebesaranya untuknya.


“ Tidak apa-apa. Itu cocok untukmu” ucap Mark dengan senyum.


Mark memegang tangan Luna dan mengajaknya duduk di bangku yang berada di tepi sungai.


Malam itu sangat indah, langit di hiasi dengan taburan bintang dan cahaya bulan, di tambah dengan Sungai yang Luas dengan pantulan cahaya dari lampu jalan di sekitarnya dan juga ada berbagai bunga yang tumbuh di tepinya.


“ Ini cantik. Seumur-umur aku baru kali pergi ke sini. Ternyata, suasana malam hari di sini sangat indah dan menenangkan. Bagaimana kau bisa tahu tempat seperti ini?” tanya Luna sambil memandangi langit.


“ Dulu saat aku masih bolak-balik China-Amerika, aku cukup sering ke sini untuk menenangkan pikiran. Suasana tenang di sini benar-benar bisa mengembalikan mood baik”


“ Kau benar, aku juga merasakannya” jawab Luna lembut.


Luna tersenyum dan mengayunkan tangannya ke atas, seolah-olah dia ingin menggenggam bintang di langit.

__ADS_1


Mark menatap Luna dengan senyum yang lembut.


__ADS_2