TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
KEBENARAN


__ADS_3

Rangga, Key dan 4 orang bertugas menjaga Luna sudah berada di ruang tengah.


Rangga dan Key duduk di sofa, sementara 4 orang tersebut berdiri dengan tegap.


“ Sekarang coba kalian jelaskan apa yang telah terjadi!” ucap Rangga


Pelayan dan pengawalpun menjelaskan dengan detail apa saja yang telah di lakukan Luna seharian. Mulai dari Mark menugaskan mereka sampai mereka menemukan Luna yang sudah tak sadarkan diri lagi.


Rangga mengambil nafas panjang.


“ Hanya begitu saja?” tanya Rangga bingung.


“ Berdasarkan semua penjelasan mereka tidak ada yang aneh. Tapi kenapa dia tiba-tiba bisa begini” sambung Key.


“ Tunggu dulu, apakah dia mengatakan dengan siapa melakukan panggilan video?” tanya Rangga.


“ Maaf, kami tidak mengetahuinya tuan. Saat itu nona langsung menyuruh kami keluar dan tidak membolehkan siapapun masuk sebelum dia memanggilnya. Tapi karena hari sudah mulai gelap. Tidak ada juga intruksi dari nona, dan saya mencoba untuk mendengarkan dengan seksama apa yang di lakukan nona. Tapi tidak mendengarkan apapun, oleh karena itu kami memutuskan untuk memanggil dan mengetuk pintu. Tapi tidak ada juga jawaban hingga kami memutuskan untuk langsung masuk saja, dan setelah kami masuk nona sudah terkapar lemas dan suhu badannya sangat tinggi”.


“ Apa kalian melihat hal yang mencurigakan di sana?” tanya Key.


“ Tidak tuan, semuanya terlihat normal”.


“Tapi,,”


“ Tapi apa? katakan saja” perintah Rangga yang tidak sabaran.


“ Nona Luna menggenggam erat tangan kanannya. Saya sudah mencoba untuk membuka genggamannya. Tapi tidak bisa. Mungkin nona Luna sedikit ketakutan” jelas dari seorang pelayan.


“ Aishss,, ada apa ini sebenarnya. Coba kalian bawa ke sini laptop yang di gunakan Luna tadi. Saya akan mengecek dengan siapa dia melakukan panggilan video hingga tiba-tiba begini!” perintah Rangga.


Pengawal itupun lansung pergi mengambil laptop tersebut. Dan saat kembali dia langsung menyerahkannya pada Rangga.


“ Ini tuan.”


Ranggapun dengan sikap mengambilnya dan memeriksa history dari laptop tersebut.


Key juga memperhatika Rangga. Dan saat historynya sudah di tampilkan, Key heran dia menaikkan alisnya, Ranggapun hanya meyimbahlan rambutnya kebelakang.


2 orang pelayan dan pengawal sedikit khawatir melihat ekspressi dari Key dan Rangga tersebut.


“ Dia tidak melakukan panggilan video atau apapun. Di riwayat dia hanya membuka sebuah video dan video tersebut bukan berasal dari sini, mungkin dari perangkat lain.”


ucap Rangga dengan menahan emosinya.


“ Apa yang dia lihat? Apa kah hanya dengan video ini dia bisa seperti ini?” ucap Key agak ragu.


“ Entahlah kita tidak bisa menebaknya. Tapi ini cukup mencurigakan. Luna bilang ingin melakukan panggilan video tapi tidak ada history panggilan video dan sebelumnya dia juga menyuruh agar tidak ada seorangpun yang mengganggunya. Mungkin ada sesuatu yang dia sembunyikan” jelas Rangga.


“ Baiklah, kalau begitu, coba kita lihat. Apakah ada sesuatu dari genggaman tangan yang tidak mau di lepaskan itu. Ini juga cukup mencurigakan, mungkin ada sesuatu di tangannya” ucap Key.


Merekapun langsung pergi ke kamar Luna.


Setibanya di kamar Luna, Rangga menyuruh pelayan yang sedang merawatnya untuk melihat apa yang ada di dalam genggaman tangan Luna.


Pelayan tersebut langsung mencobanya, tapi Luna juga tidak melepaskannya.


“ Tuan saya tidak bisa melakukannya lagi, takutnya jika di paksakan akan melukai tangan nona” ucap pelayan tersebut dengan menunduk.


“ Baiklah, jika begitu saya akan mencobanya sendiri” ucap Rangga.


“ Rangga,,” ucap Key khawatir.


Pelayan tersebut langsung beranjak dari tempat duduknya dan mundur. Sementara Rangga lansung duduk dekat Luna, da melihat tangan Luna yang memang memegang sangat erat tangannya.


Key menyentuh bahu Rangga dan Rangga menoleh ke Key,.


“ Jangan!!!” ucap Key sambil menggelengkan kepalanya. Dia jadi tidak tega.


Rangga sengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


“ Jadi apa yang harus kita lakukan. Kita tidak tahu apa-apa yang menyebabkan dia tiba-tiba begini” ucap Rangga dengan nada yang sedikit putus asa.


“ Mungkin memang pertahanan tubuhnya memang lemah. Jangan sampai kekhawatiran kita melukainya” nasehat Key.


“ Tidak, aku harus tetap melihat apa yang dia sembunyikan. Aku akan selalu menjaganya” ucap Rangga dalam hatinya.


Rangga langsung memegangi tangan Luna dan tangan Rangga sedikit gemetaran.


“ Rangga jangan gegabah, kita tidak bisa memastikan apa ada sesuatu atau tidaknya di genggamannya. Jikapun ada, yang jelas dia tidak ingin orang lain mengetahuinya. Karena meskipun dia tidak sadarkan diri, tapi di alam bawah sadarnya dia masih melindunginya.” Lanjut Key menasehati Rangga.


Ranggapun memperhatikan wajah Luna, dan saat itu Luna meneteskan air mata dari matanya yang masih terpejam.


“ Lihatlah! Dia bahkan meneteskan air mata saat tak sadarkan diri” ucap Key.


Melihat hal itu hati Rangga sangat sakit dan khawatir. Dia langsung meletakkan tangan Luna dengan pelan dan kemudian langsung pergi dari kamar Luna.


***


Mark tidak kembali ke penginapannya, tapi dia pergi menginap di sebuah hotel.


Mark memesan Presidential Suite di hotel tersebut.


\= di Kamar Hotel \=


Mark langsung menjatuhkan dirinya di sofa, dia menyandarkan kepalanya di sisi sofa tersebut dan memejamkan matanya.

__ADS_1


“ Sekarang apa yang harus aku lakukan? Bukti sudah di tanganku, tapi aku tidak ada keberanian untuk melihatnya. Apa yang ku pikirkan sekarang? apa aku takut jika keluarga Aliester benar-benar terlibat?” ucap Mark dengab frustasi.


Mark kemudian langsung beranjak dan memasuki kamar mandi.


***


\= Pagi Hari \=


Jam menunjukkan pukul 07.30.


Di ruang tengah Rangga dan Key sedang berusaha untuk menghubugi Mark, tapi ponsel Mark tidak bisa di hubungi. Dia sudah menghungi Mark berkali-kali, tapi tidak juga bisa.


“ Apa yang dia lakukan, hingga tidak pulang begini” ucap Rangga marah dan khawatir dan melempar ponsel ke meja.


“ Kau tenanglah, tidak akan ada hal buruk yang terjadi dengannya” ucap Key menenangkan Rangga.


“ zhrrtt” ponsel Rangga bergetar.


Ranggapun bergegas untuk mengambil ponselnya


‘ Panggilan dari nomor tidak di kenal’


“ Aishh,, siapa yang mengganggu di saat seperti ini” ucap Rangga kesal.


Ranggapun langsung menjawab panggilan tersebut. Saat Rangga mengangkat telvonnya, dia sedikit terkejut. Rangga hanya diam mendengar orang itu berbicara.


Melihat ekspressi Rangga yang yang sedikit aneh, Key pun merasa penasaran.


“ Baiklah” ucap Rangga dan menutup telvonnya.


“ Siapa itu? “ tanya Key penasaran.


“ Tris” sahut Rangga dengan wajah datar.


“ Tris? Jadi apakah dia sudah mendengarkan rekaman itu, apa dia sudah memberitahumu siapa wanita itu?” tany Key dengan sangat penasaran.


“ Entahlah, dia tidak mengatakannya. Tapi dia bilang ingin bertemu denganku malam ini”


Tiba-tiba pelayan datang memanggil mereka dengan nafas yang terengah-engah.


“ Ada apa?” tanya Key.


“ Itu tuan, nona Luna sudah siuman” jawab pelayan tersebut dengan nafas yang masih tak beraturan.


Rangga dan Key pun langsung bergegas ke kamar Luna.


Saat mereka memasuki kamar, Luna menyambut mereka dengan senyuman.


Wajah Luna menampilkan ekspressi yang polos seakan-akan tidak ada terjadi sesuatu. Sehingga membuat Rangga dan Key sedikit bingung.


“ Akhirnya kau siuman juga Luna” ucap mereka.


“ Apa tanganmu sakit” tanya Key.


“ Iya ini sedikit perih. Sepertinya aku menekan tanganku terlalu erat hingga melukainya sendiri” jawab Luna.


“ Mungkin ada yang mencoba membuka genggamanku. Tapi syukurlah, sepertinya mereka tidak berhasil. Jadi flashdisk tersebut bisa tetap aman padaku. Luka ini bukan apa-apa asalkan flashdisk ini aman” bisik hati Luna


Rangga merasa bersalah mendengar ucapan Luna, karena semalam dia yang memaksa pelayan intuk terus mencoba membuka genggaman Luna.


Key melihat ekspressi Rangga yang merasa bersalah tersebut menepuk bahu Rangga.


“ Luna, semalam kau mengenggam begitu erat tanganmu. Apakkah ada sesuatu?” tanya Key tiba-tiba.


“ Ah haha,, tidak. Tidak ada sesuatu apapun. Itu memang kebiasaanku, saat aku tidak enak badan aku selalu seperti itu. Tidak ada yang perlu di khawatirkan itu normal.” Jawab Luna dengan senyuman.


“ Syukurlah. Aku akan keluar untuk mernyuruh pelayan koki membuatkan sup” ucap Rangga dengan ekpressi sedikit lega.


“ Aku akan mengobati lukamu” ucap Key pada Luna.


Luna mengangguk menyetujui perkataan Key.


Saat Key mengobati lukanya, Luna hanya diam dan melamun. Tatapannya kosong, pikirannya tak karuan. Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan di hatinya. Tapi dia berusaha untuk terlihat tidak ada masalah di depan orang-orang, agar tak ada yang mencurigainya.


“ Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu Luna?” tanya Key lembut.


“ Tidak. Tapi Aku hanya ingin cepat kembali ke rumah. Di sini membosankan” jawab Luna dengan santai.


“ Jika kau ingin kembali, maka kau harus sembuh dulu”.


Luna tersenyum mendengar ucapan Key. Dan kemudian dia ingat bahwa dia tidak melihat Mark.


Dia ingin bertanya pada Key tapi tertahan karena dia ingat kembali tentang video papanya dengan ayah Mark.


Ada sedikit rasa bersalah pada Mark, meskipun dia juga belum mengetahui kebenaran dari video tersebut. Tapi Luna merasa tidak ada keberanian untuk menatap wajah Mark saat ini.


“ Apa kau tidak akan bertanya dimana Mark?” ucap Key tiba-tiba.


Luna terkejut dan menggenggam tangan kirinya. Luna berusaha tampak baik-baik saja di depan Key.


“ Tidak. Dia pasti sedang sibuk. Dia sudah mengatakannya padaku” jawab Luna.


“ Ternyata kau tau. Tapi Rangga merasa sangat khawatir dengannya, karena semalaman dia tidak pulang” jelas Key.


“ Kakak, apa kau mengetahui hal apa yang di urus oleh Mark, apa itu berkaitan dengan kematian ayahnya?” tanya Luna menohok.

__ADS_1


“ Sepertinya kau juga mengetahui tentang ini. Kau benar dia datang ke sini untuk hal itu. Jadi maafkan kami, telah membuat mu bosan selama di sini” jelas Key.


“ Jadi apa dia sudah menemukan petunjuk tentang hal itu?” tanya Luna terus mencari tahu dari Key.


Key menceritakan tentang beberapa hal pada Luna, karena dia berfikir hal ini merupakan hal yang wajar saja.


Sementara selama ini Mark tidak pernah mengatakan apapun pada Luna akan Hal ini. Dan mengenai orang tua Luna, Mark juga tidak mengatakan yang sebenarnya pada Key dan Rangga.


Saat dia membawa orang tua Luna untuk di rawat, Mark hanya mengatakan pada Rangga alasan dia menolong orang tua Luna karena dia tertarik dengan perusahaan yang di miliki oleh papa Luna.


Mark bilang pada Key dan Rangga saat itu, jika dia menguasai perusahan Aliester yang begitu berpengaruh di China. Maka itu akan memudahkan dia dalam berbagai hal. Serta meminta Key dan Rangga agar tidak memberitahu keadaan tuan Aliester yang sebenarnya pada Luna, agar dia bisa mengendalikan Luna dengan mudah.


Meskipun sedikit aneh tapi pada saat itu Rangga dan Key setuju saja dengan Mark. Tapi lama kelamaan dia merasa ada yang salah. Karena sikap Mark yang kadang kasar pada Luna.


***


Di hotel, Mark duduk di balkon dengan masih menggunakan baju handuk putih, karena dia baru saja selasai mandi dan rambuntnyapun masih basah.


Dia duduk dengn rilex sambil menikmati segelas kopi serta dengan suguhan keindahan laut di depannya.


Di meja terdapat laptop, pena perekam dan flashdisk yang ia dapatkan dari brankas Jia Ming. Mark mengambil pena perekam tersebut dan mengambil nafas panjang untuk bersiap-siap mendengarkan kebenaran.


' tak ' Mark menekan alat perekam tersebut.


“ wjhjhhdd,kjjhegghebmshhwhwnwb” isi dari rekaman tersebut tidak jelas.


Yang ada hanya suara kasak kusuk yang tidak jelas.


Mark sangat terkejut.


“ Sial, apa dia mempermainkanku?” ucap Mark sangat marah.


Kemudian dia segera mencolokkan Flashdisk ke laptopnya. Dan benar saja isi dari flashdisk juga hanya sebuah video lagu klasik Suites Solo Cello dar Johaann Sebastian Back yang biasa di gunakan untuk kecerdasan otak.


Mark menutup laptopnya dengan kasar.


“ Brengsek, Jia Ming kau berani sekali bermain denganku. Baiklah jika begitu aku juga tidak akan berbelas kasihan lagi padamu” ucap Mark sambil menggenggam tangannya dan tatapan matanya sangatlah menakutkan.


Mark langsung pergi ke kamar dan mengenakan pakaiannya. Dan setelah itu dia segera pergi ke parkiran dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Di perjalan dia menelvon orangnya yang di jepang untuk segera menyekap anak Jia Ming,


“ Heh, Jia Ming inilah akibat dari kau bermain denganku” bisik hati Mark dengan smirknya.


Saat sampai di markas Mark langsung pergi ke tempat penahan Jia Ming dan di ikuti oleh bebarapa orang pengawal. Tapi saat dia hendak masuk ke ruang tahanan, Mark melarang orangya untuk masuk.


' Krekk ' suara pintu terbuka.


Didalam terdapat Jia Ming yang sudah berlumuran darah serta dengan tangan dan kakinya yang di ikat dengan rantai.


Jia ming langsung meoleh ke Mark dengan senyum sinis.


“ Hah, apa kau sedang meledekku” tanya Mark sambil menutup pintu.


“ Untuk apa aku meledekmu, kaulah yang meledekku. Setelah mendapatkan bukti dariku, kau masih saja menyuruh orangmu untuk merantaiku dan mencambukku seperti binatang. Ah haha,, tapi aku tidak akan menyalahkanmu, selama kau tidak menyentuh anakku”


Mark mendekat dan memegang dagu Jia Ming dengan Kasar.


“ Kau memang hebat. Setelah menipuku, kau masih punya nyali berbicara seperti ini.”


Jia Ming terkejut,


“ Haha,, apa maksudmu aku menipumu?”.


“ Hah,” Mark melepaskan wajah Jia Ming dengan kasar.


Kemudian Mark memutar rekaman dari alat perekam tersebut.


Jia Ming sangat terkejut dan matanya terbelalak.


“ Tidak mungkin” ucap Jia Ming sangat terkejut


“ Apa maksudmu tidak mungkin. Aku sudah memberimu kesempatan tapi kau malah mempermainkanku.” Ucap Mark dan menamparJia Ming.


“ Tidak, tidak mungkin. Rekaman itu aku ambil saat aku menyamar sebagai kurir pesan antar.


Ketika aku mendapat tugas dari orang Jhon mereka tidak mau mengatakan latar belakang dan alasan mereka menyuruhku untuk membunuhnya.


Sebelumya dia tidak pernah begitu, oleh Karena itu aku penasaran dan memutuskan untuk menyamar dan menyelinap di apartement mereka. Saat itu meletakkan alat rekam ini di tempat mereka dan aku brencana mengambilnya sebelum membunuh mereka. Tapi tiba-tiba orang Jhon menelvonku dan menyuruhku untuk bertindak lebih cepat.


Dan akupun terpaksa menuruti perintah mereka. Setelah itu aku baru kembali ke apartement mereka dan mengambilnya. Saat itu semuanya sangat jelas tidak seperti ini. tidak mungkin rekaman ini rusak. Ini adalah alat rekam yang sangat mahal” jelas Jia Ming


“ Lalu bagaimana dengan vidionya seharusnya itu tidak rusak” tanya Jia Ming penuh harap.


“ Jia Ming kau jangan membodohiku lagi. video itu hanya berisik music klasik. Kau jangan menguji kesabarabku lagi” bentak Mark


“ Tidak Mungkin, ini pasti ada orang yang telah merusak rekaman dan mengganti video itu. Tapi walaupun begitu aku bisa mengatakan semuanya padamu. Kau percayalah padaku, aku tidak mempermainkanmu samasekali” ucap Jia Ming denga serius.


Mark mengambil nafas panjang untuk mengontrol emosinya dan dia duduk di kursi depan Jia Ming


“ Baiklah jika begitu, coba kau katakan. Apa isi dari rekaman dan vidio itu. Jika kau berbohong maka nyawa anakmu akan segera melayang.” Ucap Mark sambil melihatkan layar ponselnya yang berisi gambar anak Jia Ming yang sudah di sekap.


“ Ba ba baik, kau jangan melukai anakku. Aku akan berkata jujur padamu” ucap Jia Ming sangat ketakutan


“ Katakanlah!” ucap Mark sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan menunduk

__ADS_1


“ Ke ke keluarga Aliester tidak bersalah...” ucap Jia Ming gugup dengan nada bergetar


Mendengar kalimat pertama Jia Ming, Mark terkejut dan langsung mengangkat kepalanya.


__ADS_2