TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
EMAIL MISTERIUS (LAGI)


__ADS_3

‘ zhrrtt..’ ponsel Mark bergetar.


Tangan kirinya langsung mengambil ponsel di balik jas.


‘ Panggilan dari Louis ‘ dalam seketika ekspresi Mark sedikit berubah.


Menyadari Mark tidak langsung menjawab panggilan itu, Luna menatap Mark.


“ Telvon dari siapa? Kenapa tidak di jawab?”


“ Ah..iya aku akan menjawabnya.”


Mark melepaskan genggaman tangannya dengan Luna. Lalu dia pergi sedikit menjauh untuk menjawab telvon itu.


Melihat sikap Mark yang aneh, hati Luna langsung di hujami pertanyaan. Wajah Luna sedikit murung, lalu dia merebahkan kepalanya di meja sembari menunggu Mark selesai menjawab telvon itu.


“ Ada apa?” tanya Mark sekita menjawab telvon.


“ Mark sekarang kau harus ke markas. Orang-orang Jhon berulah lagi, dan sekarang dengan gerakan yang besar. Ini kesempatanmu untuk bisa mengubah ini menjadi peluang. ”


Ekspresi Mark langsung berubah dingin.


“ Baiklah. Aku akan segera ke sana.” Sambil memutuskan panggilan.


Mark kemudian mengambil nafas panjang untuk mengatur emosinya, agar Luna tak mengkhawatirkannya.


“ Mark Mark..” panggil Rangga tiba-tiba muncul dengan seorang pengawal. Rangga datang dengan ekspresi yang khawatir dan nafas yang tak beraturan.


Luna langsung mengangkat kepalanya. Dia heran melihat situasi ini.


“ Aku sudah tau.” Ucap Mark dengan tenang pada Rangga.


Mark berjalan mendekati Luna.


“ Luna maaf aku tidak bisa pulang bersamamu. Ada hal yang harus ku urus, kau tidak apa-apakan?”


Luna tersenyum, “ Aku tidak apa-apa. Urus saja urusanmu.”


Lalu dia menundukkan wajahnya dan tersenyum kecut.


“ Aku sudang mengatur pengawal untuk mengantar Luna pulang. Mark kita harus bergegas” ucap Rangga dengan nafasnya yang masih tak berarturan.


“ Luna aku pergi.” sambil mengusap pipi Lunayang masih menunduk.


Hati Luna langsung berdesir mendengar ucapan pamitan Mark. Dia mengangkat kepalanya dan menatap Mark dengan tatapan tak rela.


“ Aku akan segera kembali. Kau jangan khawatir, ini bukan hal yang berbahaya” jelas Mark, agar Luna tidak mengkhawatirkannya.


“ Baiklah. Aku akan menunggumu, kau harus cepat pulang.”


“ Iya” dengan senyum.


Kemudian Mark dan Rangga langsung pergi meninggalkan Luna dengan pengawal yang akan mengatar Luna pulang.


 


Luna menatap punggung Mark yang mulai menjauh.


 


“ Kenapa hatiku tidak tenang.”


“ Nona ayo kita segara ke mobil” ucap pengawal memecahkan lamunan Luna.


“ Ah..iya iya” jawab Luna spontan.


Namun ketika dia mulai melangkahkan kakinya, tiba-tiba ponselnya bergetar.


‘ zhrtt..’


Luna langsung mengambil ponsel di dalam cluth bagnya dengan tetap berjalan.


‘ tak ‘ Langkah Luna terhenti ketika melihat pesan yang di terimanya.


Dia terdiam dengan ekspresi tak percaya. Dan tangannya sedikit gemetaran.


Bagaimana tidak, pesan ini langsung memporakporandakan perasaannya. Karena pesan yang ditemanya adalah sebuah email yang berisi foto kecelakaan orangtuanya. Dan pengerim email itu juga tidak diketahui.


‘ zhrttt..’ ponselnya kembali bergetar. Luna langsung membuka email baru yang di terima.


“ Mark Rendra sudah menipumu. Jika ingin mengetahui kebenarannya, datanglah ke Burning Club sekarang!!! Jangan hubungi siapapun!!!”


Luna menggenggam erat ponselnya. Menahan amarah dan air mata secara bersamaan. Dadanya juga terasa sesak.


“ Ada apa nona?” ucap pengawal yang berada di belakangnya.


Luna mengambil nafas panjang, “ Tidak ada apa-apa. Ayo kita segera ke mobil” ucap Luna dengan dingin dan langsung berjalan pergi.


***


Mark dan Rangga sedang dalam perjalanan menuju markas. Mark sibuk memperhatikan layar ipadnya dengan tatapan serius. Namun pada beberapa detik kemudian, dia tersenyum sinis. Dia meletakkan ipad itu lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


“ Setelah lama tidak menyerang, sekarang dia tiba-tiba menyerang secara besar-besaran.


Mereka melakukan banyak aksi dan juga membalas penyerangan sistem keamanan kita. Aku tidak mengerti lagi apa yang di pikirkan oleh Jhon. Dia terus bersembunyi seperti seorang pengecut dan hanya mengirimkan antek-anteknya pada kita” ucap Rangga penuh emosi.


Mark yang duduk di belakang tidak merespon sama sekali ucapan Rangga. Dia masih diam sambil memejamkan matanya.


Lagi-lagi Rangga melirik Mark di kaca, dia merasa ada yang aneh dengan sikap Mark.


“ Apa yang dia fikirkan? Aku tau ekspresi ini. Dia sedang berfikir dan merencanakan sesuatu.Tapi apa? “ bisik hati Rangga penuh teka teki.


“ Mark apa yang kau fikirkan sekarang?”


“ Aku telah mendapatkan keberadaan terbaru Jhon.”


“ Hah? Benarkah?”


“ Iya. Dia sekarang Fransisko, tapi ini sedikit aneh” sambil membuka matanya.


“ Aneh bagaimana maksudmu?” tanya Rangga sangat penasaran.


“ Entahlah. Aku juga belum tau.”


“ Jadi apa kita tidak langsung ke Fransisco untuk mengecek?”


“ Tidak perlu. Aku merasa akan ada jebakan. Serahkan saja dulu pada orang-orang kita untuk terus memantau.”


“ Baiklah”


***


Luna dan pengawalnya juga sudah dalam perjalanan Pulang. Suasana sangat hening, Luna terus memandangi ponselnya.


“ Mark…” ucap Luna dengan tatapan dinginnya.


Beberapa menit kemudian Luna telah sampai di rumah. Dia langsung keluar sebelum para pengawal membukakan pintu mobil itu untuknya.


“ Siapkan mobilku. Aku ingin pergi ke tempat kak Hanny setelah berganti pakaian” perintah Luna.


“ Tapi ini sudah sangat larut nona.“


“ Tidak apa-apa. Lagian Mark sudah mengirim mata-mata untuk selalu mengikutiku, maka aku akan tetap aman.” Sambil berjalan masuk.


“ Baiklah nona.”


 


Saat sampai di kamarnya Luna langsung berganti pakaian. Dia mengenakan celana jeans dengan atasan baju kaos putih di llengkapi dengan long coat berwarna hitam. Luna memandangi dirinya di kaca.


 


Ketika sampai di bawah Luna langsung masuk ke mobil dan melajukan mobilnya dengan tenang.


Ketika mobil Luna sampai di sebuah persimpangan jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang mengikuti mobil Luna dari belakang.


“ Bos target sudah di depan mata” lapor pria yang mengikuti Luna melalui via telvon.


“ Bagus, lakukan pekerjaan kalian dengan baik.” jawab wanita yang berada tepi sebuah jembatan. Wanita itu memakai pakaian serba hitam dan mengenakan masker, topi dan kaca mata hitam.


“ Ok bos ”.


Kemudian wanita yang di panggil bos itu langsung memutuskan panggilan.


“ Luna kamu membuatku menunggu hanya untuk pulang terlebih dahulu. Sekarang rasakan akibatnya, karena telah berani membuatku kesal.“ ucapnya dengan tersenyum sinis.


Lalu dia mengambil peralatannya.


Dia duduk di tepi jembatan, sembari menunggu mobil Luna lewat.


‘ zhrrttt ‘ tiba-tiba ponsel Luna bergetar.


Luna melihat layar ponselnya. ‘ Panggilan dari Kak Jiang He ‘


“ Kak Jia He?” Luna sedikit terkejut, karena tidak biasanya seniornya ini menghubunginya di tengah malam begini.


‘ click ‘ Luna mengaktifkan earpodsnya.


“ Halo..”


“ Luna..dimana kamu sekarang?” tanya Jiang He dengan suara yang terdengar khawatir.


Jiang He juga d dalm mobil dan dia menyetir sendiri.


“ Kenapa kak Jiang He terdengar khawatir begini? Apa dia mengetahui apa yang ku lakukan?” bisik hati Luna heran.


“ Aku di rumah. Kenapa suara kakak terdengar khawator begini?” ucap Luna mencoba membohongi Jiang He.


“ Kamu jangan berbohong. Apa sekarang kamu ingin menemui wanita itu?”


Luna terkejut mendengar pertanyaan Jiang He.


“ Ka…” tiba-tiba ponsel Luna hang. Layarnya berkedip-kedip dan panggilannya dengan Jiang He terputus.

__ADS_1


“ Luna apa yang terjadi? Luna, Luna” teriak Jiang He dengan panggilan yang sudah terputus.


Lalu dia kembali mencoba untuk menghubungi nomor Luna, tapi nomor Luna tak bisa d hubungi sama sekali.


Jiang He semakin khawatir dan putus asa.


Sementara itu Luna juga merasa heran dengan ponselnya yang tiba-tiba berulah itu.


“ Kenapa bisa begini?” sambil mengambil ponselnya yang di monopond.


Tapi tiba-tiba di depan ada sebuah mobil yang menghambat jalannya.


“ sseeeeesttttt….” Luna sangat terkejut hingga ponselnya terjatuh, dengan spontan kedua tangannya kembali mengambil alih setir dan dia langsung membelok arah jalannya ke kiri. Dimana jalanan ini sanagt sepi, tidak sama sekali mobil yang lewat di sana.


“ Ah..hampir saja” ucap Luna merasa lega.


Lalu dia menginjak rem mobilnya.


“ Hah,,kenapa tidak bisa?” ucap Luna dengan sangat terkejut.


Luna terus berusaha untuk menginjaknya tapi tetap tidak bisa, serta laju mobilnya secara tiba-tiba juga semakin kencang.


“ Ada apa ini? “ dengan terus mengendalikan setir mobil yang lajunya semakin kencang.


Dari atas jembetan wanita yang di panggil bos tadi tersenyum puas. Ternyata dialah di balik semuanya. Dia meretas mobil Luna dan mengendalikannya dengan sesuka hatinya.


“ Rasakan ini..ini pasti akan sngat menyenangkan” ucapnya dengan semakin menambah kecepatan laju mobil Luna.


Saat itu benar-benar sangat khawatir dan juga marah.


“ Sial..mobilku selalu di jaga dengan baik. tidak mungkin adalah masalah dengan remnya. Ini pasti sudah di retas. Siapa orang yang menginginkan nyawaku sebenarnya?” bisik hati Luna penuh kebencian.


Tak jauh darinya, Luna melihat sebuah jembetan di depannya.


“ Apaka dia akan menjatuhkan mobilku kebawah sungai itu?” pikir Luna.


Kemudian Luna berusaha untuk membuka pintu mobilnya, tapi tidak juga bisa. Mobilnya benar-benar sudah di kendalikan.


Saat itu Luna hanya bisa pasrah dengan nasibnya.


“ Pa, ma maafkan Luna” bisik hatinya pasrah.


Tapi tiba-tiba laju mobilnya mulai melembat.


" Eh? "Luna merasa sedikit heran.


“Meski ingin sekali membunuhmu, tapi aku harus tetap membiarkan hidup utuk beberapa hari. Jadi cukup membuatmu sedikit terluka saja malam ini. Sekarang saatnya” ucap wanita yang meretas itu. Dia Lalu dia menabrak mobil Luna ke pagar.


‘ brackkkk ‘


“ Aaakkhh..” teriak Luna.


"Craktk ting" gelas yang berada di depan Mark tiba-tiba jatuh.


Dengan spontan di tengah diskusi itu Mark langsung merasa tidak tenang dan pikirannya terus tertuju pasa Luna.


" Ada apa ini? " bisik hati Mark sangat resah.


Sementara itu Mobil Luna sudah menabrak pagar jembatan.


“ Housh housh..” dera nafas Luna yang masih memegangi setir mobil dan kepalanya yang membentur di setir.


Tentu saja dengan laju yang melambat dan menabrak pagar jembatan tidak akan membuat Luna terluka berat.


Luna mengangkat kepalanya yang berdarah. Dia melihat ke samping, dimana dia melihat seorang wanita berjalan mendekat ke arahnya.


“ Diakah yang ingin mencelakaiku?”


Tiba-tiba mobil pria suruhan wanita itu datang. 2 orang pria keluar dari mobil itu dan mereka langsung membuka pintu mobil Luna.


Mereka menarik Luna keluar.


“ Siapa Kalian?” tanya Luna sambil meronta.


“ Kau jangan banyak tanya” dengan menarik paksa Luna keluar.


Pria itu memegangi kedua tangan Luna ke belakang. Dan mereka berjalan mendekati wanita yang di panggilnya bos itu.


“ Bos..”


“ Bawa dia ke Markas! dan kau buat terjunkan mobil wanita ini ke sungai. Sehingga scenario kematiannya sangat menyedihkan. Jasad tak di temukan, dan orang orang akan mengira bahwa mayatnya telah membusuk dan di makan ikan di bawah sana.” ucap wanita dengan penuh kebencian.


Kemudian wanita itu langsung berbalik badan dan berjalan menuju mobilnya.


Sementara Luna terdiam dengan pupil mata yang sedikit membesar mendengar perkataan wanita itu.


“ Baik bos” sambil menarik Luna dengan kasar ke mobil. Luna memutar kepalanya untuk melihat wanita itu.


“ Apa yang kau lihat. Cepat jalan” gerutu pria itu. Tapi Luna tetap memandangi wanita yang sudah menjauh itu.


“ Apakah nyawaku akan hilang di tangan wanita itu? “ bisik hati Luna dengan ekpresinya yang mulai dingin.

__ADS_1


“ Ayo cepat masuk!” ucap pria itu membukakan pintu mobil.


Luna hanya patuh memasuki mobil dengan tatapan dinginnya yang penuh makna.


__ADS_2