TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
TAK AKAN MEMARAHIMU


__ADS_3

Luna tertegun mendengar ucapan Mark, dia mengedipkan matanya beberapa kali.


“ Apa yang dia ucapkan? Aku salah dengarkah?. Tidak, tidak,ini tidak benar.” sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


“ Dia pasti ingin mengerjaiku lagi. kita lihat saja, kali ini aku akan membalasnya” gumam Luna dengan sangan geram hingga menggenggan tangannya dengan ekspressi penuh siasat.


“ Ah haha,, wanita sepertiku tentu saja di rindukan banyak orang. Pernyataan darimu sungguh sangat terlambat tuan Mark, tapi aku akan tetap menghargainya” dengan sombong.


“ Oo..ternyata begitu banyak yang mengatakan hal seperti ini padamu. Hmm.. dari sekian banyaknya, siapakah yang membuat tertarik?”


“ Sejauh ini aku belum menemukan yang membuatku tertarik. Aku mempunyai selera yang tinggi” semakin sombong.


“ Bagaimanakah selera tinggi yang nona Luna maksud. Aku kaya, wajahku tampan, hebat dan punya segalanya. Aku bisa memberi apapun yang nona Luna inginkan” balas Mark dengan menyombongka diri.


“ Eh kenapa bisa begini. Aku seperti sedang tawar menawar menjual diri saja. Huhh,, tapi aku tidak boleh kalah” tekad Luna dalam hatinya.


“ Baiklah jika tuan Mark sangat kaya dan hebat bisakah memberikanku bintang di langit, mutiara La Peregrina 1500 an, ikan yang terbang di langit, ayam yang berenang di laut, blabalabalabala...”


Luna mengatakan berbagai hal yang tidak mungkin, dia bicara tiada putus-putusnya.


“ Kucing kecil ini kenapa tiba-tiba bisa menyerangku” bisik hati Mark kesal.


“ Ah ahha..nona Luna apa kau akan terus bicara? Kenapa mengajukan begitu banyak permintaan aneh” mencoba menghentikan Luna.


“ Kenapa, apa tuan Mark merasa tidak bisa menyanggupinya?”


“ Permintaanmu begitu aneh, hanya 1 yang normal dari begitu banyaknya yang telah kau ucapkan.”


“ Jika kau merasa tidak sanggup, kau boleh mundur dari sekarang. Lain kali jangan menggodaku lagi” merasa menang.


“ Baiklah, karena aku orang normal tentu saja aku akan mundur.”


Luna terbelalak mendengar ucapan Mark.


“ Hey..m apa yang kau maksud? apa kau berfikir aku ini tidak normal. Kau pikir otakku sudah geser ya?” emosi tingkat tinggi ( gagal menang).


“ Haha...aku tidak ada mengatakan kau tidak normal ataupun otakmu sudah geser. Kau sendiri yang mengataknnya” ejek Mark.


“ Kau, kau... aku ingin membunuhmu. Mark Rendra cepatlah kau pulang, aku ingin menarik keluar lidahmu itu..” kekesalan memuncak.


“ Aku sangat ketakutan. Haha..Luna sekarang kau lebih baik becermin, lihatlah bagaimana ekspressimu saat ini! aha haha,, kau tidak akan bisa mengerjaiku.” Puas dan merasa menang.


“ Kau sangat menyebalkan,,,”


“ Terimakasih pujiannya. Sampai di sini saja pembicaraan kita. Kau jangan merindukan. Bye bye” ucap Mark dengan ejekan yang penuh dengan percaya diri.


Mark langsung mematikan telvonnya, sementara Luna di kamarnya terlihat sangat kesal.


Sudah gagal membalas Mark, di serang dengan di kalimatnya sendiri. Luna yang masih posisi duduk langsung merebahkan dirinya ke samping.


Tampangnya sangat lesu seperti tubuh yang sudah di tinggalkan arwahnya saja.


“ Berbicara dengan si Brengsek itu benar-benar menguras tenaga, tapi aku masih saja kalah” guman Luna dengan tampang yang sangat menyedihkan.


Sesaat kemudian Luna bangkit kembali dari tidurnya.


“ Wku tidak boleh bertele-tele lagi. Aku harus mengungkapkan kebenaran dari video ini secepatnya!”


Luna melanjutkan untuk menganalisa video tersebut. Kali ini dia melakukan dengan sangat serius.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 19. 30 dan itu sudah waktunya untuk makan malam.


Luna menghubungi pelayan.


‘ kring kring’ telepon lantai bawah berbunyi


Salah satu pelayan mengangkatnya.


“ Halo, ini kediaman tuan Mark...”


Luna langsung memotong ucapan pelayan tersebut.


“Kakak pelayan ini aku Luna”


“ Eh nona, apa anda sudah lapar? kami baru saja ingin memanggil nona ke atas untuk makan malam” merasa bersalah.


“ Ah.. kakak pelayan jangan berbicara dengan rasa bersalah begitu. Aku menelvon karena aku ingin mengatakan bahwa aku tidak ikut makan malam. Jadi tidak perlu lagi ke kamarku ya.”


“ Kenapa begitu nona? nona harus jaga kesehatan, tuan sudah menyuruh kami untuk memperhatikan jam makan nona.”


“ Aku sudah sangat kenyang, aku sudah banyak makan cemilan. Jika aku paksakan makan lagi, aku bisa muntah” berusaha menyakin pelayan dengan alasannya.


“ Nona terlalu banyak makan cemilan, itu tidak baik untuk kesehatan nona” khawatir.


“ Tidak perlu khawatir. Aku juga makan beberapa buah-buahan” lagi-lagi berbohong.


“ Tapi nona..”


“ Sudahlah, jika kalian takut di marahi Mark. Katakan saja aku makan dengan teratur, itu sangat mudah bukan.”


“ Kami mana berani..”


“ Sakak pelayan, sudahlah. Sesekali berbohong tidak akan apa-apa. Aku akan membela kalian jika dia marah. Tapi jika kalian berbohongpun seharusnya dia tidak akan tahu bukan. Kenapa sangat khawatir begini” ucap Luna mulai kesal.


“ Ba ba baiklah Nona” dengan terpaksa.


“ Nagus. Kalian jangan menggangguku. Aku akan langsung istirahat saja” sambil memutuskan terlvon.


Luna langsung menjatuhkan tangannya ke samping bersamaan dengan ponsel yang di pegangnya.

__ADS_1


Dia menengadahkan wajahnya mendangi langit-langi kamar dengan tatapan yang tak karuan.


“ Aku sudah menyelesaikan 30 detik dari video ini. Humph..ini sungguh mengejutkan” gemam Luna sembari memejamkan matanya dengan perlahan.


***


\= Di kantor Kepolisian Pusat, Catagena \=


Mark pergi menemui Jendral Jack, karena sketsa tersebut telah di selesaikannya.


Mark hanya pergi sendirian, karena Rangga sedang menangani masalah 3 tikus penyusup beberapa waktu lalu.


Ketika Mark sudah sampai di depan ruangan Jendral Jack. Dia merapikan sedikit dasinya, lalu langsung mengetok pintu.


‘ tok tok’


Jendral Jack pun langsung membuka pintunya dan menyambut Mark dengan hangat.


“ Hei Mark, sudah cukup lama kita tidak bertemu.”


“ Ini sangat mengagumkan, kau meraih tingkat ini dengan waktu yang terhitung singkat, sangat luar biasa” puji Mark.


“ Haha..kau jangan terlalu memujiku.duduklah.”


Mark duduk di sofa, sementara Jendral Jack mengambil minuman.


“ Mark bagaimana kabar tuan Gu sekarang” sambil meletakkan 2 cangkir kopi hangat di meja.


“ Paman Gu sangat sehat. Meskipun usianya sudah tua, tapi fisiknya sangat sehat.”


“ Syukurlah,lalu bagaimana dengan ibumu?”


“ Ibuku, dia menikmati kehidupannya di desa. Dia sudah merasa sangat cocok tinggal bersama keluarga Rangga. Aku sudah beberapa kali mengajak kembali bersamaku, tapi dia selalu menolakku. Bahkan jika aku datang, dia selalu menghindariku.”


“ Mark suatu saat ibu pasti akan mengerti, ini bukan salahmu.”


Mark tersenyum dan meminum kopinya.


“ Bagaimana sketsa itu?” tanya Mark sambil meletakkan kembali cangkir kopinya di meja.


“ Oh iya. Mark apa kau sudah mempunyai orang yang kau curigai?” sambil menyerahkan sketsa yang berada dalam map coklat.


“Sudah” sambil membuka map tersebut.


“ Itu sangat bagus. Karena jika tidak itu akan sangat sulit. Wanita asia memiliki banyak kemiripan, dengan tidak mengetahui bagaimana bentuk matanya akan sangat sulit menemukannya. Jika kau sudah punya orang yang kau curigai kau cukup menyamakan sketsa ini dengan foto wanita yang kau curigai itu dan menempelkan kaca mata yang sama di foto itu. Meskipun itu tidak akan memberikan hasil yang akurat, tapi itu cukup membantu.


Tapi ada yang yang menarik dari deskripsi yang ku dengar, dia memakai sejenis tas bermerek Hermes limited editon, tas ini hanya ada 5 buah di dunia. jika itu asli maka informasi ini akan sangat berguna. Kau bisa mengeceknya dengan lebih mudah.”


Mark memandangi hasil sketsa ini dengan senyum sinis.


“ Hah, aku rasa tidak perlu melakukan hal sejauh itu” ucap Mark dengan tatapan membunuh memandangi sketsa itu.


***


Hari ini Janneth harus kembali ke NYC karena masa liburannya di Cartagena sudah berakhir dan dia juga harus mengurus beberapa urusan.


“ Terimakasih Rangga, Mark. sebenarnya kalian tidak perlu mengantarkanku hingga ke bandara.”


“ Tidak perlu sungkan. Sekarang kita adalah teman, jadi memang seharusnya. Jaga dirimu baik-baik dan sampai jumpa di China” ucap Rangga.


Mark memandangi Rangga dengan tatapan yang agak geli, dan menggelengkan kepalanya.


Sebelum memasuki gerbang keberangkatan Janneth melambaikan tangannya pada Mark dan Rangga.


Mark membalasnya hanya dengan senyuman, sementara Rangga melambaikan tangannya dengan penuh senyum dan terus memandangi Janneth hingga punggungnya menghilang.


“Apa kau menyukainya” tanya Mark tanpa basa basi.


Rangga sangat terkejut dengan pertanyaan Mark yang tiba-tiba.


“ Ah haha,, kenapa kau menanyakan hal seperti itu. Apa aku seperti orang yang sedang jatuh cinta?” dengan canggung.


“ Hah, itu terlihat sangat jelas” sambil berbalik badan dan berjalan.


“ Mark, Mark,, kau jangan asal menebak saja. Apa karena aku baik padanya kau berfikir aku menyukainya?, jika begitu kau juga bisa mengatakan bahwa aku menyukai Luna” sambil mengikuti Mark dari belakang.


Mark berhenti dan berbalik badan menatap Rangga.


“ Eh,, kau jangan marah” sambil berjalan mundur.


Mark memandangi Rangga dengan tatapan tidak suka hingga membuat Rangga salah tingkah seperi orang bodoh.


“ Kau jangan menatpku begitu” dengan memainkan kedua telunjuknya.


Mark kemudian berbalik badan tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dan Rangga mengikutinya dari belakang.


\= Di perjalanan \=


Di dalam mobil suasananya masih canggung, sejak dari bandara Mark belum berbicara sepatah katapun pada Rangga.


Rangga yang mengetir terus melirik ke kaca spion tengah untuk melihat Mark yang duduk di belakang.


Ekspresi Mark terlihat sangat dingin, dia duduk dengan melipat tangannya di dada dan memejamkan matanya.


“ Mark, apa kau marah padaku?” dengan canggung.


“ Tidak ada alasanku untuk marah padamu”


jawab Mark dengan mata yang masih terpejam.


“ Lalu kenapa kau tidak bicara sepatah katapun?”

__ADS_1


“ Aku hanya sedang memikirkan sesuatu. Rangga kita sudah sangat bekerja keras, kau jangan berfikiran yang tidak tidak. Besok kita mesti harus kembali ke China dan masih akan menghadapi berbagai persoalan lagi.”


“ Wku mengerti. Oh iya, mengenai wanita yang di sketsa, Key juga memiliki pemikiran yang sama. Dia bilang dia sendiri yang akan mengambil kendali tentang persoalan ini. bagaimana menurutmu?”


“ Tidak masalah, lagian hal ini juga kita bisa amati secara bersama. Kita akan mendiskusikannya lebih lanjut saat sampai di China”


***


\= Pagi hari \=


Luna terbangun dari tidurnya, dia membuka perlahan matanya.


Dengan pandangannya yang masih kabur dia melihat wajah Mark yang menatapnya dengan senyum. Luna menutup kembali matanya.


“ Apa ini, ini masih pagi kenapa sudah berhalusinasi” bisik hati Luna sambil berbalik badan.


“ Hey kucing kecil yang pemalas, ini sudah pagi. Apa kau masih ingin melanjutkan tidurmu?”


Luna terkejut dan lagsung membuka matanya.


“ Hah, ternyata ini bukan halusinasi” bisik hati Luna malu.


Dia langsung menarik selimut dan menutupi seluruh dirinya.


“ Sial, ini sangat memalukan. Aku memakai baju tidur yang tipis” gumamnya.


“ Hey kau kenapa?” tanya Mark sambil menarik selimut Luna.


“ Kau jangan menarik selimutku. Mark, kau sejak kapan di sini?”


Mark langsung berhenti menarik selimut Luna.


“ Aku sudah 2 jam memperhatikan wajah jelekmu saat tertidur. Kau juga memiliki kebiasaan tidur yang buruk. Kau mendengkur dengan aduhai di pagi hari”


“ 2 jam? Kau sungguh tidak ada aturan. Kenapa kau memasuki kamarku saat aku masih tertidur. Sekarang aku tekankan padamu, aku tidak punya kebiasaan tidur yang jelek, kau hanya mengarangnya saja. Aku Luna Aliester tidur dengan anggun seperti putri tidur di negeri dongeng” dengan nada yang sangat kesal.


“ Hei hei,, siapa yang mengatakan hal seperti itu padamu. Aku yang sudah menyaksikan sendiri, tidak berfikiran begitu. Kau malah tidur seperti raksasa yang mendengkur dengan sangat keras.”


“ Aish.. kau benar-benar sangat menyebalkan. Sekarang kau lebih baik keluar” teriak Luna.


“ Aku tidak mau. Kau kenapa bersembunyi di balik selimut itu?” sambil menarik kembali selimut Luna.


“ Mark,, dasar mesum. Kau pergi sana jangan menarik selimutku lagi” sambil menahan dengan sekuat tenaga.


“ Mesum?. Memangnya aku melakukan apa padamu?”


Luna hanya diam, “ Haruskah aku mengatakannya dengan jelas bahwa aku sedang berpakaian tidak sopan? Kenapa pria sangat tidak pengertian” rengek Luna dalam hatinya.


“ Jika kau tidak mau membuka selimutmu, maka aku akan tetap menunggumu disini”


Mark kemudian duduk di kursi dengan terus memandangi Luna.


“ Kenapa tidak ada suara? Apa dia memang tetap menunggu di sini. Tapi di sebelah mana dia?” gumam Luna.


Kemudian Luna mengeluarkan kepalanya.


“ Melihat kau seperti itu, aku jadi teringat dengan kura-kura.”


Luna langsung menoleh ke Mark dengan tatapan dingin.


“ Mark kau tidak seharusnya masuk ke kamarku dengan sesuka hatimu. Aku punya privasi.” dengan dingin.


Mark tertegun mendengar ucapan Luna. Dia memejamkan matanya sejenak dan membukanya kembali.


“Apa kau merasa aku telah menjajah privasimu?”


Suasanapun menjadi serius.


“ Tentu saja. Selama ini kau selalu berbuat sesuka hatimu tanpa memikirkan perasaanku. Kau keluar masuk kamarku tanpa izin dariku. Meskipun rumah ini sudah menjadi milikmu tapi sebagai tunangan palsumu, setidaknya kau memberi sedikit ruang dan privasi padaku. Sebagai orang dewasa kita harus menjaga jarak.”


Mark tersenyum sinis, “ Mengenai privasi, kau lebih lancang dariku”


“ Aa apa maksudmu? Aku tak pernah berbuat lancang padamu.”


“ Tidak pernah? Lalu bagaimana dengan camera tersembunyi yang ada di kamar dan ruang kerjaku?”


Luna sangat terkejut, perasaan menjadi tak karuan, gelisah, malu semuanya bercampur aduk.


“ Trenyata dia sudah mengetahuinya. Pantas saja aku tidak pernah mendapatkan informasi apa-apa” gumam Luna.


“ Apa kau sudah mengetahuinya dari awal?” tanya Luna memberanikan diri.


“ Menurutmu?”


Luna mengalihkan wajahnya dari Mark.


“ Maafkan aku. Tapi aku tidak mendapatkan apa-apa dari camera tersembunyi itu. Kau memang sangat licik, setalah kau mengetahuinya, kau malah tetap membiarkannya. Kau ingin membuatku terlihat bodoh.”


“ Ah haha,, jangan terlalu serius. Aku tak akan memarahimu. Tapi lain kali kau harus lebih pintar. Orang sepertiku tidak bisa kau jebak dengan cara seperti itu” ucap Mark santai.


Luna menundukkan wajahnya dengan perasaan malu dan bersalah.


Mark mendekati Luna, dia tidak tega melihat Lun dengan ekspresi yang menyedihkan itu.


“ Luna aku tidak bermaksud untuk menyudutkanmu. Maafkan aku jika kau merasa aku telah mengganggu privasimu selama ini” sambil menyusap lembut kepala Luna.


Luna mengangkat kepalanya dan menatap Mark denga mata yang sudah berkaca-kaca.


“ Kau benar tidak akan memarahiku?”


“ Tidak, aku tidak akan memarahimu hanya karena ini” sambil memeluk Luna yang masih berbalut selimut yang tebal hanya kepalanya saja yang bersandar di dada Mark yang bidang.

__ADS_1


“ Hiks hiks” tangis Luna pecah.


__ADS_2