
Luna tidak tau harus bagaimana, dan harus berkata apa. Sehingga dia hanya diam menikmati debar jantungnya.
“ Luna kenapa kau tidak menjawabku? “
Di balik pintu itu Mark tersenyum kecut, karena tak ada respon dari Luna.
Mark berdiri, dia menghela nafasnya lalu memejamkan matanya sejenak.
“ Aku mengerti akan keraguan hatimu. Tapi ingatlah! aku akan terus mengatakannya padamu, jadi dengarkan baik-baik. Aku cinta padamu” lalu dia berjalan pergi.
Luna mendengar langkah kaki Mark yang menjauh, hatinya terasa sakit dan menggelengkan kepalanya.
Luna berdiri dan bergegas membuka pintu, dia langsung mengejar Mark dan memeluk punggung Mark, sehingga langkah Mark terhenti. Perlahan bulir jernih mengalir di sudut matanya.
“ Mark aku juga mencintaimu” ungkap Luna.
Mark tersenyum, lalu dia menyentuh tangan Luna yang memeluknya dari belakang.
Sontak Luna melepaskan pelukannya dengan perlahan. Kemudian Mark berbalik badan dan dia langsung memeluk Luna. Lua tersenyum bahagia dan membenamkan kepalanya di dada Mark.
Mark mempererat pelukannya dan menundukkan kepalanya lalu melayangkan kecupan di kepala Luna.
“ Luna kalimatmu tadi, aku ingin mendengarnya sekali lagi” pinta Mark dengan lembut.
Luna tersenyum, lalu dia mengangkat kepalanya dan menatap Mark dengan menengadah. Begitu Mark juga menatapnya, mereka saling bertatapan penuh cinta.
“ Aku juga mencintaimu” ucap Luna dengan senyuman.
Mark tersenyum sangat bahagia, lalu dia mengusap air mata Luna yang masih tersisa. Kemudian Mark mengecup manis bibir Luna dan dengan perlahan Luna memejamkan matanya.
Setelah itu Mark kembali memeluk Luna.
“ Luna kamu milikku selalu” bisik Mark lembut. Luna tersenyum bahagia dan memejamkan matanya di pelukan Mark.
“ Aku membuat banyak alasan, dan berbohong setiap kali hatiku berdebar hebat saat bersamanya. Tapi kali ini aku tak ingin begitu lagi, aku mencintainya dan juga sudah samapi pada tahap takut kehilangannya.” bisik hati Luna.
Beberapa saat kemudian Luna membuka matanya, dia merasa mereka terlalu terbawa suasana.
“ Mark..berapa lama lagi kita berpelukan? Kita harus beristirahat menyiapkan stamina untuk besok” ucap Luna dengan polos.
“ Sebentar lagi” ucap Mark yang masih enggan berkisar dari moment yang membahagiakan ini.
Luna tersenyum dan dia juga mempererat tangannya yang melingkar di pinggang Mark.
Malam yang sangat manis bagi Luna dan Mark. Meski di awali dengan keraguan oleh Luna, tapi karena cara Mark yang begitu lembut dan tak tergesa-gesa membuat Luna luluh hingga dia juga tidak bisa menahan perasaannya.
***
\= Keesokan harinya \=
Jam menunjukkan pukul 07.05 Luna sudah selesai bersiap-siap. Hari ini Luna mengenakan stelan yang berbeda, hari ini dia menggunakan celana. Membuat dia semakin berwibawa dan elegant.
Dia memandangi dirinya di cermin dan tersenyum. Moment malam kemarin masih terbayang-bayang di pikirannya, hingga pagi ini jantungnya berdebar lebih hebat. Karena itu merupakan pagi pertama bagi meraka dengan status resmi sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai.
Luna mengambil nafas panjang, “ Hufftt..tidak boleh berlebihan, harus seperti biasa!” ucap Luna menenangkan dirinya. Kemudian dia mengambil tasnya dan berjalan keluar dari kamarnya.
Luna berjalan dengan tenang menuju ruang makan. Dia melangkahkan kakinya menuruni anak tangga, tiba\-tiba Mark datang dari belakang.
“ Luna kau mengubah penampilanmu untuk acara peresmian ini?” ucap Mark.
‘ deg ‘ langkah Luna terhebti dan jantungnya sontak berdebar kencang saat mendengar suara Mark.
Luna moleh ke belakang.
“ Ini bukan pertama kali. Dulu setiap ada acara pameran seni aku juga senang berpenampilan seperti ini. Hari ini akan banyak kegiatan, jadi harus membuat diri lebih rilexs dalam setiap gerakan” ucap Luna dengan senyum.
Mark mendekati Luna, “ Kau terlihat lebih bersinar dengan penampilan ini. Nanti di acara peresmian kau tidak boleh jauh-jauh dariku!” bisik Mark.
Luna tidak mengerti dengan ucapan Mark. Apa kaitannya penampilan sehingga dia harus tetap menempel pada Mark nantinya. Luna hanya mengerutkan keningnya dan tersenyum bingung mencerna kalimat Mark itu.
Kemudian mereka berdua langsung berjalan menuju ruang makan untu sarapan. Saat sarapan, semuanya berjalan seperti biasa. Hanya saja debar jantung saja yang tak biasa.
***
\= di Gedung Pusat Perbelanjaan Ling \=
__ADS_1
Di sebuah aula besar para staf semuanya sibuk untuk mencek semuanya apakah aman dan tak ada masalah.
Kemudian tiba-tiba managar Jae datang menyapa.
“ Apakah semuanya sudah siap?” tanya Manager Jae.
“Sudah manager” jawab mereka serentak.
“ Bagus. Sekarang kita berbari di depan untuk menyambut Presdir dan Nona Luna” perintahnya.
“ Baik managaer” jawab mereka serentak dan mulai berjalan dengan rapi dan tertur keluar.
Saat di luar semua orang berbaris dengan rapi untuk menyambut kedatangan Mark dan Luna.
“ Perhatikan penampilan kalian, semuanya harus rapi. Jangan sampai ada yang mengecewakan” ucap manager Jae memperingati.
Maka sontak setiap orang merapikan diri dan saling bertanya pada teman mereka apakah penampilannya sudah rapi.
Kemudian manager Jae melihat sebuah mobil mewah mulai mendekat, dia langsung memperingati semua orang untuk diam.
Mobil mewah itu berhenti di depan mereka, dengan sigap pengawal membukkan pintu mobil tersebut.
Mark dan Luna keluar dari mobil itu dengan elegant. Semua orang langsung menunduk dan manager Jae menyambut mereka.
“ Selamat datang tuan muda, nona Luna” dengan sopan.
Mereka berjalan masuk dan di belakang mereka di ikuti beberapa orang.
“ Apakah semuanya sudah terkendali dan taka da maslah?” tanya Mark pada Manager Jea.
“ Sudah Tuan muda.”
“ Ingat aku tidak ingin ada kesalahan apapun, kita harus melakukan yang terbaik. Karena ini adalah wajah baru Lixing Group” ucap Luna.
“ Saya mengerti nona.”
Sebelum tamu datang Mark dan Luna mengecek secara kembal hal-hal yang vital dari kebutuhan acara itu.
“ Luna kau benar-benar mengatur semuanya dengan baik” Puji Mark.
“ Kekasihku memang hebat.” ucap Mark dengan senyum bangga.
“ Mark..” ucap Luna malu.
Mark tersenyum melihat Luna yang tersipu malu.
Manajer Jae juga menahan senyum melihat interaksi manis bosnya itu.
Beberapa saat kemudian mereka tamu sudah mulai berdatangan. Tentunya yang datang pertama adalah Rangga, Key, Jiang He dan di susul dengan tamu-tamu kehormatan dari lauar dan dalam negeri.
Semua tamu sudah datang, acara peresmian di buka dengan sambutan dari Mark dan petinggi-petinggi lainnya. Kemudian acara peresmian dimulai dengan pembukaan nama Mall yang masih di tutupi di atas gedung.
Dengan hitungan mundur, penutup dari nama tersebut di buka.
“ 1, 2, 3” yee…
‘ Prok prok..’ suara tepuk tangan dan sorkan mendominasi di tempat itu.
“ Golden Resource Ling Shopping Mall “ tulisan itu di buat dengan indah dan megah.
Setelah itu dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Ketum ASEAN, President, Gubernur, menteri pariwisata, utusan khusus Sychelles, 26 duta besar Negara, Eropa dan Afrika dan tamu kehormatan lainnya.
Selepas itu Mark, Luna dan para tamu VVIP berjalan mengelilingi Mall sambil menuju ke ballroom dimana acara persmian digelar dengan pemukulan Ge (Gendang China) secara bersama dan penandatanganan prasasti oleh Ketum ASEAN, President dan tamu kehormatan lainnya.
Acara ini sangat meriah ini kemudian di tutup dengan makan siang bersama dengan hidangan mewah yang di iringi dengan penampilan dari artis dan pemusik terkenal.
Sebenarnya acara penutupan siang ini hanya untuk menutup acara formal. Karena masih dilanjutkan dengan pesta malam harinya. Tentu saja yang menghadiri pesta ini hanya para pebisnis.
Oleh karena itu, setelah acara formal selesai Mark dengan segera membawa Luna untuk beristirahat di hotel tempat pesta di selengggarakan.
Saat itu jam menunjukkan pukul 17.56 Luna baru saja selesai mandi. Karena ingin bersantai Luna hanya mengenakan pakaian santai, lalu dia duduk bersantai di kursi balkon hotel untuk menanti senja sambil menkmati capicino hangat.
‘ ting tong ‘ suara bel.
“ Siapa yang datang? Layanan hotel? Tapi aku tidak minta apa-apa.” gumam Luna.
__ADS_1
Dia berjalan menuju pintu kamarnya, tapi sebelum membuka pintu Luna melihat penampilannya di cermin apakah itu pantas atau tidak.
Setelah memastikan penampilannya tak ada masalah, dia langsung membuka pintu.
Luna sedikit terkejut, karena yang datang adalah Mark yang sudah berdiri dengan senyumnya sambil mengusap rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil. Sepertinya dia juga baru selesai mandi.
“ Mark? ada apa, kenapa kamu ke sini?” tanya Luna.
Mark tidak menanggapi pertanyaan Luna.
“ Boleh aku masuk?”
“ Oh iya iaya” ucap Luna canggung.
Mark kemudian masuk dengan santai, sementara Luna kembali heboh dengan debar jantungnya.
“ Dia selalu terlihat tenang. Apa hanya aku yang berdebar tidak jelas begini?” bisik hati Luna kesal sambil mengikuti Mark dari belakang.
“ Apa yang kau lakukan? “ sambil berjalan menuju balkon.
“ Aku hanya minum sambil menunggu senja.”
Mark mengangguk-anggukkan kepalanya dengan masih menggosok rambutnya dengan handuk kecil itu
Luna mendekati Mark, “ Perlu bantuan?” tawar Luna dengan lembut.
“ Boleh” sambil menyerahkan handuk yang di pegangnya.
Luna mengambil handuk itu. lalu dia menggiring Mark untuk duduk di kursi kecil, sementara Luna duduk di kursi yang lebih tinggi agar dia lebih nyaman mengeringkan rambut Mark.
Dia mengusap kepala Mark dengan handuk sambil memijat-mijat kepala Mark dengan lembut.
“ Bagimana rasanya?” tanya Luna.
“ Menenangkan. Mark Rendra memang tidak salah memilih pasangan. Pintar sekali dalam menyenangkan hatiku.”
“ Aku memang selalu punya cara menyenangkan orang yang ku cintai” balas Luna.
“ Benarkah?”
“ Tentu saja.”
Mark kemudian menengadahkan kepalanya untuk menatap Luna.
“ Jika begitu cium aku!”
Luna kemudian menunduk dan melayangkan sebuah kecupan di kening Mark.
Mark tersenyum“ Bagaimana jika di sini” sambil menunjuk bibirnya.
“ Genit”
“ Iya, hanya padamu”
‘ takk..’ Luna malah menjentik kening Mark.
“ Luna, kau..” jerit Mark sambil memegang keningnya.
“ Itu hukuman untukmu. Kau tidak boleh terlalu sering menggodaku” sambil tertawa.
Mark kemudian duduk di samping Luna.
“Jika tidak menggodamu, apa aku boleh menggoda wanita lain?” dengan kesal.
“ Boleh saja jika kau mau” jawab Luna santai.
Mark geram mendengar ucapan Luna, dia langsung menarik Luna dan mengecup bibir Luna secara tiba-tiba.
“ Mark…” Luna berusaha meronta.
“ Itu hukumanmu, karena beraninya menyuruhku menggoda wanita lain” bisik mark.
“ Huh..” ucap Luna dengan mode merajuknya yang menggemaskan.
Mark tersenyum, lalu mendekap Luna.
“ Luna aku hanya akan menggodamu. Wanita manapun tidak akan pernah bisa membuatku tertarik. Jadi jangan pernah berkata seperti itu lagi” dengan lembut.
Luna tersenyum, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Mark sambil memandangi langit senja berwarna jingga yang indah.
__ADS_1