
Hari sudah mulai terang, semalaman Luna tidak bisa tidur. Karena dia tidak nyaman dengan keberadaan Mark di kamarnya.
“ Mataku perih, karena tidak bisa tidur. Aku harus mencuci wajahku!, tapi kakiku apakah sudah bisa di bawa jalan?” gumam Luna sambil menggerakkan kakinya.
“ Ah..ini sudah tidak apa-apa. ternyata si brengsek ini ahli juga dalam memijat”.
Luna menyingkirkan selimutnya dan menurunkan kakinya dengan perlahan.
Tapi ketika melangkahkan kakinya dia merasa kakinya masih sakit.
“ Aakkh,,” jerit Luna dan langsung menutup mulutnya, di takut Mark akan mendengarkan dia.
Luna duduk di lantai dan bersandar di ranjangnya.
“ Kenapa masih sakit, padahal tadi baik-baik saja. Tadi rasanya Jangankan berjalan berlaripun juga sudah sanggup. Sekarang apa yang harus aku lakukan?” gumam Luna sambil meluruskan kakinya.
“ Luna apa kau sudah bangun?” tanya Mark dengan mata yang masih terpejam dari sisi kanan ranjang Luna.
Luna terperanjak “Dia sudah bangun, sekarang aku tidak ada pilihan aku harus menyusahkan dia lagi” bisik hati Luna.
“ Mark aku sudah bangun. Aku ada di bawah ranjang”.
Mark langsung membuka dan bangkit.
“ Kenapa bisa, apa ranjang ini masih kurang besar hingga kau masih bisa terjatuh” ucap Mark dengan khawatir sambil berjalan.
Mark melihat Luna yang teduduk di lantai dengan tampang seperti anak kecil yang kasihan.
“ Aishh..Luna kau kenapa ceroboh. Setelah melukai kakimu, apa sekarang kau ingin mematahkan tulang punggungmu” ucap Mark dengan kesal.
“ Aku tidak jatuh dari tempat tidur. Tadi aku ingin pergi ke kamar mandi dan mencoba berjalan karena aku merasa kakiku sudah tidak apa-apa. Tapi ketika aku mencoba melangkah, kakiku tidak berdaya. Rasanyanya masih sakit ” jelas Luna dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Mark membungkuk dan mengangkat Luna ke ranjang.
“ Kenapa kau tidak membangunkanku? Aku bisa membantumu. Kau mau melakukan apa ke kamar mandi?” ucap Mark dengan lembut.
“ Aku hanya ingin mencuci wajahku ” dengan air mata yang mulai menetes.
Mark memperhatikan wajah Luna.
“ Apa dia tidak tidur semalaman. Ada lingkar hitam di matanya. kenapa dia menangis, apa kakinya masih sangat sakit? melihat dia begini, hatiku juga sakit” bisik hati Marka
“ Aku bisa membantumu dalam melakukan apapun. Lain kali jangan ceroboh lagi” sambil mengusap mata Luna.
“ Mark maafkan aku karena selalu merepotkanmu!”.
“ Aku tidak keberatan jika di repotkan olehmu. Jadi jangan pernah sungkan meminta bantuanku. Baiklah sekarang aku akan menggendongmu ke kamar mandi”.
“ Eh..tidak perlu. Aku bisa meminta bantuan pelayan saja”.
“ Memangnya kau pikir pelayan cukup kuat menggeodongmu? kau sangat berat".
“ Mereka tidak perlu menggendongku, mereka bisa memapahku!. Dan satu lagi perlu ku perjelas, aku ini tidak berat. Proporsi tubuhku sangat ideal bagaimana kau bisa mengatakan aku ini berat..” jawab Luna dengan kesal.
“ Kau tau dimana kalau kau tidak berat. Aku yang sudah menggendongmu beberapa kali membuat tulangku serasa mau patah karenamu”.
Luna semakin kesal “Itu bukan karena aku yang berat, kau saja yang lemah…!!!!” teriak Luna sambil memekul-mukul Mark.
“ Haha,, baiklah, kau tidak berat. Ternyata wanita memang sangat sensitive jika mengenai berat badan.” ucap Mark sambil memegangi tangan Luna agar tidak memukulnya lagi.
“ Huh..aku hanya membela diriku yang memang tidak berat“ ucap Luna sambil memalingkan wajahnya dari Mark.
Tiba-tiba Mark menggendong Luna.
“ Eehh..apa yang kau lakukan? Turunkan aku, pelayan bisa membantuku. Hari sudah sangat terang, apa kau tidak ada yang perlu di urus? Kau tinggalkan saja aku dengan pelayan di sini” ucap Luna sambil meronta-ronta.
Mark tidak memperdulikan Luna yang meronta-ronta dalam pegangannya, dia tetap berjalan dengan tegap ke kamar mandi. setalah itu Mark mendudukkan di tepi Bathtub.
Luna hanya cemberut karena Mark tidak mau menuruti perkataanya.
“ Kau jangan cemberut, wajahmu sangat jelek jika begitu”.
Luna hanya diam dan memalingkan wajahnya.
Mark mengambil sikat gigi dan mengolesi odolnya.
“ Kau tidak perlu merepotkan pelayanku, jika aku berada di sini. Jika aku keluar maka aku akan menyerahkanmu pada pelayan.” Ucap Mark sambil menyodorkan sikat gigi yang sudah di olesi odol tersebut ke Luna.
Luna tidak memperdulikannya sama sekali.
Mark mengambil nafas panjang.
“ Apa kau juga ingin aku yang menyikatkan gigimu?”.
“ Aaa…tidak. Aku bisa sendiri” sambil mengambilnya dengan cepat.
“ Seperti yang kau katakan tadi. Apa kau akan selalu merawatku? bahkan Saat kau kembali dari perkerjaanmu yang melelahkan, apa kau akan tetap merawatku” tanya Luna.
Mark mengangguk membenarkan perkataan Luna.
“ Apa kau mau mati karena kelelahan?, itu sama saja dengan bunuh diri. Kau merawatku tapi kau membunuh dirimu sendiri” teriak Luna kesal.
“ Apa kau khawatir denganku?”
“ Tidak! Aku hanya tidak ingin merasa bersalah jika kau mati karena terlalu memperdulikanku”.
“ Haha..aku tidak akan mati hanya karena merawatmu. Aku adalah lelaki perkasa” jawab Mark santai.
“ Eh, Perkasa? Apa dia tidak merasa aneh dengan ucapannya?” bisik hati Luna malu mendengar perkataan Mark.
Luna langsung mengikat giginya dengan canggung. Di kamar mandi Mark membantu Luna dengan baik, dia juga membantu Luna untuk membasuh wajahnya.
__ADS_1
Setelah selesai urusan di kamar mandi Mark dan Luna kembali ke tempat tidur tapi kali ini Mark menyetujui Luna hanya dengaa memapahnya saja. Mark membantu Luna berbaring di tempat tidur.
Tak sampai di situ saja, Mark juga membawakan sarapan bahkan menemani Luna sarapan di kamar. Pagi itu sangat manis Mark memperlakukan Luna dengan lembut.
“ Mark apa tidak sarapan juga?” tanya Luna denga tidak enak hati.
“ Kau sarapan saja dulu”.
“ Jadi kau mendahulukan aku daripada dirimu sendiri? jika begitu aku tidak akan enak hati” ucap Luna sambil meletakkan roti yang di pegangnya.
“ Kau tak perlu sungkan. Ini aku lakukan karena aku hanya bisa merawatmu sampai ini hari ini. karena aku harus pergi mengurus sesuatu”.
“ Apa kau tidak akan pulang malam ini?”.
“ Kenapa, apa kau merindukanku?” goda Mark.
“ Ah haaha,, tidak tidak” jawab Luna pipinya yang tiba-tiba memerah.
“ Jika kau merindukanku. Aku akan usahakan untuk pulang”.
“ Tidak perlu. Kau urus saja urusanmu itu” jawab Luna canggung dengan pipinya yang sudah merah padam.
Mark tersenyum melihat tingkah Luna.
Lunapun langsung memakan kembali sarapannya.
“ Dia baik begini, aku sudah banyak berutang budi padanya. Aku harap dia juga memperlakukan papa dan mamaku dengan baik. Kelak jika aku mendapatkan papa mamaku dengan sehat, jika dia tidak mau mengembalikan asset keluargaku.
Aku juga tidak akan mempermasalahkannya. Aku akan membujuk papa untuk tidak melawannya. Aku dengan kemampuan seniku pasti bisa menghidupi keluargaku dan keluargaku bisa hidup dengan sederhana.
Meskipun dari kecil aku selalu di biasakan dengan kemewahan, tapi di bandingkan dengan orang tuaku, kemewahan itu tidak ada artinya.” bisk hati Luna.
Luna sudah menghabiskan sarapannya. Mark membereskannya.
“ Aku akan menyuruh pelayan untuk menyediakan air mandi untukmu. Aku juga akan menyuruh 2 orang pelayan dan 2 orang pengawal untuk selalu di sisimu, mintalah mereka jika kau membutuhkan apapun, jangan berbuat ceroboh lagi”.
Luna mengangguk mendengar perkataan Mark.
“ Dan satu lagi, agar kau tidak bosan aku juga akan menyuruh pelayan untuk menyediakan alat-alat lukis ke kamarmu.”
Luna menatap Mark dengan tatapan lembut.
“ Makasih Mark, kau sudah melakukan banyak hal untukku” ucap Luna sambil memegang jemari Mark seperti anak kecil.
“ Deg deg” jantung Mark berdegup dengan sikap Luna yang tiba-tiba memegang tangannya dengan Lembut. Tapi Mark berusaha untuk tetap terlihat tenang.
“ Bodoh. aku bilang akan merawatmu. Sudah sepatunya aku melakukan ini” ucap Mark sambil mengusap lembut kepala Luna.
***
\= di Markas, tempat Menyekap Jia Ming \=
Mark berda di ruang introgasi dengan Jiang Ming, sementara Key dan Rangga berada di ruang pemantauan.
“ Apa kau benar-benar sudah menyerah Jia Ming?” tanya Mark.
“ Bocah brengsek, aku sudah memintamu untuk datang lebih cepat. Kenapa kau baru datang hari ini” ucap Jia Ming penuh dengan kemarahan.
“ Haha...kau pikir kau itu siapa bisa memerintahku seenaknya. Aku sudah mengatakan aku akan menemuimu 2 hari setelahnya. Tapi kau memang tak sabaran. Apa vidio yang ku berikan membuat jiwamu meronta?”.
“ Cihh, jika kau hanya menyiksaku bukanlah masalah. Tapi kenapa kau melibatkan anakku, dia adalah satu-satunya yang ku miliki di dunia ini. Dasar kau baj*ngan” teriak Jia Ming.
“ Baj*ngan?” ucap Mark dengam smirknya.
Lalu Mark mendekatkan wajahnya Jia Ming.
“ Jika aku yang seperti ini saja ********, lalu sebutan apa yang pantas untukmu?. Karena kau mengatakan aku ******** maka akan ku tunjukkan padamu separah apa bajingannya aku” ucap Mark dengan dingin yang membunuh.
“ Hei,, bocah apa yang akan kau lakukan. Kau jangan menyentuh anakku”.
Mark mengaktifkan earphonenya “ Tanggap anak itu” perintah Mark pada bawahannya.
Jia Ming langsung mendekati Mark dan berlutut dan menundukkan kepalanya.
“ Jangan sakiti anakku. Aku akan mengatakan semua yang aku ketahui” ucap Jia Ming dengan sangat memohon.
“ Hah,, ternyata kau tahu juga cara memohon. Baiklah”.
“ Lepaskan saja dia. Tetap awasi dari kejauhan!” perintah Mark.
“ Sekarang berdirilah. Kau tidak perlu berlutut padaku!”
“ Hah,” Jia Ming terkejut.
“ Kau jangan salah paham, aku hanya tidak suka orang yang lebih tua dariku melakukan hal seperti ini. Meskipun kaulah yang telah mencelakai ayahku, aku akan tetap memberikan sedikit rasa hormat padamu!. Aku selalu menghormati siapapun, tapi Jhon adalah pengecualian”
Jia Ming tertegun mendengar perkataan Mark.
Key dan Rangga di balik ruang yang menyaksikan hal ini juga sedikit terkejut.
“ Dia masih seperti dulu” ucap Rangga.
“ Karena hal inilah yang membuat dia sampai sekarang belum bisa mengalahkan Jhon. Hatinya terlalu lembut. Sifat kasarnya terlalu di buat-buat. Bahkan orang yang membunuh ayahnya ada tepat di depannya, dia masih mempunyai rasa belas kasihan.
Jika itu aku, aku sendiri tidak bisa membayangkan apa yang akan ku lakukan padanya. Apa kejadian masa lalu masih membayanginya?” ucap Key sambil menggenggam erat tangan yang gemetaran.
Rangga melilhat Key gemetaran.
“ Key, kau masih belum bisa melupakan kejadian masa lalu? Jika Mark mengetahui bahwa kau masih menyelahkan diri. Dia akan lebih tersiksa.” Ucap Rangga sambil memegangi tangan sahabatnya yang gemetaran.
“ Ternya dia masih menyalahkan diri. Ketika aku mengungkitnya saat di restoran, apakah dia baik-baik saja saat itu” bisik hati Rangga.
__ADS_1
“ Key maafkan aku” ucap Rangga.
“ Untuk apa kau minta?”.
“ Tidak ada. Aku hanya merasa telah menyakitimu sebelumnya”.
Di dalam ruang introgasi Jia Ming sudah menceritakan semua yang dia ketahui. Lalu Mark keluar dari Ruang introgasi dengan tatapan yang sangat dingin, matanya memerah.
“ Mark tenangkan dirimu” ucap Rangga sambil menyodorkan sebotol minuman.
“ Tidak perlu. Tidak ada waktu lagi. Ayo kita ke tempat persembunyian Jia Ming kita harus segera mengambil rekaman itu” ucap Mark dan Langsung berjalan pergi.
Rangga dan Key juga langsung mengikutinya dari belakan
\= Di perjalan menuju ke tempat persembunyian Jia Ming \=
“ Aku tidak menyangka Jia Ming akan menyerah secepat ini. Tapi sayangnya tidak banyak informasi mengenai Jhon yang dia ketahui” ucap Key.
“ Ini sudah lebih dari cukup. Tidakku sangka paman keduaku terlibat dalam hal ini. semasa ayahku masih hidup dia selalu memperlakukan ku dengan baik. Dia berubah hanya semenjak ayahku meninggal, aku pikir dia hanya terlalu terobsesi dan sekedar ingin menguasai harta ayahku saja setelah kepergiaannya. Tenyata kebaikannya padaku dulu hanyalah sebuah trick. Dia sangat serakah hingga dia tega membunuh saudaranya sendiri.” Ucap Mark dengan dingi.
“ Dikeluargaku, aku sudah tidak mempunyai orang bisa ku anggap kerabat lagi mulai saat ini. Sekarang aku hanya mempunyai kalian dan keluarga paman Gu yang menjadi tempatku pulang. Terimakasih kalian sudah menemaniku hingga smpai tahap ini.” lanjut Mark.
Key dan Rangga tertegun dengan ucapan Mark.
Rangga dan Key hanya diam, dia tidak ingin membahas lebih jauh lagi. Karena itu pasti sangat menyakitkan bagi Mark, begitu banyak penghianatan yang dia terima.
***
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 5 sore, di kamar Luna dia masih sibuk melukis. Dia sudah menyelesaikan 2 buah lukisan dan lukisan yang terakhir Luna melukis dirinya bersama dengan papa dan mamanya.
Dari awal Luna sudah menyuruh 2 orang pelayan yang di tugaskan oleh Mark, untuk tidak mengganggunya saat melukis. Jadi saat ini dia hanya sendirian di kamar. Dan 2 orang pegawal tetap berjaga di depan kamarnya.
“ Pa ma, Luna rindu. Beri Luna sedikit waktu lagi, Luna pasti bakalan menjemput papa dan mama.” Bisik hati Luna.
Luna mengambil nafas panjang “ Hufft,, aku sedikit lelah” ucap Luna sambil meletakkan kuasnya dan meregangkan tangan dan pinggangnya.
“ Sebaiknya aku melatih kakiku, jika aku terlalu manja mungkin dia akan lebih lama untuk sembuh” gumam Luna.
Luna kemudian berdiri dengan pelan-pelan, dan dia mencoba melangkahkan kakinya yang cidera dengan perlahan.
' tak tak ' langkah pertama dan kedua Luna berhasil meski masih terasa ngilu.
“ Yess,, aku berhasil. Ucap Luna dengan kegirangan” dan dia mencoba untuk untuk langkah ketiga.
“ Aaakkhh,,” jerit Luna,
“ Tidak, tidak. Aku tidak boleh merepotkan kakak pelayan. Aku harus bisa ke ranjangku sendiri”
Kemudian Luna merangkak untuk pergi ke ranjangnya. Saat merangkak dari kejauhan Luna melihat sesuatu di bawah ranjangnya. Dia sangat penasaran hingga dia merangkak dengan cepat.
“ Yakk,, akhirnya aku sampai” ucap Luna senang saat sampai di tepi ranjangnya.
Kemudian Luna menunduk untuk melihat benda apakah yang dia lihat dari kejauhan itu.
“ Flashdisk?” gumam Luna.
Kemudian Luna mengulurkan tanganya untuk mengambil flashdisk tersebut.
“ Yak, dapat.” Ucap Luna sambil memperhatikan Flashdisk tersebut.
“ Milik siapakah ini? ” Dada Luna tiba-tiba berdetak tak karuan.
“ Kenapa aku tiba-tiba tidak tenang ketika melihat flash ini. apakah ada sesuatu? Baiklaha jika begitu aku akan melihat isinya”.
“ Kakak pengawal, apa kalian ada di luar” teriak Luna.
“ Ya, kami di sini nona”.
“ Baguslah, kalau begitu kalian masuklah, aku ingin meminta bantuan kalian”.
Saat pengawal membuka pintu mereka sangat terkejut karena Luna berada di ranjang.
“ Nona, apa nona merangkak ke ranjang” tanyanya polos.
“ Eh, kenapa mereka tahu ” bisik hati Luna terkejut.
“ Haha,, tidak tidak. Tadi aku mencoba melatih kakiku. Dan ternyata aku sudah bisa berjalan dengan pelan-pelan” helah Luna.
“ Haha,, begitu. Maafkan kami sudah lancang nona”.
“ Tidak apa-apa. Aku ke sini ingin meminta bantuan kalian”.
“ Apa itu nona?”.
“ Bisakah kalian membawakan laptop untukku?, aku ingin melakukan panggilan video dengan layar yang lebih lebar dengan temanku. Hal seperti ini Mark tidak melarangku untuk melakukannya bukan?” ucap Luna dengan senyum.
“ Ah,, tidak tidak nona. aku akan membawakannya untuk nona.”
“ Terimakasih. Dan kakak pengawal satu lagi, bisa bantu aku untuk merapikan lukisanku di tempat kemaren” pinta Luna.
“ Tentu saja nona”
Pengawal tersebut melakukan tugasnya sesuai dengan perintah Luna.
Luna sudah mendapatkan Laptop dan dia menyuruh kembali para pengawal tersebut untuk kembali berjaga di luar. Dan dia juga berpesan agar tidak ada orang yang masuk sebelum dia memanggilnya.
“ Aku sangat penasaran dan jantungku juga jadi tak karuan karenanya. Apa isi flashdisk ini? benar-benar bikin penasaran saja”.
Luna kemudian langsung mencolokkan flashdisk tersebut ke laptop. Luna memperhatikan dengan serius.
__ADS_1
“ I i ini,,,Ini tidak mungkinn,,” Luna sangat terkejut saat melihat isi dari flash tersebut.
Dia menutup mulutnya dan ekspressinya sangat tidak karuan.