
Rangga membersihkan serpihan gelas yang pecah. Seketika itu dia juga melirik Mark, dia melihat ekpresi Mark tidak tenang.
“ Ada apa Mark?”
“ Aku merasa tidak tenang” sambil beridiri. Dia mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan.
‘ tuut tuutt’
“ Halo Mark, apakah urusan sistem sudah aman?” sambil memutar kepalanya.
Di depan pria itu ada seorang pria yang di ikat dengan rantai dan sudah berlumuran darah.
“ Ini aman” Mark mendengar suara dera nafas orang yang berat di telvon tersebut. Dia semakin tidak tenang.
“ Louis kamu dimana sekarang?” tanya Mark.
“ Aku di markas Bai.”
“ Aish..sial.Lalu bagaimana dengan Luna?, apa kau tidak mengikutinya sampai rumah?” tanya Mark penuh emosi.
“ Tidak. Aku pikir itu akan aman-aman saja. Jadi aku memutuskan untuk mengintrogasi.”
“ Kenapa kau bertindak gegabah?”bentak Mark dengan lantang dan langsung memutuskan panggilan.
Louis sangat terkejut mendengar suara kemarahan Mark. Dia juga merasakan sesuatu.
Matanya memerah, dia langsung mengambil topinya dan meninggalkan Markas.
Sementara itu di Markas A semua orang memandangi Mark dengan heran dan khawatir. Karena dia terlihat begitu emosi.
Mark tidak memperdulikan apapun. Dia langsung menelvon Luna, namun tidak di ada jawaban.
Pada saat yang berasamaan, ponsel Luna masih tergeletak di dalam mobil yang sudah menabrak pagar jembatan itu. Serta saat itu ada 2 orang pria yang sudah bersiap-siap untuk menabrak mobil Luna dengan truck besar.
“ Apa sudah siap? ”
“ Sip. Sekarang posisinya sudah pas” sambil mengacungka jempol.
Di dalam mobil itu mereka meletakkan 1 orang yang sudah sekarat dan berlumuran darah sebagai pegemudi. Hal ini dilakukan agar kecelakaannya terlihat lebil alami.
Mereka mengendalikan jalan truck besar itu.
‘ zhrrttt ‘ ponsel Luna masih bergetar dari Mark.
Truk besar itu semakin mendekat dan akhirnya.
‘ Brackkk ‘ sebuah tabrakan yang kuat hingga mobil Luna terlempar ke bawah jembetan dan tengenggelam di dalam air.
Saat di alam air ponsel Luna masih bergetar dan itu adalah panggilan dari Jiang He.
Dua pria yang bertugas itu melihat ke bawah jembatan dengan tatapan puas. Karena mereka melakukan pekerjaannya dengan baik.
“ Baiklah sekarang kita laporkan pada bos” sambil berjalan menuju mobil mereka.
“ Ok” sambil mengikuti.
Mereka masuk langsung melajukan mobil mereka dengan kecepatan penuh.
Tak lama selepas kepergian mereka, Jiang He datang dari kejauhan.
Saat melihat sebuah truck yang sudah di penuhi asap di tepi jembatan. Jiang He langsung tidak tenang dan khawatir.
“ Apa ini? tidak mungkin” dengan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
‘ sreetttt ‘ Jiang He langsung memberhentikan mobilnya saat dia sampai dan langsung keluar.
__ADS_1
Dia langsung melihat melihat mobil itu. Dimana kepala truck itu sudah berada di atas pagar pemabatas. Dia melihat pengemudi truck itu sudah penuh darah dan sudah tak bergerak sama sekali. Jika dia menolong juga tidak mungkin, karena itu berbahaya.
Lalu Jiang He melihat ke bawah jembatan, airnya sangat tenang. Sungai itu sangat dalam, jadi tidak akan terlihat walau ada mobil yang tenggelam. Apalagi saat itu malam hari, hanya pantulan cahaya lampu saja yang terlihat.
“ Aku harap ini kecelakaan tunggal.“ bisik hatinya sambil mengambil ponselnya untuk laporkan kecelakaan pada polisi.
Jiang He melakukan panggilan sambil berjalan menuju mobilnya.
“ Saya melaporkan ada kecelakaan di jembatan X. “
“ Baiklah terimakasih atas laporannya. Kami akan segera ke lokasi.”
“Ya. sama-sama” sambil memutuskan
Saat Jiang He mengakhiri panggilan. Tiba-tiba dia melihat sesuatu yang berkilau di aspal.
Jiang He mendekati benda itu, ketika dia melihat benda itu alangkah terkejutnya dia. Karena itu adalah kalung yang dia berikan pada Luna.
Dia langsung mengambilnya dengan cepat.
“ Kalung ini…” dengan sorot mata keputus asaan.
***
30 menit kemudian tempat kecelakaan sudah ramai dan di penuhi oleh polisi, ambulance serta beberapa repoter yang sedang menyiarkan berita.
Di dalam sungai orang-orang sedang mengevakuasi mobil Luna. Serta ada team yang menelusuri sungai untuk mencari jasad Luna yang tidak mereka temukan.
Tentu saja berita ini menggeparkan negeri.
“ Kecelakaan Maut Luna Aliester: Jasadnya belum di temukan” berita itu menjadi topic utama. Di seluruh platform media.
Jiang He berada di tepi sungai sembari memandangi orang yang sedang mengevakuasi dengan wajah yang terlihat frustasi.
Dia memegang erat kalung Luna dengan sorot mata yang memerah.
Dari kejauahan dia melihat Mark yang baru datang dan langsung di sambut oleh polisi. Jiang He melihat wajah Mrk yang tenang-tenang saja saat berbincang dengan polisi tersebut membuat dia semakin marah.
“ Kami akan melakukan yang terbaik tuan” ucap poilisi itu pada Mark.
“ Baik. Selidiki semuanya dengan baik. Teamku akan bekerjasama dengan polisi. ”
“ Baik tuan.”
Kemudian Rangga mengambil alih, dia dan beberapa orangnya mengikuti polisi itu.
Sementara Mark pergi mendekati Jiang He.
“ Jiang He aku dengar kau yang melaporkan kecelakaan ini. Apa kau mengetahui sesuatu?” tanya Mark tanpa basa basi.
“ Cih..kau berani menanyaiku? Ini yang kau sebut melindunginya? Hah..dan sekarang kau terlihat sangat tenang di saat semua orang membicarakan telah mati.”
“Jiang He aku rasa kau tidak bodoh. Ini bukan kecelakaan biasa. Aku yakin kau sendiri tahu bahwa Luna berada di tangan seseorang. Jika kau percaya bahwa Luna juga tenggelam mengapa kau berdiam diri di sini?” balas Mark dengan sorot matanya yang tajam menatap Jiang He.
Jiang He mengusap wajahnya.
“ Baiklah. Aku tidak ingin berdebat dengan mu. Karena yang terpenting sekarang adalah keselamatan Luna. Mari kita bekerjasama.”
Mark menatap Jiang He dengan dingin.
Lalu kedua pria itu langsung berjalan menuju mobil Jiang He. Saat mereka sudah di dalam mobil Jiang He memulai penjelasannya.
“ Sebelum aku datang ke negara ini, aku sudah mendapatkan beberapa informasi dari orang tidak di kenal. Mereka terus mengirimiku paket misterius. Mulai dari tentang pertunangananmu, hubunganmu yang tidak baik dengan Luna, hingga foto kecelakaan orang tua Luna.”
Mendengara Hal itu, Mark langsung menatap tajam Jiang He.
“ Begitupun hari ini, aku juga menerima pesan misterius. Tapi hal ini terlihat berbeda dengan paket misterius yang biasa ku terima.
Saat itu orangku mengambil mobil di parkiran dia menemukan memo di pintu mobil yang berisikan tulisan ‘ Aku dan Luna akan bertemu ‘ dan dia juga menuliskan alamatnya.
Saat pengawal memberitahuku, tanpa pikir panajng aku langsung pergi ke sini sendirian.
Dan dalam perjalanan aku menerima sebuah email misterius yang berisikan rekaman suara wanita yang menagatakan akan menghabisi nyawa Luna.
__ADS_1
Aku sangat putus asa, hingga tidak bisa berfikir dengan jernih dan bertindak sendirian. Jika seandainya aku bisa berfikir jernih aku bisa meminta bantuan dan bisa mencegat rencana jahat wanita ini.”
“ Jangan salahkan dirimu. Ini memang sudah di rencanakan dengan baik. Jikapun kau meminta bantuan, Luna akan tetap di tangan mereka. Karena mereka melakukannya dengan selang waktu yang berbeda. Ketika Luna sudah sampai di Lokasi sedangkan kau masih berada di jalan menuju ke sini.”
“ Kau benar. Kenapa kau bisa tahu?” tanya Jiang He terkejut, karena Mark bisa menebak situasinya.
“ Hal ini sangat mudah di tebak.”
Jiang He menatap Mark, “ Pantas dia setenang ini. dia sudah memperkirankan semuanya. Sekarang apa dia sudah ada solusi?” bisik hati Jiang He.
“ Kau benar. Mark aku menemukan Kalung ini di aspal. Ini adalah kalung yang aku berikan pada Luna” sambil memperlihatkan.
Mark langsung mengambil kalung itu dengan tatapan dingin.
“ Jadi kalung yang selalu dia kenakan adalah dari Jiang He ” bisik Hatinya.
“ Karena kalung ini aku merasa sedikit lega. Karena menandakan bahwa Luna tidak ikut tenggelam. Mereka menculik Luna, lalu menabrak mobilnya. Ya seperti ini yang memungkinkan. Karena jika memang Luna tenggelam dengan mobil itu, tidak mungkin kalungnya berada jauh di seberang kecelakaan” jelas Jiang He.
“ Kau salah. Kalung ini bukannya jatuh dengan tak di sengaja. Tapi ini kode yang berikan Luna pada kita.” ucap Mark dengan sorot matanya yang tajam.
Jiang He sangat terkejut mendengar ucapan Mark, lalu dia menatap Mark.
“ Luna aku pasti akan menemukanmu” tekad Mark sambil menggenggam kalugng itu.
***
\= di Sebuah Vila \=
Luna berada di sebuah ruangan yang cahayanya redup. Dia duduk di kursi dengan tangannya di ikat di kursi dan mulutnya di perban, serta darah di keningnya di biarkan begitu saja.
Ruangan itu Luas, tapi di sana hanya ada sebuah meja dan 2 kursi yang saling berhadap-hadapan.
Di dalam ruangan itu juga ada beberapa orang yang mengawasinya.
Tatapan Luna sangat dingin, dia hanya memandangi meja yang ada di depannya.
“ crak..” tiba-tiba pintu terbuka.
“ Bos..” sama semua orang yang berada di sana.
Sontak Luna juga langsung mengangkat kepalanya dan menatap wanita.
Penampilan wanita itu masih sama, dia masih menutupi wajahnya.
Dia berjalan mendekati Luna, lalu duduk di berhadapan. Lalu dia melepaskan perban di mulut Luna.
“ Luna Aliester bagaimana perasaan anda sekarang? lihat sekarang semua orang sudah membicarakan kematian anda! bahkan sebelum menemukan jasad anda.”
Sambil memperlihat berita tentang kecelakaan Luna.
Luna melihat title yang ada di berita itu. Lalu dia hanya hanya smirk yang terukir di bibirnya dan mengalihkan pandangannya.
Melihat reaksi Luna yang masa bodoh, wanita itu langsung berdiri mendekati Luna.
Dia menjabak rambut Luna dengan kasar.
“ Luna sepertinya kau memang sudah mempersiapkan dirimu dengan baik untuk mati di tanganku. Tapi aku tidak akan membuatmu mati dengan mudah.” Bisiknya pada Luna.
Meskipun sudah di perlakukan seperti Luna, Luna juga tidak menjawab sama sekali. Dia tetap diam dengan sorot mata dinginnya.
“ Masih tidak mau bicara? Huh..baiklah. Malam ini kau beruntung” sambil melepaskan rambut Luna dengan kasar.
“ Matikan semua pencahayaan, buat ruangan ini segelap-gelapnya dan tinggalkan dia sendirian” perintahnya sambil berjalan menuju pintu.
“ Kau mengenal dengan sangat baik apa yang ku takuti” ucap Luna tiba-tiba dengan sorot mata tajamnya memandangi punggung wanita itu.
Langkah wanita itu langsung terhenti mendengar ucapan Luna.
“ Aku pernah mendengar bahwa orang yang paling dekat dengan kita adalah orang yang berpeluang paling besar untuk mengkhianati kita.” ucap Luna secara menohok.
“ Kau menghinaku?”
“ Aku tidak menghinamu, aku hanya mendeskripkanmu L o u Hyena…” ucap Luna dengan sorot mata tajamnya.
__ADS_1
Bersambung..
Mohon Cek komentar Author di eps ini ya!!! ada info penting.