TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
FLASHBACK


__ADS_3

“ Mark, apa saja yang di bicarakan papa padamu?” tanya Luna yang masih berada dalam pelukan Mark.


“ Kami membicarakan banyak hal.”


“ Apa papa melakukan sesuatu?”


“ Maksudmu?”


Luna mendongakkan wajahnya untuk menatap Mark.


“ Ya.. semacam papa menunjukkan kekuasaannya.”


“ Luna maksud kamu apa?” dengan mengerutkan dahinya.


“ Apa Mark bodoh?, kenapa dia tidak mengerti sama sekali maksudku. Aku mana mungkin langsung berterus terang jika papa sudah mengetahui keadaan yang sebenarnya. setidaknya hal ini di bicarakan secara perlahan” Gumam Luna dengan menahan kesal.


“ Mark.. seperti yang kamu ketahui jika papa masih mengira bahwa Lixing dan semuanya masih atas nama dia. Jadi saat papa datang tadi, dia bagaimana?” sambil melepaskan dirinya dari pelukan Mark dan berjalan menuju sofa. Nada bicaranya terdengar kesal.


“ Tidak ada yang aneh. Saat papa dan mamamu datang mereka langsung datang ke ruanganku, bahkan mereka datang melewati Lift dari parkiran bawah tanah, jadi tidak ada yang menyadari kedatangannya.” Mark duduk di samping Luna.


“ Benarkah? Tapi semalam..” Luna berhenti sejenak, karena dia merasa aneh. Dan dia juga mengingat betapa kesalnya dia semalam, karena ketika dia mencoba menelvon Mark untuk menceritakan tentang keanehan papanya pada Mark, tapi Mark tidak menjawab telvonnya. Bahkan dia sudah menelvon Mark puluhan kali tetap saja tidak ada jawaban. Namun saat ini dia tetap mencoba untuk menahannya.


“ Mark aku merasa ada yang aneh dengan papa…”


“ Ssttt.. “ Mark memotong kalimat Luna dengan meletakkan telunjukknaya di bibir Luna.


“ Kamu jangan berfikiran yang tidak-tidak. Sifat aneh atau apanya tidak perlu kamu permasalahkan. Dan mengenai Lixing, rumah atau property lannya, jangan difikirkan.”


“ Tapi Mark..”


Mark menarik Luna ke dekapannya, “ Sudah jangan di bahas lagi. Aku tidak ingin mendengar celetohanmu tentang ini. Aku masih sangat rindu.” Mark memeluk Luna kembali, dia meletakkan dagunya di bahu Luna. Hingga dera nafas Mark terdengar sangat jelas oleh Luna.


“ Mark tapi semuanya harus di perjelas agar tidak ada kesalahpahaman.”


“ Sayang.. tidak ada yang salah paham di sini. Semuanya baik-baik saja, percayalah padaku!”


Luna terdiam , karena dari cara Mark memeluknya dia merasakan sesuatu yang berbeda. Begitu banyak gejolak emosi.

__ADS_1


“ Sayang maaf semalam aku tidak menjawab telvonmu.” Bisik Mark dengan suara berat.


“ Hemm..” hati Luna melunak karena melihat kekasihnya yang terdengar sedikit rapuh. Dia melupakan kekesalannya yang sebanarnya ingin sekali dia ungkapkan.


“ Tidak marah?”


“ Mana mungkin aku marah jika kamu sudah menyadari kesalahanmu.”


“ Terimkasih sayang. Tapi kenapa terlambat datang ke kantor?”


“ Aku terlambat bangun dan aku jam di kamar juga keliru” dengan tawa canggung.


“ Sepertinya kita memang harus berlibur.”


“ Haha..tidak sayang. Ini tidak sengaja, ke depannya tidak akan terulang lagi.”


Mark tersenyum pendengar penjelasan Luna yang begitu canggung.


***


“ Mark ini benar-benar menarik. Hyena tiba-tiba menjadi pusat permasalahan dari semuanya, bahkan dia berkaitan dengan Jhon. Pantas saja beberapa penyerangan yang mereka lakukan akhir-akhir ini berbeda dengan cara kerja Jhon, ternyata dialah yang melakukannya. Aku sangat penasaran bagaimana ini bisa terjadi.” Ucap Louis penuh penasaran.


“ Akan segera kita temukan jawabannya. Dan untuk paman keduaku, kita tinggal selangkah lagi dan aku akan benar-benar menghancurkan hal yang menjadikan dia gelap mata. Demi kekayaan dan kekuasaaan dia berani menyingkirkan ayahku, maka aku akan mengambil semuanya.”


“ Ok, tapi kau tetap berhati-hatilah. Banyak mata yang mengawasimu.”


“ Aku mengerti.”


Mak mengakhiri panggilan vidionya dengan tatapan matanya yang dingin.


“ Hutang kalian padaku, akan ku tagih satu persatu.”


\= di rumah Luna \=


Luna duduk di teras balkon kamarnya, dia memadangi gelapnya langit malam, tanpa pencahayaan bintang dan bulan. Di tangannya terdapat foto dia dan Hyena dengan menggunakan seragam sekolah, namun pandangannya sayu, perkataan papanya mengenai Hyena selalu terlintas di pikirannya hingga membawa dia mengingat tentang kejadian masa lalu.


FLASHBACK ON

__ADS_1


Saat pulang sekolah Luna lansung melihat kelincinya yang baru saja melahirkan. Dia berjalan dengan semangat dan ceria menuju kandang peliharaannya itu. Tapi ketika dia sampai, dia tidak mendapati kelinci di kandang. Sementara 4 bayi kelinci terlihat resah.


“ Ya ampun Bibib, apa kau masih saja berkeliaran di taman. Kau tidak peduli dengan bayimu ya?” celoteh Luna.


Luna meletakkan tas sekolahnya dengan asal demi mencari Bibib si induk kelinci yang baru saja melahirkan 3 hari yang lewat.


“ Bibib.. where are you..” panggil Luna sambil menelusuri tamannya dengan berjongkok. Karena biasanya kelincinya itu sering bersembunyi di dekat taman mawarnya. Sehingga Luna menyuruh pelayan untuk selalu menyediakan makanan di sana agar kelincinya tidak bermain lebih jauh lagi.


Luna telah menelusuri taman mawarnya, tapi dia tidak menemukan sama sekali keberadaan kelincinya, bahkan makanan yang biasa di sediakan masih utuh tidak rusak sama sekali.


“ Kemana perginya? Kenapa tidak ada di sini? Bibib..kamu setelah melahirkan semakin agresif saja ya, baru kali ini aku tidak menemukanmu. Awas saja jika nanti aku akan menghukummu karena tidak memperhatikan bayimu “ celoteh Luna sambil berdiri.


Luna berpindah ke sisi lainnya, dia terus memanggil nama kelincinya. Hingga pada sebuah balik pohon, Luna mendengar sebuah suara kasak kusuk yang mencurigakan.Dia tersenyum bahagia, dia sangat yakin bahwa itu pasti kelincinya. Luna berjalan dengan sangat pelan agar si Bibib tidak menyadari kedatangannya.


Luna sudah sampai di pohon tersebut, dia berencana untuk langsung menagkap basah kelincinya, tapi tiba-tiba mendengar suara rintihan kelincinya. Luna sangat terkejut, hingga dia langsung melihat ada apa di balik pohon itu.


Alangkah terkejutnya Luna, saat mendapati punggung seorang wanita dengan tangannya menghujam pisau yang sudah berlumuran darah. Wanita itu yang tak lain adalah Hyena.


“ Matilah.. mati saja sana” sambil menusuk-nusuk dengan pisau dan pisau itu sudah penuh darah dan suara kelinci itu juga sudah tak terdengar lagi.


Luna menutup mulutnya dan air mata yang sudah mengalir di sudut matanya. Dia tidak percaya dengan apa yang sudah dia lihat.


Luna memilih untuk diam dan tidak menghampiri Hyena yang masih menusuk-nusuk kelinci yang sudah tidak bernyawa lagi.


“ Bibib..” rintih Luna dengan tetap menutup mulutnya, agar Hyena tidak menyadari keberadaannya. Dia bersandar di balik pohon, sampil mengintip begitu kejamnya Hyena menusuk kelinci kesayangannya.


Seragam sekolah Hyena sudah berlumuran darah dan wajahnya juga terkena cipratan darah kelinci tersebut. Dia berhenti menusuk setelah dia merasa puas, lalu dia membuang pisau yang dia gunakan secara asal.


“ Kau hanyalah hewan, tapi beraninya kau menyakiti Luna dan bahkan mengambil kasih sayang Luna dariku.” Ucap Hyena sambil dengan nada yang mengerikan. Kemudian dia pergi begitu saja.


Setelah Hyena pergi jauh, Luna keluar dari balik pohon itu dan lansung memeluk si Bibib yang sudah tak bernyawa lagi. Luna menangis histeris.


“ Hyena.. Bibib hanyalah seekor binatang. Kenapa kamu bisa sejahat ini.. Bibib tidak menyerangku. Waktu itu dia hanya sensitif saja karena akan melahirkan dan melompatiku dengan kasar“ ucap Luna dengan air mata yang terus mengalir.


Luna mengambil pisau yang di gunakan Hyena untuk membunuh Bibib, dia menggali tanah dengan air mata yang terus bercucuran dan mengubur kelincinya itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2