TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
PESTA PERTUNANGANAN (2)


__ADS_3

“Tuan, apa kita perlu menangkapnya sekarang?“ tanya orang kepercayaan Mark.


“Jangan buru-buru.“


***


“Tapi, kakak kenapa bisa di sini? Bukankah kakak sibuk?”


“Luna itu tidak penting. Aku sudah mengetahui keadaanmu sekarang, oleh karena itu aku datang.”


Luna terkejut dan melepaskan pelukannya, “A-apa maksud kakak? aku baik-baik saja.” Luna berusaha menyembunyikannya dari Jiang He.


“Luna, aku tahu kau tidak mencintai pria itu, dan aku merasa ada yang janggal dengan semua kejadian di keluargamu. Dimana Papa dan Mamamu? Aku sudah banyak mengerahkan orang-orang ku untuk mencari tapi sampai sekarang mereka belum menemukannya. Kamu sendiri juga tidak tahu dimana mereka kan?”


“Aku tahu dimana Papa Mamaku. Tidak ada hal buruk yang terjadi.“ tegas Luna berusaha menyakinkan Jiang He.


“Luna jangan berbohong padaku!“


“Aku tidak membohongi kakak.“


“Jadi pria itu, kamu mencintainya? Lalu kenapa orang tuamu tidak hadir? kamu bisa menjelaskannya?!”


Luna tersenyum, “ Mark Rendra, tentu saja aku mencintainya. Kami saling mencintai. Mengenai orang tuaku, apa kakak tidak mendengar berita hari ini? mereka kurang sehat karena misinya untuk mengelilingi dunia. Setalah pesta di sini, aku dan Mark akan menjenguk mereka dan juga akan mengadakan pesta pribadi di sana.“


”Ini.. ini tidak mungkin.“ Jiang He tidak percaya dengan penjelasan Luna.


“Seberapa banyak yang kakak ketahui tentang keluargaku? Kenapa kakak bersikeras tidak percaya dengan apa yang aku katakan?” tanya Luna dengan sedikit emosi.


Tok! tok!


Seseorang mengetuk pintu.


“Nona apa anda baik-baik saja? ada penyusup datang ke sini.” teriak pengawal dari Luar.


Luna dan Jiang He menatap Pintu.


“Tidak ada waktu lagi, sepertinya orang suruhan ku sudah tertangkap. Luna, ikutlah denganku. Aku akan melindungi mu.” ucap Jiang He sambil mengulurkan tangannya.


Tok! tok!


Pengawal menggedor pintu semakin kuat.


“Nona, kami akan mendobrak pintunya.”


“Aku tidak apa-apa, tidak ada penyusup yang masuk ke ruangan ini. Aku sedang memperbaiki gaunku. Kalian pergilah.” jawab Luna.


“Tapi nona, pintunya.“


“Masih berdiri di sana?! Apa kalian ingin mengintip ku? Kalian pergilah!” bentak Luna.


“Baiklah, Nona.“ ucap pengawal itu dan pergi.


Luna melanjutkan pembicaraannya dengan Jiang He.


“Aku rasa kakak sudah salah paham. Kenapa kakak datang dengan cara seperti ini? sekarang pergilah. Jika kakak tertangkap aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan kakak.”


“Luna!”


Luna berbalik badan membelakangi Jiang He.


Melihat Luna seperti itu, hati Jiang He sakit dan sangat Marah, "Baiklah, jika ini pilihanmu. Tapi, ingat! aku akan kembali lagi. Aku tidak akan membiarkanmu menanggung semua ini sendirian. Jaga dirimu baik-baik.“


“Oh iya, bunga Irish kuning yang ku kirim apa kamu menyukainya? kamu dan bunga itu memiliki makna yang sama bagiku.” ucap Jiang He dan pergi melompati balkon.


Luna berbalik badan dan melihat ke balkon, Jiang He sudah tidak terlihat lagi.


Ternyata memang dari kak Jiang He.


“Maafkan aku kak. Aku hanya tidak ingin menyeretmu dalam masalahku.” ucap Luna dan air matanya menetes.


Mark yang masih memantau di layar hanya tersenyum sinis dengan tatapan matanya yang dingin.


Luna menangis karena pria itu? hah!


“Apa kita melepaskannya begitu saja, Tuan?”


“Iya, tidak apa-apa. Ini tidak akan adil baginya jika kita terlalu cepat menangkapnya. Lagian Luna memilih untuk tetap tinggal, ini akan menjadi semakin menarik.”


Mark berdiri, tuxedo dan dasinya lebih dirapikan, "Kedepannya hari-hariku akan semakin seru. Baiklah, pesta akan segera di mulai. Aku akan menjemput wanitaku.”


Mark berjalan menuju ruangannya Luna.


Jiang He telah berhasil kabur, dan segera pergi ke parkir bawah tanah dan memasuki mobilnya.


Luna, beri aku sedikit waktu lagi. Aku akan segera pergi ke sisimu.


Jiang He dan melajukan mobilnya dengan kencang.


***


Mark sampai di ruang rias. Pengawal membukakan pintu untuk Mark, ketika masuk penata rias sedang memperbaiki riasan Luna.


"Kenapa lama sekali?"


“Tuan muda, tadi nona Luna matanya kelilipan, jadi sedikit merusak riasannya. Saya baru saja memperbaikinya.” jelas penata rias.


“Baguslah, wanitaku memang harus terlihat sempurna malam ini.“ ucap Mark dengan senyum.


Mark mendekati Luna. Tadi gadis ini sudah memeluk pria lain, dia harus mensterilkannya.


Mark membungkuk dan menyulurkan tangannya, “Sekarang anda sudah siap Tuan putriku?” ucap Mark.

__ADS_1


Melihat tingkah Mark, Luna terkejut hingga mengedipkan matanya beberapa kali.


Mark melihat Luna dan memberi isyarat untuk memberikan tangannya.


Luna tersadar dan mengulurkan tangannya dengan ragu-ragu.


Mark memegang lembut tangan Luna dan berdiri dan langsung memeluknya.


Semua orang di sana saling lirik, menunduk, dan berbisik.


“Sangat romantis.“


“Membuat jiwa jombloku meronta.“


Luna bingung dengan tindakan Mark yang seperti itu, dia berusaha melepaskan diri dari pelukan Mark. Tapi, Mark menahannya dan memeluk lebih erat.


Tadi berapa lama kamu memeluk pria itu? aku harus memelukmu lebih lama agar bisa mensterilkannya.


Si brengsek ini kenapa? Dia berusaha mencari keuntungan dariku lagi. Ada banyak orang di sini, aku tidak bisa melawan.


Beberapa saat kemudian Mark melepaskan pelukannya, dia memegang bahu Luna lalu mencibit pipi Luna.


Apalagi ini?


Luna semakin kesal


“Ok, ini sudah saatnya kita keluar. Semua tamu sudah menunggu kita.” ucap Mark dengan senyuman.


Mark dan Luna keluar menuju aula pesta bergandengan tangan yang di ikuti oleh beberapa orang pengawal di belakangnya.


.


.


Mereka telah sampai di aula.


“Selamat datang untuk semua tamu undangan yang sudah hadir pada acara pertunanganan Tuan Muda Mark Rendra dan Nona Aliester pada malam ini. ” ucap Mc dan semua perhatian teralihkan ke sumber suara.


“Baiklah, terimakasih atas perhatian para tamu undangan. Acara pertunangan akan segera mulai, oleh karena itu mari kita persilahkan Tuan Muda Mark Rendra dan Nona Luna Aliester untuk maju kedepan.” ucap Mc dengan semangat.


Mark dan Luna pun muncul dengan bergandengan tangan dan senyuman yang indah melingkar di bibir keduanya.


Mereka keluar bagaikan pangeran dan putri kerajaan. Tampan dan cantik, berkarisma dan elegan. Mewah dan berkuasa.


Kemunculan mereka di sambut dengan tepuk tangan yang sangat meriah, begitu banyak yang memuji mereka.


Pasangan yang sangat serasi. Mereka sangat beruntung. Sayangnya aku baru mengenal Luna. Jika aku kenal lebih cepat, aku ingin dia menjadi kakak iparku. Oh kakakku yang malang.. aku baru kali ini mendengar dia mau mendekati seorang perempuan duluan. Tapi perempuan itu bertunangan hari ini. Bisik hati Alexa, dia melirik dengan ekspressi kasihan pada Alexs yang berada di sampingnya.


“Kamu kenapa memandangiku seperti itu?” Tanya Alexs.


“Kakak, apa kamu tidak sedih?”


“Haha.. tidak, tidak. Aku hanya asal bicara saja.”


Mark dan Luna saling memasangi cincin dan sekali lagi tepuk tangan pecah begitu meriah untuk mereka.


Setelah itu Mark mengajak Luna untuk berdansa.


Mark membungkuk dan mengulurkan tangannya.


“Tuan putriku, mari kita nikmati mala mini. berdansalah denganku." ucap Mark dengan lembut.


Luna mengulurkan tangannya. Mereka berjalan ke tengah


Clap!


Mark menjentikkan jari dan musik segera mulai, orang-orang mengelilingi mereka.


Melodi berjalan dengan santai dan romantis dan beberapa saat kemudian melodi berubah semakin cepat.


Luna terkejut dan menatap Mark.


“Jangan khawatir, ikuti saja gerakanku.” bisik Mark dengan Lembut.


“Aku tidak khawatir, aku sangat suka dengan dan Viennese Waltz ini, apa kamu siap?” ucap Luna dengan bersemangat.


“Tentu saja.” ucap Mark dengan senyum.


Mereka mulai berdansa mengikuti melodi yang cepat.


Dansa Viennese Waltz merupakan dansa yang gerakannya cepat dan sulit, tapi postur dansanya sangat indah, memberikan orang-orang pemandangan yang menyenangkan.


“Cantiknya, gerakannya sangat bagus.”


“Dansanya sangat mengagumkan, setiap gerakannya sangat anggun.”


“Dansa ini sangat sulit. Tapi, mereka dapat melakukannya dengan sangat baik, seperti seorang professional. Tidak di sangka orang sibuk seperti mereka mempunyai waktu untuk mempelajari dansa ini.”


“Mereka akan menjadi pasangan terbaik dan popular tahun ini.“ ucap yang lainnya.


Melodi akan berakhir dan temponyapun semakin cepat. Luna mengakhiri dansa dengan Ekspresi yang bermatabat, elegan dan seperti peri.


Prok! prok! prok!


Tepuk tangan lagi-lagi memenuhi ruangan.


Luna tersenyum puas, melihat Luna tersenyum seperti itu Markpun ikut bahagia. Dia belum pernah melihat senyum ini sebelumnya.


Selanjutnya para tamu mencari pasangan masing-masing untuk berdansa. Tapi, dansa kali ini dansa Waltz pelan, sehingga suasana romantis akan lebih terasa.


 

__ADS_1


Mark dan Luna juga menikmati dansa ini.


“Apa kamu bahagia? “ tanya Mark di tengah berdansa.


“Bahagia? Aku sudah lupa dengan perasaan itu.” jawab Luna.


“Sungguh? Tadi aku melihatpun tersenyum puas saat kita menyelesaikan dansa.”


“Itu hanya karena karena aku pusa bisa menyelesaikannya dengan baik, tidak ada hubungannya dengan pertunanganan itu.” jawab Luna kesal.


Mark tidak marah, dia hanya tersenyum lembut, "Tidak apa-apa, yang jelas aku bisa melihatmu tersenyum hari ini."


Tiba-tiba gerakan Luna tidak seimbang.


“Apa kamu lelah?” Tanya Mark.


“Tidak.” ucap Luna dan menggelengkan kepalanya.


“Sudahlah, jangan di paksakan. Kamu memakai hight Heels yang runcing, itu pasti tidak begitu nyaman.” ucap Mark dan menggendong Luna keluar dari arena dansa.


“Ehh, tapi ini..” Luna terkejut dan ingin meronta tapi hanya bisa menurut saja saat itu.


Mark membawa Luna duduk di sofa, beberapa orang menghampiri mereka memberikan ucapan selamat.


"Luna tadi kau sangat mengagumkan." ucap Nindy.


Alexa juga menghampiri Luna, tapi dia hanya tersenyum saja pada Luna.


Dia masih bisa menunjukkan sikap lembutnya di depan orang banyaa, bisik hati Luna dan membalas senyum Alexa.


Sementara Mark pun di kelilingi oleh temannya sehingga mereka terpisah. Mereka sibuk berbincang dengan teman mereka masing-masing.


Dari kejauhan Mark memperhatikan Luna. Dia melihat Luna sudah tidak nyaman dan seperti menahan sakit. Lalu Mark pamit pada teman-temannya dan menghampiri Luna.


“Maaf sebelumnya, aku harus menculik Luna dari kalian. Sepertinya dia kurang sehat aku harus membawanya beristirahat. ” ucap Mark dengan lembut pada teman-teman Luna.


“Haha..baiklah, kami mengerti.”


Syukurlah, jika dia tidak datang, aku tidak tahu seberapa lama lagi aku bisa tersenyum sambil menahan rasa sakit ini.


“Nikmatilah pestanya, kami permisi dulu.“ ucap Mark.


Mark melepaskan jasnya dan memberikannya pada Luna.


“Ini tidak perlu.” ucap Luna.


“Menurut saja.” ucap Mark sambil menggendong Luna.


“Aku bisa jalan, turun aku. mentang-mentang banyak orang yang melihat kita. Kamu mengambil keuntungan dariku.” Luna berusaha menolak. Kesal.


“Kakimu sakit, aku tahu itu. Jika kamu masih memaksa untuk jalan, nanti kamu bisa terjatuh di depan orang banyak. Aku tidak mau kamu membuatku malu.“ ucap Mark dengan nada mengejek.


Mendengar ini, Luna tidak tahan untuk tidak memutar bola matanya. Dasar, sialan!


***


Di kamar hotel.


Mark menurunkan Luna di sofa dengan pelan,


“Kamu semakin kurus saja.”


Luna terkejut, “ Aaa., dasar mesum! Ternyata kamu benar-benar mengambil kesempatan tiap kali menggendongku. Heiii! kamu menyentuhku di bagian mana?” teriak Luna sangat kesal sambil mendorong Mark.


“Haha... pemarah sekali.“


“Untuk ke depannya kau jangan pernah menyentuhku lagi.”


Mark hanya tersenyum dan membungkuk di depan Luna dan memegang kakinya.


“Kamu ini mau apa?” Tanya Luna terkejut,


Mark melepaskan Hight Heels Luna.


“Aww.. ini perih.“ ucap Luna sambil menggigit bibirnya.


“Ini lembam, kenapa kamu memilih hight heels seperti ini?” Mark berdesis dan terdengar marah.


“Kamu kenapa memarahiku? Itu mana aku tahu, aku hanya memakai apa yang orang-orangmu berikan padaku. Jangan khawatir, itu hal biasa bagi kami para wanita. Aku tidak akan mati karena ini.“ ucap Luna sambil menggoyang-goyangkan kakinya.


“Sudahlah, lain kali jangan pakai hight heels merek ini lagi. Ini pasti karena kualitasnya tidak bagus. Aku akan menuntut perusahaan mereka.“ ucap Mark


“Hey! kamu jangan berlebihan begini, ini hanya sedikit lembam dan ini juga karena aku sudah lama tidak berdansa Viennese Waltz mengunakan Hight heels seperti ini.“ jelas Luna.


“Jadi lembam ini harus cepat sembuh. Kalau tidak aku akan menuntut mereka.“


“Tersearah! terserahmu saja!” ucap Luna kesal dan memalingkan wajahnya.


Mark pergimengambil air panas ddan handuk kecil, dia membersihkan kaki Luna dengan Lembut.


Melihat Mark yang seperti itu, Luna serasa tidak percaya. Dia hanya memperhatikan Mark begitu serius mengurusnya.


Setelah selesai itu Mark menyeringkan kaki Luna dan memberikan salep untuk menghilangkan rasa sakit.


Ketika Mark sudah selasai, dia melihat Luna dan tenyata Luna sudah tertidur.


Dia masih bisa bisa tertidur dengan keadaan seperti ini? dia memang tidak ada mawas diri. Dia tidur dengan tenang saat hanya berduaan dengan pria di kamar hotel. Mark menggeleng-gelengkan kepalanya.


Dia menggendong Luna ke ranjang dan merapikan selimut untuk Luna. Dia memandangi wajah Luna yang sudah tertidur pulas.


“Untung aku pria baik-baik.”

__ADS_1


__ADS_2