TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
HYENA: BALAS DENDAM


__ADS_3

‘ Dor..’ suara tembakan yang kuat,di akhiri dengan seringai smirk di bibir Hyena. Dia sudah lengkap dengan atributnya.


Kaca hitam menghalau silau, penutup telinga agar tak pekak karena suara letusan dan tembakan, dua buah magazine penuh berisi peluru tertancap di holster melingkar di pinggangnya dan bernbagai jenis pistol berjejer di atas meja. Tangan kirinya tampak menggunakan sarung tangan, sepertinya itu sudah menjadi style sejak kehilangan sebagian jari telunjuknya.


‘ Dor dor ‘dia kembali melakukan tembakan secara beruntun. Sehingga memecahkan keheningan di sebuah Mansion yang terlihat di jaga dengan ketat, baik di luar dan di dalamnya terdapat banyak orang yang berjaga.


Seseorang mengetuk pintu pas saat di tembakan terakhir Hyena. Lagi-lagi dia seringai senyum, dia tampak puas dengan kemampuan menembaknya saat ini. Terlihat seorang pria dan wanita yang masuk. Seorang wanita dengan perawakan lembut, tapi tatapan matanya tajam. Satu lagi seorang pria yang bertotot, dan terkesan sangar.


“ Apa semuanya sudah siap?” tanya Hyena tanpa menoleh, lalu dia meniup ujung pistolnya.


“ Sudah bos, sekarang kita bisa menyerang. Bos bisa langsung ke ruangan.” jawab tegas dari si wanita.


“ Lalu bagaimana dengan taktik kita berikutnya?”


“ Juga sudah siap bos.” Jawab tegas dari pria dengan perawakan sangar itu.


“ Bagus, kirimkan paket kita pada keluarga Aliester!”


“ Baik bos.” 2 orang tersebut langsung berbalik badan, bersegera untuk melaksanankan perintah.


“ Tunggu.” Panggil Hyena yang menghentikan langkah 2 orang itu. Hyena tampak merogoh saku celananya, lalu berbalik badan dan melemparkan sebuah kunci ke arah anak buahnya yang wanita dan kunci itu di tangkap dengan mudah oleh wanita tersebut.


“ Ambil hadiahku dan kirimkan secara Khusus untuk Luna Aliester. Aku harus tetap memberikan kado special atas pernikahannya.”


“ Baik bos.” Jawabnya seraya sedikit menundukkn kepala, lalu langsung berbalik badan dan pergi.


“ Keluarga Aliester, kalian harus membayar ini semua. Aku tahu jika aku egois, tapi terlalu banyak masalah yang beruntun hingga membuatku muak. Kak Jiang He, sekarang giliranmu. Dan untuk kau Mark Rendra, kau punya urusan yang lebih panjang denganku.” Hyena berucap dengan wajahnya yang menggelap. Dia memutar pistolnya, lalu menembak lagi sesuai sasarannya.


Merasa puas dengan tembakannya, lalu dia menaruh kembali pistolnya dengan menghempas kuat di atas meja. Setelah itu dia keluar dari ruangan itu dan menuju ke subuah ruangan yang sudah di penuhi layar yang menampilkan keadaan rumah Luna dan juga Vila Mark. Para pengawal dan yang bertugas di sana langsung berdiri dan menunduk memberi hormat saat Hyena masuk.


“ Apa semua CCTV dan camera tersembunyi sudah di hidupkan?” tanya Hyena sambil duduk di depan laptop.


“ Sudah bos.”

__ADS_1


“ Untuk EDDEN dan Lixing apa sudah dikerjakan dengan baik?”


“ Sudah bos. Orang kita bekerja dengan sangat bagus dan sudah mendapatkan dokumen yang kita perlukan. Sekarang dia sedang mengirimnya pada kita.”


“ Bagus. Kita harus membuat Mark Rendra sibuk dengan kekacauan perusahaannya. Sehingga aku dengan mudah bisa mengendalikan keluarga Aliester.”


“ Tapi bos kedatangan kita sudah di ketahui oleh Mark Rendra. Apa itu tidak masalah?”


“ Tidak masalah. Inilah tujuanku.. Mark Rendra adalah orang yang tidak suka jika EDDEN di sentuh. Aku ingin melihat, antara perusahaan dan Luna mana yang akan lebih penting baginya. Ini akan semakin menarik.” ucap Hyena dengan seringa liciknya.


Notifikasi dari laptonya berbunyi, dengan semangat Hyena membukanya.


“ Huh, baiklah. Sekarang pertarungan akan di mulai.”


Otak-atik terus laptop, lalu di ketukan terakhir lagi-lagi Hyena seringai licik yang menandakan dia sudah melakukan penyerangan untuk EDDEN dan Lixing.


“ Luna akan aku balas kamu 10x lipat dari yang aku rasakan.”


\= Keesokan harinya \=


“ Performa EDEEN Group perusahaan Global sejak semalam mengalami penurunan sehingga menimbulkan keresahan bagi para pemegang saham dan investor. Selain itu hal juga membuat resah berbagai kalangan mengingat EDDEN adalah persahaan besar dunia.


Belum selesai masalah yang satu, timbul masalah lainnya. Pagi ini juga dikabarkan bahwa keadaan Lixing juga sangat meresahkan. Sepertinya ada yang menyerang EDDEN dan Lixing di saat tuan Muda Mark Rendra sedang lengah dengan pesta pernikahannya.”


Seluruh kota bahkan Amerika sebagai ranah beridirnya EDDEN di hebohkan dengan pemberitaan pagi ini.


Dunia internet gencar hingga memaki Luna yang mengatakan jika Luna hanya membawa malapetaka saja. tangan-tangan tak bertanggung jawab mengetik sesuka hatinya dan mengirim komentar penuh makian.


“ Nona jangan membuka internrt ataupun social media lainnya. Aku mohon.” pelayan Zhaon tampak berlutut di depan Luna yang sedang duduk sofa kamarnya. Pelayan Zhaon menundukkan kepalanya dan tangannya tampak saling tarik-menarik ponsel dengan Luna.


Pelayan Zhaon masih sangat ingat bagaimana kesalnya Luna ketika membaca komentar jahat terakhir kali. Dan sekarang jika nonanya melihatnya lagi, dia takut jika nonanya semakin menggila, mengingat komentar kali ini jauh lebih gila dan sangat kasar.


“ Kak Zhaon, aku hanya ingin menghubungi suamiku. Tidak perlu khawatir. Aku tidak tertarik sama sekali dengan komentar jahat itu.” Berusaha menyakinkan, karena pelayan Zhaon benar-benar terlihat khawatir dan memegangi ponselnya dengan erat.

__ADS_1


“ Sungguh nona? berjanjilah padaku.” pintanya mendongakkan wajahnya menatap Luna.


“ Iya.” Jawab Luna singkat, hingga pelayan Zhaon melepaskan ponsel itu.” Berdirilah. Jangan berlutut seperti ini di depanku!” perintah Luna. Dengan cepat pelayan Zhaon langsung berdiri, sehingga membuat Luna tersenyum tipis. Lalu dia langsung melakukan panggila pada Mark.


“ Ya sayang.” jawab Mark yang berada di dalam Markas rahasianya.


“ Sayang apa hal ini tidak terlalu berbahaya. Jantungku tidak kuat melihat berita pagi ini.”


“ Apa kau begitu menyukai saham?” nada bicara Mark yang masih saja menggoda. “ Iya sayang. Lixing adalah milikku. Aku tidak ingin kehilangannya. Serta EDDEN adalah milik suamiku, aku tidak mau suamiku jatuh miskin. Bagaimana dia bisa memanjakanku, jika dia tidak punya uang.” Balas Luna meladeni gurauan Mark.


“ Baiklah, jika begitu aku akan bekerja keras. Kau berhati-hatilah di rumah. Aku masih perlu menyelesaikan banyak hal. Aku akan menutup telvonnya.” Sambil memutuskan panggilan.


“ Hah? Kenapa mematikan duluan? Aku belum selesai bicara Mark Rendra..” teriak Luna sambil membanting ponselnya ke lantai. Wajah kesal Luna terlihat sangat jelas, sehingga pelayan Zhaon yang berdiri hanya bisa menundukkan kepalanya saat melihat nonanya mengamuk.


Sementara itu di tempat lain, terlihat Hyena mengawasi Luna, dia tertawa terbahak melihat Luna yang mengamuk yang terpampang di layar. Baginya ini adalah hiburang yang sangat menyenangkan.


“ Luna, Luna sekarang rasakan oleh bagaimana rasanya tidak di perdulikan. Sakit bukan? Begitulah yang aku rasakan selama ini. Kau baru kali ini merasakan, sudah sangat emosi begini, sungguh sahabatku ini sangat menarik.” Dia masih memandangi wajah Luna di layar yang tampak guling-guling kesal di ranjangnya.


“ Kanny apa hadiahku sudah dikirim?” Tanya Hyena pada 2 oarang semalam.


“ sudah Bos, seharusnya sebentar lagi sampai.”


“ Baiklah. aku sudah semakin tidak sabar untuk melihatnya. Nanti malam kita akan berburu. Ingatlah itu, aku tidak ingin ada cacat sedikitpun. Aku sudah sangat menantikan moment ini. sekarang pergilah dan pastikan orang-orang kita di kediaman Aliester sudah paham dengan tugasnya.”


“ Baik bos.” Menundukkan kepala memberi hormat, lalu pergi menjalankan tugas mereka.


Sementara Hyena tampak masih memandangi Luna di layar


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2