TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
I HAVE TO THINK CLEARLY!!!


__ADS_3

Luna berdiri di tepi atap di sebuah gedung dengan ketinggian 150 meter. Dia menangis sambil menodongkan pistol ke kepalanya sendiri.


“ Luna apa yang kau lakukan, kemarilah! Kau jangan melakukan hal bodoh” teriak Mark.


“ Mark aku sangat membencimu, kau selalu membohongiku. Kau selalu berkata bahwa orangtuaku baik-baik saja, tapi kenyataannya tidak. Apa tujuanmu sebenarnya? Aku lebih baik mati di bandingkan hidup di permainkan olehmu” ucap Luna penuh dengan air mata kebencian dan melihat ke bawah gedung.


“ Luna, aku bisa jelaskan semuanya. Ini hanya salah paham. Aku mohon kembalilah” bujuk Mark sambil berjalan mendekat dan mengulurkan tanganya.


“ Kau jangan mendakat…aku tidak butuh penjelasan apapun lagi darimu” teriak Luna sangat histeris dan depresi.


“ Mark sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkanmu. Bahkan roh ku pun akan mengutukmu” sambil menekan pelatuk pistol.


‘ Dorr..’ dan dia terjatuh ke bawah gedung.


“ Tidakk…..” teriak Mark dan langsung terbangun dari mimpinya. Wajahnya di penuhi keringat, karena mimpi buruknya itu.


Mark langasung bangkit untuk melihat Luna. Dia semakin khawatir karena tidak menemukan Luna di ranjang.


“ Luna..” ucap Mark lirih sambil berjalan ke balkon untuk mencari Luna. Namun dia juga tidak menemukan.


Dia kembali ke kamarnya, lalu mendengar suara air di kamar mandi. Dia mendakati kamar mandi itu untuk memastikan.


“ Syukurlah. Itu pasti dia, aku benar-benar sangat khawatir” ucap Mark sambil mengusap wajahnya dengan perasaan sangat lega.


***


Luna telah selesai mandi dan kemudian dia mengenakan piyama yang telah di siapkan Mark untuknya. Dia memandangi dirinya yang memakai piyama pria yang kebesaran.


“ Kamarku di sebelah sana, tapi dia malah memberiku pakaiannya sendiri dari pada menyuruhku mengambil pakaianku sendiri” gumam Luna sambil menggelengkan kepalannya.


Luna kemudian menghela nafas dan keluar dari kamar mandi dengan kepalanya yang masih di balut dengan handuk untuk mengeringkan rambutnya. Dia berjalan pelan untuk kembali ke ranjang.


“ Kamu benar-benar mandi di tengah malam begini, apa ada sesuatu yang membuatmu tidak tenang?” tanya Mark.


Langkah Luna langsung terhenti.


“ Kamu belum tidur? Atau keributan ku membangunkanmu?” tanya Luna dengan dingin.


Mark berdiri dan duduk di tepi ranjang.


“ Tidak keduanya”


“ Lalu?”


“ Kau duduklah di sini dulu” sambil menepuk tempat di sampingnya.


Luna memandangi Mark dengan cahaya remang-remang itu. Dia tidak bisa melihat dengan jelas ekspresi Mark saat itu.


Tapi dari nada suaranya, sangat jelas dia seperti terbangun dari mimpi buruk. Karena dera nafasnya tidak beraturan dan dia sedang berusaha untuk menenangkannya.


“ Apa yang ingin dia katakan? Saat ini otakku belum bisa berfikir dengan jernih. Jika aku mengacuhkannya saat ini, itu juga bukan hal yang baik. Lebih baik aku menurutinya dari pada menambah beban pikiran saja” bisik hati Luna.


Luna berjalan mendekati Mark dan duduk di sampingnya.


“ Apa kau terbangun dari mimpi buruk?” tanya Luna sambil menatap Mark yang di sampingnya.


“ Entahlah” jawab Mark.


“ Lalu?”


“ Aku hanya tiba-tiba terbangun” sambil menyandarkan kepalanya di bahu Luna.


“ Mark kamu jang berbohong. Tidak ada salahnya kau berbagi denganku” ucap Luna dingin.


Mark mengangkat kepalanya dari bahu Luna, kemudian dia langsung memeluk Luna.


“ Aku sudah berusaha menahannya. Tapi aku benar benar tidak bisa tenang” bisik hati Mark.


Luna terkejut dera nafas yang berat sangat jelas terdengar dan dia rasakan.


“ Ada apa ini? kenapa dia terlihat rapuh? dan… ke kenapa aku menerima pelukannya, bukankah dia dia..? aargh.. tapi aku belum bisa memutuskannya sekarang. Aku harus berfikir dengan jernih terlebih dahulu” bisik hati Luna tidak tenang, tapi hati nuraninya juga tidak tega jika harus melepaskan pelukan Mark yang terlihat sedang rapuh ini.


“ Luna meskipun sekarang kau masih meragukanku dalam berbagai hal. Tapi aku mohon padamu, kau jangan pernah meninggalkaku dengan kejam. Aku tidak sanggup kehilanganmu. Mungkin ini sangat keterlaluan bagimu, tapi aku benar-benar sangat memohon padamu. Kau boleh membenciku, tapi kau jangan menyakiti dirimu dengan cara apapun” Pinta Mark.


“ A a apa maksudmu?” tanya Luna bingung.

__ADS_1


“ Kau harus mempercayaiku. Aku akan melindungimu dan orangtuamu, jadi jangan pernah salah paham padaku!”


Luna tersenyum kecut kemudian dia memejamkan matanya dengan sedih.


“ Kata-kata ini menenangkan. Tapi apakah aku benar benar bisa mempercayainya? aku takut jika itu hanya harapan yang akan menghancurkanku” bisik hati Luna yang masih penuh dengan keraguan.


Mark melepaskan pelukannya.


“ Sekarang kau tidurlah. Jangan terlalu banyak pikiran!” ucap Mark.


Mark kembali berbaring di tempat tidurnya. Begitupun Luna, dia melepasakan handuk di kepalanya lalu kembali berbaring di ranjang.


Mereka tidur dengan saling membelakangi. Mereka sama sama tidak bisa memejamkan mata, karena hati mereka sama sama tidak tenang.


Luna terus berfikir, apa, kenapa dan benar atau salah.


Sementara Mark tidak tenang karena mimpinya yang terasa terlalu nyata. Dia takut Luna akan kehilangan Luna, tapi untuk mempertemukan Luna dengan orangtuanya sekarang juga tidak memungkinkan.


Karena bukan hanya Mark yang berencana untuk mempertemukan mereka setelah benar-benar sehat, dan kedua orangtua Luna juga menginginkan hal yang sama. Dia tidak ingin putrinya mengetahui tragedy yang telah mereka alami.


Mereka khawatir, jika Luna mengetahui tragedy itu juga akan membahayakan Luna. Mengingat sifat Luna yang rela melakukan apapun demi keselamatan orang tuanya dan juga selalu bertindak sendirian. Mereka takut Luna akan melakukan hal yang tak mereka inginkan.


***


\= Keesokan Harinya \=


Mark dan Rangga berada di Markas mereka, karena rencana mereka untuk mengelabui orang suruhan John beberapa bulan lalu akhirnya berhasil.


Mereka sudah menangkap orang John yang lebih kuat dengan umpan orang John yang sebelumnya telah mereka tahan. Namun di buat scenario seolah-olah orang itu telah bergabung dengan Mark dan membocorkan infomasi tentang John.


Mark, Rangga dan beberapa orangnya berada di ruang introgasi. Orang suruhan John sudah babak belur di hajar oleh Mark, dia tergeletak di lantai dan terlihat tak berdaya.


“ Aishh..kenapa kalian membuat dia tidak berdaya sama sekali?” ucap Mark sangat menyanyangkan, karena dia tidak mungkin mengintrogasi orang yang sedang sekarat.


“ Maafkan kami tuan. Kami benar-benar lepas kendali.” Jawab orangnya dengan menunduk.


“ Ok ok. Aku paham, tapi lain kali kalian jangan terlalu ganas. Karena mereka sangat berguna. Sekarang beri dia sedikit perawatan. Aku akan kembali malam nanti” sambil berdiri.


“ Baik tuan” jawab mereka serentak.


“ Aku akan pergi sekarang. Kepala Mo, kau ikut aku” ucap Mark sambil berjalan keluar yang di ikuti oleh Rangga dan kepala Mo


Mereka bertiga memasuki mobil. Rangga dan kepala Mo duduk di depan dan Mark duduk di belakang.


“ Kepala Mo, sekarang rencana kita sudah banyak yang berhasil. Langkah demi langkah telah kita tapaki. Sekarang tanamkan chip ditubuh dan suntikkan racun rahasia kita pada mata mata yang sebelumnya. Beri dia kesempatan dia kabur. Tapi hal ini harus telihat alami” perintah Mark.


“ Baik tuan, akan saya laksanakan.”


Setelah selasai membicarakan langkah langkah lain yang akan di laksanakan, kepala Mo keluar dengan perasaan penuh semangat untuk menjalankan tugas. Kemudian Rangga melajukan mobil pergi meninggalkan markas itu.


Di dalam mobil Mark tersenyum dingin penuh makna dengan dengan sorot matanya yang tajam.


“ John…” ucap Mark penuh dendam.


Di saat yang bersamaan Luna sekarang berada di sebuah restoran. Dia duduk sendirian, tapi sepertinya dia sedang menunggu seseorang. Dia terlihat tidak tenang denag jemarinya yang menepuk-nepuk meja.


 


“ Luna.. maaf sudah membuatmu menunggu” ucap Jiang He dari belakang Luna.


Mendengar suara Jiang He, Luna langsung berdiri dan berbalik badan.


“ Haha.. tidak apa apa kak” jawab Luna lembut.


Merekapun duduk dengan berhadap-hadapan.


“ Bagaiman persiapan untuk peresmian besok” Tanya Jiang He.


“ Semuanya sudah di atur dengan baik. Sekarang aku merasa gugup menunggu hari esok” jawab Luna.


“ Gugup? Ternyata kau bisa gugup juga. Kemana perginya sang putri yang selalu penuh keberanian dan percaya diri” ucap Jiang He dengan nada bergurau.


“ Kakak…” rengek Luna dengan Manja.


Pelayan menghidangkan makanan untuk mereka, kemudian mereka makan dengan gurauan ringan namun menghangatkan.

__ADS_1


“ Kakak sebenarnya aku menghubungimu bukan hanya untuk makan siang” ucap Luna di tengah menikmati hidangan itu.


“ Apakah masih ada rencana lain? humm.. katakan, aku pasti akan sangat senang melayanimu.”


“ Aku ingin kakak menemaniku untuk memilih gaun.”


Mendengar ucapan Luna, Jiang He yang sedang memotong daging dengan pisaunya berhenti. Dia menatap Luna.


“ Apa kak Jiang He akan menolakku? Apa dia merasakan sesuatu?” bisik hati Luna.


Jiang He tersenyum, “ Baiklah. akan sangat menyenang bisa menghabiskan waktu denganmu” jawab Jiang He lembut. Kemudian dia melanjutkan makannya.


“ Syukurlah. Dia tidak mencurigaiku” bisik hati Luna lega.


Beberapa saat kemudian Luna dan Jiang He sudah selesai makan. Setelah itu mereka langsung pergi ke sebuah toko untuk membeli gaun.


Mereka berjalan keluar dari restoran dan saat Luna memasuki mobil Jiang He, dia menyadari ada orang yang mengikutinya.


Luna melirik orang itu, lalu tersenyum sinis.


“ Sudah di pastikan itu dia. Selanjutnya aku hanya perlu mengelabuinya, dan menangkapnya.” Bisik hati Luna.


Lima belas menit kemudian Luna dan Jiang He telah sampai di sebuah toko yang sangat besar. Saat memasuki toko Luna menggandeng tangan Jiang He dan tersenyum dengan lembut.


Mereka di sambut dengan hangat oleh karyawan toko. Jiang He meminta untuk mengambilkan beberapa gaun yang cocok untuk Luna.


Saat karyawan toko pergi memilih gaun, Luna dan Jiang He duduk untuk menunggu.


“ Kakak, aku pergi ke toilet ya” ucap Luna pada Jiang He.


“ Iya” sambil menganggukkan kepalanya.


Luna berdiri dan berjalan dengan cepat, lalu dia bersembunyi di sebuah ruangan yang kosong.


Seorang pria yang mengikuti Luna kehilangan jejak Luna.


“ Sial, kemana perginya?” ucap Pria itu.


Luna yang mengintip dari ruangan tersebut, sementara pria itu terus melihat ke sana dan kemari.


Saat pria itu lengah Luna langsung menarik tangan pria itu dengan kuat ke dalam ruangan itu.


Pria itu terkejut, dia hendak melakukan penyerangan.


“ Ini aku Luna..” ucap Luna dengan memejamkan matanya, karena sebuah tinju hampir saja melayang di wajahnya.


“ Kamu..” pria itu terkejut dan langsung menurunkan kepalan tinjunya.


Luna membuka matanya, “ Kamu mata-mata yang di kirim Mark untukku kan?” tanya Luna.


“ Aish… dia benar benar penuh kejutan. Sepertinya dia sengaja memancingku untuk terus mengikutinya lebih dekat dengan menggunakan pria itu” bisik hatinya.


“ Ya. Apa anda merasa tidak nyaman, lalu menyuruhku berhenti? Itu tidak akan terjadi, aku hanya mendengarkan perkataan Mark” tegasnya.


“ Tidak. Aku tidak memintamu melakukan itu.” sambil memperhatikan penampilan itu.


“ Lalu?"


Luna menginjak kaki pria itu dengan heelsnya.


“ Aku ingin menanyai sesuatu. Aku harap kamu bisa mengatakannya dengan jurjur.”


“ Aaaakkk…tapi kenapa kau menginjak kaki?”


“ Ini peringatan. Setelah ini aku akan menemuimu, kau jangan menghindar. Tunggu aku di depan, aku akan memasuki mobilmu.” sambil melepaskan tangan pria itu.


“ Anda mau membicarakan apa?” sambil menahan sakit, karena Luna masih belum melepasakan injakan kakinya.


“ Kau akan tau nanti. Oh iya, satu lagi kau tidak boleh melaporkan ini pada Mark! jika kau memberitahunya, maka aku akan mencelakai diriku sendiri hingga kau di salahkan” ancam Luna sambil melepaskan injakan kakinya.


Pria itu langsung menunduk memegangi kakinya.


“ Ok ok. Aku tidak akn memberitahunya” dengan kesakitan.


“ Bagus” ucap Luna sambil keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


“ Maafkan aku kak Jiang He, karena telah memanfaatkanmu untuk memancing mata mata itu” bisik hati Luna dengan rasa bersalah.


Tapi dia tidak ada pilihan lain, karena memang hanya cara ini yang terpikirkan oleh Luna untuk memancing mata-mata itu untuk memantaunya lebih dekat.


__ADS_2