
Tak sampai mengeringkan rambut saja, Mark juga membantu untuk menyisir rambut Luna.
Luna sudah menolak. Tapi Mark tetap bersikeras.
“ Mark aku bukan anak kecil” dengan nada canggung.
“ Tidak hanya anak kecil di perlakukan seperti ini. Wanita dewasapun juga berhak diperlakukan lembut seperti ini!”
Pipi Luna memerah mendengar ucapan Mark.
“ Ya Tuhan,, kata-katanya semakin manis saja. Aku tidak boleh melawan bicara. Nanti dia semakin menjadi-jadi” bisik hati Luna yang sudah tidak tahan dengan kat-kata manis dari mulut Mark.
Mark menyisir rambut coklat Luna yang panjang dan sedikit bergelombang itu dengan lembut.
Sesaat kemudian Mark sudah selesai mengurusi rambut Luna.
Luna kemudian mengambil spray wajahnya dan menyemprotkan ke wajahnya. Dia tidak memakai make up apapun dia hanya memakai spray tersebut agar kulitnya tidak kering.
Meskipun wajahnya tidak di polesi apapun, Luna tetap sangatlah cantik. Memiliki kulit yang putih mulus, mata bulat berwarna hitam dan bibir yang merah muda walaupun tidak di polesi lipstick.
Mark membantu memapah Luna untuk duduk di ranjangnya.
“ Sekarang waktunya makan tuan putri” ucap Mark sambil membentangkan meja portable kecil di atas paha Luna.
“ Kau sesiap ini untuk melayaniku. Sampai-sampai menyediakan meja portable ini, aku sudah seperti pasien sungguhan saja”
“ Jangan banyak bicara, sekarang minumlah air putih ini terlebih dulu” sambil memberikan pada Luna.
Sementara Luna minum Mark menyusun sarapan berupa roti, salad sayur, susu dan beberapa potongan buah.
Pertama Luna menggigi rotinya, setelah itu di selengi dengan memakan salad sayurnya.
Melihat Luna yang makan dengan lahab. Markpun ikut menelan ludah padahal dia sudah sarapan.
Luna berhenti makan, karena dia sadar Mark terus memandanginya yang sedang sibuk dengan makanannya.
“ Apa kau sudah sarapan”
“ Dudah, melihat kau makan dengan lahab aku jadi mengingat kucing kecil yang ku rawat”
“ Aaa,, sejak kapan dia punya kucing?, aku tidak pernah melihatnya. Apa kucing yang dia maksud adalah aku?” celoteh Luna dalm hatinya.
“ Ehemm, begitu ya. tapi kau terlihat tergoda dengan makananku. Cobalah!” sambil menyodorkan roti yang sudah di gigitnya.
Mark tersenyum dan tanpa ragu-ragu mengigit roti yang di sodorkan Luna padanya.
Luna terkejut hingga membelalakkan matanya.
“ Apa yang dia lakukan? Dia mengigit tepat di bekas gigitanku tanpa malu dan ragu? Aaa.. dia benar-benar gila?” Hati Luna teriak meronta-ronta melihat sikap Mark.
Luna yang masih bengong, tiba-tiba tersedak. Mark dengan cepat memberikan air putih padanya. Luna minum dengan berbagai celoteh di hatinya.
Sarapan pagi ini di penuhi dengan berbagai moment manis yang mendebarkan tapi juga mengesalkan bagi Luna.
***
Setelah Luna selesai sarapan, Mark berencana untuk membawa Luna ke atap. Tapi tiba-tiba alaram mengingatnya di jam tangan Mark berbunyi.
‘ tititit ***** tititit,,’
Mark segera mengecek jam tangannya.
‘ Wilayah disusupi’ Mark tersenyum sinis melihat hal itu.
“ Hah,, apa itu? apa ada bom di sini” teriak Luna khawatir.
“ Bodoh, itu bukan bom. Pelankan suaramu!. Ada seorang penyusup atau camera pengintai yang datang.”
Mark dengan segera menutup gorden kamar Luna dengan cepat.
“ Pe pe penyusup? Apa penyusup ini akan membunuh?”
“ Kita tidak bisa menebak apa tujuannya, tapi sepertinya ini bukan penyusup. Mungkin meraka hanya mengirim camera pengintai lagi”
“ Mark kau tidak bohongkan, itu Cuma camerakan?. Aku takut jika itu pembunuh. Selama hidupku akau belum pernah menyaksikan hal kejam secara nyata. Aku hanya melihat di film saja. Itu sangat menakutkan ” ucap Luna dengan khawatir.
Mark melihat Luna yang ketakutan langsung mendekati Luna.
“ Jangan takut aku akan melindungi” sambil mengusap kepala Luna.
“ Kau tunggu di sini, aku akan mengecek keluar sebentar!”
Mark membuka pintu kamar Luna dengan pelan dan melihat keluar.
Mark melihat di Luar di penuhi asap.
“ Sial, ternyata memang seorang penyusup. Dia menggunakan asap ini untuk membius semua orang di luar. Ini kebetulan sekali, sepertinya dia sudah mengetahui pergerakanku. Rangga dan Key di luar aku harus mengirim kode padanya” gumam Mark.
Mark kembali menutup dan mengunci dengan perlahan pintu dan mengirim kode ke Rangga dan Key.
“ Mark ap..”
“ Sssttttt” Mark memberikan isyarat agar Luna tidak bicara dengan tangannya.
Lunapun langsung menutup Mulutnya.
” Luna kau bersembunyi ya, aku akan mengurus penyusup itu.”
"Kau bilang tadi hanya camera pengintai, kenapa sekarang malah penyusup”
Mark langsung menggendong Luna ke dressroom.
__ADS_1
“ kau jangan banyak tanya! Di sini kau akan aman. Aku akan membereskan penyusup itu”
Mark ingin berdiri, Luna menahan tangan Mark.
“ Apa penyusupnya banyak? kau tidak akan menghadapinya sendiriankan, pengawal membantumukan?" dengan sangat khawatir dan ketakutan.
“ Aku tidak tahu mereka ada berapa orang. Tapi kau tenang saja aku dan pengawalku pasti bisa menghadapinya”
Luna melepaskan tangan Mark dengan berat.
“ Luna, aku tidak akan apa-apa.”
Mark keluar dari dressroom dan menutupnya dengan rapi.
“ Maafkan aku berbohong padamu Luna, semua orang mungkin sudah tak sadarkan diri. Aku akan menghadapi orang itu sendirian. Aku harap Key dan Rangga bisa menerima kodeku dengan cepat” guman Mark.
Mark mengambil handuk kecil di lemari Luna untuk menutup mulut dan hidumgnya, agar dia tidak menghirup asap itu juga.
Mark membuka pintu dengan perlahan.
Mark berjalan menyendap dan berhati hati ke ruangan sebelah kamar Luna. dia berhasil memasuki ruangan tersebut
Di ruangan tersebut mengambil senjatanya, berupa pistol dan pisau kecil
Dan tak Lupa Mark memakai Marsker dengan teknologi canggihnya.
“ Mungkin dia hanya ada 2 atau 3 orang. Dengan 1 peluru pistol terbaruku ini akan menembus kepalanya” gumam Mark
Markpun kembali keluar.
Asap di ruangan bawah tak lagi tebal. Mark menuruni tangan dengan sangat waspada sambil melihat ke sekitarnya.
***
Key dan Rangga yang berada di sebuah kafe sedang menunggu salah satu saksi yang melihat orang memasauki kamar Tris waktu itu.
Tiba-tiba jamnya berbunyi menerima kode dari Mark.
' tititit ttitit ***** '
Rangga dan Key saling bertatapan dan mereka langsung bergegas keluar dan memasuki mobilnya.
Rangga melajukan mobil dengan kecepatan penuh, tapi dia tidak bisa leluasa. Karena jalanan cukup ramai.
Di dalam perjalanan Key langsung mengirimkan pesan ke saksi yang ingin mereka temui, bahwa pertemuan hari ini di tunda saja.
Di perjalanan Rangga dan Key tidak ada saling bicara mereka sibuk dengan kekhawatiran masing-masing.
Mereka terhenti di sebuah lampu merah, dan juga lumayan banyak kendaraan di depan mereka. Rangga memukul setirnya.
“ Sial, kenapa malah lampu merah saat kondisi seperti ini.”
10 detik kemudian lampu lampu merah berganti hijau. Tanpa Ragu lagi Rangga melajukan mobilnya dengan kencanng.
***
Mark sudah mengecek beberapa ruangan, tapi dia belum melihat penyusup itu. Dia hanya melihat pelayan dan pengawalnya yang sudah tak sadarkan diri di lantai.
Mark mendengar suara di dapur. Mark langsung menyiapkan pistolnya. Dia berjalan dengan hati-hati dengan menyisip di dinding.
Mark mengintip , dia melihat punggung soerang dengan pakaian serba hitam.
Mark berjalan semakin mendekat.
“Apa dia hanya sendirian? Apa tujuannya. Kenapa dia malah ke dapur” bisik hati Mark.
Orang tersebut menebarkan asap di perkakas dapur dan juga memasukan serbuk ke persediaan minum.
Mark menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat aksi orang tersebut.
Orang tersebut merasa was was dan berbalik badan, dan Mark langsung menunduk bersembunyi di balik meja. Sekarang posisi mereka sangat dekat, hanya meja dengan ukuran medium yang membatasi mereka.
“ Dia memakai topeng? Sungguh penyusup yang aneh. Dia bukan seperti di kirim oleh Jhon. Hah, Entahlah, bisa jadi juga ini cara terbaru Jhon.”
Mark menahan tawanya di balik meja, karena melihat aksi penyusup itu.
Kemudian menampar pelan pipinya.
“ Aku masih saja bisa tertawa. Padahal musuh tepat di belakangku” bisik hati Mark.
Mark kembali serius, dia memperhatikan kaki orang tersebut di balik Meja. Dan ketika orang tersebut sedang posisi membelakangi Mark, Mark langsung mengambil kesempatan.
Mark bergerak dengan cepat dan menodongkan pistolnya ke tenggkorak kepala penyusup tersebut.
“ Kena kau” ucap Mark.
Orang tersebut mengangkat tangannya. Tapi ada siasat tersembunyi.
Mark melihat senjata saku orang tersebut, sebelum orang itu mengambilnya. Mark dengan cepat mengambil pistol orang tersebut dengan kirinya.
Mark melakukannya dengan gerakan yang sangat cepat hingga orang itu tidak punya kesempatan.
“ Berbalik badan” perintah Mark.
Orang tersebut melakukan instruksi dari Mark.
Ketika dia berbalik badan, dia terkejut.
“ Sial kenapa pria ini di sini. Bukankah tadi Jeo dan leo sudah memeriksa semua ruangan. Mereka bilang tidak ada lagi orang di bangunan ini, dan sekarang fokus mencari wanita itu. Tapi dia baik-baik saja, bahkan dia memakai masker. Jeo bodoh” bisik hati penyusup tersebut.
Mark mengambil kendali orang itu, dia melingkarkan tangannya di leher orang tersebut dari belakang. Kemudian memeriksa seluruh tubuh orang tersebut apakah masih ada senjata.
__ADS_1
***
Di dressroom, Luna di penuhi dengan rasa kekhawatiran.
Dia duduk menyudut, sambil memeluk kedua betisnya. Kedua tangannya tampak tak tenang.
“ Apa yang harus aku lakukan” gumam Luna dengan tangannya yang sudah gemetaran.
“ Jika aku keluar, aku pasti hanya akan menyusahkan orang-orang. Aku tidak bisa apa-apa, aku hanya bisa berteriak, apalagi kakiku juga masih sakit. Nanti aku malah jadi Sandra para penjahat itu. Maafkan aku, aku hanya bisa bersembunyi mnyelamatkan diri sendiri, tapi lain kali aku sepertinya harus belajar bela diri atau apalah. Agar aku tidak sepengecut ini, jika tiba-tiba bahaya menghampiriku. Setidaknya aku bisa meyelamatkan diriku sendiri dan tidak membuat orang lain khawatir.”
Tiba-tiba ada yang membuka pintu dressroom. Luna berfikir itu Mark.
“Cepat juga dia menyelesaikan penyusup itu” guman Luna.
Lunapun berusaha berdiri
“ Mark,,,” ucap Luna.
Tapi Luna sangat terkejut ketika melihat orang yang membuka pintu itu.
***
Mark benar-benar sudah menaklukkan penyusup tersebut, dia telah mengikat penyusup dan Mark juga sudah membuka topeng orang itu.
Sekarang penyusup tersebut duduk bersimpuh dengan tangannya yang sudah terikat dan Mark duduk di sofa tepat di hadapan orang tersebut.
“ Kau terlihat masih muda, gerakan dan tidakanmu masih sangat kaku sebagai penyusup di kediamanku. Untuk apa kau berkerja seperti ini jika tak punya kemampuan. Sekarang aku tanya berapa lama lagi orang-orangku akan sadar?”
“ 1 jam lagi”
“ Hah, untuk apa kalian menggunakan rencana yang begitu licik. Harga material asap ini pasti tidak murah, jika bosmu tau kau gagal, dia pasti langsung membunuhmu saja. Hei,, apa kau datang Cuma sendirian dan siapa bosmu?”
Penyusup itu hanya diam, dia menunduk.
Mark menghadapi penyusup ini dengan sangat santai, karena baginya penyusup itu tidak akan membahayakannya sama sekali.
“ Ehemm,, menggenai tadi. Apa yang kau lakukan di dapur? Apa kau ingin meracuni kami?. Sungguh sangat di herankan. Sebanarnya ide dan material kalian bagus, tapi sangat di sayangkan kalian sangat minim dengan strategi. Hingga aku dengan mudah bisa mengendalikanmu” ejek Mark.
Penyusup itu tetap diam tak merespon sama sekali pembicaraan Mark.
“ Kau jangan memancing kemarahanku. Lebih baik kau jawab pertanyaanku dengan berkata jujur, dengan begitu aku akan sedikit toleransi padamu”
Penyusup itu melihat bayangan di dinding di depannya atau di belakang Mark. tiba-tiba dia tersenyum sinis.
“ Hah, kau pikir kau sudah mengendalikanku sepenuhnya?” dengan nada sombong dan tampang yang songong.
Mark mengangkat alisnya, melihat penyusup itu tiba-tiba menjadi berani bicara bahkan menatap matanya.
“Aku dengar di sini ada seorang wanita cantik, kau tidak memperdulikan wanita itu. Tapi kau masih membutuhkan untuk beberapa saat. Apa kau yakin wanita itu aman sekarang?” ucapnya penuh dengan kesombongan.
“ Heh, wanita? Aku tidak memperdulikannya? Kau tau banyak. Tapi sayang sekali kau salah dalam beberapa kalimatmu” jawab Mark dengan tenang.
“ Sudahlah kau jangan bicara lagi. setelah melihat ini, kau tidak akan bisa bicara seangkuh ini lagi. Temanku keluarlah, bawa wanita itu ke sini!” teriaknya memanggil temannya.
Mark terkejut mendengar perkataan penyusup itu, dia pun berbalik badan melihat ke arah mata penyusup itu menatap.
Bayangan tersebut bergerak,, penyusup itu tersenyum licik dengan puasnya.
Dan tadaa,,,
Penyusp itu sangat terkejut hingga matanya membesar.
Yang muncul bukanlah temannya dengan menyeret seorang wanita, melainkan Jeo yang dengan tangan terikat dan mulut di perban yang di seret oleh Rangga.
“ Heh, kalian sangat berani menyusup ke sini dengan kemampuan yang hanya segini, dari mana datangnya keberanian kalian ini?” ucap Rangga.
Mark merasa sangat Lega.
“ Hufftt,, syukurlah. Kerja bagust Rangga.”
“ Tidak, tidak mungkin. Jika begitu Leo yang menemukan wanita itu. Leo kau keluarlah!” teriaknya dengan sangat keras.
Kemudian ada bunyi yang berguling dari tangga, ketika sampai di bawah ternyata itu adalah Leo teman si penyusup itu. Dari atas muncullah Luna yang di papah oleh Key.
Mark merasa lega kesekian kalinya, kelegaan itu sangat terlihat jelas dari raut wajah Mark.
Wajah pengusup yang sangat sombong itu langsung berubah ketakutan.
Key memapah Luna menuruni tangga.
“ Mark apa kau tau betapa ketakutannya aku tadi.” Ucap Luna.
“ Aku baik-baik saja kau jangan khawatir. Mereka tak sebanding dengan seutas kelingkingku” jawab Mark dengan pede.
“ Bukan itu. Tapi apa kau tau bagaimana kak Key muncul membuka ruangan dressroom itu. Dia seperti pembunuh, dia menutupi sebagian wajahya. Aku serasa akan mati berdiri sebelum mengetahui itu dia ”
“ Apa,, jadi dia tidak mengkhawatirkanku. Dia hanya mengkhawatirkan nyawanya. Hump ”
Mark merasa sangat kesal dengan Luna. sehingga dia tidak merespon Luna.
“ Rangga kumpulkan 3 tikus itu ke sini!”
“ Eh dia, mengabaikanku?” gumam Luna
Key memapah Luna hingga ke sofa, Luna duduk dengan memasang wajah yang kesal. Karena tiba-tiba ketiga pria itu tidak memperdulikannya. Tapi malah sibuk mengurusi 3 penyusup itu.
" Kenapa pelayan dan dan pengawal bisa tidur di lantai. Apa yang terjadi?.
tapi Rangga, Key mqupun Mark tidak ada yang menanggapinya.
“ Huh,, benar-benar menyebalkaannn,, ,” gumam Luna. kekesalannya terlihat sangat jelah di wajahnya.
__ADS_1