TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
AKTIVITAS DALAM SEMINGGU


__ADS_3

Setelah sekian lama bersabar, akhirnya hari yang di nantika datang juga. Ya.. hari ini saatnya Mark Rendra menjatuhkan paman keduanya dari posisi yang membuat gelap mata itu. Posisi tertinggi yang membuat pamannya tega menghilangkan nyawa sang ayah yang sangat dia cintai.


Di dalam ruangan pertemuan SK Group, suasana sangat tegang. Para pemilik saham terdiam, sementara paman kedua Mark duduk berlutut di depannya.


“ Paman kau tidak perlu berlutut di depanku. Semuanya sudah terlambat.”


“ Mark.. aku adalah pamanmu, yang merawatmu setelah kepergian ayahmu. Kenapa kau tidak punya sedikit kemurahan hati untuk membantuku. Paman mohon padamu, jangan lakukan ini pada paman.” Memohon dengan sangat hingga mengusap tangannya.


" Merawatku? lebih tepatnya kau menyiksaku." bisik hati Mark penuh kebencian.


Roland yang juga ada dalam ruangan itu hanya diam. Ekspresi wajahnya sangat dingin dan sulit di tebak apa yang ada di fikirannya sekarang.


“ Paman biar ku perjelas sekali lagi. Aku melakukan hal ini tidak ada kecurangan sama sekali. Salah paman terlalu asyik dengan dunia perjudian dan berganti wanita setiap malamnya.” Dengan smirk di wajahnya.


“ Apa? benarkah seperti itu?” sontak kalimat Mark mengundang keributan para pemilik saham.


“ Harap tenang semuanya.” Suara Rangga dingin khasnya, hingga membuat semua orang diam. Sebagai tangan kanan Mark, Rangga memang ahli dalam hal ini, bersikap sesuai dengan situasi.


Mark melempar sebuah dokumen di tangannya ke wajah pamannya yang sedang berlutut di hadapannya.


“ Disana paman bisa lihat sendiri, saham paman sudah menjadi milikku. Paman tak punya apa-apa lagi. Jadi aku harap mulai sekarang, paman enyahlah dari SK Group. Aku sudah cukup bersabar membiarkan paman berkeliaran di sini selama ini.”


“ Mark kau jangan keterlaluan.” Sanggah Roland dengan suara lantangnya. Dia berdiri dan berjalan mendekati Mark.


“ Jadi hanya ini tujuanmu mengundang semua pemilik saham? Mempermalukan ayahku yang juga pamanmu sendiri.”


“ Roland.. kamu jangan ikut campur. Ayah tidak apa-apa di perlakukan seperti ini.” sambil meraih tangan anaknya agar tidak melangkah lebih dekat lagi pada Mark.


“ Hahaha.. ayah dan anak memang luar biasa.” Mark tertawa sambil bertepuk tangan.


“ Aku sangat salut dengan hubungan kalian sedekat ini.” lanjutnya dengan ekspresinya yang tiba menggelap.


“ Hari ini aku sampaikan, bahwa aku akan mengakuisisi SK Group. Terhitung dari hari ini SK Group berada di bawah naungan EDDEN Group.”


Sementara seseoarang membagikan sebuah berkas kepada setiap pemilik saham yang hadir.


“ Disana nyonya dan tuan bisa lihat bagaimana performa SK saat ini. Baca berkas itu dengan teliti.” Ucap Rangga, dan para pemilik saham langsung membolak balik dan membaca berkas yang di berikan padanya.


Mark kemudian berdiri dengan menyeringai senyum. Dia marapikan kancing jasnya. kemudian beranjak pergi meninggalkan para pemilik saham penuh keributan.


Sementara itu paman keduanya hanya menunduk dengan tangannya yang masih memegangi tangan anaknya. Roland menatap punggung Mark hingga menghilang. Dia tampak tak bisa melawan. Dia hanya memejamkan matanya sejenak, terlihat pasrah seolah dia tahu bahwa hari seperti ini pasti akan terjadi.


***


Seminggu telah berlalu, SK Group telah di akuisisi dengan sempurna oleh EDDEN Group yang merupakan perusahaan Mark Rendra yang mengglobal yang membawanya ke posisi ke- 2 sebagai pebisnis besar dunia. Berita akuisisi ini tentu menghebohkan publick ke sekian kalinya. Masih saja nama Mark Rendra menjadi trending dalam social media, artis kelas ataspun pasti sangat iri padanya.


Namun balas dendam pada pamannya tentu saja tidak hanya sebatas mengambil hal di cintai pamannya saja. Tepat sehari setelah berita akuisisi di publish, Mark melaporkan semua kejahatan pamannya mengenai kecelakaan yang merenggut nyawanya ayahnya. Hingga pada putusan sidang terakhir, pamannya di jatuhi hukuman penjara seumur hidup.

__ADS_1


Mark memilih jalan memenjarakan pamannya ketimbang membunuh dengan tangannya sendiri, karena alasan dia masih memikirkan perasaan sepupunya Roland Rendra. Dia sudah sangat tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang di cintai dengan cara yang sadis. Dia tidak ingin Roland merasakan hal yang sama dengannya.


Konflik dan penyelesaiannya telah di jodohkan. Begitupan Mark Rendra dan Roland Rendra, mereka kembali berhubungan baik setelah sekian lama Mark menghindarinya. Hal ini terjadi, tentu saja juga tak lepas dari kerendahan hati dan pikiran terbuka Roland dalam menerima semuanya.


Meski kehidupannya berubah 180 derajat hanya dalam seminggu, kehilangan perusahaan, asset, serta ayahnya yang harus di kurung di balik jeruji besi, tapi dia tidak secara lugas mendikte menyalahkan Mark.


Dia tak mencari pembenaran, tapi dia mencari kebenaran. Dengan begitu banyaknya kesalahan yang telah di lakukan oleh ayahnya, dia sangat bersyukur Mark tidak mengambil nyawa ayahnya.


Waktu seminggu yang di minta Mark untuk berperang telah berakhir. Sekarang waktunya dia kembali ke suasana menyejukkan hatinya. Ya.. tentu saja kembali ke sisi Luna sang calon istri yang sangat dia cintai.


Luna yang begitu sabar menunggunya dan mengerti keadaanya. Luna tak pernah mengganggu Mark sedikitpun meski hanya dengan sebuah pesan singkat. Meraka hanya akan berbicara jika Mark yang menghubungi atau bertemu sebentar di suatu tempat. Benar-benar wanita yang penuh pengertian.


Mark tersenyum cerah di kursi belakang pengemudi, dia mencium buket bunga mawar yang baru saja di beli. Bayangan senyum Luna tak bisa di enyahkan sedikitpun, dia sungguh sudah sangat rindu.


Selama seminggu hanya bicara via telepon atua bertemu dengan waktu yang sangat singkat, benar-benar menyiksanya. Jika bisa, saat ini dia beharap mobil yang malaju ini bisa langsung sampai saja di rumah Luna. Pikiran bodoh memang, tapi apa boleh buat sang tuan muda sudah gila di siksa rindu.


“ Rangga, kenapa laju mobilnya melambat. Lajukan saja dengan kecepatan penuh!.”


“ Mark, kau mau mati sebelum pernikahanmu ya? apa kau tidak lihat di depan ada lampu merah?”


“ Aish.. tahu begini, aku akan pergi dengan Helikopter ke rumah Luna.” celotehnya ketika melihat angka digital lampu merah masih menunjukkan angka 15.


Rangga melirik Mark yang menggerutu di kaca spion, dia tak bisa berucap apapun kecuali menggelengkan kepalanya. kesabarannya memang selalu di uji kapanpun, dimanapun, bahkan dalam siatuasi apapun. Dia hanya bisa mengusap dadanya menerima semuanya, benar-benar pria yang luar biasa.


\= di Kediaman Luna \=


 


 


“ Bagaimana kak Zhaon?” tanya Luna sambil serong kiri, serong kanan di depan kaca.


“ Sangat cantik.. mau bagaimanapun, nona selalu terlihat cantik.”


“ 100. Kau Zhaon memang sungguh pandai menilai.” Sambil tertawa.


Luna kemudian berjalan menuju ranjangnya, dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Mark.


“ Berapa menit lagi kau sampai?” dia terus memandangi layar ponselnya untuk menunggu balasan dari Mark.


“ 3 menit lagi.” balas Mark seadanya. Luna tersenyum, lalu mengirim pesan kembali.


“ Mark nanti jangan peluk ya, ingat ada papa.” Di lengakapi dengan stiker wajah papanya yang bengis.


Luna tertawa sendiri atas apa yang dia lakukan. dia mematikan layar ponselnya tanpa menunggu balasan dari Mark. karena dia sendiri pasti sudah tau jawaban dari Mark, yaitu stiker wajah yang memelas.


Luna dan pelayan Zhaon menuruni tangga menuju ruang utama. Perasaan di dalam dadanya meletup-letup segera ingin bertemu.

__ADS_1


“ Sayang.. kenapa lama sekali. Ayo.. jangan buat Mark menunggu!” mamanya yang tiba-tiba muncul dari ruang utama.


“ Hah? Mark sudah datang ma?” sambil menuruni anak tangga terakhir.


Nyonya Aliester meraih tangan putrinya dengan lembut, kebahagian di wajahnya tak kalah cerah dari Luna.


“ Sudah. Sayang, menantu mama semakin tampan saja.” goda nyonya Aliester sambil berjalan menuju ruang utama.


“ Tentu saja, putri mama juga semakin cantik.” Jawaban Luna memecah gelak keduanya. benar-benar keluarga yang menyenangkan.


Mark menatap kemunculan Luna dengan senyum, begitupun Luna juga melempar senyum lembutnya pada Mark.


Saat Luna sudah dekat, Mark langsung memberikan bunga yang dia bawa pada Luna. Tentu saja bunga itu di terima dengan hangat oleh Luna, dia tiada hentinya menciumi bunga mawar itu saat Mark dan orang tuanya berbincang.


Setelah sedikit berbincang dengan dengan kedua orang tua Luna, Mark langsung meminta izin untuk membawa Luna bersamanya. Tentu saja permintaan dari sanga calon menantu di terima dengan baik. Orang tua Luna juga mengantarkan putri dan calon menantunya ke depan.


“ Hati- hati ya sayang.” Ucap nyonya Aliester ketika mobil yang di naiki putrinya hendak melaju.


“ Ya ma, pa..” sambil melambaikan tangannya.


***


Mobil mereka sudah melewati gerbang rumah Luna. Mark meraih tangan Luna dan menautka jemari mereka dengan erat.


Luna senyum malu sambil melirik ke depan, takut Rangga melihat senyum komyolnya ini. sementara Mark terus memandangi wajah Luna dari samping. 3 menit, 5 menit, 10 menit belum juga bosan. hanya menatap tanpa bicara sepatah katapun.


Kemudian Mark menyandarkan kepalanya di bahu Luna.


“ Eh, “ Luna sedikit terkejut, tapi dia juga tak menolaknya. Dia malah mengusap lembut rambut Mark.


“ Mark kita pegi kemana?”


“ Makam ayah.” sambil mencium lembut tang Luna.


Luna tertegun, pantas saja kekasihnya sedari tadi diam dan hanya memandangi wajahnya saja. Ternyata ada gejolak kesedihan ini di hatinya.


Luna tak bisa berkata, dia hanya mengeratkan genggaman tangannya, lalu ibu jarinya mengusap ibu jari Mark dengan lembut. Berharap hal ini bisa memberi ketenangan pada sang kekasih.


.


.


.


Hai reader’s.. author ada novel baru nih, dengan judul “ Bread , Love and Dream” novel fiksi remaja, dengan genre romantis, komedi dan teen.


Hayukk.. di intip dulu ya readers, mana tahu suka. Hehe..

__ADS_1


__ADS_2