TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
PASTI BISA MELEWATINYA


__ADS_3

Luna menyisir rambutnya di depan kaca dengan gerakan pelan. Sorot matanya tak bisa di baca, memandangi wajahnya sendiri di kaca itu. Dia sudah mengenakan baju santai, karena dia kan beristirahat seharian ini selepas kembali dari dari rumah Rangga.


Perjalanannya tak melelahkan, hanya saja kenyataan pahit saja yang membuat hati dan pikirannya terganggu, hingga dia terkesan telihat pucat, seperti orang sakit. Semua orang sudah menyuruhnya untuk berobat dan memanggil dokter untuk datang, tapi Luna selalu menolak. Karena dia tahu, tidak ada yang sakit di sini.


‘ tok tok ‘ seseorang mengetuk pintu dari luar.


“ Sayang, boleh mama masuk”


“ Ya ma, masuklah”


“ Putriku” gumam nyonya Aliester.


Luna menyisir cepat rambutnya, lalu memakai spray wajahnya. lalu menepuk-nepuk lembut kedua pipinya.


“ Sayang apa kamu mau tidur?” nyonya Aliester berjalan mendekat. Lalu duduk di sofa. Matanya masih memandangi putrinya yang sibuk dengan skincare. Putri satu-satunya yang akan menikah, putriku sudah dewasa, begitulah sorot mata itu mengatakan.


Namun juga ada sedikit kesedihan di hatinya, karena naluri seoarang mama pasti tahu apa yang rasakan putrinya. Ada sesuatu yang di sembunyikan putrinya darinya.


“ Tidak ma, sekarang masih sore. Aku mau lihat-lihat apartement yang cocok untuk di tempati di London.” Luna ponselnya, lalu merebahkan dirinya di pangkuan sang mama.


“ Sayang.” Nyonya Aliester mengusap kepala Luna dengan lembut.


“ Hemm.” Luna masih memandangi ponselnya, mengunjungi situs untuk mencari apartement.


“ Apakah ada ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari mama?” suara itu tedengar sangat lembut, serta pandangannya mengarah pada bibir putrinya yang masih pucat.


“ Apa maksud mama? Mama sendiri kan tahu, jika aku paling tidak bisa berbohong sama mama. Jadi bagaimana mungkin aku berani menyembunyikan sesuatu dari mama.” Luna terdengar tertawa kecil.


“ Sayang, kamu adalah satu-satunya buah hati mama dan papa. Satu-satunya sumber kebahagiaan mama dan papa, jadi mama mohon jangan pernah tidak bahagia lagi. Sudah cukup kisah silam yang menyulitkanmu. Mama dan papa tidak rela jika kamu menderita lagi.”

__ADS_1


“ Mama.” Luna langsung meletakkan ponselnya di perut dan memandangi wajah mamanya.


“ Mama belum selesai sayang. Dengarkan apa yang mama katakan.” Mata nyonya Aliester sudah tampak berkaca-kaca. Namun tangannya masih tetap mengusap lembut kepala putrinya.


“ Mama tahu jika kamu dan Mark saling mencintai, tapi..” diam sejenak. “ Tapi apakah ibu Mark menyukaimu?”


“ Ma..” suara Luna terdengar tak tenang.


“ Mama tahu kamu pasti menyembunyikan ini dari mama kan? Luna, kamu memang putri mama yang tidak bisa berbohong."


Luna terdiam, dia hanya menadangi wajah mamanya yang memerah karena menahan air mata yang akan jatuh. Luna memejamkan matanya sejenah, menelan ludah serta menelan kepedihan ini.


“ Ma ini tidak seburuk yang mama pikirkan. Aku akan menceritakannya pada mama, tapi Aku mohon mama jangan menangis.” Luna bangkit sambil mengusap air mata mamanya. memandangi wajah malaikat yang selama ini selalu mencurahkan kasih sayang padanya. Melihat wajah itu menumpahkan air mata kesedihan, membuat hati Luna jauh lebih sakit.


Nyonya Aliester menepuk bahunya,” Ceritakan dalam pelukan mama sayang.”


Luna tersenyum, lalu langsung bersandar, dan memeluk pinggang mamanya, serta tangan nyonya Aliester juga langsung mendekap bahu putrinya. Mengenang masa kecil, sudah cukup lama mereka tidak melakukan hal ini.


Nyonya Aliester diam, dia hanya ingin putrinya mengatakan semuanya.


“ Ma begitu juga dengan ibu Mark, dia pasti akan bisa menerimaku dengan baik.” Luna tersenyum tipis, lalu memandangi wajah mamanya.


“ Ibu Mark bukannya tidak menyukaiku, hanya saja belum bisa menerimaku sepenuhnya. Bukankah itu hal yang wajar, mungkin ibu Mark hanya terlalu takut jika putranya akan berpaling darinya, takut aku akan mengambil Mark darinya. Sama seperti halnya papa dan mama yang belum bisa melepaskan aku sepenuhnya pada Mark.” Luna berhenti sejenak, lalu tangannya mengusap pipi mamanya.


“ Bukankah begitu ma? Ma aku pasti bisa melewati ini. Yang terpenting sekarang adalah fakta bahwa Mark mencintaiku, itu akan menjadi kekuatan bagiku. Mark juga pasti melindungiku, seperti papa yang yang selalu melindungi.” Luna berusah meyakinkan mamanya dengan senyumnya yang sumbringah.


Nyonya Aliester tak bisa berucap, dia hanya memandangi dalam putrinya. Tidak menyangka bahwa putri kecilnya sudah sedewasa ini. Berfikiran terbuka dan tenang, kejadian lalu benar-benar sudah merubah putrinya menjadi wanita yang tangguh.


***

__ADS_1


Malam ini Mark terpaksa menemui Jiang He seorang diri, karena Jiang He mengetahui rencananya untuk mempertemukan dia dengan Luna, hingga dia meminta untuk bertemu sekarang juga dan tanpa Luna.


Jiang He duduk di depan Mark, matanya yang memerah. Jiang He tak berhenti menatap undangan mewah nan elegant yang terletak di meja. Di dalam ruangan privateroom itu Jiang He rasanya tak segan untuk menumpahkan air mata kesedihannya.


“ Aku tidak bisa memastikan bahwa aku akan datang. Tapi aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagiaan kalian.” Jiang He menundukkan kepalanya, lalu mengusap matanya. sepertinya air matanya benar-benar tak bisa di tahan lagi.


“ Jiang He maafkan aku, tapi aku juga sangat mencintai Luna dan ini lah takdirnya.”


Jiang He mengangkat kepalanya, lalu menatap Mark, “ Tidak ada yang perlu di maafkan. Meskipun ini sangat sulit untukku terima, tapi siapa yang bisa melawan takdir. Tidak ada takdir cintaku dengan Luna, adalah takdir yang paling menyakitkan. Tapi aku yakin itulah yang terbaik. Aku akan selalu mengingatkan diriku tentang ini. agar aku bisa tenang.” Jiang He tersenyum pahit. Senyum dengan mata memerah itu sungguh sangat memilukan melihatnya.


Mark hanya diam menatap Jiang He. Pria di depannya ini adalah pria yang menjaga Luna jauh sebelum dia, pria yang yang lebih dulu mengenal Luna, pria yang yang mencintai Luna, bahkan pria ini juga rela melindungi Luna dengan nyawanya.


“ Mark ingatlah kau jangan pernah menyakiti hati Luna dan lindungilah dia dengan cara apapun, bahkan itu dengan nyawamu. Jika sampai kau tidak melakukan itu, ingatlah aku akan berurusan lagi denganku. Aku tidak akan segan mengambil Luna, bahkan dengan cara paksa darimu.”


Mark tersenyum, “ Kau tidak akan punya kesmpatan itu.”


“ Pegang kata-katamu ini, jangan pernah beri aku kesempatan. agar aku bisa lebih tenang dalam mejalani kehidupanku dan menjalani takdir yang sudah di atur untukku.”


“ Kau tenang saja. Aku pasti akan melakukan bagianku dengan baik.”


Mark dan Jiang He saling tatap denga tajam, lalu mereka saling tertawa. Merasa tergelak dengan takdir masing-masing. Mencintai wanita yang sama yang membuat salah satu harus mundur dan merasakan sakit. Dan yang satu harus siap untuk menerima setiap kritikan dan ancaman apapun jika melakukan sedikit kesalahan saja.


“ Jiang He ketahuilah, Luna juga telah menempatkanmu di tempat yang khusus di hatinya, jadi mengenai undangan ini kau pikirkanlah baik-baik.”


Jiang He melirik undangan tersebut, lalu mengambilnya. “ Akan aku pikirkan.” Jiang He berdiri, lalu keluar dari ruangan begitu saja.


“ Sama hal nya dengan kerja keras, begitupun dengan cinta. Tidak semua kerja keras dan cinta itu terbalaskan. Itulah logikanya.” Bisik hati Mark menatap kepergian Jiang He.


Saat sampai di luar pintu Jiang berhenti sejenak, mengambil nafas untuk menenangkan diri. Meski dia sudah lama mengatahui pernikahan ini, tapi menerima undangan ini benra-benar mencabik seluruh bagian dirinya, namun dia juga tidak bisa menyalahkan siapapun.

__ADS_1


Satu-satunya yang bisa dia salahkan adalah takdir, memyumpahi atau mentertawai takdir menyakitkan ini.


“ Berharap kamu menyesal karena telah mengabaikanku, itu hanya akan menjadi khayalan bodoh yang aku punya.” Bisik hatinya, dia mentertawai dirinya sendiri, kemudian dia melangkah pergi dengan perasaan yang hancur itu.


__ADS_2