TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
PESTA PERNIKAHAN (Part 2)


__ADS_3

Pernikahan yang di impikan setiap wanita adalah menikah dengan pria yang di cintainya, dan pria tersebut juga mencintainya. Hal itu tidak dapat di pungkiri dengan alasan apapun. Pesta megah super wah, itu hanyalah pelengkap saja.


Maka betapa beruntungnya pasangan yang menikah hari ini. Luna dan Mark saling mencintai, serta pesta megah, gedung dan menu super wah, dan di hadiri oleh para petinggi dari berbagai kalangan bukanlah hal yang mustahil untuk mereka.


Luna berdiri di samping Mark. Berdiri sebagai pasangan suami istri yang sah. Mereka sudah berganti pakaian, masih tetap dengan gaun warna putih namun aksen yang berbeda dan Mark dengan jas hitamnya yang sangat mewah dan elegant. Luna terlihat sangat cantik, begitupun Mark terlihat sangat tampan. Sunggguh seperti putri dan pangeran.


Apalagi dengan tema dekorasi pesta dalam hutan, di penuhi dengan bunga-bunga berwarna putih, dan berbagai pohon berdaun hijau dan akar yang menjalar, sangat mewah dan megah. Yang menakjubkannya lagi, pesta ini dia adakan di puncak tertinggi gedung, kesan kelap kelip lampu kota juga menawarkan pemandangan yang indah, namun kesan hutannya sangatlah lekat.


Ruangan ini hangat, meski di luar sedang tejadi hujan salju. Ini adalah pernikahan yang membuat iri semua orang.


Wajah Luna dan Mark di penuhi senyuman kebahagiaan. Menerima ucapan salamat dari para tamu undangan. Orang-orang tak hentinya memuji mereka, namun tak bisa di pungkiri juga ada yang mengutuk mereka karena iri.


Di tengah asyik nya berbincang dengan para sahabatnya, tiba-tiba suara tuan Aliester terdengar di depan. Ya.. tuan Aliester sudah berdiri di depan podium, matanya melihat ke arah Luna dan Mark.


“ Luna Aliester, putri kesayanganku. Mark Rendra, menantuku. Hari ini aku menyerahkan putriku padamu. Putriku telah menjadi istrimu, yang juga akan menjadi ibu dari anak-anakmu. Maka jagalah dan lindungilah putriku.” Tuan Aliester mengusap air matanya yang mulai mengalir. Para tamu juga terbawa suasana mellow ini.


“ Aku adalah pria pertama yang memeluknya, aku pria pertama pertama menciumnya. Aku pria pertama yang mencintainya.” Berhenti sejenak karena sesegukan. “ Tapi aku harap kamu adalah pria yang yang bisa bersamanya selamanya. Jika suatu hari kamu tidak mencintainya lagi, jangan katakan padanya. Katakan saja pada ku. Aku akan datang dan membawanya pulang.” Lanjutnya dengan air mata yang mengalir lebih deras.


“ Papa..” Luna bercucuran air mata. Begitupun semua orang di sana juga menangis haru mendengar pidato tuan Aliester untuk putrinya.


Luna memandangi papa dan mamanya yang berjalan mendekat padanya. Papa yang selalu di banggakan Luna, meskipun papanya sering mengerjainya dia tahu betapa sayangnya papanya padanya. Hingga di hari pernikahannya ini, semuanya di ungkap betapa belum relanya papa dan mamanya untuk melepaskan dia.


Dari jarak yang sekitar 3 langkah lagi, tuan Aliester menrentangkan kedua tangannya, sontak saja Luna langsung menghanburkan dirinya dalam pelukan papanya. Air mata bercucuran, begitupun dengan mamanya dang mengusap Luna.


Mark tersenyum dan mengusap air matanya. Lihatlah, betapa besarnya tanggung jawab ini, tapi tanpa di mintapun dia sudah berkomitmen untuk selalu mencintai Luna selamanya.


Dengan posisi masih memeluk putrinya, tuan Aliester mengulurkan tangannya pada Mark agar mendekat. Tanpa ragu Mark melangkah mendekati mertua dan istrinya.


Tuan Aliester melepaskan pelukannya dengan Luna, lalu kembali menyatukan tangan Mark dan Luna.

__ADS_1


“ Pa, ma aku akan menjaga Luna selamanya jangan pernah ragukan itu. Aku tak punya kekuatan untuk jauh darinya, bahkan aku tak bisa hidup di dunia dimana Luna tidak ada di dalamnya. Jadi satu-satunya cara agar semuanya sempurna adalah aku hidup dengannya, agar aku selalu bisa melindunginya.” Ucap Mark menegaskan cintanya.


Tuan Aliester tersenyum, lalu dia mendekap istrinya yang berdiri di sampingnya. Menganggukkan kepala, bangga dan lega dengan apa yang telah di ucapkan oleh Mark padanya.


***


Siang telah berganti malam, karena ini adalah bulan desember maka waktu siang hanya berjalan selama 9 jam saja, dan malam lebih cepat dan lama. Pukul 16.51 matahari sudah terbenam, tentu saja pesta masih berlanjut setelah pemotongan kue pesta super mewah yang di lakukan oleh Luna dan Mark tadi. Pesta masih begitu meriah karena berbagai rangkaian acara hiburan yang memanjakan para tamu undangan.


Jam menunjukkan pukul 20.15, Mark yang lagi-lagi sudah berganti pakaian. Stelan jas hitam jenis Tuxedo, dengan bagian belakangnya lebih panjang. Sangat tampan, inilah bentuk nyatanya pangeran Luna.


Mark duduk di meja melingkar bersama Mertuanya, ibunya dan keluarga Rangga. mereka berbincang dengan hangat. Ibu Mark dan mama Luna juga terlihat dekat, tidak ada masalah sama sekali. Tidak ada kecanggungan sedikitpun, hingga mama Luna juga bisa menyingkirkan kekhawatirannya.


“ Waahh..” tiba-tiba orang bersorak di iringi dengan tepuk tangan yang heboh. Mark menoleh, ternyata penyebab sorakan dan tepuk tangan itu adalah kemunculan Luna yang juga sudah berganti pakaian.


Luna keluar dengan gaun lebih sederhana dan santai dengan potongan mengembang kebawah seperti duyung. Gaun berwarna broken white dengan model sedehana namun dengan sentuhan glamour karena di taburi dengan hiasan payet berwarna silver yang menawan.


Jika gaun sebelumnya menyapu lantai hingga meteran. Namun gaun kali ini cukup menutupi seluruh kakinya saja dan sedikit menyapu lantai.


‘ krack ‘ tiba-tiba atap di tempat mereka berdiri terbuka.


Luna langsung menoleh ke atas, melihat salju yang jatuh mulai menghampirinya, serta musik dansa yang tenang juga mulai di mainkan.


“ Mark..” hanya kata itu yang bisa dia ucapkan atas kekakagumannya, dia tidak menyangka jika Mark mengabulkan keiginannya dengan cara seperti ini. sementara yang ada dalam otaknya sebelumnya hanyalah, mereka pergi ke taman, hanya berdua dan berdansa di sana. Tapi Mark memang selalu memberikan yang lebih padanya.


Salju mulai menyentuh kulit Luna, dengan perasaan sangat senang Luna menampung salju itu dengan kedua tangannya. tidak peduli lagi dengan orang sekelililng menatap, saat ini dia hanya merasa hanya dia dan sang suami berada di sana.


“ Istriku yang cantik, bersediakah berdansa denganku?” Mark membungkuk sambil mengulurkan tangannya. sangat keren, semua orang berteriak.


“ Dengan senang hati suamiku.” Luna mengulurkan tangan indahnya pada Mark.

__ADS_1


Tangan Kanan Mark memegangi pinggang Luna yang ramping, manarik lebih dekat padanya. Sementara Luna meletakkan satu tangannya di bahu Mark, dan yang satunya saling berpegangan tangangan dengan Mark.


Mereka mulai mengikuti alunan music yang tenang, hanya mereka berdua berdansa di bawah hujan salju dan di depan air mancur yang indah itu. Benar-benar seperti kisah-kisah dari negeri dongeng.


Luna memasrahkan dirinya di saat paling manis ini dalam hidupnya, lengan Mark yang memeluk tubuhnya dengan mantap dan membimbingnya dengan luwes, jemari mereka yang saling bertautan. Mark menatap mata Luna, sementara mereka berdansa berputar-putar. Senandung iramanya benar-benar senada.


Musik kembali tenang, Mark dan Luna saling tersenyum dengan manis.


“ Luna bolehkah aku menciummu kedua kalinya?” pinta Mark.


“ Kedua kalinya? Mark apa kau bodoh?” sambil tertawa kecil. Luna membantah kalimat Mark, karena sebelumnya mereka juga sudah berciuman. “ ini mau ke enam kalinya.” Lanjut Luna dengan cemberut.


“ Jika ini kedua kalinya, lalu yang empat saat tunangan itu apa?” gerutu hatinya.


“ Siapa bilang yang yang empat itu ciuman, itu hanyalah kecupan.”


“ Apa? kecupan? Mark, otakmu bodoh ya, mana ada hal pembeda seperti itu. Bagiku sama saja.”


Luna membuka mulut penuh protes, tidak terima dengan pernyataan Mark.


‘ cup ‘ tapi Mark sudah menunduk dan membungkam bibir Luna dengan bibirnya.


“ Oh My God.” Batin Luna berteriak, matanya terbelalak. Lalu berkedip.


Luna tidak pernah tahu berciuman bisa terasa seperti ini. Bibir Mark ******* bibirnya, hangat di tengah hujan salju yang menimpa mereka. Ciuman itu seolah mengusainya, Luna memejamkan matanya supaya lebih menikmatinya. Semua pikiran tentang menjaga sikap seakan menguap. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang cukup lama.


Luna merasa seolah mereka berdua tengah melayang, seolah waktu dan tempat mereka berdiri menjadi kabur dan dunia hanya terdiri atas mereka berdua.


.

__ADS_1


.


Bersambung…


__ADS_2