TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
S2 DISKUSI


__ADS_3

Oslo, NORWEGIA.


di lahan pemakanan elite Oslo sedang berlangsung upacara pemakamann Rune Skjold yang merupakan Asisterende Polidirektor Norwegia.


Dia di temukan tidak beryawa lagi di kediamannya. Setelah di selidiki, beliau meninggal karena serangan jantung mendadak.


Isak tangis istri dan anak beliau menghiasi rangkaian acara untuk penghormatan terkahir pada Rune Skjold.


Acara pemakanan berlangsung khikmat. Para petinggi dan jajaran kepolisian memenuhi proses pemakamannya.


Upacara selesai, tampak pria dengan nama Charles Scot yang merupakan Poliderektor kepolisian memeluk putri dan putra dari almarhum Asistennya.


Air mata mengalir di pipinya. Dia memberi semangat agar tidak larut dalam kesdihan atas kepergian June Skjold.


Semua urusan telah selesai, Chareles Scot bersama orangnya langsung memasuki mobil, meninggalkan lokasi rumah duka.


“Huh bagaimana, semuanya bersih tanpa jejakkan?” tanya Charles sambil menerima sapu tangan dari orangnya. Dia mengusap sedikit air mata yang menggantung di sudut matanya.


“Sudah Tuan.” Jawab tegas dari orangnya.


“Bagus. Sekarang kita pergi ke Kantor.” Titahnya. Mobil segera melaju. Dalam perjalanan tampak gurat senyum tipis di wajah Charles Scot.


***


Mark masih sibuk di ruangannya. Memeriksa dokumen yang di bawakan Rangga dan menandataganinya.


Di ruangan itu juga ada Key dan Jiang He yang duduk di sofa. Duduk dengan menyilangkan kaki dan sibuk dengan ponsel masing-masing.


“Ada keperluan apa kakak di kantor kak Mark? apakah akan lama?” Jiang He yang sedang chatting dengan Nindy.


“Urusan pekerjaan. Belum tau apakah lama atau tidak.” Balasnya.


“Yah.. sayang sekali. Padahal aku ingin ke kantor kakak. Aku belajar memasak dan aku membawakannya untuk kakak cicipi.” Balas Nindy yang di sertai foto kotak makanan.


“Aku sangat berharap kakak bisa mencicipinya.” Emoticon mata berkaca-kaca.


Jiang He tersenyum tipis. “Akan ku kabari nanti jika urusan ku selesai.” Balasnya .


“Jika lama, makanan ini akan dingin.” emoticon memelas dari Nindy.

__ADS_1


“Itu bisa diatasi.” Senyum tipis kembali terukir di bibir Jiang He.


Di saat yang bersamaan. Jiang He juga sedang membalas pesan dari Lery yang kehilangan dia di Kantor.


“Tuan, ini baru 5 menit saya meninggalkan ruangan tuan. Sekarang kenapa sudah tidak ada? bagaimana dengan doukumen ini? aku sungguh butuh tandatangan tuan dengan segera.” Skip. Key tidak membalas pesan tersebut. Suasana hatinya masih belum stabil. Matikan layar dan simpan kembali ponsel di balik jas.


Sementara itu Lery berdiri di depan meja kerja Key. Dia sudah merubah penampilannya. Cantik, riasan tipis di wajah polosnya yang lembut.


Sesekali Lery mendesah kesal kemudian berakhir dengan dengan menggerutu. Bagaimana tidak, seharian ini dia selalu salah di mata atasannya itu. Sudah 5 kali dia bolak balik ke ruangan ini hanya karena 1 dokumen.


Entah kenapa dokumen itu selalu salah di mata Key, penulisan yang kurang rapi, tidak jelas, hasil print jelek. Pokonya serba salah. Dan sekarang dia mendapati ruangan ini kosong, sunggguh kesal berlipat-lipat rasanya.


“Dasar presdir gila. Sebentar saja baiknya. Sekarang penyakit gilanya kumat lagi.” umpatnya. Ketik-ketik pesan lagi dan kirim.


‘ drrt drrt ‘ ponsel Key bergetar lagi.


“Tuan saya pernah mendengar ada sebuah perusahaan bangkrut karena tidak membalas pesan sekretarisnya.” Emoticon senyum cerah pelengkap pesan penumpah kekesalan Lery.


Alis Key terangkat saat membaca pesan tersebut. Tersenyum tipis dan akhirnya dia tergerak juga membalas pesan Lery.


“Presdirnya pasti bodoh. Bisa-bisanya seorang sekretaris menghancurkan perusahaannya.” Balasnya.


“ Ah, sudahlah. Masa bodoh. Jika besok ada masalah karena keterlambatan penyelesaian dokumen ini.. Aku tidak akan urus. Lihat saja nanti. Aku tidak akan urus.” Gerutunya memandangi kursi Key tajam.


Di taruhnya dokumen tersebut di meja. Menghentakkan kaki kesal, lalu keluar dengan merepet panjang dalam hatinya.


Mark sudah selesai dengan dokumennya. Sekretaris Nina juga sudah datang untuk mengambilnya.


Sejenak Mark memandangi Key dan Jiang He yang sibuk dengan ponsel masing-masing. Berdehem lalu berdiri.


“Apa kalian sibuk?” mendekat dan duduk di sofa single yang berhadapan dengan Jiang He. Begitupun Rangga, dia juga bergabung dan duduk di sebelah Key.


“Tidak!” jawab Key dan Jiang He serentak. Saling tatap, karena menjawab serentak, lalu menyimpan ponsel mereka.


Mark tampak tergelak melihat 2 orang ini, namun cepat dia merubahnya.


“Baiklah. kita langsung saja.” mengeluarkan ponsel yang tiba-tiba bergetar.


Mark tersenyum, karena tu adalah panggilan dari “Kesayangan” istri tercinta.

__ADS_1


“Halo sayang, ada apa?”


“Sayang, kamu pulang kerjanya lama tidak?” Luna berada di tamannya untuk merawat bunga mawar kesayangannya.


“Memangnya ada apa sayang?” tidak menjawab, malah bertaya kembali.


“Jawab dulu sayang!” jawab Luna dengan nada kesal, membuat Mark tertawa gemas mendengarya.


“Hmm.. aku tidak sibuk. 1 jam lagi aku bisa pulang.” Sambil melirik jamnya. Tampak Rangga juga melihat jamnya mendengar kalimat Mark.


“Pulang? Bukankah seharusnya dia ke mansion untuk melihat keadaan Hyena?”


Pagi tadi dokter Tang mengabari mereka bahwa Hyena telah sadarkan diri. Kondisi Hyena sangat lemah, dia bilang ingin mati saja. Selang impus yang menjadi satu-satunya sumber tenaga untuknya, selalu dia lepaskan sebagai bentuk keseriusannya ingin mati.


“Bagus. Nanti temani aku membeli cat lukis ya.”


“Ok sayang.”


Percakapan berakhir, Mark langsung menyimpan ponselnya kembali.


“Mark kau mau kemana? Bukannya setelah ini kita ke mansion?” tanya Rangga.


“Kau saja yang pergi ya. Aku mau menemani Luna keluar.”


“Baiklah.”


Mark tersenyum, lalu memulai diskusi.


“Baiklah, kita langsung saja.” meraih sebuah kertas yang berada di atas meja.


“Kemaren aku membuat coretan mengenai waktu kemungkinan James Lu akan menemui Luna. Berdasarkan jadwal yang biasa dia atur, seharusnya dalam rentang waktu 2 minggu ini.” jelasnya sambil memandangi coretan yang di buat.


“ Berdasarkan informasi yang ku dapat, James Lu akan muncul dengan cara seolah kebetulan bertemu. Seperti di perjamuan. Dan berdasarkan itu, dalam rentang waktu 2 minggu ini ada 3 perjamuan yang akan di hadiri keluarga Aliester. Jadi kalian bisa lebih megawasi saat perjamuan ini.” lanjut Mark menjelaskan pada Key dan Jiang He.


“Kau memang yang terbaik,” ujar Key. Sangat tau jika sahabatnya ini memang tidak pernah setengah-setengah melakukan apapun. Sampai-sampai menganalisa perihal yang tidak terfikirkan olehnya.


“Dia sangat sibuk, tidak di sangka dia sempat untuk menganalisa ini. kapan dia melakukannya?” bisik hati Rangga. Dia yang selalu berada di samping Mark tidak menyadari kapan Mark melakukan ini.


“Bagus Mark, kau semakin membuatku tenang. Besarnya bahaya yang menghampiri Luna, sebanding dengan keinginanmu untuk terus menjaganya. Aku sangat lega.” Bisik hati Jiang He.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2