
Jiang He sudah keluar dari bandara dan dia langsung masuk ke mobilnya.
“ Selamat datang tuan.” ucap Xi orang kepercayaan Jiang He di China.
Jiang He tersenyum dan membuka kaca matanya.
“Apa kamu sudah mengatur semuanya?”
“ Sudah tuan. Hari ini kami akan menyebarkan undangannya.”
“Bagus. Selanjutnya atur pertemuanku dengan Mark Rendra! Aku ingin menemuinya sebelum pesta penyambutanku.”
“Baik tuan.”
“Mark Rendra, aku tidak akan membiarkanmu untuk menyakiti Luna lebih jauh lagi. Kau mengatur hidupnya sesuka hatimu, kau bahkan melarangnya bekomukasi denganku. Kau bahkan membuat Luna menolak ajakanku untuk kabur.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana cara kau menekannya selama ini dan pemblokiran ku dengan Luna, aku tidak akan melupakan itu. Aku sudah sangat bersabar, meskipun aku bisa menghubungi Luna dengan nomor lain atau cara lainnya, aku memutuskan untuk tidak melakukannya.
Karna aku takut Luna akan terluka jika seandainya dia ketahuan saat itu. Tapi sekarang aku tak akan begitu lagi, Aku akan membalaskan semua rasa sakit Luna dan orang tuanya.” bisik hati Jiang He dengan tatapannya yang dingin
\= Di Lokasi Pemabangunan Pusat Perbelanjaan Ling \=
Mark dan Luna baru datang. Mark memarkirkan mobilnya di luar pembangunan proyek. Mereka keluar dari mobil, Luna memperhatikan lingkungan sekitar.
“Sepertinya tuan Alexs suduah datang.” sambil melihat pada sebuah mobil.
“Heh, kau memang luar biasa Luna. Baru bertemu beberapa kali saja tapi kau sudah hafal dengan mobilnya.” ucap Mark dengan nada tidak senang.
“Mark kau jangan asal bicara. Aku hanya menebak saja, lihatlah mobil itu. Tidak mungkin perkerja membawa mobil seperti itu.” sambil menunujuk mobil mewah keluaran terbaru.
Lalu ada 3 orang pria memakai helm bewarna putih yang bertanggung jawab untuk mengawasi pembangunan proyek ini menghampiri Luna dan Mark.
"Tuan dan nona selamat datang.” dengan sambutan yang hangat.
Luna dan Mark dengan ramah menjwab orang tersebut.
“Apa tuan Alexs sudah datang?” tanya Luna.
“Sudah, tuan sedang mengecek gambar kerja.” jawab salah satu dari mereka.
Luna dan Mark menanyakan perkembangan proyek ini sambil berjalan menuju lokasi Alexs.
Dari kejauhan Alexs melihat Luna, dia tersenyum melihat kedatangan Luna. Tapi ketika dia melihat Mark, ekspresinya langsung berubah tidak senang.
“Kenapa dia turun ke lokasi?” bisik hati Alexs tidak senang.
Mark dan Luna semakin dekat, Alexs langsung fokus kembali melihat gambar kerja. Dia berpura-pura seolah belum menyadari kedatangan Luna.
“Tuan Alexs maaf karena membuat anda menunggu lagi.” ucap Luna dengan senyum.
Alexspun menoleh dan tersenyum.
“Tidak apa-apa Luna.”
Dia menoleh ke Mark “Eh bukankah ini Presdir Mark. Anda sangat peduli pada proyek ini hingga anda sendiri turun ke lokasi.”
Mark tersenyum, “ Tentu saja saya peduli, karna ini adalah proyek pertama tunangan saya. Jadi saya harus mendukungnya secara penuh.” sambil mendekap bahu Luna.
Luna terkejut dan menatap Mark dengan aneh.
“Ah haha.. Luna memang sangat beruntung mempunyai tunangan seperti anda tuan muda presdir.”
“Tentu saja. Oh iya tuan Alexs, saya berterimakasih pada anda karena sudah bersedia menjual tanah ini pada Lixing Group. Dan terimakasih juga karena sudah ikut berinvestasi, saat itu saya belum sempat bertemu dengan anda dan para investor lainnya.”
“Saya bersedia menjualnya, itu karena saya percaya pada kemampuan Luna.”
“Sepertinya anda sudah mengenal Luna sejak lama.”
Luna heran dengan pertanyaan Mark, dia menatap bingung Mark.
“Kenapa Mark berkata seperti itu?. Hmmm.. tapi jika di pikir-pikir juga aneh. Alexs bersedia menjual tanah ini dengan syarat aku yang menjadi penanggung jawabnya. Padahal aku sama sekali tidak mengenalnya sebelumnya.” bisik hati Luna
Alexs merasa kesal dengan Mark, tapi dia tetap berusaha untu ramah.
“Ah haha.. siapa yang tidak mengenal Luna, dia sangat populer.” Dengan senyum yang di paksakan.
Mendengar jawaban Alexs, dia senyum.
“Tunanganku terlalu populerkah? Hum.. sepertinya aku harus mengawasinya, agar tidak di ganggu oleh pria lain.” dengan mendekap bahu Luna lebih erat dan memandangi Luna.
Lunapun menatap Mark dengan senyum kesal.
“ Mark, apa kau tidak merasa keterlaluan. Kau mendekapku terlalu erat. Jika tidak ada orang di sini, aku pasti akan mencakar-cakarmu.” bisik hati Luna kesal.
Ekspressi Alexs tampak sangat tidak senang dengan pemandangan itu. Dia menggenggam tangannya dan menggertakkan giginya.
“ Haha.. sekarang kita lebih baik ke proyek.” Ucap Luna sambil melepaskan tangan Mark yang mendekap bahunya.
Mereka mengenakan helm berrwarna putih dan langsung menujuk ke proyek. Mereka bertiga berjalan beriringan dengan posisi Luna di tengah-tengah, mereka juga di temani oleh mandor dan pengawas.
Mark berbincang dengan mandor, sementara Luna berbincang dengan Alexs dan pengawas.
__ADS_1
***
Mark sudah mengabari Rangga bahwa pagi ini dia tidak langsung ke kantor. Karena dia pergi menemani Luna untuk mengecek proses pembagunan proyek.
Oleh karena itu Rangga memutuskan untuk menunggu Mark di kantor saja sambil memeriksa berkas tentang kerjasama SK Group yang baru saja ia dapatkan pagi ini.
Rangga sudah sampai di lobby kantor, saat dia masuk dia berselisih dengan seseorang.
Rangga berhenti dan berbalik badan untuk melihat orang tersebut. Dia memiringkan sedikit kepalanya ke kiri dengan ekspressi curiga dan merasa aneh.
“Siapa orang itu. aku belum pernah melihat dia di sini sebelumya.” gumam Rangga dengan masih memandangi punggung orang itu.
Rangga kemudian berbalik badan dan memutuskan untuk bertanya pada orang yang di Resepsionis. Dia langsung berjalan menuju resepsionis tersebut.
“Pagi tuan.” sapa orang resepsionis
Rangga membalanya dengan senyum.
“Apakah yang bisa kami bantu tuan?”
“Apakah kalian mengenal orang berkaca mata dan memakai stelan abu-abu yang barusan barusan keluar?”
“Oh itu. Dia adalah orang dari CL Group, dia mengantarkan undangan dan kotak ini untuk tuan muda presdir dan kami baru saja ingin mengantarkannya ke ruangan tuan muda.” sambil mengeluarkan.
“CL Group?” tanya Rangga sambil mengingat.
“Iya tuan. CL Group perusahaan parfum dan kosmetik yang terkanal di Prancis, dan sekarang mereka sudah berhasil memperluas dan memperkuat anak perusahaannya di sini. Oleh karena itu mereka mengadakan pesta penyambutan untuk pimpinan mereka dan mereka menyebarkan undangan ke berbagai perusahaan yang ada di Negara ini.”
Saat mendengar penjelasan dari orang resepsionis itu, Rangga baru ingat.
“ Biar aku saja yang membawa undangan dan kotak ini ke ruangan presdir” ucap Rangga dengan senyum
“Eh, tapi tuan..” sangat segan.
“ Tidak apa-apa. Ruangan saya dekat dengan presdir dan lagian saya memang ingin ke ruangan presdir juga.”
“Baiklah. Terimakasih tuan.”
Rangga melemparkan senyumnya, kemudian dia mengambil undangan dan kotak itu dan berjalan menuju Lift.
Saat di dalam Lift, Rangga memandangi undangan yang mewah tersebut.
“CL Group, aku sangat ingat bahwa Jiang He yang diponsel Luna merupakan anak dari pimpinan perusahaan itu. Tapi saat itu dia masih belum mendapatkan kepercayaan ayahnya. Tapi apakah sekarang..?”
Rangga mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya, dia berusaha menenangkan dirinya.
‘ Ting’ pintu lift terbuka.
Rangga langsung keluar dan berjalan menuju ruangan presdir.
Dia membukanya dengan tangan yang sedikit gemetaran.
Dia membaca undangan tersebut.
“Apa? jadi benaran dia? Argghh.. sepertinya dia sudah merencanakan ini dengan baik.”
Rangga lansung menyandarkan dirinya di sofa dan memejamkan matanya.
“Baiklah. Mark kau akan mempunyai lawan baru. Aku tak tahu bagaimana perasaanmu pada Luna dan apa rencanamu sebenarnya padanya.
Tapi pria yang bernama Jiang He ini sepertinya sangat mencintai Luna. aku sudah berjanji pada diriku untuk menggantikannya untuk melindungi Luna, karena saat itu aku merasa dia tidak mampu melawanmu.
Dan sekarang dia sudah berusaha sangat keras hingga sampai titik ini. aku harap pertempuran kalian adalah pertemuran yang adil.” gumam Rangga.
Rangga kemudian bangkit dan mengambil ponselnya.
“Cour Media pasti akan meliput berita ini. aku lebih baik menelvon Key.”
Rangga langsung melakukan panggilan pada Key.
‘ biiib biip’ suara panggilan telvon.
“Rangga kau menelvon, kau baru saja dari rumahku dan sekarang menelvonku. Apakah kau sudah rindu padaku?’ “ canda Key.
“Key aku sedang tidak ingin bercanda. Ada hal penting yang ingin ku tanyakan padamu."
“Baiklah. hal apakah itu?”
“Apakau mendapat undangan dari CL Group?”
“Aah haha,, jadi kau menelvon hanya untuk menanyakan hal ini? Rangga Rangga, sepertinya kau sudah meragukan kebesaran Cour-ku ya?”
“ Key kau jawab saja!”
“Tentu saja mereka mengundangku. Cour juga akan meliput berita besar ini. Dan berita tentang akan segera terbit dalam hitungan menit.” jawab Key dengan kesal.
“Apakah kau tau siapa pimpinan dari CL Group ini?”
“Rangga sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?, kau jangan berbelit-belit seolah meremehkan Cour-ku. Aku tentu saja tahu siapa dia, Cour-ku adalah sumber berita dalam dan luar negeri.
Semuanya ada di Cour-ku, termasuk rahasia-rahasia banyak orang juga ku ketahui. Jika Cour sudah buka suara, maka semuanya akan selalu booming. Dengan performa Cour-ku yang begitu bagus kau masih punya nyali mengajukan pertanyaan seperti itu padaku.” dengan sangat kesal.
“Key bukan itu maksudku, kau jangan kesal pada temanmu sendiri.” balas Rangga.
__ADS_1
“Rangga aku tidak akan pandang bulu jika menyangkut Cour Media tercintaku. Meski kau temanku, aku akan tetap marah jika kau merenehkannya.”
“Key,,, aku tidak ada meremehkan siapa dan apapun. Aku hanya ingin memastikan sesuatu sekaligus memberitahumu mengenai sesuatu.”
Mendengar ucapan Rangga yang begitu Key langsung bangkit dari sandarannya di kursinya.
“Apa yang ingin kau ceritakan padaku?” tanya Key dengan sangat penasaran.
“ Begini,,,,” Ranngapun lansung menceritakan semuanya pada Key.
Beberapa saat kemudian Rangga sudah selsai menceritakannya pada Key.
“Kamu tidak bercandakan?” tanya Key memastikan apa yang di ucapkan oleh Rangga padanya.
“Jadi maksudmu, dia muncul untuk melawan Mark?”
“Iya.”
“Ah… ini benar-benar menarik. Jika aku bukan teman Mark, aku pasti akan engeluarkan berita yang begitu besar ini. Dua Orang Presdir dari Perusahaan Besar Memerebutkan Seorang Perempuan, dengan judul ini pasti sangat menarik. Di tambah dengan foto dengan wajah yang di blur, pasti akan semakin menambah rasa penasaran semua orang.
Dan akan aku ungkapkan dengan cara mengundang mereka di acaraku sebagai tamu misterius yang mengejutkan semua orang saat mereka memunculkan diri. Aku pasti mendapatkan keuntungan yang sangat besar.” pungkas Key.
“Key apa kau gila. Saat seperti ini, kau masih saja bercanda.” teriak Rangga kesal.
“Haha.. kau kenapa meneriakiku?, Rangga kita tidak perlu khawatir tentang ini. Ini pasti akan menjadi persaingan yang adil. Karena yang akan berperan di sini adalah perasaan mereka untuk saling melindungi wanita yang mereka cintai. Materi dan yang lainnya, hanyalah sebagai pemanisnya.” ucap Key dengan penuh keyakinan.
“Tapi Key, aku belum yakin dengan Mark yang mencintai Luna. Aku takut dia akan melakukan hal yang sebaliknya, aku takut dia menyakiti Luna. Aku takut dia menyakiti orang yang tidak bersalah. Aku takut dia menjadi terpuruk seperti beberapa tahun lalu.” dengan nada penuh kekhawatiran.
“Rangga, kau percaya saja padaku. Kita lihat saja bagaimana nantinya, jika memang ada yang di rasa salah, maka kita perlu menahan Mark dengan cara apapun. Rangga ingatlah, meskipun Mark tidak seterbuka dulu pada kita, kau jangan khawatir.
Karena Mark tetaplah Mark, dia tidak akan berskap di luar batas. Selama ini kita sama-sama tahu, di antara kita bertiga dialah yang paling bernorma."
“Baiklah, semoga saja begitu.” ucap Rangga dengan penuh harapan.
***
Jam sudah menunjukan pukul setengah 12 siang. Mark dan Luna sudah dalam perjalanan menuju kantor.
“Luna kita langsung makan siang saja ya, setelah itu baru ke kantor.” tawar Mark.
Luan melihat jam tangannya.
“Baiklah.”
“Kau mau makan dimana?”
“Terserah saja, yang penting nyaman dan tidak bertemu lagi rubah licik seperti kemaren."
Mark tertawa kecil mendengar ucapan Luna.
Luna melirik Mark, “ Kau kenapa tertawa?” dengan nada sedikit kesal.
“Ternyata kau suka memberikan panggilan seperti itu pada orang yang tidak kau suka.”
“Tentu saja, mereka pantas dengan sebutan itu.” jawab Luna dengan santai.
“Lalu apa panggilanku yang kau buat?” sambil melirik Luna.
Luna terkejut dengan pertanyaan Mark.
“Ah haha.. kau kenapa menanyakannya.” dengan nada canggung dan kesal.
“Aku hanya penasaran. Cepat katakan padaku!” desak Mark.
“Aku tidak ingat. ”
Kau jangan bohong, kau pasti sangat sering menyumpahiku. Apakah kau memanggilku dengan sebutan Psikopat saat menyumpahiku?”
Luna hanya diam menahan kesalnya mendengar ucapan Mark.
Tapi Mark selalu memaksanya untuk berbicara dan megatakannya.
“Baiklah, jika kau tidak mau mengatakannya dan kau juga mengaku kau sudah melupakannnya. Jadi bisa di putuskan sekarang kau tidak pernah menyumpahiku lagi, dan apakah itu bertanda kau sudah jatuh cinta padaku?” ucap Mark menggoda Luna.
“ Hah? Tidakkkk… aku tidak suka padamu. Aku menggunakan berbagai kata buruk untukmenyunpahimu. Psikopat, brengsek, adalah salah satunya.”
“Hahaha.. kenapa kau bereaksi berlebihan begitu.” ucap Mark dengan tertawa mengejek Luna.
“Huh,, dasar pria aneh.” cetus Luna dengan sangat kesal.
‘zhrrtt’ ponsel Luna bergetar.
Dia lansung megeluarkan ponselnya.
‘ nomor tidak di kenal’
“ Siapakah ini?” bisik hati Luna.
Diapun langsung menggesek tombol hijau.
“ Halo.”
“Luna, ini aku.”
__ADS_1
Luna sangat terkejut hingga menutup mulutnya.
Mark melirik Luna dan mengerutkan keningnya, dia penasaran kenapa Luna bereaksi seperti itu saat menjawa telvon itu.