TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
NETIZEN: Komentar Jahat


__ADS_3

Mulai hari ini adalah kebebasan Luna dari pekerjaan kantor. Sekarang yang perlu dia lakukan adalah duduk manis di rumah, ke salon melakukan perawatan atau hal lain yang membuatnya senang tanpa beban pikiran. “ Lakukan apapun yang membuatmu senang ” Begitulah titah dari sang calon suami padanya.


Ya seorang pengantin memang harus melakukan hal yang menyenangkan hati menjelang pernikahannya.


Di hari pertama kebebasannya Luna memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana karena hari ini juga merupakan jadwal mengenai pernikahannya dengan Mark Rendra serta berita mengenai kepulangan papa dan mamanya akan di publish. Jika dia keluar dia pasti akan menjadi mangsa para wartawan nantinya.


Luna sendiri sangat menantikan perilisan 2 berita ini, hingga dia rela harus tebal muka menghubungi Nindy hanya untuk menanyai pukul berapa 2 berita itu akan di rilis oleh Cour.


2 jam sebelum perilisan Luna sudah siap siaga, ini pertama kali dalam hidupnya menanti berita seantusias ini. Di dalam kamarnya Luna terlihat sedang duduk bersandar di kepala ranjangnya. Di depan terdapat meja fortable dengan laptop di atasnya, tak lupa juga terdapat sepiring salad sayur dan segelas air putih di sana.


Dia menggunakan waktu menunggunya dengan menonton drama komedi, dia tertawa kecil dan tertawa lepas hingga memegangi perutnya saat melihat adaegan atau percakapan yang menurutnya lucu.


Sementara pelayan Zhaon juga ikut tersenyum melihat nonanya, ini pertama kali baginya menamani Luna dengan aktivitas sesantai ini.


Pelayan Zhaon mengeluarkan ponselnya saat mendengar tanda alarm.


“ Apakah sudah jamnya?” Luna berhenti tertawa dan menoleh pada pelayan Zhaon.


“ Iya nona.”


Ya.. Luna seantusias itu menunggu berita ini, sampai-sampai dia meminta pelayan Zhaon menemaninya hingga menyuruh untuk memasang alaram 10 menit sebelum perilirsan berita.


“ Baiklah, ini pertama kalinya aku menjadi salah satu orang yang bergabung dalam live streaming pemberitaan Cour. Cour patut bersyukur dengan ini.” gurau Luna sambil tertawa.


“ Meskipun aku memakai akun palsu.” Lanjutnya dengan tertawa geli sendiri.


“ Nona nona...” Gumam Pelayan Zhaon merasa lucu dengan gurauan itu.


“ Kak Zhaon.” Panggi Luna sambil tangannya mengotak atik laptopnya untuk mengunjungi situs Cour Media.


“ Iya nona.”


“ Apa kak Zhaon tidak penasaran? Ayo sini duduk!” sambil menepuk-nepuk kasur di sampingnya.


“ Saya tidak berani nona.” sambil menggelengkan kepalanya. dia merasa tidak pantas untuk sedekat itu dengan nonanya.


“ Kak Zhaon kenapa kakak masih saja sungkan begini. Hanya kita berdua di sini. ayo..!”


Pelayan Zhaon tetap beridi tanpa berkutik, dia terus menggelengkan kepalanya yang menunduk sopan.


“ Nona jangan seperti ini, atau tuan muda akan membuatku lebih sulit lagi.” Bisik hatinya, dia sangat resah hingga dia meremas-remas jemarinya.


“ Kak Zhaon ini adalah perintah! Apa kak Zhaon berani menentang perintahku?” Suara Luna mulai meninggi, dia tidak ingin hubungannya dengan orang yang dia anggap dekat terlalu formal meskupun itu orang yang bekerja untuknya.


“ Baik nona.” pelayan Zhaon tidak punya pilihan lain melihat reaksi Luna yang seperti itu. Dia duduk di samping Luna dengan canggung.

__ADS_1


“ Jangan canggung begini.” Dengan tertawa lembut. Luna juga menyentuh lembut tangan pelayan Zhaon, sementara pelayan Zhaon hanya bisa senyum cengingisan yang canggung.


“ Kak Zhaon kamu terlihat masih sangat muda. Berapa usiamu? Jika ku tebak mungkin hanya 1 atau 2 tahun dariku. atau…” Luna menahan kalimatnya dengan menatap lama layar laptopnya yang menampilkan 8 menit menuju penghujung acara masak memasak dari stasiun Cour Media. Dia mengecilkan suara laptopnya agar bisa bicara dengan nyaman.


“ atau kakak seumuran denganku?” lanjutnya sambil menatap pelayan Zhaon dengan ekspresi yang butuh jawaban segera.


Raut wajah pelayan Zhaon langsung terlihat berubah, tapi ekspresi itu sulit untuk di tebak.


“ Nona terlalu memuji. Sungguh terlihat seperti itu?.” dengan tertawa kecil. Dia kembali memasang wajah polosnya. Sepertinya pelayan Zhaon sudah mulai rilex dan tak canggung lagi.


“ Haha.. aku serius dengan ucapanku. ” Luna berusaha membuat perbincangannya serilexs mungkin.


“ Nona sebenarnya ini adalah rahasiaku. Aku akan membagikannya pada nona, asal nona jangan memberitahu pada yang lain. Apa lagi pada tuan muda.” Ucapnya dengan setengah berbisik.


Luna mengangkat alisnya, dia seperti menemukan sisi yang berbeda dari pelayan Zhaon.


“ Janji.” Dengan senyum lembut.


“ Bolehkah aku mengakuinya dengan membisikkannya di telinga nona?” pintanya dengan polos.


“ Sepertinya rahasia sekali ya, hingga semut yang merayap di dindingpun tidak boleh mngetahuinya.” Sambil tertawa.


“ Hah Semut? dimana adanya? maafkan kami kurang teliti nona.” mata pelayan Zhaon langsung memandangi dinding kamar Luna. Dia tampak khawatir dan merasa tak becus dengan tanggung jawabnya.


“ Sungguh nona? ” menatap Luna penuh harapan agar bisa menghilangkan rasa bersalahnya.


“ Hemm..” jawab Luna sambil menganggukkan kepalanya dengan senyum di bibirnya.


Jawaban singkat itu bagain transfusi udara. Dalam seketika rasa penuh lega tergambar di wajah pelayan Zhaon, dan dia bisa bernafas lega kembali.


Luna tersenyum sambil menepuk lembut bahu pelayan Zhaon.


“ Sekarang ayo bisikkan rahasia kakak padaku?” sambil menyelipkan rambut di telinganya.


“ Eh nona acaranya sudah di mulai.” Ucap pelayan Zhaon dengan suara antusias dan matanya tertuju pada layar laptop.


“ Hah..” Luna juga langsung mengalih kan pandangannya pada layar laptopnya.


“ Wah ini akan segera di mulai. Terimakasih ya kak Zhaon sudah mengingatkan, jika tidak aku pasti akan sedikit melewatinya.” Sambil menyentuh kembali tangan pelayan Zhaon denga lembut.


Dalam seketika Luna melupakan pembahasan mengenai rahasia yang ingin pelyan Zhaon akui. Humm.. mungkin memang belum waktunya. Mereka berdua langsung fokus pada layar laptop melihat pembawa acara yang sudah mulai membuka acara.


***


Senyum mengembang di bibir Luna saat berita dengan title “ Pebisnis besar dunia Mark Rendra dan Luna Aliester Anak tunggal Tuan Aliester akan Segera Melangsungkan Pernikahan Megah” di tayangkan. Sepanjang berita sepanjang itu juga senyumnya. Sesekali dia menggigit jarinya karena tersipu malu dengan apa dia dengar.

__ADS_1


Semuanya sempurna tak ada yang mendelik di hatinya. Begitupun dengan komentar dari para warganet juga di dominasi dengan tanggapan positif, hal itu bagaikan transfusi energy bagi Luna. Meskipun ada beberapa komentar yang meraung sedih hingga menyumpahi tak ingin itu terjadi, Luna tak masslah sama sekali.


“ Apa ini? ” suara Luna terdengar ketus saat membaca sebuah komentar jahat yang menarik perhatiannya.


Dan entah apa yang terjadi dalam seketika komentar jahat lainnya datang bermunculan tanpa henti.


“ Mereka pikir bisa mengetik adalah hal yang bisa di banggakan? Apakah menjadi warganet, artinya mereka boleh berbicara seenaknya?” Luna berucap dengan Mulutnya yang sangat geram.


Luna terus membaca kolom kementar jahat yang tiada henti itu.


“ Sampah? Hah ini tidak bisa, ini tidak bisa di biarkan.” Luna menggertakkan giginya ketika membaca komentar yang mengatai dia sampah dan hanya akan mengganggu sekitar Mark calon suaminya.


“ arrghh.. dasar. ” Luna benar-benar sudah terpancing kekesalan. Dia menghembuskan keras nafasnya.


Luna berteriak geram dengan mengangkat dan mengepalkan kedua tangannya.


“ Hei kemari, aku akan memelukmu. Ayo kemari!” dengan gesture menantang orang-orang di balik layar itu. Sementara pelayan Zhaon hanya bisa diam mentap heran melihat tingkah nonanya.


“ Aihhhg… dasar para kecoak. Aku ingin sekali mematahkan jari mereka satu persatu.”


Luna melemaskan jemarinya, lalu memutar lehernya, “ Mari kita lihat bagaimana peringatan dari sang nona.”


Luna mulai menyentuh keyboard dan mengetikkan komentarnya.


“ Kamu bisa di tuntut atas pencemaran nama baik karena berkomentar jahat.”


‘ klik > send ‘ Luna menyeringai senyum smirknya.


Benar saja dengan komentarnya yang di kirimnya, tiba-tiba komentar jahat berangsur angsur berkurang. Bahkan dari mereka langsung berkomentar ulang dan meminta maaf. Tentu saja hal itu membuat Luna merasa puas.


“ Heh.. awas saja jika aku menemukan komentar jahat lainnya atas nama kalian, aku akan menandai kalian satu persatu.” Gerutunya dengan bibir naik sebelah karena masih sangat kesal.


.


.


.


Ps: -Luna Aliester –


Salam cinta dari Luna Alister untuk para netizen yang sering berkomentar jahat 😂


Beranikah mereka para kecoak berkomentar jahat langsung di hadapan orangnya? 😅


Sayangnya mereka hanya bisa bersembunyi di balik layar ponselnya/komputernya.😅😅

__ADS_1


__ADS_2