
Beijing, China.
Pagi hari di depan mansion yang megah, berhenti sebuah mobil hitam yang mewah. Pengawal mendekat dan membukakan pintu mobil tersebut. Dari mobil itu keluarlah Mark, dan di ikuti oleh Rangga yang berada di kursi pengemudi.
“ Selamat datang tuan.” Sapa pengawal seraya menundukkan kepala memberi hormat.
“ Apa dokter Tang sudah datang?” tanya Mark dengan suara dinginnya.
“ Sudah tuan.”
Setelah mendengar perkataan pengawalnya, Mark dan Rangga langsung masuk kedalam. Saat sampai di ruang tamu, terdengar suara tawa pria dan wanita yang renyah. Disorot lebih dekat lagi, itu adalah suara Zhaon dan seorang pria dengan jas dokternya, sepertinya pria itu adalah dokter Tang yang di tanyakan Mark tadi.
Tawa renyah itu langsung berhenti ketika Zhaon dan dokter Tang meyadari kedatangan Mark dan Rangga. tampak Zhaon memalingkan wajah dan memejamkan mata seolah telah melakukan kesalahan. Sementara dokter Tang langsung berdiri dan menyapa Mark dan Rangga.
“ Ya Tuhan.. aku tidak percaya jika mereka datang sepagi ini.”
Dokter Tang tampak bingung seraya mellirik aneh Zhaon yang berubah sikap.
“ Selamat datang tuan Mark dan tuan Rangga.” sapanya dengan sopan.
“ Duduk saja.” ucap Mark seraya mendekati kursi dan duduk di kursi di depan Zhaon, matanya menatap Zhaon tajam. Sementara Rangga terlihat menggelengkan kepalanya dengan melihat ke arah Zhaon, sehingga membuat dokter semakin bingung.
“ Zhaon kapan kau kembali? Apa kau menipu ayahmu lagi?”
“ Mati aku.”
Zhaon masih memunggungi Mark, menggigit bibir penuh kekhawatiran. Namun bagaimana lagi, dia juga tidak bisa menghindar. Dia menoleh pada Mark dengan senyum-senyum bodoh dan khawatirnya.
“ Bukan begitu tuan Muda, aku hanya ingin jalan-jalan saja.”
“ Apa kau pikir mansion ini destinasi liburan?” tanya Mark dengan suara sedikit keras, hingga membuat Zhaon menciut, dia munundukkan pandangannya. Tidak berani menatap sorot tajam mata Mark.
“ Tatap aku dan jawab pertanyaanku.” Ucap Mark, hingga membuat Zhaon reflek langsung menatap Mark dengan ekspresi terkejut. “ Bagaimana seorang gangster mempunyai putri sepertimu. Mengukitiku, mengekor seperti anak itik.” Mark terlihat frustasi di kalimat terakhirnya. Lelah bagaimana cara menghadapi sikap Zhaon yang pantang menyerah mengikutinya.
“ Tuan muda, aku hanya ingin bersamamu, atau tidak kirim aku pada nona Luna. Biarkan aku untuk menjaganya.” suara Zhaon lembut, sikap pelayan Zhaonnya keluar.
__ADS_1
Entah karena begitu pandai barakting atau memang sikapnya seperti itu. Dia selalu bisa bersikap sesuai situasi. Kasarnya jangan di tanya, lembut dan bodohnya juga tidak perlu di tanya lagi.
Bagiamanapun dia, di mata Mark, Zhaon tetaplah seorang bocah. Oleh karena itu Mark mengatakan pada Luna bahwa Zhaon adalah adik baginya.
“ Zhaon itu semua tidak perlu lagi. Kembalilah pada ayahmu, jangan mengikutiku lagi!!!. Kali ini aku tidak akan memberimu hukuman atau semacamnya. Kau malah tampak senang menjadi pelayan istriku, sementara kau bisa menjadi ketua di kelompok elang darah. Kembalilah ke Hongkong, aku akan mengabarimu setelah ada perkembangan di sini.” Mark berdiri dengan menatap malas pada Zhaon.
“ Tapi tuan..” Zhaon berucap dengan wajah memelasnya, dia juga menoleh pada Rangga, meminta pembelaan. Tapi Rangga acuh tak acuh dengan mengangkat bahunya.
“ Kembali ke Hongkong dan dengarkan titah ayahmu. Coba saja dulu, jika memang tidak menyukainya. Setidaknya kau juga paham kenapa aku tidak mau menjadi bagian terpenting elang darah, sehingga kau tidak memaksaku seperti ini lagi.” kali ini Mark berucap lembut, bagaikan seorang kakak yang menasehati adiknya.
“ Baiklah tuan.” Zhaon juga di buat patuh dengan kalimat dan nada lembut yang di ucapkan oleh Mark. Dia menjawab seraya dengan menganggukkan kepalanya. “ Saya akan kembali siang nanti.” Lanjut Zhaon.
Mark tak bersuara, dia hanya angguk-angguk kecil mendengar kalimat Zhaon. Setelah itu dia langsung berjalan menuju sisi lain ruangan.
Di belakang Mark di ikuti oleh Rangga dan dokter Tang yang masih terlihat bingung. Apa hubungan Mark dengan Zhaon. Karena dia juga baru kali ini bertemu Zhaon, namun karena Zhaon menyenangkan dan juga friendly makanya mereka bisa tertawa renyah ketika baru berbincang tadinya. Ingin rasanya bertanya pada Mark atau Rangga, tapi dia tidak punya kebaranian.
Zhaon seorang gadis yang baru berumur 19 tahun. Dia ahli bela diri dan juga ahli dalam menggunakan senjata api. Meski begitu dia tidak peduli dengan gang ayahnya. Sementara dia adalah anak satu-satunya yang dimiliki oleh ayahnya.
Dulu dia selalu terbang ke berbagai negara melakukan apapun untuk kesenangannya. Tapi semuanya berubah saat dia bertemu dengan sosok Mark, ketika mereka bertemu secara tidak sengaja dalam tragedy berdarah di sebuah hotel.
USA~ Seorang wanita berlari terengah-engah, dia menggunakan gaun dengan dandanan sangat menor dan juga darah di mengalir di keningnya. Di belakang terlihat beberapa orang pria dengan stelan jas rapi mengejarnya.
‘ brak.’ Wanita tersebut menabrak seorang pria karena berlari dengan menoleh kebelakang.
“ Maafkan aku. Ampuni aku.” dia berucap dengan wajah yang sangat tegang, dan air matanya juga langsung mengalir, sehingga darah yang menetes di kening mengalir ke sudut matanya membuat air matanya juga berwarna merah. Wanita itu mengusap kedua tangannya memohon ampun.
Ketika di sorot, ternyata pria yang di tabrak wanita itu tak lain adalah Mark Rendra.
“ Itu dia, ayo cepat.” Sorak segerombolan pria yang mengejar wanita itu. “ Tuan serahkan wanita itu pada kami.” Ucap salah stu pria itu pada Mark. Dengan ekspresi sedikit terkejut, wanita itu menatap Mark. Sadar bahwa Mark bukan bagian dari orang itu. Tapi bagaimana lagi, sekelompok pria ini juga sudah datang. Dia hanya diam memejamkan matanya pasrah.
“ Kenapa kalian menginginkan dia? Keributan apa yang telah terjadi di sini.” tanya Mark.
“ Hei anak muda. Kau jangan ikut campur urusan kami. Serahkan saja wanita itu, atau peluru ini akan menembus kepalamu.”
“ Hah, menembus kepalaku?” Mark tampak tidak khawatir sama sekali, sehingga wanita yang tadi menundukkan kepala, menoleh pada Mark. Merasa ada angin segar di sela kecemasannya, angina yang akan melindunginya.
__ADS_1
“ Jangan pernah mengancamku tanpa alasan.”
Dengan gerak cepat Mark menarik wanita itu ke belakangnya. Lalu Mark mengeluarkan senjatanya yang sepertinya memang sudah di siapkannya, lalu menembak orang itu secara beruntun dan dalam sekejap 5 orang pria itu tumbang.
Tapi dari sisi lain datang seorang pria menghadangnya. Sehingga terjadi sedikit pertempuran dan saat itulah wanita itu mengambil kesempatan untuk bersembunyi.
Saat Mark selesai menghabisi pria itu, dia menoleh ke segala arah untuk melihata wanit yang di selamatkannya tadi. Tidak melihat wujud wanita itu lagi, membuat Mark hanya tersenyum. Merapikan jasnya dan menyimpan senjatanya kembali. Di saat itu juga tampak Rangga datang.
“ Mark, apa kau tidak apa-apa?” tanya Rangga sambil mengedarkan matanya pada oaring-orang yang sudah tergeletak di lantai.
“ Aku baik-baik saja. Ayo.” Ucap Mark sambil meninggalkan tempat kejadian itu.
Di sisi-sisi lain, teryata wanita tadi menyintip Mark dan Rangga. Dengan kepala yang berdarah wanita itu terlihat tersenyum. Menyapu lipstick super tebalnya, Lalu menelvon seseorang.
“ Ya nona Zhaon.” Jawab dari orang dari telvon.
“ Aku ingin kau mencari informasi seseorang untukku. Serta lacak posisinya.” Perintah Zhaon.
Sejak kejadian itulah Zhaon mengagumi Mark, Mark adalah pahlawannya. Saat itu dia masih berumur 16 belas tahun, masih sangat nakal dan belum mempunyai kemampuan yang handal seperti sekarang.
Sejak itu dia bertekad memantapkan ilmu bela diri dan penggunaan senjata api. Dan mulai saat itulah dia berusaha mendekati Mark dengan berbagai cara, tanpa di ketahuI oleh Mark bahwa dia adalah wanita yang di selamatkannya dalam tragedy berdarah itu.
FLASHBACK OFF
.
.
Bersambung…
Jangan lupa like dan komentnya ya!!!
Sebenarnya mau up lebih dari 2 eps, tapi mengingat sebagian reader kalo aku up lebih dari 1 eps, yang di like cuma eps trakhir saja membuat aku jadi tidak bersemangat dan mengurungkan niat hehe.
Tapi tenang saja, TUAN MUDA AKU BENCI KAMU S2 bakalan up tiap hari lagi kok.
__ADS_1