TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
ADA YANG SALAH DENGANNYA


__ADS_3

Key menyentuh bahu Mark.


“ Mark perjuangkanlah apa yang pantas kau perjuangkan!” menasehati.


Mark tidak merespon apapun perkataan Key.


“ Mark aku akan mengantarmu nanti” tawar Rangga.


“ Tidak perlu. aku akan membawa mobil sendiri. Kau dan Key urus urusan yang lain saja!” jawab Mark dengan mata yang masih terpejam.


“Rangga batalkan rencana makan malam dengan tante Xio, undur besok malam saja. katakan aku ada urusan mendadak.”


“ Baiklah.”


Rangga langsung menghubungi keluarga tante Luna untuk perihal ini.


\= Salon T \=


Tante Xio dan camelia sedang melakukan perawatan untuk persiapan makan malam nanti. Saat ini mereka sedang di pijati oleh dokter clinik tersebut.


'zhrrtt’ ponsel tante Xio bergetar.


Tante Xio meminta orang yang sedang memijatinya untuk mengambilkan ponselnya.


“ Sayang, lihat asisten Mark menelvon mama. Sepertinya mereka tidak sabaran untuk makan malam nanti” ucap tante Xio penuh dengan percaya diri.


Camelia juga kegirangan mendengar ucapan mamanya.


“ Cepat jawab ma, kita tdak boleh mengecewakan mereka.”


Tante Xio langsung mengangkatnya dengan bersemangat. Tapi tiba-tiba wajah kegembiraannya langsung berubah telihat kesal.


“ Haha,, baiklah, saya mengerti. Seorang presdir pasti sangat sibuk” ucapnya dengan senyum yang dipaksakan.


Melihat ekspresi mamanya, Camelia menjadi sangat penasaran dan juga khawatir. Camellia bangkit dan memasang kain untuk membaluti tubuhnya.


Ketika mamanya selesai menelvon, Camelia tak sabaran menanyai mamanya.


“ Ma, apa yang terjadi?”


“ Argh,, sial. Beraninya bocah itu mempermainkan kita” dengan nada yang sangat kesal.


“ Apa maksud mama?”


Tante Xio bangkit dari posisi tidur telungkupnya dan duduk.


“ Bocah itu mengundur makan malam sampai besok. Aaa… mama sangat kesal, kita sudah mempersiapkan semuanya dengan sedemikian rupa. Kita sudah belanja pakaian terbaik dan juga melakukan perawatan demi makan malam ini. Tapi dia malah membatalkannya seenaknya saja” teriak tante Xio sambil melempari barang yang ada di dekatnya.


Hal tersebut membuat 2 orang dokter tersebut khawatir. Camelia menyuruh dokter tersebut untuk keluar, karena dia ingin menenangkan mamanya.


Awalnya dokter itu menolak karena dia khawatir tante Xio akan menghancurkan semua yang ada di sana.


“ Saya akan mengganti semua kerusakannya. Jadi keluarlah” ucap Camelia dengan nada kesal.


Dokter itupun langsung keluar dengan ekspresi ketakutan tapi juga kesal.


“ Huh, dasar orang kaya. Mereka selalu berbuat seenaknya. Meskipun mereka adalah pelanggan kita, tapi ini sudah kesekian kalinya dia merusak peralatan kita. Sudah tak terhitung lagi barapa kali dia melakukan hal seperti ini. Meskipun dia selalu menggantinya, aku tetap merasa kesal. Mereka selalu berbuat seenaknya saja, temperament orang kaya memang sangat buruk…” teriak salah satu dari dokter tadi ketika dia sudah berada di ruangannya.


“ Hush, tenanglah. Dia dekat dengan bos, jika bos mendengarmu. Kamu bisa saja dapat masalah” ucap temannya.


>>>


Camellia mendekati mamanya dan memeluknya.


“ Ma tenanglah! Kita memang harus bersabar untuk mendekati Mark. Kita tidak boleh gegabah. Dan mama tenang saja, aku pasti dengan cepat bisa merebut Mark dari Luna. Dengan begitu, Mark pasti akan lebih menghargai keluarga kita dan kita juga bisa mendapatkan keuntungan dari ini. Jika aku sudah mendapatkan hati Mark, maka kerjasama antara Wang Group dan Lixing Group pasti akan lebih mudah di dapatkan” dengan senyum penuh siasatnya.


Tante Xio menatap wajah putrinya itu.


“ Anak pintar, kamu benar sekali. Mama juga yakin Mark pasti dengan mudah jatuh hati padamu. Putri mama jauh lebih cantik dan menarik dari Luna si J*lang itu.”


Ucap mereka dengan penuh keyakinan.


***


Setelah selesai makan siang yang begitu mengesankan, Jiang He langsung mengantarkan Luna kembali ke kantor.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di Lixing Group.


“ Makasih makan siangnya hari ini kak” ucap Luna dengan lembut sambil menatap Jiang He.


Jiang He mengusap pipi Luna dengan lembut.


“ Jangan terlalu sering berterimakasih padaku Luna. Aku bukan orang asing, kita sudah kenal lama dan hubungan kita juga baik” dengan lembut.


“ Kakak..” ucap Luna dengan pipinya yang sudah memerah.


Luna bersegera mengontrol dirinya, dia mengedipkan matanya beberapa kali.


Luna mengambil tangan Jiang He yang menyentuh pipinya dan menggenggamnya dengan kedua tangannya.


“ Kakak, sampai kapanpun aku akan selalu berterimakasih pada kakak. Kata terimakasihku bukanlah sebagai pembatas dari hubungan kita. Tapi inilah penghormatan dari sebuah hubungan yang baik. Kata terimakasih hanya tidak pantas diterima oleh orang jahat, bukan orang baik seperti kakak”

__ADS_1


Jiang He menatap tangan Luna yang menggenggam tangannya. Dia tersenyum bahagia, Lunapun membalas senyum Jiang He.


“ Ya sudah, sekarang aku keluar dulu ya kak” sambil melepaskan tangan Jiang He dengan lembut.


“ Baiklah. kalau ada apa-apa kabari saja aku!”


“ Baik” sambil menganggukkan kepalanya.


Lunapun keluar dari mobil Jiang He. Sebelum dia menutup kembali pintu mobil, Luna menunduk melihat Jiang He.


“ Fighting Presdir” goda Luna dengan memberi semangat.


Jiang He tertawa melihat tingkah Luna.


“ Luna, Luna.”


Setelah itu Luna langsung menutup pintu mobil tersebut dan mobil itupun langsung melaju meninggalkan Luna.


Luna tersenyum dan langsung berbalik badan memasuki kantor.


Luna berjalan santai dengan senyum yang masih terukir di bibirnya. Dia jauh terlihat lebih ceria dari sebelumnya.


“ Apakah Mark dan Rangga sudah kembali?” tanya Luna dalam hatinya.


“ Hmm, malam ini tante Xio datang ke rumah untuk makan malam. Mark bilang dia ingin membantuku membereskan rubah licik itu. Apakah dia sudah menyiapkan sesuatu?” gumam Luna dengan senyum.


Saat Luna sampai di depan pintu ruangan presdir. Dia tak sabar untuk bertemu dengan Mark untuk menanyakan hal ini, dengan semangat dia membuka pintu.


Tapi ketika dia sudah membuka pintu, raut wajahnya langsung berubah dari semangat menjadi kesal dan kecewa karena dia mendapati ruangan itu masih kosong.


“ Huh,, aku terlalu berharap” dengan ekspresi kecewa.


Luna langsung berjalan menuju meja dan duduk.


' zhrrtt ' ponsel Luna bergetar.


Luna langsung mengambil ponsel yang berada dalam tasnya.


“ Rangga?” gumam Luna.


Luna langsung menekan menggeser tombol warna hijau.


“ Halo, ada apa kamu menelvonku Rangga?”


“ Nona aku ingin mengabari bahwa makan malam dengan tante anda malam ini di batalkan. Karena tuan mendadak ada urusan yang harus di selesaikan. Dan nanti anda pulang dengan pengawal saja, saya sudah mengirimkannya untuk nona.”


Ekspresi Luna berubah semakin kesal.


“ Eh,,sepertinya Luna sangat kesal. Aku jadi sasarannya lagi” gumam Rangga.


Luna langsung melempar ponselnya ke atas meja, dia terus menggerutu penuh kekesalan. Karena Mark selalu berbuat seenaknya tanpa menanyainya terlebih dahulu. Dia duduk memutar-mutarkan kursinya.


Beberapa saat kemudian Luna sudah merasa sangat bosan. Dia bangkit dari kursinya dan berjalan ke meja Mark untuk melihat apakah ada dokumen yang bisa dia kerjakan. Karena Semenjak dia mendapatka proyek pusat perberlanjaan Ling, Luna sudah sangat jarang mendapatkan pekerjaan lain. Mark membiarkan Luna untuk hanya fokus pada proyek itu saja dulu.


Tapi setelah sampai di meja Mark dia tidak melihat berkas apapun. Meja Mark sangat rapi dan bersih. Luna duduk di kursi Mark, Kursi presdir incaran semua orang.


Luna memejamkan matanya.


“ Kursi tanda kuasa ini tak berarti apa-apa lagi. Rasanya sama saja, sangat berbeda saat papa yang menempatinya. Pa, Luna tidak tahu apa yang kan terjadi kedepannya, tapi yang jelas kita bertiga pasti akan berkumpul kembali” bisik hati Luna.


Sesaat kemudian Luna membuka matanya secara tiba-tiba, dia teringat akan sesuatu. Dia langsung berdiri dan bergegas berjalan ke mejanya dan mengambil ponselnya.


“ Malam ini aku tidak ada kegiatan apapun dan Mark juga tidak ada di rumah dia sibuk dengan kegiatannya. Lebih baik aku menghubungi orang aneh itu dan memintanya untuk berjumpa malam ini saja.”


Luna langsung mencari kontak orang tersebut dan melakukan panggilan.


‘tuutt tuuuutt,,’


Orang tersebut langsung menjawab telvon Luna


“ Kenapa nona menghubungiku?” tanya orang tersebut tanpa basa basi (dalam bahasa inggris).


“ Tuan, bagaimana kita berjumpa malam ini saja. Kebetulan saya sangat senggang dan kemmungkinan untuk hari berikutnya saya juga akan sibuk.”


“ Hah, baiklah. Sepertinya nona sudah tidak sabaran untuk berjumpa dengan saya. Kalau begitu kita akan berjumpa di Club Burning ruang 311”


“ Eh, kenapa di club?”


“ Karena di tempat itulah kita bisa mengelabui orang-orang yang selalu mengawasimu.”


“ Apa?” Luna sangat terkejut dengan ucapan orang tersebut, dia tidak menyangka karena Mark mengirim mata-mata lagi untuknya.


“ Haha,, nona sangat terkejut ya. Wajar saja nona tidak menyadari mata-mata yang di kirim oleh Mark kali ini. Karena dia memang mata-mata yang sangat handal dan profrsional. Dia hanya 1 orang tapi dia bayarannya sangatlah tinggi. Tapi tenang saja, malam ini aku pasti bisa mengelabuinya” meyakinkan.


Luna mengatur emosinya.


“ Baiklah. Semuanya ku percayakan padamu.”


“ Tentu saja nona harus mempercayaiku” dengan sombongnya.


Luna mematikan telvonnya dan menggenggaam erat ponselnya.

__ADS_1


“ Mark, kenapa kau mengirim mata-mata lagi untukku?. Aku sangat benci jika ada orang yang mengawasi setiap gerak gerikku” gumam Luna.


Luna memutuskan untuk pulang lebih awal, dia mengambil tasnya dan berjalan keluar.


Sampainya di luar kantor, Luna pergi ke sebuah kafe dekat kantor untuk membeli minuman terlebih dahulu. Luna antri dengan tangan dan pandangannya masih terfokus pada ponsel yang di otak atiknya.


Dia mencoba untuk men-chat Hyena sahabatnya.


“ Hyena, di belahan bumi manakah kamu sekarang? kapan kita bisa berjumpa?”


“ Hyena, cepatlah pulang!”


“Hyena aku merindukanmu”


“ Hyena”


“Lou Hyena”


Dari begitu banyak pesan yang ia kirimkan, tapi taka da respon dari Hyena sedikitpun.


“ Mau pesan apa nona?”


Pertanyaan dari pegawai Kafe menyadarkan Luna dari kegusarannya dengan ponselnya. Luna menoleh.


“ Milkshake Vanila” dengan lembut.


Setelah Luna mendapatkan minumannya dia langsung keluar dan dan taksi yang di pesannya sudah menunggunya di Luar kafe. Dan Lunapun langsung pulang dengan beberapa kekesalan yang ia dapatkan hari ini.


***


\= Restoran Luxe \=


Jam menunjukkan pukul setengah 8 malam.


Mark sudah berada di dekat Restoran Luxe tempat dia dan Jiang He bertemu malam ini.


Mobil Mark melaju ke depan restoran tersebut, dia langsung keluar dan memberikan kunci mobilnnya pada petugas Valet restoran tersebut.


Mark memasuki restoran tersebut dan pelayan restoran juga langsung menyambutnya dan mengarahkan Mark pada ruang privateroom yang sudah diatur oleh Jiang He.


 


Saat Mark sudah sampai di ruang tujuan, pelayan langsung mempersilahkan Mark masuk.


Mark melangkahkan kakinya masuk, dan pelayan menutup kembali pintunya.


Mark melihat di sebuah meja bulat kecil yang memang pas hanya untuk 2 orang saja, ada seorang pria dengan stelan berwarna hitam membelakanginya. Dia tampak sedang menuangi minuman ke gelas. Yang pastinya pria itu adalah Jiang He.


“ Selamat datang Mark Rendra, senang sekali kau bisa memenuhi undanganku” sambil menoleh pada Mark.


Mark tampak tenang sekali, dia melangkahkan kakinya mendekati Jiang He.


“ Tentu saja aku akan memenuhi undangan orang yang tertarik dengan tunangan dan kehidupan pribadiku” jawab Mark santai.


“ Haha,, itu bukan kehidupan pribadimu. Tapi kehidupan orang lain yang sudah kamu rampas” dengan nada yang sangat menusuk.


Mark hanya tersenyum santai menanggapi perkataan Jiang He.


Jiang He mempersilahkan Mark untuk duduk. Dia memberikan segelas anggur pada Mark dan Mark menerimanya tapi dia tidak meminumnya.


“ Katakan, hal apa yang ingin anda bicarakan padaku” tanya Mark tanpa basa basi.


Jiang He tersenyum sinis, dan memberikan sebuah amplop coklat pada Mark.


“ Bukalah, aku tau ini pasti ada kaitannya denganmu.”


Mark membuka amplop tersebut, dan ternyata isi amplop tersebut adalah foto kecelakaan orang tua Luna beberapa bulan lalu. Mark mendangi foto itu denga santai tanpa ekspresi.


“ Lalu apa yang ingin kau bahas dengan foto ini padaku?” tanya Mark santai.


“ Mark, aku tahu selama ini kau memperalat Luna dan keluarganya untuk mencapai tujuanmu. Kau memperluas kekuasaan dan memperkuat dirimu dengan perusahaan keluarga Luna di China. Mark kau benar-benar baj*ngan . Kau melampiaskan kematian ayahmu pada keluarga Luna yang tidak ada kaitannya sama sekali. Kau menekan Luna dengan keberadaan orang tua Luna yang ada di tanganmu.”


“ Jiang He, kau tidak tahu apa-apa jadi kau tolong berhentilah bicara.” dengan santai.


“ Mark Rendra kau jangan berpura-pura lagi. Aku sudah tau semua kebusukanmu. Sekarang aku masih berbaik hati padamu, lepaskan Luna dan orangtuanya. Maka aku tidak akan membuat perhitungan denganmu.”


Mendengar ucapan Jiang He, Smirk langsung terukir di bibir Mark.


“ Jiang He, apa kau melihatku seperti orang yang mudah untuk diancam?. Kau mengundangku hanya untuk membicarakan hal yang tidak berguna ini. Sangat di sayangkan waktu berhargaku ini seharusnya bersenang-senang dengan Luna saat ini.”


Mendengar ucapan Mark, Jiang He langsung marah. Dia memengang dasi Mark dan melayangkan tinjunya. Anehnya Mark tidak melawan sama sekali dia membiarkan tinju Jiang He melayang padanya sehingga melukai tepi bibirnya.


Mark mengusap darah yang ada ditepi bibinya itu lalu menyingkirkan tangan Jiang He dari dasinya dengan kasar.


“ Jiang He, kau yang memulai perperangan denganku. Jadi jangan salahkan aku untuk menyerangmu balik. Ingatlah ini peringatan pertama dariku.”


Jiang He sangat terkejut denga respon Mark, dia hanya diam dan tak berkata apapun.


Mark berdiri dan meninggalkan ruangan itu dengan wajah yang sangat dingin.


“ Awalnya aku memang ingin mempercayakan Luna padanya setelah meminta untuk menunggu sedikit waktu lagi. Tapi dia terlalu banyak tau tentangku, dia pasti berhubungan dengan salah satu orang yang menyerangku akhir-akhir ini. Dan foto itu,, hah Jiang He dengan siapa kamu telibat?” bisik hati Mark.

__ADS_1


__ADS_2