
Camellia dan tante Xio memperhatikan penampilan Luna. Betapapun sempurnanya penampilan Luna hanya akan membuat mereka semakin benci dan iri.
Dan ketika melihat kalung Luna, mereka langsung berdecak kagum dengan kemewahan kalung berlian itu.
“ Cih,, suatu saat aku juga akan mendapatkan kalung yang lebih dari itu” bisik hati Camelia penuh dengan keirian.
kemudian tante Xio dan Camelia memeluk Luna dengan acting seolah akrabnya itu dan tak lupa juga basa basi untuk menanyakan kabar Luna.
Mereka berbincang sambil berjalan menuju meja makan.
Sekarang mereka semua sudah duduk.
Mark duduk di ujung meka makan, memimpin makan malam dengan keluarga paman Luna dengan tenang. Luna duduk sebelah kanan Mark, mereka cukup dekat.
Sementara keluarga paman Luna duduk di belah kiri Mark, dan yang duduk dekat dengan Mark tentunya adalah Camelia. Dia terus memandangi Mark dengan pandangan yang aneh, membuat Luna semakin kesal.
Di tengah makan malam tersebut Mark membicarakan hubungannya dengan Luna. Mark selalu menyanjung Luna sehingga membuat Camelia semakin kesal mendengar hal itu.
Mark tidak ada menyinggung tentang perusahaan sedikitpun, sehingga membuat Noman kesal. Karena dia berharap makan malam ini bisa membuka jalannya untuk bisa bekerjasama dengan Lixing Group dan dia juga ingin mendapatkan dukungan dari Mark.
“ Sial, kenapa dia tidak menyinggung perusahaan sedikitpun. Aku harus bisa mencari celah. ” Bisik hati Noman.
Mark tersenyum puas ketika menyadari ketidaksenangan hati Noman, kerana dia tidak membahas apapun selain hubungannya dengan Luna.
Menu utama sudah selesai, semuanya berjalan dengan tenang. Kemudian lanjut dengan makanan penutup.
“ Paman dan tante tenang saja, saya pasti akan membuat Luna bahagia. Saya tidak akan membiarkan seorangpun yang menyakitinya!” ucap Mark sambil menggenggam tangan Luna yang ada di samping.
Luna menatap Mark dan melemparkan senyumnya.
“ Mark mana kejutan yang kau maksud? Semuanya masih tenang-tenang saja” bisik hati Luna dengan sorot matanya memandangi Mark.
Mark mengerti apa yang di tunggu oleh Luna. Mark menepuk tangannya sebagai tanda untuk memanggil pelayan.
Seorang pelayan pria datang. Pelayan tersebut memiliki proporsi tubuh yang atletis dan juga tampangnya juga lumayan tampan, dia berdiri di samping Camelia.
“ Tuangkan sampanye ini untuk kami!” perintah Mark.
“ Baik tuan!”
Saat mendengar suara pelayan itu, Camelia terlihat terkejut.
Pelayan pria tersebut langsung mengambil sampanye tersebut.
Dia menyajikannya dalam gelas dengan bentuk mengecil di bagian atas, tinggi dan ramping agar karakter kilauan dari sampanye tersebut tetap terjaga.
Camellia melirik pelayan tersebut dan saat melihat wajah pria tersebut pupil matanya langsung membesar dan dia tampak berusaha untuk menyembunyikan wajahnya.
Luna yang sedari tadi memperhatikan Camelia, dia merasa ada yang aneh dari Camelia.
Luna menatap Mark, lalu Mark memberikan isyarat matanya agar Luna melihat siapa pelayan pria yang sedang menyajikan sampanye tersebut.
Luna langsung memandangi pelayan tersebut, tapi dia tidak mengerti apa-apa. Dia berusaha berfikir apa yang di maksud oleh Mark.
Noman yang sedari tadi sudah menahan diri, akhirnya dia membuka mulut dia mulai menyinggung persoalan bisnis.
“ Tuan Mark, sekarang hubungan kita begitu dekat. Apakah saya sebagai paman Luna boleh menanyakan sesuatu?” tanya Noman memulai pembicaraan
“ Tanyakanlah apa yang ingin paman ketahui! Tapi Paman, anda tidak perlu memanggil saya dengan sebutan tuan lagi. sekarang anda adalah pamanku” dengan ramah.
“ Hah,, akhirnya kau tidak tahan lagi. baiklah sepertinya permainan akan semakain seru ” bisik hati Mark.
“ Ahah,, baiklah. Begini nak Mark mengenai proyek Luar Negeri Lixing Group apakah NR bisa bergabung?” tanya Noman dengan tidak ada rasa malu sedikitpun.
Saat bersamaan pelayan meyerahkan segelas sampenye pada Mark dan Luna.
Mark menggoyang goyangkan gelasnya sementara Luna terus berusaha berfikir.
“ Sebelum membicarakan bisnis, lebih baik kita menikmati sampanye ini dulu paman” ucap Mark mencoba mengulur waktu.
Dan sekarang pelayan tersebut menyerahkan segelas Sampaye tersebut pada Camelia. Camelia mengambil gelas itu dengan wajah yang menunduk.
Luna mengingat sesuatu.
“ Aa,, kakak pelayan apakah kamu pria yang waktu itu?” tanya Luna secara tiba-tiba.
Pelayan tersebut langsung melihat ke arah Luna, dia terlihat bingung.
“ Maaf nona, anda pasti salah orang” dengan sopan.
“ Camelia bukankah kamu juga mengenal kakak ini? “ tanya Luna.
Camellia merasa sangat kesal, dia menggertakkan giginya karena saking kesalnya.
Mendengar nama Camelia pelayan tersebut terkejut dan ekspresinya juga berubah.
“ Camelia?” sambil melihat ke arah Camelia.
Pelayan tersebut langsung mengangkat dagu Camelia.
“ Ternyata ini kamu. Akhirnya aku menemukan kamu dasar wanita m*rah*n. Berani-beraninya kamu meninggalkanku setelah membuat ku mabuk dan tak sadarkan diri” ucap pria tersebut dengan penuh kemarahan.
“ Hei berani-beraninya tangan kotormu menyentuh putriku yang berharga” ucap tante Xio sembari menyingkirkan tangan pria itu dari anaknya.
“ Tangan kotorku? Putri yang berharga?, tante asal tante tau putri tante yang mur*han ini telah menjebak saya. Dia membuat tunangan saya meninggalkan saya dan dia juga telah mengambil keuntungan dari saya” jelas pria itu dengan lantang.
Mendengara ucapan pelayan pria itu, Luna sangat terkejut.
__ADS_1
“ Apa? ini di luar duagaan. Apakah ini kejutan yang di maksud oleh Mark?” bisik hati Luna sembari menatap Mark.
Mark tersenyum lalu menyedipkan matanya pada Luna.
“ Eh," Luna terkejut dengan tingkah Mark tapi pada akhirnya dia tersenyum Malu.
Mark dan Luna lanjut menyaksikan menyaksikan tontonan yang menarik itu.
“ Kamu pasti salah orang, putriku tidak mungkin seperti itu. Dia orang berkelas tidak mungkin mau dengan orang rendahan sepertimu” bela tante Xio.
“ Tante jangan menganggap putri tante sebagai orang yang baik. Dan perlu saya ingatkan, saya bukanlah orang rendahan. Saya akan menyelesaikan permasalahan saya dengan putri anda yang licik ini” sambil menarik tangan Camelia keluar.
“Heiyyy mau kamu bawa kemana putriku?”
“ Sayang, kenapa kau dia saja. Putri kita difitnah oleh pria rendahan itu!” ucap tante Xio pada suaminya.
Noman wajahnya sangat merah, dia terlihat menahan amarahnya. Noman kemudian berdiri.
“ Mark, maafkan kami telah telah merusak acara makan malam yang berharga ini dengan kelakuan putriku. Ini pasti adalah kesalahpahaman, saya akan menyelesaikan masalah keluarga saya secara pribadi. Mohon pamit undur diri” sambil membungkuk
“ Baiklah paman, anda selesaikanlah masalah keluarga anda ini.”
Noman lansung keluar dari ruangan tersebut dan di ikuti oleh tante Xio.
“ Sayang, ini pasti salah paham. Kau harus membalas pelayan tak tahu diri itu!” berusaha membujuk suaminya.
Keluarga paman Luna sudah keluar semuanya dan para pelayan yang ada dalam ruangan itupun juga keluar.
Sekarang tinggallah Luna dan Mark yang berada di ruangan itu.
“ Mark, dari mana kau mengetahui permasalahan ini?” tanya Luna penasaran.
“ Kau jangan meragukan kejeniusan tunanganmu ini Luna” jawab Mark santai sambil meminum sampanye yang ada di tangannya.
“ Baiklah. Tapi siapa kakak pelayan itu sebenarnya?”
“ Dia adalah rekan bisnisku.”
“ What, rekan bisnismu? Lalu kenapa dia rela menjadi pelayan malam ini?”
“ Itulah kecerdasanku. Sekali dayung 2 pulau terlampaui. Kau bisa membalas Camelia dan rekanku bisa menemukan wanita yang menjebaknya”
“ Jadi yang dikatakan pria tadi adalah benar? Wahh.. tidak di sangka sepupuku seperti itu. Malam itu aku mengira pria itu adalah kekasihnya. Dan saat aku mengingatnya tadi, aku jadi berfikir pria itu hanyalah seorang gigolonya Camelia.”
Mark tersenyum mendengar ucapan Luna.
“ Luna, aku tidak meyangka kau mempunyai pemikiran seperti itu”
“ Apa maksudmu?”
Mark berdiri “ Sudahlah. Jangan di bahas lagi. sekarang lebih baik kita menikmati waktu kita” sambil menarik tangan Luna.
Mark memeluk Luna dari belakang.
“ Mark,,” Luna berusaha menolak.
“ Sebentar saja. Tetaplah sepeti ini” dengan suara yang berat.
Luna akhirnya tidak melawan lagi,
Mark memper-erat lingkaran tangannya di pinggang Luna dan memejamkan matanya.
Sementara Luna dia tetap bengong dengan debaran jantungnya yang semakin tak beraturan.
“ Luna, apakah aku punya kesempatan untuk masuk dalam kehidupanmu?” bisik Mark di telinga Luna.
Luna terkejut sekaligus bingung dengan pertanyaan Mark.
“ Bukankah kau sudah masuk dalam kehidupanku?” jawab Luna polos.
“ Bukan seperti ini maksudku”
“ Lalu?”
“ Bisakah aku menjadi pria satu-satunya di hatimu? ”
Mendengar itu, Luna terkejut hingga tak berkedip.
“ Humm,, baiklah. Mungkin aku terlalu buru-buru hingga mengejutkanmu. Luna, ingatlah kata-kataku!!! Aku akan selalu melindungimu”
Saat mendengar kata-kata Mark, tiba-tiba ekspresi Luna berubah. Dia tak bahagia, tapi malah terlihat sangat sedih.
***
\= di Kediaman Noman Aliester \=
‘ plakkk ‘ sebuah tamparan melayang di pipi Camelia
“ Sayang kenapa kamu menamparnya?” sambil menahan suaminya.
“ Dasar anak yang tidak berguna. Bisa-biasanya membuatku malu hingga kehilangan muka di depan Mark Rendra dan keponakanku yang sialan itu. Kenapa kau bergaul dengan pria rendah seperti itu?” teriak Noman pada Camelia.
Camelia berlutut dan memegangi kaki papanya.
“ Pa,, pria itu bukan orang rendahan. Dia adalah Mou Jue putra dari keluarga Mou” jelas Camelia denga memohon ampunan agar papanya tidak memukulnya lagi.
“ Mou Jue, putra Mou yang tidak berharga itu? Dia tidak tahu apa-apa. Dia hanya menghambur-hamburkan kekayaan keluarganya saja. Untuk apa kau mendekati orang tidak berguna seperti itu?” sambil melepaskan kakinya dari dekapan Camelia sehingga Camelia terpental denga keras ke kursi dan melukai keningnya.
__ADS_1
“ Sayang, jangan marah dulu. Tenangkanlah dirimu!” tante Xio tetap berusaha membujuk suaminya.
Camelia menggertakkan giginya.
“ Luna, ini gara-gara kau. Aku pasti akan membalasmu. Aku akan membuatmu kehilangan segalanya ” dengan penuh kemarahan.
Noman duduk di kursi, dia melonggarkan dasinya.
“ Baiklah. Aku akan memberimu kesempatan. Tapi kamu harus bisa merebut Mark dari Luna. Dan urusanmu dengan Mou Jue itu akan membantu untuk mengurusnya.”
Camelia merangkak mendekati papanya.
“ Baik pa, Camelia pasti akan melakukannya dengan baik” berusaha meyakinkan papanya.
Tante Xio memeluk Camelia.
“ Sayang itu keputusan yang baik. Aku akan membantu Camelia untuk menyingkirkan si Jal*ng itu dari Mark Rendra. Hanya Camelia, putri kita yang pantas mendampinginya.!”
Noman berdiri, “ Baiklah akan ku serahkan pada kalian. Aku harus bisa bisa bergabung dengan proyek luar negeri itu. Apapun caranya aku harus mendapatkannya.”
“ Baik pa, Camelia akan melakukan yang terbaik.”
“ Pertama-tama kamu harus memperbaiki penampilan dan kelakuanmu. Buatlah dirimu seperti Luna, lemah lembut dan bermatabat. Kau jangan bergaul lagi dengan orang-orang tidak jelas dan tinggalkan kehidupan malammu. Hanya dengan begitu maka kemungkinan besar kau juga bisa mendekati Mark Rendra” sambil berlalu pergi.
“ Cih,, lagi lagi Luna. Bahkan papa yang membencinya juga memuji si jal*ng itu. Apa hebatnya dia” teriak Camelia.
“ Sayang sayang, kamu jangan marah. Papamu ada benarnya. Seluruh negeri tau bahwa Mark Rendra adalah orang yang dingin dan sulit untuk di dekati. Kau perlu meniru Luna untuk melakukan pendekatan" bujuk tante Xio.
Mata Camelia penuh amarah dan dendam, hatinya terus mengutuk Luna. kebenciannya pada Luna semakin bertambah.
***
Pagi hari Luna turun dari atas menuju ruang meja makan. Dia berdandanan sangat berbeda dari biasanya.
Luna mengenakan celana jins boyfriend dark blue dan kemeja light blue dengan garis-garis putih.
Mark yang sudah menantinya di meja makan menatap Luna bingung.
Mark juga memperhatikan bekas cekikan di leher Luna yang juga sudah memudar, dia merasa lega.
Saat menyadari Mark menatapnya, Luna berjalan perlahan dan duduk dengan tingkah seperti orang yang ingin mengatakan sesuatu.
“ Jelaskan padaku mengenai penampilanmu ini!” ucap Mark sambil melipat tangan di dadanya.
“ Aa itu itu Mark” dengan ragu.
“ Luna, kenapa kau bicara tidak jelas begitu. Apa kau berfikir aku akan memakanmu?” dengan nada tidak senang.
“ kau memang tidak memakanku. Tapi sekarang saja kau sudah memarahiku. Huh ”
“ Ok ok. Aku tidak akan memarahimu lagi. sekarang katakanlah!” berusaha lembut.
“ Aku akan membantu Hyena untuk pindah ke sini. Jadi aku tidak masuk kantor ya!” ucap Luna.
Luna mengedipkan matanya beberapa kali ke Mark, seperti kucing yang ingin di manja.
Mark tersenyum kecil.
“Baiklah aku akan mengizikanmu kali ini. tapi besok kau harus lembur menemaniku 24 jam.”
“ Apa? lembur 24 jam?, mana ada hal seperti itu”
“ Itu terserah kau. Jika kau tidak setuju, maka kau harus ke kantor hari ini! lagian urusan pindah kau bisa meminta tolong jasa pengankutan barang dan juga orang-orangku. Kau bisa melakukan itu.”
“ Aishh,, dia mulai lagi ” bisik hati Luna kesal.
“ Ah haha,, Mark, Hyena butuh aku bukan hal seperti itu. Hmm, baiklah besok aku akan lembur bersamamu” sambil meraih segelas susu yang ada di depannya.
Mendengar jawaban Luna, Mark merasa sangat puas.
“ Hehe,, aku tidak sabar menunggu hari esok” bisik hati Mark.
Setelah mencapai kesepakatan itu, mereka kemudian mulai sarapan dengan tenang.
Setelah sarapan, Mark dan Luna keluar bersama.
Di luar sudah ada mobil Mark dan mobil Luna.
Pengawal membukan pintu mobil untuk Mark.
“ Luna berhati-hatilah. Jaga dirimu!” ucap Mark dan dia langsung masuk ke mobilnya.
Luna bengong hingga mobil Mark telah melaju jauh darinya.
“ Nona” tegur pengawal.
Panggilan dari pengawal tersebut menyadarkan Luna dari lamunannya yang tidak jelas itu.
Dia menepuk kedua pipinya.
“ Hu,, Luna sadarlah” gumamnya.
Luna berbalik badan dan meminta kunci mobilnya pada pengawal.
Luna masuk ke mobilnya dan menghidupkannya.
Luna mengambil nafas dalam lalu melajukan mobilnya dengan perlahan.
__ADS_1
Dalam perjalanan pikiran Luna penuh dengan memori saat Mark memeluknya dan kata-kata yang di ucapkan Mark padanya.
“ Mark, jika kau memang ingin melindungiku. Lalu bagaimana dengan orang tuaku? kenapa sampai sekarang tidak pejelasan darimu? ” ucap Luna dengan lirih.