
Di saat yang bersamaan Hanny mengusulkan untuk mengambil bersama secara lengkap, lalu dia menyuruh Luna untuk memanggil Mark dan Jiang He agar bergabung.
Luna melihat ke arah dimana Mark dan Jiang He berada.
“ Kakak, Mark sini! kita perlu mengambil foto bersama” teriak Luna di sertai dengan gerakan tangannya.
Seketika suasana panas antara Mark dan Jiang He langsung buyar. Mereka melihat ke arah Luna dan teman-temannya lalu tersenyum seraya mengangguk.
“ Aku tunggu hasil penyelidikanmu selanjutnya, aku harap kamu tidak hanya menerka-nerka lagi. ungkapkanlah faktanya” ucap Mark sambil berdiri.
“ Baiklah. Aku harap kau jangan terlalu percaya diri dan merasa dirimu itu bersih” dengan smirknya.
Lalu kedua itu jalan bersama menuju teman-temannya.
Saat itu mereka langsung mengatur posisi untuk mengambil gambar. Saat mengambil posisi Mark dan Jiang He selalu mengambil posisi di antara Luna. wajah mereka terlihat saling bersaing dan mengejek.
Key menyadari hal itu.
“ Hey aku harap kita mengatur posisi dengan adil. Sekarang pria sesama pria dan wanita sesama wanita. Jangan ada yang menyelip. Apa kalian tidak menyadari jenis kelamin kalian” ucap Key kesal.
Mendengar perkataan Key, Luna langsung tersinggung. Karena hanya dia yang
Selalu berada diantara pria.
Dia melihat Ke arah Mark dengan kesal sambil membesarkan matanya, tapi dia tersenyum saat melihat Jiang He. Lalu dia berpindah posisi ke Hanny.
“ Heh, selalu saja bersikap manis pada pria menyebalkan ini” gumam Mark kesal.
Sekarang posisinya sudah pas, para pria berdiri. Sementara para wanita duduk dikursi didepan para pria. Mereka mengambi banyak pose dan posisi.
Setelah bosan, mereka langsung melihat hasilnya, seraya saling mengomentari dan mengejek pose satu sama lain.
Pesta penyambutan itu terasa manis, meskipun sebenarnya ada motif tersembunyi dari Mark dan Jiang He untuk mengadakan pesta kecil itu.
Jam suduah menunjukkan pukul 15.08, semua orang sudah mulai pamit. Terutama Rangga dan Key dia pergi paling awal karena dia mendapat panggilan dari Janneth.
Begitupun Nindy, karena kakaknya sudah pergi dia juga pamit undur diri. Dan sekarang tinggallah Hanny dan Jiang He yang sebagai tamu di rumah itu.
Luna mengantarkan Hyena ke kamar untuk beristirahat, karena sejak dia kembali dia belum beristirahat. Dia memperlakukan Hyena dengan sangat baik dan lembut.
Setelah dia selesai mengurus Hyena dan menyuruh pelayan untuk mengurus keperluan lain yang di butuhkan Hyena. Luna kembali ke ruang tamu untuk bergabung dengan Mark, Jiang He dan Hanny.
Saat Luna muncul dia melihat hubungan Hanny dengan 2 pria itu cukup dekat, mereka berbicara dengan santai dan akrab.
“ *Eh, mereka terlihat akrab? Hmmm, Jika di lihat dari segi kak Jiang He sangat wajar, dia selalu ramah dan lembut. Tapi…jika di lihat dari sisi Mark yang dingin melihat dia akrab dengan cepat dengan kak Hanny terasa sulit ku percaya.
Hah, aku memikir apaan? untuk apa aku menganalis si psikopat brengs*k itu. Mungkin karena mereka bertiga seumuran, jadi bisa bergaul lebih cepat*” bisik hat Luna.
Luna langsung melangkahkan kakinya untuk segera begabung, dia duduk di sebelah Hanny.
“ Kak Hanny tinggal di sini dulu untuk semalam ya?” ajak Luna seraya memandang Hanny dengan penuh harap.
Hanny tersenyum, “ Bagaimana jika aku tinggal lebih lama?”
Luna mengerutkan dahinya, " Tidak masalah. Aku akan semakin senang, rumah akan semakin ramai. Jadi aku tidak kesepian lagi. tapii… “ Luna menatap Mark
“ Aku mengizinkannya. Hanny memang akan tinggal di sini. Barang-barangnya juga sudah di sini. Kamarnya di sebelah kamar Hyena” jawab Mark santai.
Luna terkejut seraya menutup mulutnya, “ Ini sungguhan?” tanya Luna penasaran.
“ Iya. Sejak kau kabur dan memanfaatkan Hanny, aku jadi berfikir kalian tinggal serumah saja. Jika sekali lagi aku menemukan kalian saling bertukara peran, maka aku dan Jiang He akan menghukum kalian.”
“ Heh, enak saja menghukum kami? Tidak ada yang berhak menghukum kami di sini. Memangnya kamu pikir aku meminta kak Hanny menggantikan aku tidak penuh perhitungan ya?” mulai kesal.
“ Memang tak penuh perhitungan, kamu sangat ceroboh” jawab Mark.
“ Hah, lalu tindakan seperti apa menurutmu lebih bijak dari itu?, meminta bantuanmu?. Jika aku melakukan itu, tidak akan hanya Hyena yang terluka, tapi nyawa kami bisa saja melayang dalam sekejap.
Kamu jangan selalu merasa unggul Mark Rendra, aku tahu kamu punya banyak orang-orang yang kau andalkan. Tapi ada saatnya kamu juga harus berfikir bahwa tidak semua idemu yang lebih baik.”
Jiang He dan Hanny menggelengkan kepalanya melihat sikap 2 orang itu. dan Jiang He berusaha untuk menengahi.
“ Kenapa jadi ribut begini. Luna, sebanarnya maksud kami,,,”
Jiang He belum menyelesaikan penjelasan, tapi Luna langsung memotongnya.
“ Ah sudahlah, aku rasa kakak sudah terkontaminasi oleh Mark. Jadi aku tidak ingin mendengarkan apa-apa lagi. Kak Hanny, lebih baik sekarang kita ke kamarku saja, mendengar ocehan terlalu banyak hanya akan membuat pusing kepala” ucap Luna sambil menarik Hanny ke atas.
“ Lihatlah, dia memang sangat keras kepala” ucap Mark pada Jiang He.
“ Dia seperti itu karena cara bicaramu yang salah” balas Jiang He.
“ Jadi kau menyalahkan cara bicaraku? Lalu bagaimana denganmu yang belum saja selesai bicara langsung di tolak?” ejek Mark.
“ Dia begitu karena aku bergaul denganmu.”
“ Hey,,, jika begitu kau tak usah bergaul denganku. Pulang saja sana! Ternyata kau menyebalkan juga” ucap Mark kesal.
Jiang He berdiri, “ Aku memang ingin pulang. Melihatmu sudah cukup membuat mataku sakit” sambil berlalu pergi.
“Jiang He kau anggap aku debu ya?” teriak Mark
“ Itu kamu yang mengatakannya, bukan aku” sambil melambaikan tangannya.
Mark menghela nafasnya.
“ Huff,, aku tidak boleh terpancing olehnya. sekarang semuanya sudah pergi. jadi aku bisa mengurus hal lainnya” ucap Mark untuk menenangkan rasa kesalnya.
Kemudian Mark langsung pergi menuju ruang kerja.
Di sisi lain, ternyata Hyena mendengarkan pembicaraan mereka. Dia tersenyum dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
__ADS_1
***
\= Ruang Kerja Mark \=
‘ zhhrrttt ‘
Mark yang sedang sibuk membaca sebuah dokumen di buyarkan deng ponselnya yang bergetar.
Mark langsung mengambil ponselnya,
‘ Panggilan dari Paman Gu ‘
Mark mengerutkan dahinya lalu menjawab panggilan tersebut.
“ Halo paman”
“ Mark, malam ini apa kau bisa menemuiku? Aku ingin berbicara denganmu.”
“ Baiklah. nanti malam aku akan menemui paman.”
“ Hahha,, bagus. Aku kira kau masih di sibukkan dengan urusan paman keduamu.”
“ Meskipun aku sibuk, aku tidak akan mengabaikanmu. Hmm bagaimana liburanmu dalam 2 hari ini?” tanya Mark.
“ Menyenangkan. Aku sudah lama tidak mersakan suasana di sini.”
“ Syukurlah. Maafkan aku tidak bisa menemanimu saat berliburan.”
“ Haha,, tidak apa-apa. Kau bisa datang saat ku minta, itu saja sudah lebih dari cukup bagiku.”
“ Haha.. begitukah.”
“ Tentu saja. Baiklah, aku akan meneutup telvonnya, kau pasti sangat sibuk sekarang.”
“ Ok. Paman tetap jaga kesehatanmu.”
" Tak perlu kau khawatirkan aku"
Tuan Gu memutuskan panggilan.
Mark meletakkan kembali ponselnya dengan tatapan dingin.
“ Apakah ini yang di maksud kakak. Paman akan membeicarakan hal yang penting padaku? tapi aku sudah bisa menebak, paman pasti menanyakan hal yang berkaitan dengan tuan Alister lagi.
Hmm,, baiklah. Sekarang aku akan menceritakan semuanya agar paman tak menghkhawatirkan aku lagi.” gumam Mark.
***
Malam harinya Luna, Hanny dan Hyena sedang berkumpul di ruang tengah sembari menunggu waktunya makan malam. Lalu Mark turun dari atas dengan pakaiannya yang sudah rapi.
“ Aku pergi menemui pamanku. Jadi malam ini, aku tidak bergabung makan malam dengan kalian. Hanny kau nikmatilah semua yang ada di sini, jangan sungkan anggap saja seperti rumah sendiri.”
“ Baik Mark” jawab Hanny dengan senyum.
“ Eh, padahal aku yang bertanya padanya. Tapi dia malah bicara dan perhatian sama kak Hanny. huh, ketika Hyena datang dia tidak seperti itu. Dasar pria,, ” gumam Luna Kesal.
“ Aku pergi dulu” ucap Mark sambil berjalan.
“Pergi saja sana, jika bisa jangan kembali lagi” ucap Luna spontan.
Mark menghentikan Langkahnya dan tersenyum. Dia berbalik badan dan mendekati Luna.
“ Mampuss,, mau apa lagi si brengs*k ini. ya Tuhan, kenapa aku mencari masalah untuk diriku sendiri” gumam Luna menyesal.
“ Maaf aku mengabaikanmu. Sayang aku pergi dulu .” sambil mengusap kepala Luna dengan lembut dan senyumnya yang sweet.
Luna sangat terkejut dan sektika pipinya memerah.
“ Ah haha,, iya iya. Sekarang kamu pergilah” sambil mendorong punggung Mark untuk pergi.
Di balik punggungnya itu, Mark tersenyum puas.
Setelah Mark pergi Hanny langsung menggoda Luna.
“ Hubungan kalian cukup rumit, tapi sangat menarik. Luna, bagaimana kau pertimbangkan saja Mark untuk menjadi suamimu?”
“ Hah,, Kakak, kau jangan mengejekku .”
“ Begitu mana ada mengejek, aku mendukungmu. Bagaimana menurutmu Hyena?”
Hyena yang telihat murung langsung tersadar.
“ Hah, kakak bilang apa tadi? Aku mendengarnya kurang jelas.”
“ Menurutmu bagaimana jika Luna mempertimbangkan Mark untuk jadi suaminya?” dengan senyum yang lembut.
“ Soal itu aku tidak bisa berkomentar, itu terserah Luna saja. Tapi sepertinya kakak tidak tau ya, jika Mark dan Luna mempunyai hubungan yang rumit. Luna terikat dengannya hanya karena terpaksa” ucap Hyena dengan nada sedikit menohok.
“ Eh, kenapa nada bicara Hyena sangat tidak sopan. Jelas-jelas kak Hanny hanya bergurau saja.” bisik hati Luna.
“ Begitu ya, tapi aku merasa hal rumit ini akan segera terselesaikan. Hmmm, tapi perkataanmu ada benarnya juga, itu terserah Luna.
Lagian di sini aku juga mempunyai beberapa kandidat yang bisa Luna pilih dan semuanya adalah pria tampan dan berpengaruh. Mark Rendra, Jiang He, Tris sang pangeran Inggris dan James Lu pria misterius tapi sangat mempesona.
Huhu,, aku sudah memikirkan banyak hal. Bagaimana menurutmu Luna, apakah masih ada kandidat lain yang terlupakan olehku?” dengan bersemangat.
“ Kakak, kau tidak perlu melakukan hal seperti itu untukku. Dari semua pria itu, taka da satupun yang membuatku tertarik.”
__ADS_1
“ Yang benar saja. Jika aku adalah kamu, aku pasti sudah melahap semuanya.”
“ Memangnya kakak pikir makanan yang bisa lahap.”
“ Haha,, apa salahnya aku kias kan seperti itu”
“ iya iya. Terserah kakak saja ”
Hyena yang terabaikan hanya diam, sementara Hanny meliriknya dan tesenyum.
***
\= Satu Bulan Kemudian \=
Berkat kerja keras dan kerja sama Mark dan yang lainnya, akhirnya saat Rapat Umum Pemegang Saham SK Group yang dilakukan beberapa waktu lalu, Mark bisa muncul sebagi pemilik saham, dengan jumlah saham sebanyak 27%.
Hal itu mengejutkkan semua orang, apalagi paman keduanya dan Roland.
Selama ini sebenarnya Mark sudah membeli saham perusahaan tersebut sebanyak 7%. Tapi dia tidak pernah datang pada saat RUPS, dia hanya menjadi pemilik saham yang misterius.
Namun sejak dia mengetahui pamannya telibat dengan kematian ayahnya. Dia bertekad untuk menyerang dan melakukan berbagai cara agar dia dapat menekan pamannya. Langkah awalnya adal memasuki SK Group itu sendiri.
Mark, Rangga, Key dan orang kepercayaan lainnya berjuang untuk membantu Mark agar bisa mendapatkan saham yang lebih besar hingga bisa membuat pamannya lebih tertekan saat kemunculannya.
Sehingga dengan mulainya Mark bertindak melawan pamannya membuat dia semakin sibuk dan membuat dia sangat jarang untuk bertemu Luna di kantor.
Meskipun begitu Kehidupan Luna berjalan dengan normal dan aman. Tak ada masalah yang begitu berarti. Proyek pertamanya berjalan dengan lancar dan juga sudah hampir rampung.
Jadi dia menjadi cukup sibuk juga, sehingga dia tidak bisa mengurusi hal lainnya.
Dan semenjak mengurus proyek ini dalam beberapa minggu ini, hubungan Luna dengan Alexs dan Alexa juga semakin dekat, dia bahkan sudah makan malam bersama di kediaman mereka.
Hyena juga sudah sehat dan juga sudah bisa beraktifitas. Dan untuk proyek pertamanya setelah sembuh, Hyena mendapatkan penawaran pekerjaan di Luar negeri.
Jadi sekarang Hyena akan berada di Luar negri untuk beberapa waktu. Sementara Hanny juga tetap menjalankan Cafenya seperti biasa.
Tapi hubungannya dengan Mark masih saja sama. Kadang harmonis, kadang perang tidak jelas.
Sementara dengan Jiang He seperti biasa, kelembutan Jiang He yang tiada duanya selalu menjadi tempat yang menenangkan bagi Luna ketika dia sedang bertengkar dengan Mark.
*Di Lixing Group*
Di ruang kerjanya Luna sangat sibuk karena sebentar lagi proyek pertamanya akan segera rampung. Dia perlu mempersiapkan banyak hal agar ketika peresmian semuanya terlihat sempurna.
“ Ah,, ini melelahkan” ucap luan semabari memijit pundaknya.
Luna melihat ponselnya, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 20.05
“ Aku terlalu bersemangat, sehingga tidak sadar sudah gelap saja” sambil melihat ke meja Mark yang kosong.
Hatinya merasa sepi, “ Humm,, sekarang sangat jarang menemaniku di kantor ” ucap Luna dengan cemberut.
' zhrrtt 'ponsel Luna bergetar membuat lamunannya buyar.
Dia langsung mengambil ponselnya, dan yang menelvon ternyata adalah Mark.
Luna tersenyum dan mengangkatnya dengan semangat.
“ Halo”
“ Luna, kenapa belum pulang? Kamu adalah seorang wanita. Jadi tidak perlu bekerja sekeras ini. Aku sudah memberimu tim untuk membantumu, tapi kau masih saja begini.
Luna, aku tidak menyuruhmu kerja rodi ” ucap Mark denga sedikit kesal
“Haha,, kau kenapa kesal. Ini hanya karena aku terlalu bersemangat hingga tidak sadar waktu.”
“ Baiklah, sekarang kau turunlah. Aku menunggumu di bawah!”
“ Eh kamu sudah di sini?”
“ Iya, cepatlah turun.”
“ Ok ok “ sambil memutuskan panggilan.
Luna tanpak senyum bahagia, dia mengambil tasnya dan langsung pergi.
***
Beberapa menit kemudian Luna sudah sampai di bawah dan dia langsung masuk dalam mobil Mark.
“ Lelah?” tanya Mark.
“ Tidak juga” sambil memasang sabuk pengamannya.
“ Baiklah, jika begitu aku akan membawamu ke suatu tempat.”
“ Eh, kita tidak pulang?”
“ Tidak. Aku ingin kau menemaniku ke suatu tempat.”
“ Hah, malam begini, kau mau membawaku kemana?"
“ Jangan cerewaet!, kita sudah lama tidak bisa bersama. Sebelumnya kita bertemu tidak lebih dari 1 jam, itupun kadang kita masih saja berdebat” ucap Mark dengan lembut.
Luna terkejut sekaligus juga merasa ada rasa bahagia di hatinya. Dia menunduk untuk menyembunyikan senyumnya yang malu-malu.
Mark melirik Luna dengan senyum lalu melajukan mobilnya dengan tenang.
" Aku tidak tahu kapan ini di mulai, Tapi sekarang tanpamu terasa sangat sulit bagiku" bisik hati Mark.
__ADS_1