
Baca pas buka aja π
-------------------------------
Malam hari, H-1 sidang pegukuhan gelar Magister Luna Aliester.
Di dalam kamar tampak Mark dan Luna duduk mengenakan jubah tidur berwarna hitam mengkilap yang polos kali ini. Jubah tersebut membuat sepasang suami istri ini jauh lebih berkarisma, karena biasanya di ikuti aksen imut dengan penuh warna dan gambar kelinci kesayangan Luna.
Mereka bersantai di sofa selonjoran dekat jendela, sambil memandangi ke indahan malam kota London. Dari belakang Mark membelalai rambut Luna yang duduk dalam dekapannya.
β Apakah gugup untuk upacara besok sayang?β Mark merasai dada Luna yang berdebar tidak beraturan.
β Tidak juga sayang.β Jawab Luna dengan senyum. Luna memegangi tangan sang suami yang merasai debar jantungnya.
β Debaran ini untukmu suamiku sayang.β tersipu malu dengan ucapannya sendiri, tertawa kecil, lalu mmuachh. Dia mencium tangan sang suami.
Hal itu tentu saja membuat Mark tersenyum bahagia. Dia menautkan erat jarinya dengan sang istri. β Pastikan itu hanya untukku.β Mencium lembut jemari sang istri.
Luna membalikkan badannya, menempelkan telinga tepat di dada Mark. β Pastikan juga, di sini berdebar juga hanya untukku.β ucap Luna seraya mencium manja dada sang suami yang sedikit terbuka dengan jubah itu. Lalu kembali merebahkan kepalanya di sana, mendengarkan ritme jantung sang suami.
β Ini memang sudah ku tetapkan dari awal aku menyadari mencintaimu. Tidak perlu khawatir sayang, kau hanya akan jadi satu-satunya dalam hidupku.β
β Iya, aku tahu. Aku tahu suamiku sangat mencintaiku.β Luna tertawa kecil dengan kalimatnya.
β Istriku mengetahui itu. Tapi kenapa masih saja sangat suka cemburu? Humm?β
β Itu karena aku terlalu takut. Aku takut para wanita di luar sana menggoda suamiku. Jika itu sampai terjadi, aku juga tidak bisa menyalahkanmu sepenuhnya.β Luna berucap dengan nada merajuk yang manja.
Mark tersenyum, melepaskan genggaman tangan. Lalu melingkarkan tangannya di pinggang sang istri β Kenapa begitu?β tanyanya. Dia ingin mendengar jawaban langsung dari sang istri. Apakah istrinya ini sudah menyadari kesalahannya saat di China beberapa waktu lalu.
Luna mengangkat kepalanya, memandangi lekat wajah suami yang menunggu jawabannya.
β Karena aku melukai hatimu dengan memuji pria lain, dan..β Luna menjeda kalimatnya dan menundukkan pandangannya. Dia tidak berani menatap suaminya dan tampak dia menggigit bibirnya.
β Dan..? apa lagi?β
Mark mengerutkan keningnya. Sangat penasaran dengan lanjutan kalimat sang istri. Karena dalam pikirannya hanya itu hal yang membuat dia ingin menghukum dengan memanfaatkan rasa cemburu istrinya itu.
β Aku belum menjadi istri yang baik untukmu.β Suara Luna terdengar lirih. Lalu dia kembali merebahkan kepalanya di dada sang suami.
β Aku belum menjalankan tugasku sebagai istrimu sepenuhnya. Maafkan aku.β Suara Luna memelan di sana dan sepertinya dia menangis.
Mark langsung sumbringah mendengar kalimat itu. Senyumnya tidak bisa di kendalikan, hingga dia mendiamkan Luna untuk beberapa saat.
β Sayang maafkan aku ya?β suara Luna terdengar demakin lirih.
Mark tidak tega lagi. Dia memaksa senyumnya untuk berhenti.
β Sayang lihat aku.β Pinta Mark.
Dengan patuh Luna mengangkat kepalanya dan menatap Mark dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
β Sungguh kau merasa bersalah akan hal ini? kenapa?β Mark mengusap lembut pipi Luna.
__ADS_1
sementara Luna hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Mark.
Mark tersenyum, sangat gemas dengan sang istri yang sekarang seperti anak kucing yang terpojok dan dan kasihan.
Mark menarik tubuh Luna ke atas, hingaa wajah mereka saling bertatatapan lebi dekat. tampak di sana Luna hanya pasrah. Tapi dia mengedip-ngedipkan matanya.
β Sayang aku tidak apa-apa. Aku tidak menyalahkanmu untuk itu. Apa yang telah kita lalui selama ini, sudah membuatku bahagia. Yang terenting itu kamu. Selama itu kamu, aku tidak kan mempermasalahkan apapun. Aku hanya akan membuat istri tercintaku nyaman. Untuk apa aku memaksa, Jika istriku tidak siap dengan hal itu.β
β Hiks, hiks..β Luna tersedu-sedu, hingga air matanya menitik di bibir Mark.
Mark tersenyum sambil menjilat air sata sang istri di bibirnya. Lalu dia memeluk sang istri.
β Jangan menangis.β Usap-usp lembut punggung sang istri.
β Sayang malam ini aku siap.β Luna berucap dengan tersedu-sedu.
Mata Mark langsung membulat mendengar kalimat Luna. Beberapa detik kemudian Mark tampak menahan tawanya. Merasa lucu dengan istrinya ini, begitu takutkah dan begitu besarkah rasa bersalahnya hingga mau menyerah malam ini.
β Sungguh malam ini?β tanya Mark yang terlihat masih menahan senyum di akhir kalimatnya.
β Humm.β Jawab Luna dengan menganggukkan kepalanya. β Aku sudah memikirkannya baik-baik.β Luna mengangkat kepalanya. Dengan cepat Mark langsung mengubah ekspersinya. Mereka saling tatap cukup lama.
β Kenapa?β Luna mengusap air matanya. Dia bingung, karena merasa tidak ada respon.
β Aku sungguh menyiapkan diri.β berusaha meyakinkan dengan dengan nada bicara dan ekspresinya seriusnya.
Mark sungguh tidak tahan lagi. Dia akhirnya melepas tawanya yang renyah. Sementara Luna menatapnya bingung, kedip-kedip dengan ekspresi polosnya.
β Bodoh. Istriku memang bodoh. Jika kamu menyerah malam ini, tidak ada yang bisa menjamin jika kamu Bisa berjalan. Memangnya kamu mau tidak bisa berjalan saat pengukuhanmu besok?β
β Sayang. Tidak ada yang lucu ya di sini.β Luna bangkit dan duduk dengan melipat dada dengan geliat merajuknya.
β Hem hem..β Mark berdeham, mengontrol tawanya. Tapi masih sulit, ketika melihat wajah istrinya yang merajuk dia tertawa lagi.
β Ya sudah, tertawa saja sepuasnya.β Luna menatap kesal.
β Kenapa? kenapa malah tertawa? apa yang lucu? Bukankah itu yang dia inginkan?β
Berhenti sejenak dengan matanya yang tiba-tiba membulat. Hal baru terlintas di fikirannya.
β Apa aku terkesan buru-buru? Aaaa.. malunya.β
Luna mengalihkan pandangnya ke arah lain dan memunggungi Mark.
β Bodoh.β ketusnya sambil memukul kecil keningnya.
Grabb. Mark memeluknya dari belakang.
β Sayang kamu perlu tenaga untuk besok. Harimu juga harus sempurna. Aku tidak bermaksud apa-apa. sungguh.β Mark berucap lembut di telinga Luna.
β Sebagai gantinya, kita akan menciptakan honeymoon yang sempurna. Humm.β bujuk Mark dengan penuh kelembutan. Dia tau kekesalan dan rasa malu yang dirasakan oleh istrinya saat ini.
Luna menganggukkan kepalanya dengan malu-malu, tapi senyum tipis terlukis di bibirnya.
__ADS_1
β Sayang, untuk tempat. Aku masih belum memutuskan.β Luna mulai menyinggung mengenai tempat yang di serahkan padanya untuk memilih. Tapi sampai sekarang belum bisa memutuskan, padahal dia sendiri memimpikan honeymoon yang sempurna dengan destinasy yang memanjakannya.
β Sayang maaf.β Pinta Luna dengan suara penuh rasa bersalahnya.
β Tidak apa-apa. Serahkan semuanya padaku.β Mark berucap lembut dengan melayangkan kecupan di bahu sang istri.
Luna menganggukkan kepalanya, lalu menyentuh tangan sang suami yang melingkar di pinggangnya.
Bahagia. Sangat bahagia, senyum lembut terukir di bibir mereka.
***
Royal College Of Art.
Di dalam ruangan yang megah berlangsung sidang terbuka pengukuhan gelar. Nama Luna Aliester di panggil dengan lulusan nilai terbaik. Hal ini tentu saja memecahkan tepuk tangan semua orang dan senyum merkah di bibir Luna saat maju depan.
Beberapa saat kemudian acara telah selesai. Luna keluar dan di sambut hangat oleh orang-orang tercinta. Kedua orangtuanya, suami dan Nindy, Hanny, Zhaon dan Rangga juga berada di sana.
Kali ini minus Jiang He, dia tidak bisa datang karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Begitu juga dengan Key, dia juga tidak bisa datang. Namun ini saja sudah membuat Luna sangat bahagia. Rasa haru tidak dapat dia sembunyikan dan tanpa sadar bulir bening menetes di sudut matanya.
Moment ini tentu saja tidak berlalu begitu saja. Mereka tidak lupa untuk mengabadikannya. Untuk video memang sudah berlangsung dari awal dan sekarang lanjut dengan berfoto.
β cekrek, cekrek.β Berbagai foto dan berbagai moment di abadikan.
Semuanya tertawa bahagia serta senyum tulus dari orang-orang yang menyayanginya tanpa syarat.
One day laterβ¦.
Luna menyandingkankan foto wisuda sarjananya dengan foto wisuda magisternya.
β Sempurna.β Ungkap Luna.
Mark memandangi wajah istrinya yang penuh senyum memandangi kedua foto tersebut. Foto wisuda sarjana yang menampilkan Luna dan kedua orang tuanya dan foto wisuda magister menampilkan Luna, kedua orangtuanya dan di tambah dengan suami tercinta.
β Sangat manis.β Pujinya lagi dengan senyum yang terbingkai dengan indah.
β Sini.β Mark menarik sang istri dalam pelukannya. β Sangat senangkah?β sebuah kecupan di kening sang istri.
β Hummβ Luna menganggukkan kepalanya, lalu menyandarkan kepalanya di dada sang suami.
β Baiklah. sekarang bersiap-siaplah. Kita menciptakan kebahagiaan selanjutnya.β Bisik Mark dengan sangat mesra.
β Hah?β Luna manatap Mark dengan kedipan mata polosnya.
β Sayang, jangan lupa! Besok keberangkatan honeymoon kita.β bisiknya lagi.
Luna tersipu malu. Senyum lembut terukir di bibir keduanya.
Bersambung..
.
.
__ADS_1
LIKE, KOMENT & VOTE