TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
PAGI YANG MENDEBARKAN


__ADS_3

“ Awalnya aku berfikir entah bagaimana caraku untuk menghadapinya setelah melihat video itu. Tapi saat dia datang aku ingin memeluknya, dia memberiku rasa aman dan nyaman. Mungkin karena aku tidak punya tempat mengadu, maka saat dia datang membuatku ingin melimpahkan semua kesedihanku” Bisik hati Luna.


Air mata Luna terus mengalir, dia berusaha menenangkan diri dan melepaskan pelukannya.


Saat melepaskan pelukannya, Luna sama sekali tidak menatap Mark. Dia hanya menyusap air matanya dengan tangannya.


“ Hal apa yang membuatmu menangis Luna?”


Luna masih tak bersuara, dia hanya menggeleng dan menundukkan kepalanya.


Mark tidak tahan dengan tindakan Luna yang seperti itu. Mark memegang kedua pipi Luna dan meganggakatnya


“ Luna, tatap aku! Kenapa kau seperti ini, apa yang terjadi?.”


Luna menatap Mark, dia tersenyum kecil yang di paksakan.


“ Mark, jika aku ingin pulang, apa kau mengizinkannya?.”


“ Jangan mengalihkan pembicaraan. Jawab saja pertanyaanku. Kenapa kau menangis?”


“ Aku menangis karena aku bosan di sini. Aku ingin pulang.”


Mark melepaskan pipi Luna, dia terdiam dengan menatap Luna dengan tidak senang. Karena Luna terus berkata ingin pulang.


“ Key sudah menceritakan semuanya padaku. Video apa yang kau lihat?.”


Luna sedikit terkejut, tapi dia berusaha untuk tetap tenang.


“ Sepertinya mereka melihat history dari laptop yang ku gunakan” bisik hati Luna.


“ Itu hanya video lama papa dan mamaku” jawab Luna.


Mark mengerutkan keningnya seolah tidak percaya dengan ucapan Luna.


“ Tidak. Dia pasti menyembunyikan sesuatu dariku. Ini tampak jelas” bisk hati Mark.


Suasana menjadi hening seketika.


Mark memperhatikan Luna yang terus memainkan jemarinya denga tidak tenang.


“ Apa yang membuatmu tidak tenang. Ceritalah padaku!” sambil menggenggam tangan Luna .


Luna menggeleng dan langsung merubah posisi.


Dia tidur dengan membelakangi Mark dan menutupi seluruh dirinya dengan selimut.


Mark menarik selimut Luna.


“ Jangan seperti itu. kau akan kesulitan bernafas. Aku akan pergi. Kau bisa tidur dengan tenang”


Luna tidak merespon sama sekali.


Mark berdiri, “ Huh..baiklah aku akan segera pergi. Tadi kau memelukku sangat erat, sekarang kau mengacuhkanku. Habis manis sepah di buang. Bagaimana seorang perempuan bisa seberani ini ” ucap Mark berusaha untuk membuat suasana yang aneh ini berubah.


Sayangnya suasana hati Luna saat itu memang tidak baik, jadi dia tidak merespon apapun yang di ucapkaan oleh Mark.


Mark bingung dengan tingkah Luna yang tidak bisa di tebak ini.


“ Mengenai keinginanmu untuk pulang lebih cepat akan aku pikirkan” ucap Mark dan langsung keluar dari kamar Luna.


***


Di dalam ruang baca Mark sibuk mengotak-atik laptopnya, dia mulai mencari tahu tentang perusahaan ayahnya yang sekarang di kelola oleh paman keduanya. Dia mengirim mata-mata untuk pamannya.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu,


' tok tok '


“ Mark ini kami” ucap Key dari Luar.


“ Ya, masuklah!.”


Key masuk dengan menarik Rangga .


“ Hei hei..Key aku bisa jalan, kau kenapa menarik-narikku seperti ini.”


Key tetap menarik Rangga dan menyuruh Rangga untuk segera duduk di sofa.


“ Aku tidak peduli, sekarang coba kau ceritakan. Apa yang di katakan Tris padamu. Apa dia mengenal suara wanita itu?.”


“ Aku akan menceritakannya. Kau tidak perlu bereaksi berlebihan seperti ini” ucap Rangga sambil menyingkirkan tangan Key di bahunya.


“ Huh, pemarah sekali ” ucap Key dan duduk di sofa lain


Mark berdiri dan bergabung dengan sahabatnya itu Dia duduk di samping Rangga.


Rangga menatap Mark dengan tatapan yang tidak senang.

__ADS_1


“ Mark kau kemana saja?.”


“ Aku? Aku hanya menginap di hotel. Memangnya kenapa?” jawab Mark dengan santai.


“ Mark, Luuna..”


“ Aku tahu, kau tidak perlu mengatakannya lagi. Key sudah menceritakannya.” Mark memotong pembicaraan Rangga.


Rang terlihat sangat kesal.


“ Humff, apa kau sudah melihatnya?”


“ Sudah. Tapi dia sedang tidak mau di ganggu. Biarkan saja dia dulu, mungkin dia butuh waktu sendirian untuk menenangkan dirinya”


“ Hah, itu saja? apa kau tidak mencurigai sesuatu?, kau pasti tidak bodohkan” ucap Rangga dengan kesal, karena Mark terlalu santai menanggapi perihal Luna ini.


Key melihat keadaan ini geleng-geleng kepala.


“ Hufft..kedua bayiku ini, aku sudah lama tidak melihat mereka berdebat .” Gumam Key sambil memperhatikan Rangga yang sudah bicara dengan meninggikan nada suaranya pada Mark.


Key duduk dengan menyilangkan kakinya dan tangannya menopang pipinya. Dia bersiap-siap melihat pertunjukan debat kedua sahabatnya itu.


“ Rangga apa kau perlu bereaksi berlebihan seperti ini?” balas Mark.


Rangga mengambil nafas panjang untuk mengatur emosinya.


“ Baiklah, sekarang aku akan menanyakan sesuatu padamu. Sebelumnya aku juga sudah menanyakan hal ini padamu, tapi aku rasa kau mejawabku dengan asal-asalan.”


“ Tanyakanlah!” ucap Mark dengan dingin


“ Terakhir kali ketika aku menanyakan untuk apa kau menolong orang tua Luna, kau jawab ingin memastikan sesuatu. Hal apa yang ingin kau pastikan itu? . Maaf jika aku lancang, tapi pertanyaan ini tidak akan pernah aku ajukan apabila kau memperlakukan Luna dengan baik. Apa kau tahu, ada banyak orang lain di luar sana yang ingin melindunginya, tapi kau malah menyiksanya dengan sesuatu yang belum dapat kau pastikan itu.”


Mark tersenyum sinis mendengar perkataan Rangga.


“ Apa itu kau juga termasuk orang yang ingin melindunginya?”


Rangga terkejut dengan pertanyaan Mark. dia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


“ Ya, aku termasuk orang yang akan melindunginya jika kau sudah melewati batas” jawab Rangga dengan tegas.


Mark dan Rangga bertatapan dengan tatapan yang tajam yang menunjukkan perlawanan.


“ Eeehh..apa-apaan ini. Kedua bayiku bertengkar karena seorang wanita? Hump,,Tapi aku rasa Rangga keliru pada Mark. Selama ini aku melihat Mark selalu melindungi Luna walaupun terkadang dia juga bertindak kasar. Ta ta tapi,,, apakah Rangga menyukai Luna? , sehingga ketika Mark memperlakukan Luna dengan kasar dia sangat tersiksa dan sekarang meluapkan kemarahannya pada Mark.


"Oh may god, bagaimana ini kedua bayiku menyukai wanita yang sama” teriak Key dalam hatinya sangat terkejut.


Mark dan Ranggapun saling membuang muka.


“ Kau salahkan saja Rangga. Dia yang memulai perdebatan ini. Aku sama sekali tidak berniat untuk berdebat dengannya ” ucap Mark dengan nada kesal.


“ Huh, baiklah kalian salahkan saja aku. ” balas Rangga.


Key kesal hingga garu-garuk kepala melihat tingkah kedua sahabatnya ini, yang awalnya bicara saling meninggikan suara. Sekarang malah seperti anak kecil yang marahan saja dan minta ingin di bela ditambah dengan bujukan sebuah permen.


“ Lagi dan lagi seperti ini. Kenapa pria dewasa bisa kenak-kanakan begini. Itulah alasanku selama ini selalu menganggap kalian bayiku. Kalian selalu menempatkan pada situasi ini” teriak Key dalam hatinya.


Key mengatur emosinya dan tersenyum kesal.


“ Sudahlah sudahlah. Tidak ada yang benar dan salah di sini. Kalian adalah pria dewasa, pasti bisa menilai dengan baik. Sekarang kita harus kembali ke pembahasan pertama”


Key pindah duduk diantara Mark Rangga. Hal itu ia lakukan agar dapat mengembalikan suasana yang menyebalkan tadi bisa normal kembali.


“ Rangga sekarang kau bisa ceritakan percakapanmu dengan Tris” perintah Key


“ Baiklah. mengenai suara wanita itu Tris bilang dia juga tidak mengenalinya. Dan seperti yang kita perintahkan, dia juga sudah memeriksa CCTV tapi ada orang yang sudah meghapus CCTV di menit wanita itu masuk dan keluar ke kamarnya.


Dia juga memeriksa setiap sudut kamarnya, apakah ada yang aneh atau mencurigakan, tapi dia tidak menemukan apapun. Semuanya aman. Ini sangat aneh, dia tidak mungkin masuk tanpa tujuan lain. tidak mungkin dia masuk hanya untuk sekedar menelvon” jelas Rangga.


“ Wishh,, wanita itu licik juga. Aku jadi sangat penasaran wanita seperti apa dia” ucak Key dengan kesal dan juga penuh dengan penasaran.


“ Sepertinya dia tidak bisa kita andalkan. dia hanya sebuah boneka yang bergelar pangeran, dia tidak bisa berbuat banyak. Kau tidak perlu lagi menemuinya” ucap Mark dengan nada marah tak karuan.


“ Tapi Mark, aku merasa cukup aneh. Pada hari itu Tris menemuiku dan dia terlihat jelas sangat khawatir pada Luna. Saat itu aku melihat dia masih menyimpan perasaan yang sangat besar pada Luna, ekspressinya mengatakan bahwa dia akan melakukan apapun demi Luna.


Tapi saat pertemuan tadi dia terlihat berbeda, dia sangat santai tapi seperti menyembunyikan sesuatu. Dia sangat pandai mengelabui orang dengan ekspressinya. Sehingga aku tidak bisa mencari tahu lewat ekpressinya yang tadi”


“ Begitu ya. Caiklah coba kalian atur pertemuanku dengannya. aku penasaran, apakah dia juga bisa mengelabuiku”


“ Untuk sekarang kau tidak bisa bertemu dengannya, dia bilang besok dia akan kembali ke Inggris. Dan di sana dia akan sangat di sibukkan dengan urusan kerajaan. Tapi dia berjanji akan memberitahu kita jika dia menemukan petunjuk “


“ Huh, benar-benar mencurigakan” guman Mark.


***


\= Ke esokan harinya, \=


Hari masih sangat pagi, di kamarnya Luna sedang sibuk melatih kakinya untuk berjalan.

__ADS_1


“ Ini sudah Lumayan setidaknya 2 tau 3 hari lagi aku pasti sudah bisa berjalan dengan normal dan dengan begitu Mark pasti tidak akan menahanku lagi untuk pulang” ucap Luna dengan senyum.


Setelah dia selesai berlatih, Luna langsung memutuskan untuk mandi. dia berjalan dengan sangat pelan.


Saat menyabuni badannya Luna selalu mengingatkan dirinya untuk bisa lebih kuat, tidak boleh cengeng, harus bersikap seperti biasanya, tidak boleh terlalu bergantung pada orang lain, apalagi terlihat sangat rapuh seperti semalam menangis di pelukan Mark.


“ Hhuuh..kebodohanku semalam sangat sulit untuk di lupakan” guman Luna dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Luna segera menghidupkan shower dan membersihkan badannya yang sudah di penuhi dengan busa.


Setelah Luna selesai membersihkan diri dia langsung mengeringkan badannya dengan handuk dan memakai handuk kimono berwarna kuning. Dan membungkus rambutnya yang basah dengan handuk yang berwarna kuning juga.


Saat Luna keluar dan berjalan mendekati ranjangnya dia dikejutkan dengan Mark yang sudah berada di kamarnya. Dia sedang memperhatikan Lukisan yang di buat oleh Luna waktu sepeninggalannya.


“ Mark.. kau kenapa pagi-pagi sudah di kamarku?” teriak Luna.


Mark terkejut dengan teriakan Luna, dia langsung melihat ke arah Luna.


“ Hei..kemana kau melihat ” teriak Luna dengan sangat kesal sambil menutup dadanya dengan kedua tangannya.


Mark terkejut dan langsung berbalik badan,


“ Tidak, tidak. Aku tidak melihat apa-apa. kau jangan salah paham. Jawab Mark dengan canggung.


“ Aishh, si brengsek ini. Kenapa dia bisa melihatku yang seperti ini. Meskipun aku memakai handuk kimono ini, tapi tetap saja memalukan” bisik hati Luna sangat malu.


“Sekarang kau keluarlah. Aku ingin berpakaian dulu. Dasar pria mesum”


” Aku tidak mesum, aku hanya membawakan sarapan untukmu. Tapi siapa sangka kau malah berpenampilan seperti ini”


“ Berpenampilan seperti ini apa maksudmu? Aku baru selasai mandi, memangnya aku harus bernampilan seperti apa lagi?”


“ Ya, aku mana tau"


“ Sudah..,!!! Sekarang kau cepat keluar!!!! ”


“ Baik, baik”


Markkeluar dari kamar Luna, dia berjalan dengan tetap memunggungi Luna.


“ Aku tidak akan melihatmu kau jangan khawatir!” tegas Mark.


Saat Mark sudah keluar, Luna berusaha berjalan dengan cepat ke pintu agar dia bisa segera mengunci pintu kamarnya itu.


“ Aaaa.. ini sangat memalukan” gumam Luna.


“ Luna, jika kau sudah selesai berpakaian. Buka pintumu ya, aku akan menyuapi sarapan untukmu” teriak Mark dar luar.


“ Tidak perlu. Aku bukan anak kecil lagi” balas Luna.


“ kau bukan memang anak kecil. Tapi kau sekarang adalah pasienku. Jadi aku merawatmu dengan baik. Jika kau tidak mau, aku akan mendobrak pintumu” ancam Mark dengan santai


“ Aaaa.. brengsek ini. aku benar-benar tidak bisa di tolak.”


Luna bergegas mengenakan pakaiannya.


“ Luna apa kau sudah selesai”


“ Si brengsek ini benar-benar mengganggu sekali” gumam Luna dengan sangat kesal.


“ Karena kau tidak menjawab, maka dalam hitungan ketiga aku akan membdobrak pintumu. 1, 2,,,”


“ Iya-iya aku akan membuka pintunya” jawab Luna dengan penuh kekesalan.


Luna membuka pintu kamarnya dan di luar Mark sudah berdiri dengan arrogant.


“ Hehe,, patuh beginikan lebih bagus.”


“ Heh, ” Luna sangat kesal dan langsung berbalik badan berjalan ke lemari hiasnya.


Markpun masuk dan menutup pintu.


Luna mengambil Haidryer dan mencolokkannya.


Tiba-tiba Mark mengambil hairdryer.


“ Apa yang kau lakukan?” tanya Luna terkejut.


“ Kau duduk sajalah, aku akan membantumu mengeringkan rambutmu” ucap Mark dengan sangat lembut.


Luna serasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Mark. Lalu Mark memutar badan Luna ke arah kaca dan menekan bahu Luna agar dia segera duduk di kursi lemari hias tersebut.


Luna bengong dan dan menyedipkan matanya beberapa kali.


Mark menghidupkan Hardryer tesebut dan mulai mengeringkan rambut Luna. Mark melakukannya dengan sangat lembut dan penuh perhatian.


Suasana saat itu tenang tak ada pembicaraan. Tapi bergemuruh di dada Luna, detak jantungnya tak beraturan.

__ADS_1


Suara hairdryer seolah seperti music romantis dikala itu, sebagai sountrack moment yang mengacak-ngacak perasaan Luna.


__ADS_2