TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
Trik and Intrik


__ADS_3

Luna memperhatikan orang orang tersebut dengan sorot matanya penuh siasat.


“ Ayolah. 1 2 3 yak!”


Luna dengan sigap menarik Hyena ke dekapannya.


Tiba-tiba koper tersebut berbunyi.


‘ tik ti tik ‘ Semua orang di sana panik.


“ Hah, ada apa ini? hey nona kau menipu kami?”


Orang yang memegang koper itu berusaha untuk melepaskannya, tapi koper tersebut tak bisa lepas dan tetap melekat pada tangannya.


“ Itu bagaikan bom waktu. Jika kalian semakin mengulur waktu maka koper itu tak akan terlepas dan akan meledak. Bagi kalian yang sudah memegangnya walaupun sudah menjauh akan tetap terkana percikan apinya dan kalian akan mati” ucap Luna sambil melepaskan sarung tangan yang dia gunakan.


Luna mengeluarkan lipstick dari sakunya, tapi ternyata itu bukan lipstick biasa melainkan sebuah senjata yang canggih.


Luna menempelkan lipstik tersebut pada tali pengikat tangan Hyena, dan tiba tiba bagian yang di tempeli itu terbakar seperti rokok.


Hyena dengan cepat melepaskan tali itu dan melepaskan perban di mulutnya.


“ Hyena kau berlindung di belakangku” perintah Luna.


“ Luna, tapi ini berbahay.”


“ Kau dengarkan saja perintahku” teriak Luna


Hyenapun pergi kebelakang Luna.


“ Serahkan kunci mobil yang ada di sana padaku!, jika kalian menolak aku tidak akan menghentikan bom waktu itu” ancam Luna.


Seorang wanita misterius muncul di balik bangunan.


“ Lakukan saja. Mereka bukan orang penting, jadi tak ada ruginya jika kami kehilangan orang seperti mereka” ucapnya.


Semua orang terkejut mendengarnya.


“ Kau kau,,, aku tidak bermain-main dengan ucapanku. Apa kalian lupa jika aku sudah menaruhya ledakan di sepanjang tempat ini?”


“ Bos serahkan kunci mobil itu, kami belum mau mati” teriak mereka pada wanita yang baru muncul itu.


“ Baiklah. Jika begitu kau ambil saja sendiri” sambil memegang kunci mobil itu.


“ Heh, lemparkan kunci itu padaku. Kau jangan bermain trik denganku, tombol ini bisa meledakkan orang-orangmu dengan seketika.”


“ Bos, kami mohon lemparkan saja kunci mobil itu” teriak anak buahnya dengan memohon teramat sangat.


“Cih, sial kau Luna. Kita lihat saja, aku pasti akan membunuh meskipun wanita itu memintaku untuk bersabar. Sungguh, melihat keberanianmu yang sekarang membuatku semakin jengkel.” Bisik hatinya penuh siasat.


Dia melemparkan kunci mobil itu pada Luna.


Luna tersenyum sinis, lalu dia dan Hyena berjalan Mundur.


Tiba-tiba,


“ Luna awas” teriak Hyena sambil melindungi Luna.


“ Dor,, ” sebuah peluru mengenai punggung Hyena.


Ternyata wanita yang di panggil bos itu melakukan serangan.


Saat serangannya itu tidak mengenai Luna, dia tampak ketakutan,


“ Dasar kau..” teriak Luna penuh kemarahan.


“ Hey kalian cepat pegangi bos kalian itu, atau aku akan meledakkan kalian!” teriak Luna,


Orang-orang tersebut langsung memegangi bosnya.


“ Maafkan kami bos, kami masih mau hidup.”


“ Nona, kau pergilah dengan cepat!” teriak orang-orang itu.


Dan mereka semua mulai mundur.


“ Hyena kau kenapa bodoh, kenapa kau menghadang peluru itu demi aku” ucap Luna sambil memapah Hyena ke mobil


“ Karena kau adalah sahabatku.” Jawab Hyena lirih.


Luna dengan cepat masuk ke mobil dan melarikan diri dari tempat itu.


Mereka sudah mulai menjauhi markas penjahat itu, lalu Luna tiba-tiba mendengar ada suara helicopter di atas mereka.


“ Luna , suara apakah itu?” tanya Hyena dengan menahan sakit.


“ Sepertinya itu adalah helicopter. Tapi sangat aneh, kenapa ada helicopter di sekitar sini?. Apa orang-oran militer juga juga mengawasi tempat seperti ini” ucap Luna asal-asalan.


Hyena hanya diam dengan tatapan dingin, lalu dia menekan sebuah tombol di jamnya.


'clik' lalu dia memejamkan matanya.


Luna melirik sahabatnya itu“ Hyena, kau bertahanlah” dengan sangat khawatir.


Luna melihat darah di punggung kiri Hyena terus mengalir hingga membuat baju Hyena penuh darah. Hatinya sangat sakit, lalu dia langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan penuh.


Kekhawatiran Luna tak bisa di sembunyikan, hingga tanpa di sadari air matanya menetes dengan sendirinya melihat sahabatnya itu menahan sakit.


Pada jalan yang bersimpang 2, ada mobil yang juga melaju dengan kencang dari masing masing arah jalan itu.


‘seerrtttttt’ Luna me-rem mendadak mobilnya.


Ada 3 mobil yang hampir saja saling bertabrakan, jika sedikit saja hilang kendali, maka akan terjadi kecelakaan hebat.


‘ hosh hos’ dera nafas Luna sangat tak beraturan, dia dengan cepat memperbaiki duduk Hyena.

__ADS_1


“ Maafkan aku Hyena, seharusnya aku memesangkan sabuk pengaman padamu. Aisssh, aku terlalu ceroboh kenapa bisa menyetir begini” ucap Luna penuh rasa bersalah.


Hyena hanya diam menahan sakit, tak sepatahkatapun keluar dari mulutnya.


Luna mengeluarkan kepalanya.


“ Hey tuan maafkan atas kesalahku, tapi bisakah kalian memberiku jalan. Aku benar-benar sedang tergesa-gesa” teriak Luna.


“ Luna?”


Tenyata 2 mobil itu adalah Mark dan Jiang He.


Mereka langsung bergegas keluar.


“ Ahh.. kenapa bisa 2 orang ini di sini?” gumam Luna sangat terkejut


“ Apa kau baik-baik saja Luna?” tanya keduanya sambil mendekati mobil Luna.


Hyena mengangkat kepalanya melihat siapa orang yang ada di depan itu. dia tersenyum dan menutup matanya kembali.


“ Aku tidak apa-apa! Tapi Hyena terluka. Aku harus segera pergi, kalian singkirkanlah mobil kalian” teriak Luna kesal.


“ Hyena?” bisik hati Mark sambil melirik ke dalam.


“ Luna, di sekitar sini tidak ada rumah sakit. akan sangat terlambat jika kau pergi dengan mobil. kau tunggu sebentar!”


Sebuah helicopter mendarat.


“ Hah, apakah itu bala bantuan?” ucap Luna terkejut.


“ Itu adalah Key. Kau pergilah dengan helikopter, di sana ada obat-obatan dan juga ada orangku yang mengerti tentang medis. Hyena akan mendapatkan pertolongan pertama!”


Key keluar dari helicopter dan berbisik pada Mark.


“ Baiklah” ucap Mark menanggapi hal yang di bisikkan Key.


“ Jiang He, kau pergilah dengan Luna dan Hyena.” Ucap Mark sambil menepuk bahu Jiang He


“ Lalu kau?”


“ Aku masih ada yang akan di urus.”


Jiang He mengangguk, lalu dia dengan segera mengeluarkan Hyena dari mobil dan menggendongnya ke helikopter.


“ Mereka semua di sini. Apa kak Hanny ketahuan?”


“ Persiapan mereka juga lengkap, apa itu demi aku? Tapi bagaimana bisa dia menemukanku, bahkan aku tidak meninggalkan jejak apapun?” bisik hati Luna penuh tanda tanya.


Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan di hati dan fikirannya.


Dia berjalan menuju helicopter dan melirik Mark, tapi Mark tidak memperdulikannya sama sekali, dia sibuk berbincang dengan Key.


“ Huftt,, sudahlah, hal ini bisa ku tanyakan nanti. yang terpenting sekarang adalah Hyena” bisik hati Luna.


***


Semalam Hyena sudah di operasi untuk mengeluarkan peluru yang tertanam di punggungnya. Operasinya berjalan dengan lancar tapi dia belum sadarkan diri.


Demi kenyamanan dan mempercepat proses penyembuhan, Luna menyewa kamar VVIP untuk merawat Hyena.


Jam menunjukkan pukul 04.30 Luna yang masih tidur di sofa di ruangan Hyena di rawat.


 


Rasa lelah terukir jelas di wajahnya. Sesekali dia bergerak ke kiri dan ke kanan, tidurnya terlihat tak tenang.


Tentu saja dia begitu sangat lelah, karena dari kemarin dia melakukan banyak hal, dan di tambah semalam dia juga tidak bisa tidur saat Hyena menjalani operasi.


Dia baru memulai tidurnya pada jam 03.15 dini hari.


Saat itu hanya dia dan Jiang He yang menemani Hyena, Kerena Mark masih sibuk dengan hal yang dia urus dan sampai sekarang dia juga belum kemabali.


 


Jiang He memperhatikan Luna yang tak bisa tidur dengan tenang itu, dia mendekati Luna sambil dia mengusap kepala Luna agar dia bisa tenang.


“ Aku tidak menyangka, gadis manja sepertimu bisa melewati kehidupan yang seperti ini. Aku merindukan senyum tulusmu seperti dulu. Sekarang kau seperti banyak menyimpan rasa sakit yang teramat sangat. Maafkan aku belum bisa melindungimu dengan baik” bisik Hati Jiang He sangat pilu.


“ Luna aku pasti akan membantumu melewati semua kekacauan ini. Aku akan membuatmu bisa melihat dengan jelas siapa yang ingin menyakitimu sebenarnya. Aku akan membantu agar kehidupanmu bisa normal seperti semula.


Apapun caranya aku akan melakukan semua hal untuk bisa mengembalikan senyummu seperti semula” ucap Jiang He sembari mengusap wajah Luna dengan lembut.


\= Pagi hari \=


Jam menunjukkan pukul 07.05, Luna masih tertidur di sofa dengan tenang. selimutnya tertata rapi dan sarapan juga sudah tersedia di mejanya.


Sesaat kemudian Luna mulai resah dan membuka matanya perlahan. Dia menatap langit-langit ruangan, dia sadar bahwa sekarang dia berada di rumah sakit lalu dia segera bangkit dengan cepat.


“ Ya Tuhan, sudah terang begini kenapa aku masih saja tidur.” Gumam Luna sembari melihat sofa tempat Jiang He tidur sudah kosong dan rapi.


“ Hummm, kak Jiang He saja sudah bangun, kenapa aku seorang perempuan malah tidur seperti orang mati” gumam Luna merasa malu.


Dia menunduk dan merebahkan dirinya kembali.


“ Aaa,, tapi aku benar-benar masih mengantuk” rengek Luna.


Ternyata Mark ada di ruangan itu dan berdiri di belakang Luna. Dia ternyum Lucu melihat tingkah Luna.


“ Jika kau masih mengantuk, lebih baik kau pulang dan istirahat dengan baik. Jangan terlalu memaksakan diri”


Luna terkejut mendengar suara itu dan langsung mengalihkan pandangannya pada sumber suara.


“ Kau,, sejak kapan di sini”


“ Tentu saja dari tadi. Luna kau lebih baik banyak beristihat. Di pagi hari kau tidur mendengkur bukankah sangat memalukan, untung hanya ada aku di sini” ejek Mark

__ADS_1


“ Hah, aku mendengkur? Itu tidak mungkin” ucap Luna kesal


“ Jika kau tidaj percaya ya sudah”


“ Ya, aku memamng tidak percaya dengan semua ucapanmu”


Luna berdiri lalu berjalan untuk melihat keadaan Hyena.


Dia duduk dan memegang tangan Hyena dan mengusapnya dengan lembut.


“ Hyena kau harus cepat sadar, jika tidak aku akan merasa sangat bersalah” ucap Luna dengan pelan.


“ Kau tidak perlu khawatir, keadaannya sangat baik. Mungkin sebentar lagi juga akan sadar” ucap Mark menenangkan Luna.


Luna tersenyum, “ oh iya Mark. kemana perginya kak Jiang He?”


“ Dia sudah pulang. Luna, Jiang He sangat sibuk kau jangan merepotkannya, kau cukup merepotkanku saja. jangan merepotkan orang lain lagi”


“ Kapan aku merepotkan kalian? aku tidak pernah meminta bantuan apapun pada kalian. Kalian saja yang ingin ikut campur dengan urusanku” jawab Luna kesal.


‘ ssstttt ‘ ucap Mark dengan gerakan tangannya


“ Luna, ini rumah sakit kau jangan terlalu keras bicara” ucap Mark pelan


“ Huh, kau yang mulai duluan.”


Luna berdiri dan kembali duduk ke sofa dengan kesal. Mark tersenyum dan mengikuti Luna dari belakang.


“ Mark sebenarnya banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu” ucap Luna dingin


“ Aku juga mempunyai banyak hal yang ingin ku tanyakan padamu. Jiang He sudah menceritakannya padaku. Tapi kita jangan membahasnya sekarang. untuk saat ini kau sarapanlah. Jiang He bilang kau belum makan apa-apa dari semalam” ucap Mark lembut.


Luna duduk di sofa dengan melipat kakiknya dan tangannya juga di lipat di dadanya. Lalu dia menatap makanan yang ada di meja,


“ Aku tidak lapar” dengan cemberut,


“ Kau harus makan” paksa Mark,


“ Hey, memangnya kau siapa memaksaku untuk makan? Jika aku bilang tidak ya tidak.”


“ Kau kenapa tidak penurut sekali. Apa kau ingin aku yang menyuapimu ya?”


Mark mengambil bubur dan mulai menyuapi Luna,


“ Kau ini apa-apaan, aku bukan anak kecil lagi. Jika aku lapar, aku bisa makan sendiri”


‘ Kriyuukk’ seketika perut Luna berbunyi.


Luna terkejut dan pipinya langsung memerah.


“ Dasar perut tidak bisa di ajak kompromi saja ” umpat Luna dalam hatinnya.


Mark tersenyum menahan tawa.


“ Sekarang kau jangan melawan lagi. Ayo buka mulutmu!” ucap Mark lembut.


Luna dengan malu-malu, akhirnya patuh. Dia menerima suapan dari Mark.


“ Luna, setelah ini kita pulang ya”


“ Kenapa pulang? Aku ingin di sini saja menunggu Hyena sadar”


“ Kau boleh peduli pada orang lain, tapi kau harus tetap menjaga kesehatanmu. Soal Hyena, akan ada suster yang akan menjaganya”


“ Tapi dia bukan orang lain, dia sudah seperti saudara bagiku”


“ Hmmm,, baiklah. Tapi kau harus berfikir juga, jika Hyena tahu kalau kau terlalu keras menjaganya dan hingga kau jatuh sakit. Dia juga pasti akan merasa bersalah.


Sekarang lebih baik mengambil jalan tengah saja, Hyena akan tetap ada yang menjaganya dan kau juga harus merawat dirimu sendiri.


Pulanglah denganku dan beristirhatlah. Kau sudah banyak melewati banyak hal kemaren”


Luna merasa tersentuh denga ucapan Mark yang begitu lembut, dia tersenyum dan mengangguk.


“ Begitukan lebih baik” ucap Mark sambil menyuapi Luna.


Luna terlihat malu dan menuduk dengan senyum. Sementara Mark menatapnya dengan tatapan yang penuh makna.


“ Luna sangat peduli pada Hyena. Akan sangat sulit untuk memberi dia penjelasan untuk menjauhi Hyena. Hyena bagaikan musuh dalam selimut, dia bisa kapan saja meyerang Luna.” Bisik hati Mark


***


\= di Perjalanan Pulang \=


 


Luna menyandarkan kepalanya ke belakang dan pandangannya mengarah keluar.


Dan sesaat dia teringat dengan lambang dengan lambang elang yang di gunakan oleh penjahat yang menahan Hyena.


“ Lambang itu pasti mempunyai makna. Aku harus mencari tahunya dan mengingat dimana aku pernah melihat lambang itu sebelumnya.


*Aku yakin, mereka menangkap Hyena bukan hanya sekedar ingin menginginkan uang, tapi lebih tepatnya itu bagaikan perangkap untukku.


Semalam aku juga merasakan kebencian yang teramat sangat dari wanita yang mereka panggil bos itu. Wanita itu bahkan ingin menembakku. Tapi bodohnya Hyena malah menghadang peluru demi aku*.


*Hyena aku akan mengingat kebaikanmu ini, di lain waktu aku juga melakukan hal yang sama, aku juga akan melindungimu tanpa ragu.


Tapi jika di pikr-pikir wanita itu pasti bukanlah bos besar dari kelompok itu, mana ada bos seceroboh dia*.


*Humm,, yeng jelas kelompok itu telah membahayakan nyawaku dan Hyena, di lain waktu mereka pasti akan mengincar kami lagi.


Apakah alasan mereka membenciku, selama ini aku tidak pernah membuat masalah dengan orang lain, kecuali dengan keluarga paman yang sangat membenciku.Tanpa cari maslahpun dia sudah membenciku, bahkan mungkin dia sudah membenciku sebelum aku ada di dunia ini*.


Tapi selama ini kami tak pernah saling menyerang separah ini, bahkan aku dan Camelia yang sedari kecil memang sudah bermusuhan hanya beradu mulut saja.” bisik hati Luna penuh teka teki

__ADS_1


__ADS_2