TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
S2 PRIA MISTERIUS


__ADS_3

“Bagaimana anda mejelaskan hal ini pangeran Tris?” tanya Mark yang tatapan tajamnya.


Pangeran Tris yang sedari tadi menantang tatapan Mark tiba-tiba tertawa. Mengusap kening seraya menggelengkan kepalanya. “ Mark, kejadian ini sudah berlalu. Kenapa kau masih menanyaiku? Aku rasa kau bukan orang yang membuat perhitungan dengan masalah yang sangat mudah kau atasi.” melempar dokumen di atas meja dengan santainya. Meraih gelasnya dan minum. Terlihat gurat kecemasan di wajah pangeran Tris.


“Kenapa dia bisa tau?”


Mark langsung tersenyum miring, lalu menatap dokumen di meja. Dimana di sana juga terdapat foto pangeran Tris dan Lou Hyena di sebuah lobby hotel.


“Sudah berlalu?” meraih dokumen dan membalik-baliknya. “Ringan sekali mulut seorang pangeran berkata demikian.” Menatap tajam kembali pada pengeran Tris yang masih sibuk minum. “Dengan pemikiranmu yang seperti ini, apa kau merasa pantas nantinya untuk naik tahta?”


Glek. Kalimat Mark membuat pangeran Tris berhenti mendeguk minumnya. Diam sesaat, lalu kembali mendeguk coaktail di gelasnya hingga kering.


“Di saat kami sibuk dengan teka-taki perempuan yang berberencana membunuh Luna. Tidak di sangka kau melakukan transaksi bodoh dengan wanita ular itu. Kau malah melindunginya dan mnyembunyikan informasi dari kami. Cih, Pria macam apa kau ini? dengan sikapmu seperti itu kau berani berkata cinta pada Luna.” Amarah yang terkendali, mengingat ini adalah masalalu.


Tris menaruh gelasnya. Tersenyum kecut mendengar kalimat Mark. Bodoh! dia memang menyadari kesalahannya saat tragedy di Cartegana tahun lalu. Saat dia memutar flashdisk yang diberikan Rangga padanya, dia langsung tau jika wanita itu adalah Lou Hyena.


Awalnya dia ingin membuat perhitungan sendiri dengan Lou Hyena. Namun saat mereka bertemu Lou Hyena berhasil membalikkan keadaan. Hyena memperdayainya, berkata bahwa itu hanyalah cara untuk memancing pria yang mengancam hidup Luna.


Karena sudah mendengar bagaimana cerita dramatis pertunagan Luna dan Mark yang di selenggarakan karena terpaksa, membuat Tris bodoh dan percaya begitu saja pada Hyena. Bahkan saat itu dia mempecayakan Luna pada Hyena, mengingat Hyena adalah sahabat Luna, jadi tidak mungkin Hyena benar-benar ingin mencelakainya.


“Mark ini bukan sepenuhnya kesalahanku. Itu karena kau dulu bersikap kasar pada Luna. Itu semua hanya Hyena yang mengetahuinya dan Hyena menceritakan semuanya padaku. Bagaimana mungkin aku tidak mempercayainya. Saat itu aku berfikir kau lah yang akan mencelakai Luna.” Jelas pangeran Tris membela diri.

__ADS_1


“Haha.. Tris, kau adalah orang kerajaan. Penghianatan seharusnya bukanlah hal baru bagimu. Saudara, bahkan orangtua bisa saja berkhianat. Lalu untuk orang yang tidak memiliki ikatan darah sama sekali, kau dengan mudah mempercayainya?” Mak mendengus kesal, lalu meletakkan kembali dokumen tersebut. “Ayolah, kau jangan mempermalukan dirimu sendiri.” ucap Mark dengan nada bersimpati.


Pangeran Tris hanya diam dengan posisinya. Membiarkan Mark meluapkan kekesalannya. Dia sadar akan kebodohannya waktu itu, karena banyak hal yang terjadi di kerajaan yang harus dia handle jadi pikir singkatnya hanya mempercayai Hyena kala itu.


Beruntung Mark menjaga Luna. Jika tidak, dia pasti menyalahkan dirinya jika hal buruk itu menimpa Luna.


Sejak kepulangannya dari Cartagena waktu itu. Saat itu pula gejolak di istana semakin memanas karena perselisihannya dengan sang kakak. Jadi dia semakin tidak ada waktu untuk mengurus perihal Luna. Apalagi dengan geraknya yang terbatas, membuat dia benar-benar tidak bisa mendapatkan informasi apapun.


“Aku sungguh minta maaf sekaligus berterimakasih padamu. Aku sebagai pangeran memang tidak pantas untuk Luna. Hidupku berat. Penuh perselisihan. Bagian dari peran ini, bagian dari pekerjaan ini, dan keluarga ini, berada di bawah tekanan bahwa masalah itu selalu ada. Banyak hal yang tidak bisa di hindari.” Ungkap pangeran Tris. Dia benar-benar menyesal akan tindakan bodohnya di masa lalu.


Pangeran Tris mengusap wajah hingga rambutnya ke belakang. Menatap Mark yang memandanginya dengan wajah datar. “Aku tau seberapa banyakpun aku minta maaf tidak akan menebus apa-apa. Tapi.. apa tujuanmu menemuiku? Tidak mungkin hanya untuk meledekku kan?” menyipitkan matanya seolah menyelidik.


“Cih, memangnya kau merasa penting hingga aku harus membahas hal lain denganmu?” sungguh nada dan tatapan meyepelekan.


“Mark Rendra.. kau sungguh banyak waktu untuk bermain ya.” Pangeran Tris benar-benar di buat kesal oleh kalimat Mark.


“Tentu saja, aku tidak akan melewatkan hal kecil apapun. Kau perlu mengingat tindakan bodohmu itu selamanya.” Sudah berdiri dan merapikan jasnya. “Kali ini ku maafkan. Tapi lain kali tidak! Tidak peduli kau seorang pageran yang akan menjadi raja Inggris berikutnya, aku tidak akan pernah segan membuat perhitungan denganmu.” Melempar senyum pada pangeran Tris yang menatapnya, kemudiam berlalu pergi.


“Haah…” pangeran Tris menghembus nafasnya kasar mengingat pertemuannya dengan Mark terakhir kali. Dia berdiri, berjalan mendekati jendela kaca yang menampakkan pemandangan keindahan kota.


“Mark, kau memang mempunyai strategi yang hebat. Memancingku untuk membuka mulut dengan sendirinya. Jika orang lain, pasti akan memohon. Meski aku sudah melakukan kesalahan.” Gumamnya sambil menggoyang-goyangkan gelas minumannya.

__ADS_1


***


Mark sudah berada di ruang bacanya. Dia menumpukan kedua siku tangannya di meja, menyatukan jemari lalu menaruh dagunya di sana. Tersenyum miring menatapi layar laptop yang menampilkan foto seorang pria dengan penampilan elegant dengan stelan jasnya.


Next pada lampiran berikutnya. Terdapat sebuah video. Play, video di putar.


“Hai Mark.. “ salam pembuka penuh senyum pangeran Tris dalam video tersebut.


“Kau memang licik. Kau datang untuk mengejek, tapi aku tau kau punya tujuan lain. Cih, sangat licik. Tapi aku suka. Ternyata seperti inilah pebisnis global bekerja. Bertindak acuh, tapi orang tetap datang menghampirinya.” Tertawa sambil menggelengkan kepala.


“Hem hem.. baiklah. aku tidak akan bertele-tele lagi. Aku akan langsung pada intinya. Bagaimana menurutmu setelah melihat foto pria yang ku kirim? Kau tidak mengenalnya bukan? Hah, tentu saja kau tidak mengenalnya karena dia memang selalu misterius. Tapi kau tenang saja aku akan menjelaskan siapa orang itu padamu.” tersenyum banggga. Butuh pujian segera.


“Dia adalah James Lu. Aku yakin, kau datang padaku karena nama ini kan? Hah, aku tau kau pasti tidak akan melewatkan hal sekecil apapun yang menurutmu janggal.” Mendengus senyum, bersandar di sandaran kursi dengan memejamkan matanya.


“Ya.. hal-hal yang menurutmu janggal kemungkinan itu ulahnya. Oh tidak! pasti itu dia, bukan kemungkinan lagi. Pria misterius ini akan mengunjungi Luna sekali dalam 3 tahun dan tahun ini seharusnya dia muncul. Dia adalah pria penuh kasih dan lembut sebagai daya tariknya. Sikapnya yang demikaian membuat Luna menyenanginya. Tapi harus penuh waspada padanya. Karena tidak ada yang tau apa tujuannya."


" Argghh.. bagaimana? Apakah informasi dariku dapat memuaskanmu? Hah, tentunya tidak ya. kau kan serakah. Tapi setidaknya aku sudah memberi petunjuk akan teka-tekimu. Maka pecahkan lah!” video berakhir.


“Cih, jadi ini rupa pria yang mengirimi istriku hadiah saat kami akan menikah.” Mark tersenyum miring. Bersandar di sandaran kursi, lalu berputar.


“Mengirimi hadiah, lalu membeli semua lukisan karya istriku. James Lu.. aku benar-benar menantikan kehadiranmu.”

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2