TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
FIRST KISS


__ADS_3

“ Mark aku tidak mimpikan?” tanya Luna memotong kalimat Mark.


Ekspresi Luna saat itu sangat tercengang hingga tak bisa berkata banyak, dia benar-benar serasa ini adalah mimpi.


“ Tidak”


Dalam seketika Luna langsung menghamburkan dirinya dalam pelukan Mark, gerakan cepat Luna itu membuat Mark hampir ambruk, tapi dia menahannya dengan tangannya. Sehingga posisi Mark mereka tetap berlutut.


“ Terimakasih Mark. Ternyata aku tidak salah menaruh kepercayaan padamu.” matanya mulai berkaca-kaca.


Mark tersenyum dan mengajak Luna untuk berdiri.


“ Aku memang orang yang bisa di percaya.” jawab Mark sambil memegangi kedua bahu Luna.


“ Terimakasih. Aku sangat bahagia.” dengan tersedu-sedu.


Mark mengusap air mata Luna, “Jika bahagia, kenapa menangis begini?” Lembut.


“ Ini air mata kebagaiaan.” dengan masih tersedu.


Mark memeluk Luna,“ Baiklah. Menangislah!” sambil mencium lembut kepala Luna.


Saat itu Luna memang terbawa suasana yang baik, diapun melingkarkan tangannya pada tubuh Mark. Mareka berpelukan dalam suasana hening tanpa sepatah kata, yang ada hanyalah dera air mata kebahagian Luna sebagai pendorong pelukan itu semakin erat, karena Luna merasa nyaman.


Penantiannya dan rasa sabarnya akhirnya terbalaskan, meski harus menunggu sedikit waktu lagi. Tapi menunggu dengan waktu yang jelas itu tentunya sangat melegakan.


Dengan posisi yang masih memeluk Mark, Luna mengangkat kepalanya untuk melihat Mark.


“ Lalu apa syarat yang kau inginkan? Maaf tadi aku terlalu tak sabaran dan memotong kalimatmu.” tanya Luna dengan nada merasa bersalah.


“ Sebenarnya itu bukanlah sebuah syarat, lebih tepatnya itu hanyalah pernyataan dan pertanyaan.”


Luna mengerutkan dahinya.


“ Katakanlah!” dengan lembut


Mark tersenyum dan mendekatkan keningnya pada kening Luna, sehingga wajah mereka begitu dekat.


Luna langsung salah tingkah, dia mengedipkan matanya dan wajahnya langsung memerah.


“ Luna jika aku bisa memilikimu, itu untuk selamanya. Aku akan melindungimu seumur hidupku. Bukannya hanya hari ini, sehari atau untuk beberapa hari saja. Jadi saat itu tiba, apa kau bisa menjawabnya?”


Luna menatap Mark lama kemudian tersenyum, “ Ya.” jawab Luna dengan yakin.


Mark tersenyum lega dan bahagia, karena dia bisa mencurahkan isi hatinya.


‘ mmm ‘ Mark mengecup manis bibir Luna.


Itu hanya kecupan biasa, tapi Luna sangat terkejut dan matanya terbelalak menerima kecupan dari Mark.


Mark tersenyum tipis melihat Luna yang masih bengong tanpa kata itu, lalu memeluk Luna kembali.


“ Maafkan aku terlalu buru-buru.” ucap Mark lembut.


Luna masih diam tanpa kata, dan menyentuh bibirnya.


“ Ciuman pertamaku.” gumam Luna dengan masih tercengang.


“ Apakah ini ciuman pertamanya?, dia terlihat sangat terkejut. Humm, tentu saja. Dia adalah Luna Aliester, gadis yang selalu menjaga imagenya. Selama ini dia juga bergaul dengan baik dan tak pernah membiarkan sembarangan orang menyentuhnya.” bisik hati Mark.


Dia tersenyum bahagia, karena dia yang mendapatkannya dan tanpa ada perlawanan dari Luna.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 01.57 dini hari, Mark dan Luna sudah berada di dalam mobil.


“ Luna kita menginap di hotel saja ya.” ucap Mark.


“ Hah, kenapa tidak pulang saja?” tanya Luna.


“ Ini sudah larut, kau harus istirahat dengan cukup. Dan besok aku juga akan pergi keluar negeri.”


Luna langsung menatap Mark


“ Kemana kau akan pergi?”


“ New York.”


“ Untuk berapa lama?”


“ Entahlah, tapi aku akan berusaha secepatnya.”


“ Jika begitu, kita harus tetap pulang.”


Mark menatap Luna, “ Kenapa kau bersikeras untuk pulang?”


“ Karena besok aku sendiri yang akan menyiapkan sarapan sebelum kau berangkat dan aku akan mengantarmu ke bandara.” jawab Luna cetus.


Mendengar jawaban Luna, Mark tertawa kecil. Dia merasa bahagia.


“ Baiklah. istriku bilang pulang, ya pulang.” goda Mark.


Luna menatap Mark dan melototi Mark dengan wajah kesal.


“ Siapa yang istrimu? ”


“ Tentu saja kamu.”


“ Huh, sekarang aku bukan siapa-siapamu. Bukankah tuan Mark Rendra bilang akan mengejarku?, sekarang buktikanlah bagaimana caranya tuan menaklukkan hati seorang Luna Aliester!” ucap Luna sombong sambil mengibaskan rambutnya ke belakang.


“ Aku menjamin, Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku. Kamu pasti akan tergila-gila padaku.”


“ Buktikanlah!”


Lalu tiba-tiba Mark mendekati Luna. seketika Luna langsung terkejut.


“ Dan aku akan menjagamu tetap aman.” sambil memasangkan sabuk pengaman Luna.


Luna mengambil nafas dalam “ Huufftt,, aku kira apaan. ” dengan lega.


Setelah memasang sabuk pengaman Luna, Mark melajukan mobilnya.


Luna melirik Mark, “ Untung dia tidak menyinggung soal ciuman tadi. Jika sampai dia menyinggungnya, aku sendiri tidak tau bagaimana cara menanggapinya.” bisik hati Luna merasa sangat lega.


“ Luna, jika mengantuk tidur sajalah. Nanti aku akan membangunkanmu ketika sampai!” ucap Mark lembut


“ Ya.“ sambil menyandarkan dirinya dengan nyaman.

__ADS_1


Luna memejamkan matanya, “ Pa, ma tunggu sebentar lagi. Keluarga kita akan kembali utuh.” bisik hati Luna dengan senyum yang terukir di bibirnya.


Mark melirik Luna dan melihat Luna tersenyum dengan matanya yang terpejam, diapun ikut merasa bahagia. Kemudian dia melajukan mobil dengan lebih kencang.


30 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah. Mark melihat Luna tidur dengan tenang, dia jadi tidak tega untuk membangunkan Luna.


Mark keluar dari mobilnya lalu membuka pintu mobil satunya, lalu menggendong Luna ke dalam.


Di dalam ternyata bi Ina dan pelayan Zhaon masih belum tidur, ketika melihat Mark dan Luna datang mereka langsung terlihat Lega.


“ Tuan..”


“ sstttt..” potong Mark.


Bi Ina dan Zhaon langsung menutup rapat mulut mereka.


“ Kami berdua baik-baik saja, tidak perlu khawatir. Sekarang istirahatlah!” ucap Mark pelan sambil melangkahkan kakinnya menuju tangga.


“ Baik tuan.” merekapun langsung pergi.


“ Sangat menyenangkan melihat tuan memperhatikan nona.” ucap Zhaon


“ Mudah-mudahan mereka bisa saling dekat dan menikah.” lanjut Bi Ina penuh harap.


“ Bi Ina, bukankah mereka terlhat menggunakan baju pasangan?”


Bi Ina mengingatnya “ Ah iya.”


“ Apakah mereka berkencan?” ucap mereka bersamaan.


Mereka berdua tersenyum bahagia, lalu mereka pergi ke kamar masing-masing.


\= Di Kamar Luna \=


Mark membaringkan Luna di tempat tidur dengan lembut. Dia melepaskan sepatu dan Long coat yang di kenakan Luna.


Kemudian meletakkan di samping Luna, boneka kelinci yang biasa Luna peluk lalu dia menyelimuti dengan baik.


“ Luna, sekarang tidurlah dengan tenang.” sambil mengusap kepala Luna.


Mark menatap Luna dalam beberapa menit, kemudian dia keluar dan pergi ke kamarnya.


***


\= Kesesokan harinya \=


 


Jam menujukkan pukul 05.59 menit, Luna terbangun dari tidurnya. Dia langsung melihat jam.


“ Ah, aku harus cepat-cepat ke bawah dan memasak.” ucap Luna sambil bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci wajahnya.


“ Hmm,, dia bilang akan membangunkan ku ketika sampai rumah. Tapi nyatanya dia malah menggendongku lagi.“ gumam Luna seraya memandangi dirinya di kaca yang sedang menggosok gigi.


 


Setelah selesai urusan di kamar mandi, Luna mengganti pakaiannya dengan yang lebih nyaman. Kemudian dia langsung turun ke dapur.


 


“ Kak, hari ini biar aku yang memasak untuk sarapan. Kakak bisa mengerjakan yang lainnya.” ucap Luna.


Orang di dapur terkejut dan melihat ke arah Luna.


“ Eh tapi nona..”


“ Tidak ada tapi-tapian. Pagi ini, dapur adalah milik ku, yang lainnya boleh pergi.”


Orang-orang saling menatap satu sama lain dan merasa heran. Karena tidak biasanya Luna mau memasak.


“ Kenapa kalian saling tatap? Aku menyuruh kalian pergi, bukan saling tatap." ucap Luna kesal.


“ Oh iya iya nona.” mereka semuapun langsung pergi dengan penuh rasa bingung dengan sifat Luna pagi ini.


“ Huh, sekarang saatnya sang nona bertindak .”


ucap Luna sambil memesang celemeknya.


Luna membuka mesin pendingin dan mengambil semua bahan yang dia perlukan.


Dia mulai memotong, merebus dan yang lainnya. Pokoknya dia memasak dengan serius dan penuh semangat.


1 jam kemudian, Luna sudah mengerjakan semuanya, hanya saja dia perlu menunggu Dinsumnya yang masih di rebus.


Untuk hal itu, Luna meminta sedikit bantuan pelayan untuk mengangkatnya bila sudah matang. Sementara itu Luna kembali ke atas untuk mandi dan bersiap-siap.


Beberapa menit kemudian Luna sudah selesai siap-siap, dia kembali ke bawah dan menghidangkan semua yang telah dia masak ke meja.


Adapun menu sarapan yang di masak Luna pagi ini agak berbeda dari biasanya, mengingat Mark yang tumbuh besar di Amerika, dia hanya terbiasa sarapan dengan roti ataupun sereal.


Dia sangat jarang melihat Mark memakan makanan tradisional negaranya. Oleh karena itu, kali ini Luna membuat sarapan yang berbeda, yaitu dinsum isian sayuran ada juga isi daging, Mie gandum yang kenyal, dan pancake telur.


 


Melihat semuanya sudah tertata rapi, Luna tersenyum puas.


“ Semua menu sudah, air putih juga sudah. Hummm,, Sempurna, sekarang tinggal susu hangat.” ucapnya. Lalu dia membuat susu panas dalam teko kaca bening.


Saat Luna sedang menuangkan susu yang telah dia buat, Mark datang.


“ Kamu sudah datang. Ayo duduk!” ucap Luna lembut.


Mark melihat semu menu yang sudah tertata di meja.


Mark duduk, “ Apa ini semua kamu yang membuatnya?” tanya Mark.


Luna tersenyum, “ Tentu saja.” sambil berjalan menuju temput duduknya.


Mereka duduk seperti biasa, saling berhadap-hadapan.


Mark mengangguk-anggukkan kepalanya, sembari melihat menu yang di buat Luna.


“ Dengan semua kemampuan yang ku miliki. Kamu bisa pikir sendiri, pria seperti apa yang cocok denganku. Aku harap kamu lebih bekerja keras.” ucap Luna santai.


Mendengar ucapan Luna, para pelayan terkejut dan saling memandang. Tapi mereka tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun.


“ Tentu saja. Orang yang ku pilih bukanlah orang yang mudah di dapatkan.”

__ADS_1


Luna dan Mark saling bertatapan dan tertawa kecil.


Tiba-tiba dari belakang Luna, muuncul Rangga.


“ Mark..” panggil Rangga.


Mark dan Luna langsung melihat ke arah sumber suara. Dan Rangga langsung tersenyum dan melambaikan tangannya pada Luna.


“ Eh Rangga, kebetulan sekali. Ayo bergabung dengan kami untuk sarapan.” ajak Luna dengan lembut.


Rangga mendekat dan melihat menu.


“ Waaahh.. sepertinya aku datang tepat waktu, aku belum sarapan dan Aku sangat jarang makan makanan tradisional.” ucap Rangga sambi duduk.


“ Benarkah, jika begitu nikmatilah.”


Ketika Rangga mau mulai makan, Mark mencegatnya.


“ Aku akan mencicipinya terlebih dahulu, baru kau boleh memakannya.” ucap Mark


“ Eh kenapa begitu? Apakah kau takut jika makanan ini mengandung racun? Huhu,, Mark ternyata kau sangat peduli padaku.” merasa terharu.


“ Apa kau gila. Mana mungkin istriku menyajikan makan beracun untukku.”


Semua orang tekejut mendengar ucapan Mark.


“ I-i-istrimu? ” tanya Rangga terbata-bata, sambil melihat pelayan yang mana yang mampu membuat Mark tertarik.


“ Rangga kau jangan berfikiran aneh. Aku harus menjadi orang pertama yang mencicipi masakan istriku, ini adalah hal yang sangat langka dia lakukan.” sambil mencicipi satu-satu dari menu tersebut.


“ Siapa yang istrimu?, aku sudah bilang jangan panggil aku sembarangan.” ucap Luna kesal.


Mark tidak merespon ucapan Luna, dia hanya menikmati sarapannya.


Barulah Rangga sadar, ternyata yang memasak makanan ini adalah Luna. dia menatap Mark dan Luna dengan tatapan mencurigai.


“ Apakah ini nyata, atau hanya ini siasat Mark untuk menggoda Luna?” bisik hati Mark. dia berusaha berfikir keras untuk menganalisa keseriusan Mark.


“ Rangga sekarang kau sudah boleh mulai makan. Aku sudah mencicipi semuanya. Makanan ini benar-benar lezat.”


Merekapun mulai sarapan dengan tenang, meski sebenarnya ada pertanyaan dan kekesalan tersendiri dari diri mereka masing masing.


Setelah selesai sarapan, mereka langsung pergi ke bandara dan Luna pergi untuk mengantarkan keberangkatan Mark dan Rangga.


 


***


\= Bandara Internasional \=


Mark dan Luna duduk di hall bandara sebelum pergi ke jet pribadinya. Sementara Rangga bersama dengan yang lainnya untuk mengurus sesuatu.


Luna menundukkan kepalanya, dia merasa tidak tenang ada sesuatu yang menyesakkan dadanya. Entah hal apa yang membuatnya tidak tenang, dia sendiri juga tidak tau.


“ Kamu kenapa?” tanya Mark.


“ Tidak apa-apa.” sambil menggelengkan kepalanya.


“ Kamu takut ya aku kabur dan tidak menepati janji?” tanya Mark tiba-tiba.


Luna langsung mengangkat kepalanya dan melihat Mark yang berada di sampingnya.


“ Ah haha,, aku tidak ada berfikiran begitu.”


“ Syukurlah. Maaf masih memintamu untuk menunggu.”


Luna tersenyum, “ Tidak apa-apa. Aku sudah menunggu cukup lama hanya untuk mendengar kabar baik ini sebelumnya. Dan aku tidak akan menyalahkanmu, hanya karena meminta sedikit waktu lagi.”


“ Terimakasih untuk mempercayaiku sekali lagi.”


Luna tersenyum, “ Sebenarnya aku selalu berusaha mempercayaimu. Termasuk masalah Hyena.” bisik hati Luna dengan tatapan penuh maknanya.


“ Mark saatnya kita berangkat!” ucap Rangga yang datang dengan beberapa orang-orangnya.


Luna dan Mark berdiri dan berjalan menuju jet pribadi.


Sebelum Mark menaiki jetnya, dia memegang kedua bahu Luna dan menatapnya denga lembut.


“ Luna jaga dirimu baik-baik. Jangan terlalu sibuk sendiri di kantor, manfaatkanlah team yang sudah ku atur untuk membantumu.” ucap Mark lembut.


“ Ya, Aku akan mengingat dengan baik perkataanmu.”


Mark tersenyum dan mengusap kepala Luna kemudian dia menaiki anak tangga jetnya.


“ Mark..” panggil Luna denga ekspresi tidak rela.


Dia semakin sulit menyembunyikan rasa khawatirnya ketika Mark menaiki jet itu.


Mark langsung berbalik dan memeluk Luna.


“ Apa kau merasakan hal yang sama? Terasa sangat berat meninggalkanmu di sini.” ucap Mark.


“ Tidak tidak. Aku tidak boleh membuatnya khawatir, semuanya pasti baik-baik saja. aku yang berfikir terlalu banyak.” bisik hati Luna.


“ Jika begitu, maka kembalilah dengan aman.” ucap Luna.


Mark terkejut degan ucapan Luna,


“ Haha, Luna aku tidak pergi berperang.”


“ Tidak peduli kamu pergi untuk urusan bisnis atau lainnya. Yang jelas aku memintamu kembali dengan aman. Itu saja cukup.”


Mark melepaskan pelukannya.


“ Baiklah aku berjanji padamu.”


Mark menaiki jetnya dengan kembali.


Dari kejauhan Luna menyaksikan kepergian jet itu.


“ Entah firasat apa yang tiba-tiba ini. semoga semuanya akan baik-baik saja dan aku bisa berjumpa papa dan mama secepatnya.” bisik hati Luna.


“ Nona, saatnya kita kembali.” ucap pengawalnya yang membuyarkan lamunannya.


Luna mengambil nafas dalam untuk mengatur perasaannya.


“ Baiklah.” ucap Luna sambil berbalik badan dan berjalan pergi.

__ADS_1


__ADS_2