
Setibanya di toilet Luna tidak melihat Hyena.Toilet juga sangat sepi para pelanggan tadi juga sudah keluar sejak kedatangan Mark dan Jiang He.
Luna menghidupkan wastefel dan membasahi tangannya.
“ Hyena, kamu di mana?” teriak Luna sembali membersihkan tangannya.
Tidak ada jawaban sama sekali.
“ Kenapa tidak ada jawaban?” bisik hati Luna sambil melihat ke arah barisan kamar-kamar toilet.
Luna menggelengkan kepalanya, dia berusaha untuk berfikiran positif saja.
Setelalah selesai mencuci tangannya Luna merapikan rambutnya sambil bernyanyi-nyanyi kecil.
‘ crack plataaackkk ‘ tiba-tiba bunyi seperti benda jatuh dari dari salah satu kamar toilet tersebut.
“ Apa itu?” gumam Luna dengan mengerutkan dahinya.
Luna berjalan pelan menuju barisan kamar toilet tersebut.
“ Hyena, apa itu kamu” panggil Luna dengan suara yang mulai khawatir.
Masih tak ada jawaban, Luna mendorong satu persatu pintu kamar toilet tersebut. Hingga pintu kedua, masih tidak ada orang.
Luna mulai ketakutan.
“ Hyena, kamu jangan menakutiku. Jawab aku, kamu di dalamkan?” panggi Luna dengan suara yang mulai bergetar.
Luna melangkahkan kakinya menuju kamar ke 3, tapi masih juga kosong.
Jalan Luna semakin pelan, kakinya terasa berat. Dia berdiri di depan pintu keempat.
Saat melihat ke bawah Luna melihat darah yang mengalir dari dalam dan mendekati kakinya.
Luna sangat terkejut, matanya terbelalak. Dan dia langsung membuka pintu tersebut.
' crak crak crak 'Luna berusaha membukanya tapi pintu tersebut tidak mau terbuka.
Detak jantung Luna semakin terpacu kencang. cemas, khawatir dan takut bercampur aduk.
“ Siapakah yang di dalam, apa yang terjadi? Hyena apakah itu kamu?” ucap Luna dengan sangat khawatir
Luna terus berusaha membuka pintu tersebut.
' crack’ pintu tersebut terbuka.
Seorang wanita berdiri tepat di depannya, wanita tersebut sudah berlumuran darah dan dia juga memegang pisau.
Badan Luna terpental ke dinding,
“ Aaaaaaaa,,” teriak Luna histeris
Luna memalingkan wajahnya ke dinding, dia sangat ketakutan dan gestur tangannya meminta untuk untuk tidak menyakitinya.
“ Siapapun tolong aku” ucap Lun dengan air matanya yang sudah mengalir.
Tiba-tiba Hyena datang,
“ Luna kamu kenapa?” sambil memeluk Luna.
“ Hyena, itu, itu. kamu lebih baik pergi. Wanita di dalam memegang pisau” sambil menunjuk ke pintu nomor 4.
Hyena mendorong pintu tersebut dengan kakinya, di dalam dia tidak melihat apapun. Hyena mengerutkan dahinyanya, di juga melihat sekeliling juga tidak ada apa-apa, semuanya aman-aman saja.
“ Luna, di sini tidak ada apa-apa” ucap Hyena
“ Hyena ada banyak darah. Aku takut” ucap Luna dengan frustasi dan dia masih menutupi wajahnya dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya menunjuk kamar tersebut.
Hyena memegang pipi Luna dang kedua tangannya.
“ Luna lihat aku!” ucap Hyena dengan keras, karena Luna selalu menangis dan menutupi wajahnya.
Luna membuka matanya pelan dengan tangis yang masih tersedu.
“ Lihatlah, di sini tidak ada apa-apa. Wanita, darah, pisau yang kau maksud tidak ada. di sini benar-benar tidak ada” ucap Hyena menenangkan Luna .
Luna melihat ke tempat dia melihat hal tersebut, dan benar saja tidak ada apa-apa. Semuanya bersih, dia juga melihat ke sekitar juga tidak ada tanda ada darah.
“ Kenapa bisa?, Hyena, tadi melihat wanita penuh darah itu dengan jelas” jelas Luna, berusaha meyakinkan Hyena.
Hyena mengambil nafas dalam,
“ Luna mungkin kamu salah lihat. Jika memang ada darah, tidak mungkin hilang dengan cepat”
“ Ta ta tapi,,” kata Luna tertahan, dia menggigit bibirnya.
“ Humm,, sudahlah, mungkin aku memang salah lihat. Tapi kenapa terasa sangat nyata” bisik hati Luna sangat ketakutan.
“ Luna, lebih baik sekarang kita keluar. Di sini benar tidak ada apa-apa”
Hyena dan Luna berjalan keluar. Perasaan Luna sangat tidak tenang, saat di pintu Luna berhenti dan dia masih memperhatikan tempat tersebut.
“ Luna, ayolah!” ucap Hyena
Luna menggelengkan kepalanya untuk menenangkan dirinya dan lanjut melangkahkan kakinya.
Hyena dan Luna kembali ke mejanya. Mark dan Jiang He melihat Luna heran, karena Luna terlihat ketakutan.
“ Luna kamu kenapa?” tanya Jiang He khawatir.
“ Qku tidak apa-apa kak” jawab Luna dengan sedikit senyum.
“ Jika tidak apa-apa, kenapa kamu kelihatan pucat?” tanya Mark dengan sorot matanya yang tajam dan dingin.
“ Tadi Luna,,,,”
“ Ah,, bukan apa-apa. Tadi aku hanya sedikit terkejut” ucap Luna memotong perkataan Hyena.
Luna menatap Hyena dengan isyarat untuk tidak mengatakan apapun pada Mark dan Jiang He.
“ Benarkah itu Hyena?” tanya Mark dengan suara dinginnya.
“ Ah, hah iya iya. Tadi Luna hanya sedikit terkejut” jawab Hyena dengan sedikit terbata-bata.
Mark berdiri dengan sedikit oleng, dia merasa sedikit pusing. Tapi dia berusaha untu tenang agar tidak ada yang menyadarinya.
“ Baiklah, jika tidak ada apa-apa lagi. sekarang lebih baik kita pergi!” sambil menarik tangan Luna.
“ Tapi Mark belanjaan kami.” Ucap Luna dengan menahan tangan Mark
__ADS_1
“ Orang-orangku akan membawakannya.” Menarik kembali tangan Luna ke dekapannya.
“ Hyena, kau pulang dengan orangku. Aku dan Luna duluan” kemudian berjalan pergi dengan Luna.
Luna melihat kebelakang dan melambaikan tangannya pada Jiang He dan Hyena dengan ekspresi yang sangat segan.
***
\= di Perjalanan \=
Mark dan Luna duduk di kursi belakang, Luna menjalin kedua jemarinya dan terlihat resah. Sementara Mark sibuk dengan ponselnya.
Setelah Mark selesai dengan ponselnya, dia melirik Luna. Mark bergeser untuk duduk lebih dekat dengan Luna, lalu Mark menyandarkan kepalanya di pundak Luna dan dia menggenggam tangan Luna yang sedari tadi terlihat tidak tenang.
Tangan Luna terasa sangat dingin“ Luna kamu kenapa?” tanya Mark lembut.
“ Aku tidak apa-apa Mark. sungguh!” jawab Luna berusaha tenang.
“ Lalu kenapa tanganmu dingin?”
Mendengar pertanyaan Mark, Luna tak bisa berkata. Dia hanya menggelengkan kepalanya.
Mark melepaskan jalinan jemari Luna dan menggenggam tangan Luna yang satunya dengan erat.
“ Aku tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Tidak apa-apa jika belum bisa menceritakannya sekarang. Genggamlah tanganku jika kau merasa takut!” ucap Mark dengan lembut.
Luna hanya terdiam, karena perlakuan Mark memang membuatnya sedikit lebih tenang. dia merasa nyaman dan juga merasa ada yang peduli padanya.
“ Qpa begini lebih hangat?” tanya Mark yang masih menggenggam tangan Luna.
Luna mengangguk “ Iya” dengan suara pelan.
Mark tersenyum, lalu dia memejamkan matanya dengan kepalnya yang masih bersandar pada bahu Luna.
“ Mark, apa kau tidak ke kantor?”
“ Tidak. Aku akan pulang saja denganmu” jawab Mark dengan lembut.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah, Mark dan Luna keluar dari mobil dan masuk ke dalam bersama.
Di ruang tamu sudah ada beberapa orang pelayan.
“ Kak bagaimana barang-barang Hyena? apa sudah dirapikan semuanya?”
“ Sudah nona, bi Ina yang mengurusnya. Dia bilang teman nona pernah tinggal di sini dan dia masih ingat dengan bagaimana tatanan yang nona Hyena sukai” jelas pelayan Zhaon dengan ramah.
Luna melihat ke arah bi Ina yang tiba-tiba menundukkan wajahnya.
“ Terimakasih bi Ina” ucap Luna dengan lembut.
Mendengar Luna berterimakasih padanya bi Ina merasa sangat bahagia hingga matanya berkaca-kaca. Karena sudah cukup lama Luna mengabaikannya, sehingga dia berfikir Luna tak akan pernah lagi mau berbicara dengannya.
“ Itu memang tugas saya nona” jawab bi Ina
“ Karena bi Ina lebih mengenal Hyena dari yang lainnya. Maka aku percayakan bi Ina yang melayani Hyena. Sebentar lagi dia akan datang, perlakukanlah dia sebagaimana kalian memperlakukanku”
“ Baik nona” jawab pelayan dengan serentak.
Luna dan Mark kemudian berjalan ke atas, mereka terlihat akrab dari biasanya sehingga membuat para pelayan sedikit bergosip, tapi bi Ina dengan cepat menegurnya dan membuat para pelayan tersebut diam kecut.
“ Luna, jika kau merasa tidak nyaman jangan memaksakan diri untuk pergi ke pesta nanti!”
“ aku sudah tak apa-apa. Bagaimanapun aku harus datang!”
“ Baiklah. sekarang kau harus istirahat dulu. Agar bisa sedikit menenangkan kecemasanmu.”
Luna mengangguk, kemudian langsungmasuk ke kamarnya.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 malam.
Luna dan Mark turun ke bawah bersama.
malam ini Luna mengenakan gaun panjang berwarna Mocha lembut dengan leher tinggi dilengkapi hiasan renda renda bunga kecil tipis di lehernya, sehingga dengan gaun seperti itu dia tidak memerlukan aksesoris apapun di lehernya dan rambutnya di biarkan tergerai dengan indah. Sementara Mark menenakan stelan Dark Grey yang sangat mewah.
Di ruang tamu sudah ada Rangga yang menunggu mereka dan juga ada beberapa pelayan di sana.
“ Ayo,,” ucap Rangga saat melihat Mark dan Luna datang.
“ Eh, Rangga tunggu dulu, Hyena belum siap”
“ Aa,, maaf maaf aku lupa. Tapi nanti apa kita berempat di mobil yang sama?” tanya Rangga bingung.
“ Tidak. Aku dengan Luna dan kau dengan Hyena” jawab Mark cetus.
“ Hah?? Jadi aku tidak menjadi sopirmu malam ini?”
“ Tentu saja tidak. Bukankah kau dan Key ingin mengalahkanku nanti, jadi kau harus menjadi tuan muda hari ini. Coba buktikan padaku, apa kalian benar-benar bisa mendapatkan wanita malam ini”
“ Huh,, baiklah. Qkan kami buktikan jawab Rangga kesal.
Luna tertawa kecil kegaduhan dua orang pria itu.
“ Luna,,” panggil Hyena dari belakang sambil berjalan mendekati Luna.
Hyena menggunakan gaun panjang berwarna pink lembut dengan model yang sedikit terbuka dan rambutnya juga dibiarkan tergerai.
Semua mata tertuju pada Hyena tak terkecuali Mark dan Rangga, tapi kedua pria itu hanya melihat sekali pandang saja, lalu tersenyum dingin.
“ 2ahh,,, Hyenaku cantik sekali” Puji Luna.
“ Benarkah?” tanya Hyena sembari matanya melirik Mark.
“ Tentu saja. Sepertinya pesta malam ini akan lebih indah, karena kedatangan Lou Hyena sang dewi”
“ Haha, Luna kau berlebihan”
“ Sekarang semua sudah siap. Ayo berangkat!” ajak Rangga.
Mereka berjalan keluar,
“ Hyena kau dengan Rangga tidak apa-apakan” tanya Luna memastikan kenyamanan sahabatnya itu.
__ADS_1
“ Aah tentu saja tidak apa-apa. malam ini orang-orang pasti datang berpasangan. Dan aku tidak mungkin merebutmu dari Mark.” jawab Hyena ramah.
“ Hyenaku memang yang terbaik.” Dengan mengacungkan kedua jempolnya.
Mereka langsung masuk ke mobil masing-masing.
***
\= di Lokasi Pesta \=
Di sana sudah banyak tamu berdatangan, dan setiap tamu yang keluar dari mobil selalu di lempari dengan berbagai pertanyaan dari wartawan.
Ada yang sudi melayani pertanyaan, ada yang menjawab hanya sekedar basa-basi dan juga ada yang tidak memperdulikannya sama sekali, seperti yang di lakukan oleh Alexs Hou dan Alexa Hou.
Kedua kakak adik ini memang di kenal dingin, jika ada yang bisa membuat mereka meladeni satu pertanyaan saja, itu sudah merupakan keberuntungan besar bagi media tersebut. Tapi selama ini tidak ada media yang bisa menggerakkan hati mereka untuk membuka mulut.
Sebuah mobil mewah dark grey berhenti, dan wartawan sudah bersiap untuk menyambutnya.
Ternyata orang di mobil tersebut adalah Key dan Nindy adiknya. Mereka keluar dengan sangat elegant. Semua camera memotret mereka tiada henti.
Penampilan Key berubah malam ini. Key yang memiliki rambut panjang sebahu dan dia sering mengikatnya, tapi malam ini rambutnya terlihat lebih pendek. Sedikit bergelombang dan dia hanya mengikat sedikit bagian atas saja dan lainnya di biarkan tergerai. Sehingga membuat dia lebih menarik dan tampan.
“ Waahh,,, apakah itu benar-benar Presdir kita?” tanya wartawan dari Cour media, mereka terkejut karena penampilan Key sedikit berubah.
“ Direktur Cour media, malam ini terlihat benar-benar sangat berbeda. Apakah malam ini ada yang special? ” ucap wartawan lainnya.
Key berjalan masuk dengan menggandeng adiknya,
“ Maaf malam ini aku tidak akan menjawab apapun pertanyaan kalian” ucap Key sebelum di lempari berbagai pertanyaan.
Lalu dia dan adiknya langsung berjalan masuk.
Selanjutnya datanglah 2 mobil mewah berwarna hitam.
Yak itu adalag rombongan Mark, Luna, Rangga dan Hyena.
Saat mereka keluar, suasana semakin heboh, membuat Key yang masih di pintu masuk langsung menoleh untuk melihat kenapa orang-orang begitu heboh.
Mark dan Luna berjalan duluan dan di belakang di ikuti oleh Hyena dan Rangga.
Mark dan Luna juga tidak berkomentar apapun. Luna hanya tersnyum ramah pada semua wartawan yang tak henti-hentinya memotret mereka.
“ Huh,,, Mark memang selalu lebih menarik perhatian” gumam Key
“ Waah,, tampan sekali ” puji Nindy.
Mendengar adiknya memuji Mark, Key langsung berjalan cepat dan menarik adiknya ke dalam dengan kesal.
“ Kau adikku kenapa tidak pernah memuji kakakmu sendiri?” ucap Key kesal
“ Haha.. kakakku memang tampan. Tapi teman kakak jauh lebih tampan” dengan penuh kekaguman.
Key menjetik kening adiknya.
“ jaga matamu. Ingat dia sudah Sould Out ”
“ Aa,, sakit. kakak jahat sekali “ sembari mengelus keningnya.
“ Tidak apa-apa di Sould Out. Toh dia juga bersama Luna temanku yang juga sangat cantik. Dia adalah Dewi di sekolah kami” jawab Nindy.
Key merasa terhibur melihat tingkah adiknya itu, dia tetawa bahagia.
***
Suasana pesta sudah mulai ramai, tentu saja pesta seperti ini merupakan kesempatan emas dalam berbagai misi.
Apakah untuk bisnis, mencari pasangan atau bahkan reunian. Seperti yang di lakukan Luna, Hyena dan Nindy. Sementara para pria Mark, Key dan Rangga berbincang dengan pebisnis lainnya.
MC di panggung mulai membuka acara dan perhatian langsung tertuju ke depan.
“ Selamat malam untuk semua tamu undangan yang terhormat. Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk menghadiri acara Penyambutan Presdir CL Group malam ini.
Malam ini sangat indah dan tenang, untuk menambah kemeriahan acara ini maka tidak pakai lama-lama lagi marilah kita sambut tuan muda Jiang He, Presdir dari CL Group,,,,!!!”
Jiang He muncul dengan sangat elegant dan berkarisma tak lupa senyum ramahnya yang bisa memberi energy positif bagi orang lain.
‘ plok plok plok '
Suaran tepuk tangan memenuhi aula pesta.
“ Waahh,, tampan sekali ” puji orang orang yang ada di sana.
Semua wanita berdecak kagum dengan pesona Jiang He yang merupakan wajah baru di China.
“ Terimakasih atas antusias semuanya, sangat membahagiakan bisa mendapat sambutan hangat dari semuanya.
Saya Jiang He presdir dari CL Group yang telah berhasil membuka jalan untuk mengemabangkan bisnis dari Eropa ke Asia yang merupakan salah satu impian saya. Bisa ikut berkecimpung di Asia merupakan suatu kebanggan bagi saya, karena sama halnya saya kembali ke tanah kelahiran saya. Saya memang tumbuh dan besar di Eropa, tapi saya tidak akan melupakan tanah kelahiran saya.
Dan tak lupa juga hal besar yang mendorong saya ke sini adalah seorang wanita yang penuh kelembutan dan senyumannya yang selalu membuat jantung saya berdebar hebat. Wanita yang telah mencuri hati saya” sambil matanya menatap Luna
Semua tamu undangan heboh dan para wanita yang mengaguminya langsung patah hati.
Luna menyadari tatapan mata Jiang He tertuju padanya, dia langsung berjalan pergi ke tempat hidangan berbagai makanan. Dia tidak ingin orang lain menyadarinya.
Di sisi lain, sorot mata Mark saat itu juga sangat dingin menyaksikan sikap Luna yang salah tingkah akibat perkataan Jiang He.
“ Baiklah, sekian perkenalan dari saya. Untuk selanjutnya semoga kita para pebisnisman bisa menjalin kerja sama dalam banyak hal. Selamat malam dan selamat menikmati pestanya” ucap Jiang He, lalu dia membungkuk untuk memberikan hormat.
‘ plok plok plok’
Ruangan kembali bergema dengan suara tepuk tangan dan sorakan para pebinisman yang tak sabar untuk bekerjasama dengannya.
“ Apa-apan ini. Kak Jiang He, kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dariku” gumam Luna.
Hatinya terasa sangat sakit, Luna mengambil segelas anggur dan meminumnya.
‘ gluk gluk ‘ Luna menghabiskan segelas anggur itu sekaligus.
Lalu dia mengambil gelas kedua,
“ Luna, apa yang kamu lakukan?” ucap Mark menahan gelas yang Luna ambil.
Tatapan matanya sangat tajam dan dingin dia seperti menahan amarahnya.
Luna tersenyum, dia melepaskan gelas itu dia melihat ke arah Mark, tapi tiba-tiba dia sangat terkejut hingga pupil matanya membesar.
__ADS_1
Dia melihat wanita yang sama saat di toilet restoran siang tadi, wanita penuh darah dan memegang pisau dari kejauhan dan menatapnya dengan penuh amarah.
Luna memeluk Mark, “ Mark,, tolong aku. Wanita itu datang lagi” ucap Luna sangat lirih, dia sangat ketakutan hingga memejamkan matanya.