TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
ORANG JAHAT SELALU PUNYA SIASAT (2)


__ADS_3

Mereka belum sampai di pintu, tapi ternyata Nindy sudah membukakan pintu untuk mereka.


“ Luna..” panggil Nindy dengan senyum merekah, tapi suaranya langsung tertahan dan ekpresinya berubah saat dia melihat Camelia dan keluarganya.


“ Camelia? hah,” bisik hati Nindy tidak senang dengan kehadiran Camelia.


Tapi dia tetap berusaha untuk tersenyum.


“ Luna, akhirnya pulang juga. Aku benar-benar khawatir.” sambil menghampri Luna dan Mark dengan senyum ceria. Tapi dia tidak memperdulikan Camelia sama sekali.


“ Wah.. ini benar-benar kejutan. Kalian bahkan datang sepagi ini untuk menyambutku.”


“ Tentu saja. Luna, kami sudah menyiapkan sarapan dan berbagai makanan kesukaaanmu. Pelayanmu benar-benar menyenangkan, mereka mengajariku memasak sup teratai kesukaanmu. Kau harus mencoba sup buatanku dengan kak Zhaon” sambil menggandeng tangan Luna.


Mark melepaskan genggaman tangannya. Luna menatap Mark, lalu Mark memberikan isyarat dengan matanya. Luna mengerti dan tersenyum, lalu dia masuk duluan bersama Nindy.


“ Luna kenapa Camelia datang ke sini? apa kalian sudah berdamai? Saat di pesta aku melihat kamu juga berbicara secara pribadi dengannya.”


“ Mungkin antara kami tidak akan pernah berdamai. Dia terlalu angkuh, selalu ingin lebih dari orang lain. Walau kadang itu tidak mungkin. Tapi..ya seperti itulah. Kamu juga tahu bagaimana dia.” dengan nada santai.


“ Haha..iya iya. Tapi dia datang dengan keluarganya, ini cukup mencurigakan?” Nindy berucap sambil merlirik kebelakang.


“ Sudah jangan menerka-nerka lagi.” jawab Luna dengan tertawa kecil.


“ Ah..kau benar. Hari ini adalah penyambutanmu. Untuk apa kita mengurus hal yang tidak penting. Ayo bergegas ke ruang makan. Semuanya sudah menunggu.” Nindy bersemangat dengan kalimatnya.


“ Mari paman,” ajak Mark pada Noman dan lainnya yang berdiri dengan menatap Luna dan Nindy dengan kesal.


“ Ah iya-iya.” berusaha menutupi ekpresinya tadi.


“ Tuan mark memang sangat sopan, berbeda dengan keponakanku yang suka bicara sembarangan padaku. Aku tidak tahu entah kenapa dia tidak pernah bicara dengan hormat padaku. Padahal dulu meskipun aku berselisih paham dengan saudaraku, tapi aku tetap menyanyaginya seperti aku menyanyangi Camelia.” Noman berucap dengan nada sedih.


“ Bahkan dia juga tidak menghormati istriku sebagai tantenya.” Lanjut Noman dan Nyonya Xio mengangguk dengan memasang ekspresi sedih.


“ Papa..Luna seperti itu karena salahku. Waktu masih sekolah kami selalu menjadi lawan dalam hal apapun. Mungkin dia terbawa suasana itu, hingga juga memusuhi kalian. Tapi sebenarnya dia baik. Hanya sifatnya saja yang kurang sopan.” Lanjut Camelia yang terus mencoba bersikap baik seakan membela Luna di balik ceritanya yang jelas-jelas menjelek-jelekkkan Luna.


“ Luna hanya ekpresif, dia selalu mengungkapkan apa yang dia rasakan terhadap orang di sekitarnya. Tapi bagaimanapun dia, itu hanya akan membuatku semakin mencintainya dan semakin ingin melindunginya. Sifat kurang sopannya itu mungkin akan membuat orang menaruh benci padanya. Oleh karena itu aku harus melindunginya. Bukankah seperti itu seharusnya seorang pria bertindak paman?” sambil menatap Noman dengan senyumnya.


Meskipun Mark berucap dengan senyum, tapi kata-katanya serasa seperti peringatan bagi Noman , Nyonya Xi dan Camelia. Sehingga 3 orang itu hanya bisa tertawa palsu sementara hatinya mengutuk Mark dan Luna.


“ Haha..keponakanku memang sangat beruntung mendapatkanmu.” sangat jelas sekali tawa itu di paksakan.


“ Dia sangat sombong. Hah..Mark Rendra” Bisk hati Noman dengan sangat kesal.


Saat mereka sampai di ruang makan, keluarga Camelia di kagetkan karena di sana sudah ramai. Mereka bertiga hanya saling tatap merasa rencananya sia\-sia saja. Semua orang di sana terlihat sangat memperhatikan Luna dan memperlakukannya dengan baik, sehingga tidak menyadari kedatangan mereka.


“ Cih..aku kira si jal*ng Nindy saja di sini. ternyata semuanya juga datang” bisik hati Camelia penuh kekesalan.


“ Hey hey..kalian begitu perhatian pada Luna hingga tidak memperdulikan aku ya?” ucap Mark yang membuat semua mata tertuju padanya.


Mereka terdiam, karena Mark datang tidak hanya sendiri. Mereka memandangi Mark dengan tatapan menunggu jawaban dari Mark. sementara Luna dan Nindy hanya saling melemparkan senyum.


“ Kalian kenapa menatapku begitu? Paman Luna datang karena menghkhawatirkan keadaannya.” jelas Mark.


“ Aaah..ya ya. tuan Noman. Aish..bagaimanakah seharusnya menyapa?” ucap Key dengan tawa canggungnya.

__ADS_1


“ Kalian semua panggil saja aku paman.” lanjutnya dengan senyum ramahnya.


“ Haha..bisakah kami begitu?”


“ Tentu saja, kalian adalah teman Luna dan ini istriku, kalian juga bisa memanggilnya dengan sebutan tante dan anakku Camelia, tentu saja kalian sudah tahu.”


“Haha.. Baiklah.”


“ Paman, mari kita duduk.” ajak Mark.


Camelia memberikan bunga yang di pegangnya pada pelayan dan nyonya Xio juga memberikan sup yang di bawanya pada pelayan agar segera di hidangkan.


Mereka semua duduk melingkari meja makan untuk sarapan dan tentu saja yang memimpin adalah Mark dan Luna duduk di sebelah kanannya. Sangat ramai, tapi suasana menjadi sedikit kaku karena kehadiran keluarga Camelia.


“ Ternyata sangat ramai, Camelia tidak begitu banyak membuat sup” ucap nyonya Xio dengan senyum lembutnya.


“ Tidak apa-apa tante. kami juga membuat sup.” Balas Nindy tiba-tiba hingga membuat Key menatapnya heran. Tapi Nindy tidak memperdulikan sama sekali.


“ Tapi Luna, punya siapakah yang akan kau makan. Aku juga bersusah payah membuatkan sup khusus untukmu.” Sambil menatap Luna yang berada di sampingnya.


“ Aku akan mencicipi keduanya. Bagaimana aku tidak menghargai kebaikan sepupuku.” sambil menatap Camelia dan mereka saling berbalas senyum palsu.


“ Aku tidak menyangka ternyata keberuntungan benar-benar berpihak pada Luna. semua orang hebat memihaknya. Presdir Cour Media bahkan CL Group yang merupakan perusahaan luar negeri yang baru berkembang di sini juga mengenalnya dengan baik. Jika Camelia berhasil merebut hati Mark, tentu saja semua ini akan beralih padaku. Camelia, aku harap kau tidak mengecewakan papa. Tapi jika Mark Rendra tidak bisa di taklukkan dengan cepat, sepertinya Jiang He presdir CL Group ini boleh juga untuk bermain dengannya. dia terlihat lebih ramah dari Mark, aku rasa tidak akan sulit untuk mendekatinya. ” muslihat yang penuh harapan.


Pelayan meletakkan tambahan 1 mangkuk sup dari Camelia di dekat Luna dan sisanya di letakkan di mangkuk yang besar dan di letakkan di tengah. Mark mepersilahkan semuanya untuk mulai sarapan.


Luna mengambil mangkuk yang berisi sup teratai yang di bawakan Camelia. Dia mencicipinya dengan tenang.


“ Bagaimana Luna, apakah sup buatan Camelia sesuai seleramu?” tanya nyonya Xio.


“ Tentu saja, aku belajar banyak membuat menu masakan. Karena aku ingin menjadi istri yang baik nantinya. Kau menyukainya, hal itu benar-benar membuatku senang” dengan senyum lembutnya dan sedikit melirik Mark.


“ Benar-benar menyiapkannya dengan baik.” ucap Luna dengan santai.


“ Kamu juga pintar memasak. Masakanmu terakhir kali, aku sering merindukannya. Saat kamu sudah benar-benar pulih, bisakah kamu membuatnya kembali untukku?” ucap Mark sambil menatap Luna penuh kasih.


“ Tentu saja.” dengan senyum sunshinenya.


Melihat interaksi Luna dan Mark, membuat Key dan Rangga berdehem.


“ Heemm.. jika ingin bermesran nanti saja. Tolonglah hargai kami yang di sini.” ucap Key dengan nada kesal.


“ Baiklah. Mari lanjutkan makannya.” ucap Mark dengan senyum.


Dari jarak yang berbataskan dengan Nindy dan Hanny, terdapat Jiang He yang tersenyum pedih. Dia berusaha untuk tidak memperlihatkan rasa sedihnya itu.


“ Luna apakah kau benar-benar tak pernah mencintaiku, walaupun hanya sekali? Kau bermesraan dengan Mark tanpa beban, hal itu membuatku semakin sakit.” bisik hatinya sambil meminum habis segelas air putih sekaligus.


Meski Jiang He berusaha untuk menutupi kesedihannya, tapi di seberang meja tepat di depannya terdapat Camelia yang memperhatikannya. Camelia tersenyum, sepertinya dia dia sudah membaca situasi ini.


“ Sepertinya ada hal yang menarik. Baiklah, aku akan mencoba mencari tahu.” bisik hatinya dengan senyum oenuh siasatnya.


Beberapa menit kemudian mereka sudah selesai dengan drama sarapan pagi ini. Meski ada yang mebuat suasana menjadi kurang baik. Tapi mereka tetap menikmati sarapan mewah dan langka pagi ini.


Namun tepat setelah selsai sarapan yang luar biasa itu, Noman dan nyonya Xio harus segera pergi. Karena dia tiba-tiba dapat telvon dan ada hal yang harus dia urus dengan segera. Sehingga harus pergi, tapi Camelia tetap tinggal.

__ADS_1


Sekarang para wanita berkumpul di ruang tengah, sementara para pria berkumpul di ruang kerja Mark. ada hal yang harus mereka diskusikan.


Di sofa Luna duduk di antara Nindy dan Hanny, sementara Camelia duduk di samping Hanny. Mereka tidak banyak bertanya pada Luna mengenai kejadian yang telah menimpanya, karena sebelumnya Rangga dan Key sudah mengingatkan untuk tidak bertanya.


Hal itu mereka lakukan, agar Luna tidak terlalu sedih dan tidak bingung harus menjawab apa.


Melihat situasi yang begitu tenang inilah yang membuat Camelia sebagai orang yang ikut terlibat dengan rencana Hyena, juga merasa lega.


Mark dan yang lainnya benar-benar menjaga perasaan Luna, hingga di berita yang di terbitkanpun mereka tidak mengungkap bahwa Hyena lah dalang dari semuanya.


Mereka tahu, meskipun Luna telah membenci Hyena, tapi jika orang-orang terus membahas pasti akan menyakiti hatinys. Mark menyerahkan pada Luna, bagaimana cara untuk membalas Hyena nantinya.


“ Camelia sudah cukup lama kita tidak saling tegur sapa, melihatmu bertingkah lembut sempat membuatku terkejut. Katakan padaku apa siasatmu di balik sikapmu itu?” tanya Nindy yang tiba-tiba di sela pembicaraan mereka. karena dia tidak nyaman dengan sikap Camelia yang palsu itu.


“ Semua orang bisa berubah. Kenapa seluruh anggota tubuhmu bereaksi seperti tidak mempercayaiku?” dengan tetap tenang.


“ Aku turut senang jika kau tulus berubah. Camelia, aku sudah banyak melihat orang yang mengaku berubah. Tapi itu hanyalah alat dari kebohongannya. Ku harap kau tidak termasuk kategori itu.”


“ Nindy, kau jangan bicara seolah tau semuanya tentang aku.”


Tatapan mata 2 wanita itu saling beradu dengan tajam.


“ Ya ampun kalian jangan seperti ini. Saat ini kondisi Luna belum stabil, tapi kenapa kalian malah ribut di depannya, itu bisa saja mengganggunya” Hanny melerai 2 wanita yang telah memanas itu.


“ Haha..maafkan aku.” Ucap Nindy dengan senyum. Sementara Camelia hanya tersenyum sinis.


“ Ada apa para wanita ini ribut-ribut?” tanya Key yang sambil menuruni anak tangga bersama denga Jiang He.


Sontak keempat wanita itu menoleh ke sumber suara.


“Kenapa hanya kalian berdua yang turun, mana yang lainnya?” tanya Hanny.


“ Mark dan Rangga masih berbincang. Sementara aku dan Jiang He harus segera ke kantor. Luna maaf ya tidak bisa menyediakan sambutan yang besar untukmu. Dan sekarang kami juga harus pergi” dengan rasa bersalah sambil berjalan mendekat.


“ Ini sudah lebih dari cukup. Semuanya hadir di pagi hari membuatku merasa sangat di sayang. Aku tidak butuh yang lain” dengan senyum lembut.


“ Haha..kamu memang yang terbaik. Jika begitu kami pamit dulu.”


“ Apakah secepat ini?” tanya Nindy dengan manja pada kakaknya.


“ Iya adikku sayang. Kita harus menghadiri rapat.” sambil menarik Nindy.


“ Huh baiklah. Luna, aku pamit ya. Jaga kesehatanmu, jangan terlalu di paksa melakukan apapun jika memang belum sanggup. Termasuk jika kau ingi memarahi seseorang, kau bisa katakan padaku, maka aku akan mewakilkannya untukmu” dengan nada cetus sambil melirik Camelia.


Luna mengangguk dengan senyum merespon perkataan Nindy. Lalu Key dan Nindy segera pergi.


“ Luna, aku juga harus pergi” ucap Jiang He.


“ Baiklah. Aku akan mengantar kakak ke mobil” sambil berdiri dan berjalan keluar bersama dengan Jiang He.


Melihat hal ini membuat Camelia semakin berfikiran liar, dia tersenyum jahat dengan siasat yang sudah mulai dia rancang.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2