TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
S2 TMABK


__ADS_3

“Tidak mungkin!” kepalanya menggeleng pelan. Sosok yang keluar dari helikopter itu semakin dekat. Mark Rendra!


Mark mengayun langkah tegas dengan ekspresi dinginnya. Mark berhenti dengan jarak sekitar 2 langkah, dari sosok tubuh yang sudah terduduk itu. Seorang wanita!


“Terkejut?” ujar Mark. Dingin serta tarikan bibir yang sinis, “Setelah membuat masalah lagi, jangan pernah kau berfikir bisa lepas dariku.”


Di tengah ketegangan itu. Muncul juga helicopter lainnya. Kedua-duanya menoleh. Dibalik masker sosok tubuh yang terduduk itu tampak tersenyum. Dia melirik Mark yang lengah, pistol di tarik dari pinggangnya. Dengan gerak cepat dia telah berdiri dengan menodong senjata pada Mark.


DOR!!!


Tembakan yang keras.


“Akkhh…” 


Wanita itu lebih dulu ditembak dari helikopter yang baru datang. Kaca mata wanita itu juga terlepas. Pun pistol di tangan juga telah dirampas oleh Mark dengan satu gerakan.


Wanita itu kembali terduduk. Kedua bahunya sudah terluka sekarang. Air mata sudah mengalir di suutt matanya. Dia gagahkan mengangkat wajah ketika helikopter baru datang itu telah mendarat di rooftop. 


Keluar saja James Lu dengan menyeret Lou Hyena.  Kedua tangan Lou Hyena terikat ke belakang.


“Bagaimana dengan kejutan ini Lou Hyena?” Mark menoleh pada wanita yang terduduk lemah itu. Tatapan mata Mark tajam bagai elang ganas sekarang.


“Hahaha… Kau memang keren Mark Rendra.” wanita itu tertawa dengan tenaga yang tersisa. Perlahan dia melepaskan masker yang menutupi wajahnya.


LOU HYENA! 


Ada dua orang Lou Hyena di sana.


*Dua hari sebelumnya*


“Apa? semua orang kita sudah di habisi oleh Mark?” Hyena begitu terkejut mendengar suara dari telepon umum tersebut. Selama dalam kurungan, dia tidak mengetahui apapun.


“Iya. Kita benar-benar sudah dilumpuhkan. Ketua sudah mendekam di penjara.”


Jhon telah tumbang? Hyena menggenggam tangannya dengan bergetar. 


“Tapi kalian tidak bisa lepas tangan begitu. Kalian harus menepati janji untuk menyelamatkan aku.” ujar Hyena lagi.


“Calm down Hyena. Kami sudah menyiapkannya. Wanita itu akan menemui mu besok. Tapi ingat! Ini terakhir kali. Setelah ini kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Kami tidak ingin berurusan dengan Mark Rendra lagi.”


“Tidak masalah.”


Percakapan berakhir. Hyena segera meninggalkan lokasi itu dengan penuh rasa waspada.


Keesokan harinya Hyena memasuki restoran yang jauh dari keramaian. Restoran tradisional china. Tempat ini sengaja di pilih agar lebih aman. Langsung saja Hyena menuju ruangan yang sudah di pesan khusus oleh orang yang ingin ditemuinya itu.


Napas dihela perlahan. Kemudian pintu dibuka, langsung saja terlihat sosok tubuh wanita yang duduk bersila memunggunginya.


“Kau datang.” Sapa wanita itu sambil menoleh. Serupa! 


Wajah wanita itu sangat serupa dengan Lou Hyena.


Hyena tersengih. Namun ada kelegaan di sana, “Mereka bekerja dengan baik. Kau sangat mirip denganku.” Ujar Hyena. Matanya pula sekarang tertuju pada jemari wanita itu. 


“Jangan risau. Aku juga melakukan ini.” terang wanita itu sambil mengangkat jemarinya yang tidak utuh sama seperti Hyena.


Hyena menganggukkan kepala pelan. Dia puas. Lalu dia membawa diri duduk bersila di hadapan gadis itu.


“Siapa namamu?” tanyanya.

__ADS_1


“Lou Hyena.”


Kening Hyena sedikit berkerut.


“Memangnya aku butuh nama lain untuk menggantikan mu di sini?”


Hyena tertawa. Ya! ini memang dirinya. Arogan dan angkuh gadis itu cukup sama dengan dirinya.


“Aku suka dengan karaktermu yang sedikit menyerupai aku. Tapi ingat! Di sini tidak ada yang menjamin hidup mu. Kau bisa mati kapan saja.” ujar Hyena memperingati.


“Tidak masalah. Namun kau harus membayar ku lebih.”


“Maksudmu?” tawa Hyena berhenti seketika.


“Orang-orang itu belum membayar biaya untuk memotong jariku ini.” tangannya kembali diangkat.


“Itu tidak ada kaitannya denganku.” Marah Hyena.


“Oh, kalau begitu kau selesaikan sendiri masalahmu.” 


Sialan! Hyena berdecih. Beraninya wanita ini mengancamnya.


“Bukankah aku sudah sangat sempurna bertransformasi sebagai kloningannya. Tapi kau masih saja perhitungan.” Ujar wanita itu lagi.


“Hahaha..” Hyena kembali tertawa. Lebih renyah hingga memegang perut.


“Apa? kau kloningan ku? Jangan bodoh! kau hanya manusia sampah yang diubah serupa denganku.”


Enak saja mengaku kloningan ku. Mana mungkin kloningan ku yang hidup hina seperti itu. Yang rela menggantikan ku hanya karena uang. Uang? Aku memiliknya sebanyak yang aku mau. Kau hanya hasil karya pisau bedah! Decitan Hyena di dalam hati.


“Okey. Terserah kau berbicara apa.Yang jelas aku butuh uang.” Gadis itu mengulurkan kertas.


“Baiklah.” ucap Hyena setuju.


Gadis itu tersenyum puas, “Baiklah. Sekarang katakan rencana luar biasamu itu.”


“Aku mau membalas Mark dan Luna untuk terakhir kalinya. Aku sudah menyusun dengan sangat baik. Kita akan bertindak malam ini. Aku juga sudah mendapatkan pengawal bodoh untuk di ajak bekerja sama di sana.” 


Hyena tersenyum sinis. Terbayang keberhasilannya menekan satu pengawal di tempat Mark dengan ancaman membunuh istri pengawal itu. 


“Aku hanya memintamu mematikan listrik beberapa menit saja. Apa kau mau kehilangan istrimu ini hanya karena tidak mau mematikan listrik di Villa Mark Rendra?”


“Ba.. baiklah.” jawab pengawal itu pasrah. Dia terjepit. Istrinya sedang hamil muda. Dia tidak mau istrinya itu mati, terlebih di depan matanya.


Huh, Tidak sabar rasanya untuk menghancurkan Mark sehancur-hancurnya. Kehilangan bayi atau Luna. Bahkan bisa keduanya. Bye!


***


“Huk huk..” Hyena batuk dan keluar darah dari mulutnya. Tubuhnya Semakin tidak berdaya sekarang. Hembusan angin semakin terasa di atas rooftop itu. Seakan semesta mentertawakannya. Mentertawakan obsesi gilanya akan balas dendam.


Kenapa? kenapa dia berada di posisi ini lagi? kenapa nasibnya selalu mengenaskan? Dia kira akan bisa bebas malam ini. Rencananya begitu sudah sempurna. Dia kira Mark tidak akan bertindak karena sibuk menemani Luna di rumah sakit. Tenyata dugaannya salah! Bahkan gadis serupa untuk menggantikannya tidak ada guna sama sekali. 


Darn it! Ternyata balas dendamnya inilah yang menghancurkannya sendiri. Jika saja dia tidak bertindak, mungkin nasibnya lebih baik. Menyesal? Hah, menyesalpun sekarang tidak ada gunanya lagi. Hyena melirik ke samping. Dia berada sekitar 5 langkah dari tepi gedung tinggi itu.


“Dasar bodoh!” jerit Hyena pada gadis yang serupa dengannya itu. 


“Bodoh? kau yang bodoh.” balas gadis itu.


Entah kenapa Hyena bersetan melihat gadis itu baik-baik saja. Hanya sedikit luka di kening. Sementara dia 3 peluru yang menghujam tubuhnya. Dada Hyena berombak.

__ADS_1


Pun gadis itu sama. Dia sudah terlalu lelah di hina. Dari awal dia belum berwujud Hyena, dia selalu di hina. Pun sekarang masih di hina. Dia merasa tidak terima.


Gadis itu  meyentak lengannga dari pegangan James Lu. Ganas dia berlari ke arah Hyena. Dua orang gadis itu bergelut saling pukul. Hyena meskipun tinggal setengah nyawa tidak mau kalah. Mark dan James Lu hanya memperhatikan.


Tidak lama, Mark berbalik badan. Dia melangkah menuju helikopternya tadi. Dia muak. Apa jadinya Hyena, jadilah. Diapun tidak lagi tertarik mempermainkan nyawa Hyena. 


DOOR, DORR, DOR!!! Tembakan beruntun yang James Lu arahkan pada dua Lou Hyena itu. Keduanya terpaku. Mereka berada di tepi gedung dan tubuh mereka melayang dari ketinggian itu.


Mark tetap melangkah dengan wajah dinginnya. Sedikitpun tidak menoleh pada sumber suara tembakan kejam di belakangnya. Kematian Hyena terlalu mudah. Namun dia tidak mau bertele-tele lagi. Itu makanya kita tidak bisa memberi kesempatan pada semua orang, karena tidak semua orang pula akan sadar akan kesalahannya dan bertobat.  


“Jangan salahkan aku kejam. Mereka saja yang tidak tahu bagaimana memperlakukan diri dengan baik.”


BRUHG!!! Dua tubuh manusia terdampar di bawah gedung itu. Darah segar dengan cepat mengalir.  


***


Seminggu kemudian.


Sebuah Mobil mewah melaju memasuki area rumah sakit. Tepat di depan pintu masuk, mobil itu berhenti.


“Tuan kita telah sampai.”


James Lu tersentak dari lamunannya. Dia sedikit berdehem ketika menangkap mata supirnya melirik di spion tengah. Malu juga pada supir yang sudah berumur itu.


Jas di rapikan, lalu sejambang bunga mawar yang ada di sebelahnya di ambil. Dia tersenyum lembut, tapi sekali lagi dia berdehem ketika menyadari supirnya itu mencuri lirik lagi.


Arrghh..! mengacau saja.


“Pak tua, apa anda tidak akan membukakan pintu untukku?” tanya seoalah mengalihkan.


“Oh iya iya. Baik Tuan.”


James Lu tersengih. Mungkin dia telalu memanjakan supirnya selama ini. Kalau mengemudi, ya  mengemudi saja kerjanya. Tidak sadar, jika tidak ada yang membukakan pintu sekarang. Ayolah.. sekarang kita berada di rumah sakit, bukan di daerah kekuasaanku, apalagi istanaku. Jadi tidak ada yang menyambutku sekarang. 


James Lu, pria misterius dan selamanya akan tetap misterius. Namun nyatanya dia adalah sosok humoris dan hangat. Sehingga orang-orang setia, seperti Pak tua sebagai supirnya ini, mereka suka saling mengusik. Tidak banyak yang tahu akan sisi lembutnya ini.


“Terima kasih pak tua. Eh..” 


James Lu terkejut melihat sosok yang membuka pintu. Mark Rendra! 


“Kau..” masih terkejut. Supirnya dilirik penuh tanya. Apaa-apaan ini?


“Kenapa? begini saja mengejutkanmu?” Mark sedikit menyungging senyum.


James Lu berdehem. Harus jaga image.


“Haha.. saya hanya tidak menyangka itu adalah anda Tuan Mark.”


“Aku akan memperlakukan tamu istriku dengan baik.” kata ‘Istriku’ sengaja diucap penuh penekanan.


Tamu istriku? James Lu mencebik dalam hatinya. Ya ya ya.. dia sangat paham akan Mark yang sengaja untuk menyindirnya.


“Ok ok. Aku anggap penyambutan ini sebagai penghargaan. Sekarang kita bisa masuk tuan Mark?”


Mark mengangguk pelan, ”Mari tuan James.”


Keduanya menghambur tawa. Entah kenapa merasa lucu saja. Langkah dibawa memasuki gedung rumah sakit itu. Keduanya tampak akrab.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2