TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
SENJATA RAHASIA LUNA


__ADS_3

Mark dan yang lainnya sudah sampai di pabrik SW. Pilot medaratkan helikopter sedikit jauh dari lokasi untuk menghindari kecurigaan musuh, tapi Mark menyuruh untuk langsung saja mendaratkan helikopter di dekat pabrik.


Hatinya berkata ada yang tidak beres, dari ketinggian dia mengamati, tidak ada suatu pergerakan yang mencurigakan di sana.


Hingga berbagai kecurigaan kembali muncul di pikiran Mark.


“ Mereka membuat kita kebingungan, tapi aku tidak akan menyerah. Kita turun di sini!” perintah Mark pada pilot.


“ Mark aku khawatir ini adalah jebakan” ucap Rangga memperingati.


“ Walaupun ini jebakan, kita harus tetap memakan umpan. Agar kita mendapatkan sesuatu yang berharga. Aku dan kau turun. Sementara Key telusuri daerah sekitarnya”


“ Tapi Mark,,”


“ Kau jangan khawatir. Sebentar lagi orang-orang kita juga akan segera sampai, dan polisi daerah Y juga dalam perjalanan ke sini” ucap Mark meyakinkan Key


“ Baiklah. Kalian pasti bisa, segera kabari aku jika terjadi apa-apa.”


Mark membalas Key dengan senyum yang meyakinkan, seolah-olah senyum mengisyaratkan, semuanya akan baik-baik saja.


Mark dan Rangga sudah turun, semetara Key dan 3 orangnya kembali ke atas untuk memantau situasi lainnya.


Key mengacungkan jempolnya kepada Mark dan Rangga pertanda semuanya akan dilaksanakan dengan baik, dan perlahan helicopter itu pergi menjauh.


Mark dan Rangga menyiapkan senjatanya dan mulai menelusuri pabrik tak perpenghuni itu dengan gerakan cepat.


Pada suatu bagunan terdapat 2 tangga kiri dan kanan, Mark dan Rangga memutuskan untuk berpencar.


Mark memperhatikan setiap yang dia lewati denga teliti dan penuh dengan kehati-hatian. Hingga ketika dia ingin menaiki tangga dia mendengar suara orang yang berbicara di suatu ruangan.


Mark mengerutkan dahinya, dia mengurungkan niatnya menaiki tangga. Lalu mendekati sumber suara yang dia dengar.


Rangga juga menyadari pergerakan Mark, dia kembali turun dari tangga dan dia mengendap ke sisi lain dari ruangan yang terdapat suara itu.


Sebelum menyergap ke dalam Mark dan Rangga mendengar percakapan orang yang di dalam.


“ Bos bukankah ini aneh, wanita itu menyuruh kita untuk berjaga di sini, sementara di sini tidak ada apa-apa.”


“ Untuk apa kita pikirkan itu, yang terpenting kita mendapatkan bayaran yang besar. Kita hanya duduk dan tidak melakukan apa-apa, bukankah itu menyenangkan. Hahaha,,” gelak tawa memenuhi ruangan itu.


Mark dan Rangga terkejut mendengar percakapn itu.


“ Jadi ini taktik kosong” bisik hati Mark dengan sorot mata tajamya.


Lalu Mark dan Rangga bersiap-siap untuk menyergap orang itu.


‘ 1 2 3’ dengan isyarat mata.


‘ Brrackkk’ mereka langsung menerobos ruangan itu sambil mengacungkan pistol mereka.


“ Angkat tangan kalian!” perintah Rangga.


Ternyata dalam ruangan itu hanya ada 3 orang saja. Orang itu mengangkat tangannya, tapi mereka juga berusaha untuk mencari kesempatan untuk melawan.


Salah satu dari mereka mengeluarkan pisau , dengan sigap Mark menendang pisau itu di tangan penjahat itu sehingga meraka benar-benar menyerah dan mengangkat tangannya..


Mark dan Rangga mengikat ketiga orang itu, lalu Mark menghubungi Key untuk terus memantau dan dia menghubungi orangnya yang dalam perjalanan untuk memperluas pencarian.


“ Jelaskan maksud dari pembicraan kalian tadi!” bentak Rangga pada orang itu.


“ Kami tidak tahu apa-apa. Kami hanya melakukan apa yang mereka suruh.”


“ Iya, mereka menyuruh kami untuk berjaga di sini. kami tidak tahu apa-apa” lanjutnya


“ Lalu siapa yang menyuruh kalian?”


“ Kami juga tidak mengenalnya, dia memberi kami jumlah uang yang besar jadi kami tidak memperdulikan lagi siapa dia.”


Rangga sangat kesal hingga menghantam orang itu dengan kakinya.


“ Sudahlah hentikan!” ucap Mark.


“ Kenapa? Mereka tidak mau mengaku untuk apa kita berbaik hati” ucap Rangga dengan nada sangat marah.


Mark mendekati 3 orang penjahat itu,


Mark mengeluarkan pistolnya.


“ Aku akan memberi kalian kesempatan. Jika kalian menjawabku dengan jujur, maka pistol ini akan kembali ku simpan. Tapi jika kalian tidak jujur, maka maaf peluru ini akan menembus kepala kalian” ucap Mark dengan santai tapi menusuk.


Ketiga orang itu mulai bereaksi, mereka mulai panik dan saling bertatapan.


“ Ba ba baiklah. Kami akan mengaku”


“ Hah, ingatlah, sebelum kalian mulai berbicara. Pikirkan baik-baiak, jangan coba-coba untuk menipuku. Karena jika kalian kmmenipuku, tidak hanya kalian yang akan mati. Tapi semua orang yang berkaitan dengan kalian juga akan mati.” ancam Mark


“ A a aku akan berbicara. Aku adalah bos mereka” ucap salah satu dari mereka.


2 orang temannya langsung menatap bosnya itu dengan tatapan khawatir tapi juga menaruh harapan untuk menyelamatkan nyawa mereka.


“ Baiklah. Katakan semua yang kau ketahui tentang orang yang memberi kalian tugas ini!”

__ADS_1


“ Dia adalah seorang wanita, aku tidak mengetahui siapa namanya. Tapi dia bukanlah bos dari kelompok itu. Sebenarnya aku sudah 3 kali bekerjasama dengan mereka dan aku pernah di bawa ke markas mereka yang cukup jauh dari sini. Jika kau ingin mengetahui lebih banyak kau pergi saja ke markasnya yang berada di sebelah utara dari pabrik ini. Karena memang hanya itu yang ku ketahui. Dan Mengenai bos dari kelompok itu aku juga tidak mengetahaui apapun” jelasnya tanpa ragu.


Mark tersenyum sinis lalu mematik pistolnya ke arah dinding.


“ Kau ingat suara tembakan ini. Jika kau berbohong maka kau akan mendengarkannya sekali lagi dariku, sekaligus untuk terakhir kalinya dalam hidupmu. Bahkan jika kau sudah di tangan polisi, aku bisa melakukannya. Tak akan ada yang bisa menghalangiku.”


Rangga terkejut melihat ekspresi Mark, karena aura membunuh ini sangat jelas terasa dari ekspresi itu.


Mark berdiri dan menympan senjatanya.


“ Apa kau percaya pada mereka? bisa jadi ini jebakan lagi” ucap Rangga Khawatir


“ Rangga, ini adalah taktik kosong. Mereka menggunakan tipu daya yang sama dua kali. Pertama mobil Luna, mereka meletakkannya dari daerah yang jauh disini agar kita mengira Luna telah di sekap di sini, karena pabrik ini satu satunya tempat yang strategis.


Kedua mereka juga hanya membayar yang bukan dari bagian mereka untuk berjaga di sini . Kita telah masuk dalam permainan mereka, setelah bereaksi terhadap tipuan pertama dan tipuan kedua mereka akan berfikir kita akan ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga.


Tapi,, aku tidak akan begitu! Tipuan ketiga adalah serangan yang sebenarnya. Aku sendiri akan melahap semua umpan mereka” jelas Mark dengan aura yang menyeramkan.


‘ nyiuw nyiuww,,’ suara sirine polisi.


“ Mereka sudah datang, Rangga kau urus orang ini. Aku akan mengurus selanjutnya” sambil melangkah keluar.


Rangga mengejar Mark dan menahannya dengan menghambat Mark, dia berdiri di depan Mark.


“ Kau mau kemana?”


“ Aku akan menuntaskan permainan ini.”


“ Aku ikut denganmu.”


“ Tidak perlu, kau bekerjasamalah dengan polisi dan atur strategi untuk menyusulku nanti” sambil berjalan melewati Rangga.


“ Jaga dirimu baik-baik?” teriak Rangga.


Mark hanya melambaikan tangannya tanpa berbalik badan.


Polisi sudah mulai masuk, Lalu Mark masuk ke dalam mobil yang telah di sediakan orangnya dan langsung melajukan mobil itu dengan cepat.


“ Kemana dia akan pergi?” tanya polisi pada Rangga.


“ Entahlah, sekarang urus saja ini. Nanti kita akan menyusul” jawab Rangga dingin.


***


‘ Dor Dor ‘


Peluru bergantian menghampiri sisi kiri dan dan sisi kanan Luna.


Semua orang di sana berpakaian misterius tak ada satupun yang memperlihatkan wajah mereka.


Luna berdiri mematung mendapatkan penyambutan yang antimainstream itu.


“ Penyambutan? Apa mereka gila, jantungku bisa saja copot seketika ” bisik hati Luna kesal.


“ Nona kenapa anda berdiri saja di sana. Kemarilah ikuti aku!” sambil menggerakkan tangannya sebagai isyarat untuk mengikutinya.


Luna menelan Ludah dan mengedipkan matanya beberapa kali. Syoknya menerima 3 kali tembakan itu masih belum buyar.


“ Luna, kau tidak boleh lemah dan takut. Ayo ikuti pria itu” bisik hatinya.


Luna mengumpulkan keberaniannya dan mengikuti pria itu dengan cepat.


Luna memperhatikan setiap tempat yang dia lewati dengan teliti sambil melemparkan sesuatu, dan sesekali dia tersenyum sinis.


Mereka memasuki sebuah lapangan yang lumayan Luas, di sana ada seorang pria dan wanita yang menanti mereka. Mereka masih sama, mereka juga memakai topeng untuk menutupi wajah mereka.


Luna memperhatikan lapangan itu, dia melihat sebuah mobil dan dia merasa ada ada sesuatu di mobil itu.


“ Mana uang yang kami minta?” tanya pria itu sambil melirik ke koper yang Luna pegang.


Pikiran Luna langsung buyar karena pria itu menanyainya. Luna menggenggam erat koper itu dan tersenyum.


“ Perlihatkan dulu Hyena padaku” ucap Luna santai.


“ Hahaha,,,” tiga orang dari kelompok itu mentertawakan Luna.


Pembicaraan panas dimulai di bawah rintik hujan yang mulai mereda itu.


“ Hey nona, sampai saat inipun kau masih saja bisa berlagak sombong. Apa kau tidak tahu kau berada di kandang musuh. Kau bukan berada di istanamu yang dengan mudah kau menyuruh semua orang untuk menuruti perintahmu” ucap mereka meremehkan Luna.


Luna kembali membalas orang itu dengan senyum.


“ Meskipun aku di sini, tapi kalian tidak akan berani mencelakaiku” tetap santai.


“ Hah, atas dasar apa kau berani berkata seperti itu? kami dengan mudah mengambil nyawamu jika kami mau” ucap wanita itu dengan kesal.


“ Benarkah? Sekarang coba ku tanya, apa kalian membutuhkan uang ini? apa kalian pikir aku akan meyerahkannya dengan mudah. Koper ini terbuat dari bahan yang mudah terbakar dan ini lebih ganas dari bom.” ancam Luna.


Ketiga orang tersebut tetap mentertawai Luna. Tapi Luna tetap santai dan tenang.


Luna melepaskan payungnya, dan mundur beberapa langkah lalu melemparkan sebuah koin di depan mereka.

__ADS_1


dan seketika, ‘ Duarttttt’ koin itu meledak sehingga membolongi tanah dengan ukuran yang cukup besar.


“ Huk huk huk” mereka bertiga mundur dan batuk-batuk.


3 orang itu mulai khawatir.


“ Sial, ternyata kau membawa senjata” ucapnya kesal.


“ Tentu saja, aku tidak mungkin dengan tangan kosong menghadapi kalian yang dari awal sudah licik. Beruntung kalian tidak memeriksaku, jadi semua senjataku aman.”


“ Dasar B*jingan” ucap wanita itu kesal sambil berjalan mendekati Luna. Tapi 2 orang pria temannya itu menahannya.


“ Kau tenanglah”


Luna tersenyum menahan tawa.


“ Sudahku katakan, kalian tidak bisa macam macam padaku. Saat aku berjalan menuju kesini aku juga sudah melemparkan beberapa koin di setiap tempat dan jika ledakan itu secara bersamaan pasti akan menghancurkan tempat ini serta orang-orangmu juga akan kehilangan nyawa mereka.


Koin itu mempunyai kekuatan ledakan yang lebih besar dari ini, jika kalian mencarinya sekarang juga tidak akan bisa karena mereka langsung berubah sesuai tempat, mereka seperti bunglon.


Kalau kau berani menyakitiku maka dengan mudah aku akan meledakkannya. Jika koin ini saja kekuatan ledakannya besar, lalu biasakah kalian membayangkan betapa besar kekuatan ledakan koper ini” ucap Luna santai sambil mengangkat koper itu.


" Ini berkat aku sering menonton film action, jadi aku bisa sedikit lebih pintar dalam menghadapi situasi ini. hehe " bisik hati Luna bangga.


“ Cih, kita terlalu meremehkannya” ucap orang itu dengan menggertakkan giginya.


Dari sisi lain ada yang sedang memperhatikan Luna,. Dia menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya dengan penuh kebencian.


“ Cepat bawa Hyenaku ke sini!” teriak Luna kesal.


“ Aish,, kau ini berani sekali meneriaki kami. Kau ikut aku” ucap wanita itu keasal.


“ Aku tidak mau masuk kedalam, aku ingin kalian membawa Hyenaku ke sini!” teriak Luna lagi.


“ Arrghh,, kau semakin berani ya ” ucap wanita itu mencoba menyerang Luna.


Tapi temannya menahannya kembali.


“ Kalian lepaskan aku, aku ingin mencekiknya” teriaknya sangat kesal.


“ Kau tidak boleh melakukan itu.”


“ Aku tidak peduli, aku ingin menarik keluar lidah yang berani meneriaki ku itu” terus meronta.


Luna hanya menggelengkan kepalanya melihat tiga orang itu.


“ Membosankan, kenapa malah mereka ribut tidak jelas begini ” gumam Luna.


Tiba-tiba Luna terkejut, dia mengarahkan pandangannya pada mobil yang dia lihat tadi. Dia merasakan kembali bahwa ada yang mencurigakan dari mobil itu.


“ Aku tidak salah dengarkan, aku mendengar suara pintu mobil itu tertutup” bisik hati Luna sembari memperhatikan mobil itu.


Dari sudut lain datanglah sekelompok orang lagi.


“ Nona Luna, kami telah membawa teman anda ke sini!” ucap orang itu.


Luna langsung mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara. Dan 3 orang yang bertengkar tadi juga langsung berhenti dan mereka juga terlihat terkejut.


Luna memperhatikan Hyena, Mereka mengikat kedua tangan Hyena, bajunya sedikit ada lumuran darah. Kepala Hyena mereka bungkus dan mulut Hyena sepertinya mereka perban karena Hyena terdengar bergumam tak jelas.


Orang itu memegangi Hyena dengan erat.


“ Nona serahkan koper itu dan remot controlnya! Kami akan mengecek jumlah uang ini terlebih dahulu” ucap Pria itu.


“ Kau jangan bermain-main denganku, aku tak akan menyerahkan remot control ini. Buka tutup kepalanya” perintah Luna.


Mereka terpaksa membuka penutup kepala Hyena. Saat penutup itu di buka, Hyena langsung menggelengkan kepalanya sebagai tanda jangan berbuat seperti ini deminya.


Luna mengambil nafas panjang.


“ Hyena, apapun yang terjadi akukan tetap menyelamatkanmu” ucap Luna pada sahabatnya itu.


“ Kalian hitunglah, selama kalian bertindak jujur aku tidak akan meledakkan apapun lagi” sambil melemparkan koper itu pada salah satu orang itu.


Pria itu tersenyum sinis, lalu membuka koper itu.


Luna melihat Lambang Elang pada pakaian yang di kenakan orang itu. mata Luna terbelalak.


“ Gambar itu? terasa sangat familiar, tapi dimana aku pernah melihatnya?” gumam Luna.


Luna memperhatikan seluruh orang di sana dan mereka semua memiliki lambang yang sama di baju dan juga ada yang memakai aksesoris serupa.


Luna terus berusaha dimana dia pernah melihatnya


“ Huftt,,, tidak tidak” Luna menggelengkan kepalanya.


“ Aku tidak boleh memikirkan hal lain dalam kondisi seperti ini. Mereka bisa saja mencari kesempatan” gumam Luna dan berusaha untuk fokus pada yang dia hadapi saat ini.


Bersambung...


Sedikit bocoran: Untuk hari senin, Author bakalan Up 3 atau 4 eps. Jadi tetap Stay yes.

__ADS_1


Oh iya, intip2 juga novel Author yang PENANTIAN AFSANA dong, mana tau cocok . Masih sepi banget di situ


__ADS_2