TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
S2 HONEYMOON (Part 4)


__ADS_3

Uni Emirat Arab, Dubai.


“Rangga, apa Zhaon masih berkeliaran?” tanya Mark ketika dalam perjalanan.


“Apa?” Luna langsung menoleh pada Mark. Dia tidak mengerti apa yang di maksud oleh Mark.


“Apalagi yang harus kita lakukan. Dia terus ingin mengikutimu.” Rangga menghembus nafas frustasinya. “Aku tidak mengerti apa tujuannya selama ini.” melirik ke kaca spion.


“Tunggu, tunggu. Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan.” Luna mengangkat kedua tanggannya sebagai isyarat untuk menghentikan pembicaraan 2 pria ini. pembicaraannya yang membuatnya bingung.


“Saat di kapal pesiar. Zhaon juga berada di sana.” mengusap lembut pipi Luna.


“Hah? Sungguh? Tapi aku tidak melihatnya sama sekali.” Menatap Mark dan melirik Rangga.


“Dia menyamar menjadi pelayan. Dia memang tidak ada menyerahnya.” Luna diam, dia merasa bodoh dan kecolongan. Kenapa dia tidak mengetahuinya. Dan kenapa 2 pria ini juga tidak memberitahunya?


“Aku rasa dia juga akan menyusul ke sini.” Rangga melanjutkan percakapannnya.


“Tetap perhatikan gerak-geriknya.”


“Pastinya. aku juga sangat penasaran dengan gadis kecil itu.” senyum tipis di bibirnya.


“Humm.. jika di pikir-pikir Zhaon memang sedikit aneh. Apa dia terlalu mengagumi suamiku ini?”


Luna menyandarkan kepalanya di bahu Mark. Tetap tenang, karena Mark juga sudah menceritakan tentang Zhaon padanya. Sebenarnya dia merasa ada yang aneh. Ada rasa sedikit cemburu karena wanita lain terus mengikuti suaminya. Meskipun wanita itu juga sangat baik padanya. Hanya kepercayaannya pada Mark membuat dia untuk selalu lebih tenang.


***


Hotel Atlantis The Palm, Dubai.


Di dalam sebuah kamar hotel bawah laut, tampak ikan-ikan dengan berbagai macam spesies terlihat dari dindingnya. Kamar dengan kemewahan Premium tidak di ragukan lagi. Dubai yang terletak di Uni Emira Arab memang di kenal dengan Negara paling mewah di dunia ini. Semua furniturnya terlihat mewah dan pemandangan dari jendela dan atapnya juga menampakkan ikan-ikan yang berenang dengan anggunnya.


Di sorot lebih dekat, dia atas ranjang terdapat Luna dan Mark sedang selonjoran di sana. Mereka berdua mengenakan jubah berwarna putih. Tidur di bantal masing-masing dengan bejarak, mata mereka memandangi langit kamar yang menampilkan pemandangan dalam laut.


“Sayang, kenapa kamu selalu membawa Rangga kemanapun pergi? bahkan perjalanan honeymoon.” Tanya Luna dengan matanya tetap memandangi langit kamar dan tangannya tampak melipat nyaman di perutnya.


Mark mendengus senyum mendengar pertanyaan Luna. Dia memiringkan tubuhnya ke arah Luna dengan menopang kepala di satu tangannya.


“Ini tidak sepenuhnya keinginanku. Dia sendiri yang selalu mengajukan diri untuk mengikutiku.”


“Oh ya?” menoleh pada Mark. “Kenapa dia ingin selalu mengikutimu?”


“Entahalah, yang jelas dia akan senang jika aku melibatkannya dalam segala hal.”


Luna mengerutkan keningnya, matanya juga terlihat menyipit. “Hmm.. apakah Rangga mempunyai kekasih?” tanyanya tiba-tiba.

__ADS_1


Sebanarnya Luna sangat penasaran dengan sahabat-sahabat suaminya ini. Orang yang begitu loyal, pasti ada sejarah di baliknya. Itulah yang dipikirkan oleh Luna. sehingga rasa penasarannya yang menggelitik mencoba untuk mencari tahu perlahan.


“Haha.. aku kurang tau soal itu.” menarik Luna dalam pelukannya. ”Tapi aku pikir dia pernah dekat dengan Janneth.” Mmuach.. kecupan lembut di kening Luna.


“Janneth?” Luna tampak berfikir. Lalu dia menoleh pada Mark dengan sorot butuh pembenaran.


“ Iya. Janneth wanita Eropa yang pernah di fitnah denganku.”


“Ternyata Rangga mempunyai selera yang sangat tinggi.” Ujarnya dengan memanggutkan bibirnya.


“Kenapa begitu? bagiku istriku adalah wanita yang paling berkelas dan tercantik di dunia ini.”


“Tentu saja. Di matamu, aku harus selalu jadi yang terbaik.” tertawa ringan, lalu membenamkan wajahnya di dada Mark.


“ Pastinya. Kencantikan istriku membuatku tidak tertarik melihat wanita manapun di luar sana.”


“Suasana hatinya sangat baik. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk bertanya.”


“ Sayang..” memainkan tangannya di dada Mark. Satu jurus agar dia tidak di tolak nantinya. “Bolehkah aku mengetahui tentang persahabatan kalian bertiga?” Berhenti sejenak untuk melihat reaksi Mark. Lalu melanjutkan, karena melihat Mark tidak keberatan dengan pertanyaannya.


“Aku penasaran bagaimana para pria bisa berteman dengan sangat setia.”


“Kenapa penasaran?” tangannya mengusap lembut rambut Luna. “Hubungan pertemanan kami tidak jauh beda dengan kebanyakan orang lainnya.” Lanjutnya.


“Apa yang ingin dia ketahui? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti ini?”


“Haha.. jadi istriku mau aku bersejarah di sini?” mengacak-ngacak rambut Luna. hingga Luna berteriak kesal padanya.


“ Sayang aku serius.” Duduk dan merapikan rambutnya.


“ Ayolah. Sikapmu seperti ini membuatku semakin penasaran saja.”


“Kenapa kau tidak mau berbagi dengan istrimu sendiri. Bukankah kau pernah bilang jika sahabatmu, juga sahabatku. Jadi wajarkan, jika aku ingin mengetahui tentang kalian juga.” Bicara dengan tegas. “Tidak peduli malam ini di habiskan dengan bercerita, hingga pagi pun tidak apa-apa.” bicara seenaknya.


Mark menggelengkan kepalanya, lalu menarik Luna kembali tidur di dekapannya. ”Sayang, sepertinya kau lupa ya apa tujuan kita ke sini?” menyingkirkan rambut dan menyelipkannya di telinga. “Aku akan menceritakannya. Tapi tidak sekarang.” seringai tipis di bibirnya. “Bukankah kita sudah sepakat, bahwa kita akan membuat Mark junior di tempat indah ini.” mengusap bibir Luna dengan ibu jarinya.


“Kapan kita membuat kesepakatan? Kau membuat keputusan sebelah pihak saja.”


Luna menggelengkan kepalanya. ”Kita masih punya banyak waktu untuk itu. Sekarang cerita dulu ya.” pintanya dengan manja.


“Kenapa dia bersikukuh sekali memaksaku bercerita. Luna apa yang kau pikirkan sekarang?”


Mark benar-benar tidak senang dengan rasa keingintahuan Luna yang begitu kuat. Dia khawatir istrinya yang keras kepala ini sedang merencanakan sesuatu.


Mark mengehumbus nafasnya keras, di usapnya kepalanya seraya merubah tidur telentang yang tadinya miring ke arah Luna.

__ADS_1


“Kenapa istriku tidak pengertian sekali.” Dia berusaha memainkan emosi Luna, membuat gadis ini merasa bersalah. “Apa istriku tidak tau jika aku di tertawai oleh orang-orang? Sudah 1 tahun lebih masa pernikahan, tapi belum mempunyai anak juga.” Melirik untuk melihat reaksi Luna.


Luna mengedipkan matanya polos, mulutnya yang sedikit terbuka langsung mengatup dan mengulum bibirnya. Sesuai harapan Mark dia memang tampak bersalah.


“ Sayang.. maafkan aku.” Langsung menempelkan tubuhnya pada Mark dan melingkarkan tangannya di pinggang. “Aku tidak tau jika sampai separah itu.” suara manja dengan nada penuh rasa bersalah.


“Maafkan aku sayang. Tapi ini belum waktunya kau mengetahuinya. Jika aku membuat cerita bohong, itu juga bukan hal yang baik. Lebih baik begini dulu. Nanti aku akan menceritakannya secara perlahan padamu.”


Mark mengusap tangan Luna yang melingkar di pinggangnya. Diambilnya, lalu di ciumnya dengan sayang. “Lalu apa yang akan dilakukan istriku, setelah merasa bersalah?” Ucapnya dengan terus menciumi tangan Luna berkali-kali.


“Hah?” Luna mengedipkan matanya bingung.


“Apa istriku akan merayu suaminya yang merajuk ini?” melepaskan tangan Luna, lalu mengusap keningnya seolah frustasi.


“Ayolah. Barusan kau mencium sayang tanganku.”


Luna cengingisan. Mengalah sajalah, dari pada bayi besar ini benar-benar merajuk.


”Sayang aku sungguh minta maaf. Ke depannya aku tidak menyinggungnya di saat seperti ini. Mari fokus pada bulan madu kita.” sudah menjatuhkan diri di dada Mark. “Aku akan menampar mulut orang-orang yang mentertawakanmu dengan kehadiran bayi kita secepatnya.” Tangannya melepaskan tali pengikat jubah Mark. Entah keberanian dari mana itu.


“Sebenarnya jika di pikir-pikir siapa juga yang berani mentertawai suamiku ini. Melihat wajahnya saja sudah membuat orang merinding. Baiklah, malam ini gagal, tapi lain kali aku akan terus membujuknya. Banyak hal yang ingin ku ketahui. Sepertinya, hal ini bisa di mulai dari persahabatan kalian.”


Ayolah Luna, papamu berada di garis terdepan yang mengejek suamimu ini, hehe.


Mark tersenyum, lalu dia menahan tangan Luna yang sudah menarik pengikat jubahnya.


“ Kenapa? kenapa dia menahannya? Ayolah sayang, kau jangan membuatku malu. Aku sudah mengumpulkan seluruh keberanianku untuk melakukan ini.”


Mark membalik tubuh Luna, sekarang Luna berada di bawahnya. “Sangat senang istriku seberani ini.” membelai wajah Luna dengan lembut. “Tapi ini belum saatnya. Sekarang aku harus tetap mendominasi.” Bibirnya langsung melahab bibir Luna. Cukup lama, hingga beberapa saat kemudian mereka mengambil nafas yang tersenggal.


“Sayang kau ingat aku ingin anak berapa?” bibirnya menjelajah leher jenjang Luna.


“Ingat sayang. Tapi itu harus dirunding ulang.”


“Apa?” berhenti sejenak memandang wajah Luna yang memelas. ”Akan ku pikirkan nanti. Mungkin saja bisa di kurangi satu. Aku ingin vila kita ramai.” Melanjutkan kembali aktifitasnya yang sekarang turun ke tempat lainnya.


“Dikurangi satu saja? hei jika ingin ramai, kau bisa ke panti asuhan saja sayang.. kan sekalian beramal.” Menggigit bibir dan tangannya mencengkram seprai, menahan gejolak dari perlakuan Mark.


Mark tidak lagi menanggapi perkataan Luna, dia sudah tenggelam dengan aktivitasnya yang panas ini. Menikmati setiap inci dari tubuh istrinya.


Malam panjang kembali dimulai.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


Chapter selanjutnya akan mulai mengungkap rahasia-rahasia yang ada. Untuk ini sampai sini dulu ya.


__ADS_2