
Masih di Rumah keluarga Aliester. Para pengawal dan pelayan kembali pada tugas mereka masing-masing. Menjaga keamanan dan kenyamanan rumah keluarga Aliester, yang tadinya seperti akan terjadi hal yang paling mengerikan di rumah besar ini.
Bersyukurnya, bahwa itu hanyalah sebuah scenario drama yang di mainkan. Drama yang hanya diketahui oleh bebebrapa orang saja, sehingga skenario drama mengerikan itu benar-benar epic dan sangat menegangkan.
Di sofa ruang utama, semua orang mncicipi minuman yang di hidangkan oleh para pelayan. Sebagian dari para pelayan dan pengawal masih ada yang belum move on dari kejadian yang memporak porandakan perasaan mereka. Di dapur ada pelayan yang masih menangis diam-diam.
Di tempat berjaga ada pengawal yang masih saja di hantui rasa bersalah karena merasa dirinya tidak bisa menjaga majikannya dengan baik. Beruntung bahwa ini adalah suatu trik dari tuan muda, tapi bagaimana jika ini nyata?.
“ Sudahlah, jangan sampai menjadi beban. Jika memang ingin menjaga keluarga Aliester dengan baik, maka ke depannya kita memang harus ekstra hati-hati pada siapapun.” Ucap temannya berusaha sedikit menghibur sambil menepuk-nepuk bahunya. Pengawal tersebut menatap tanpa ekspresi temannya, lalu menganggukkan kepala.
“ Saya berjanji akan melakukan yang terbaik ke depannya. Saya akan terus melatih kemampuan bela diri dan ketangkasan penggunaan senjata saya.” Tekad hatinya.
Luna menatap Mark, lalu beralih pada papanya. Tatapannya sangat jelas meminta penjelasan, karena rencana ini sedikit berbeda dari yang telah di rencanakan sebelumnya. Soal pengawal dan pelayan Zhaon yang berkhianat memang sudah di rencanakan dari lama oleh Mark.
Oleh karena itu tidak begitu sulit ketika mereka memasang kamera tersembunyi di rumah Luna. Serta sistem keamanan CCTV yang di bobol Hyena juga sudah di pastikan akan di lakukan Hyena. Meski Mark memasang sisetem keamanan yang tinggi, tapi masih pada batas bisa di bobol oleh hacker selevel Hyena.
Soal perusahaan juga sebuah taktik, meskipun akan menimbulkan sedikit goncangan. Tapi untuk menipu musuh, hal ini benar-benar harus di lakukan. Namun tentu saja, Mark melakukan itu juga penuh persiapan dan pastinya dia juga yakin bisa mengatasi ini dengan cepat.
“ Sayang kenapa kamu sangat penasaran sekali? humm?” tanya Mark sambil menaruh gelasnya di meja. Dia sadar dengan tingkat penasaran Luna yang sangat tinggi ini.
“ Tentu saja aku penasaran.” Luna berhenti sejenak, menetap Mark dengan tatapan merajuk karena Mark seolah tidak mau berbagi dengannya. “ Sayang, siapa pelayan Zhaon sebenarnya? terus..” berhenti lagi, Luna sejenak menggigit bibirnya. “ Pria tadi siapa?”
Luna penasaran, dia merasa agak familiar.
Tapi dia tidak bisa menebaknya. Lagian Mark juga belum memperkenalkan identitas Louis sebagai kakaknya, apalagi sebagai mata-mata Luna selama ini. Di saat pernikahan merekapun Louis juga hanya sebentar, dan setelah itu menghilang, jadi Luna tidak pernah melihatnya sebelumnya.
__ADS_1
Mark tersenyum, lalu mengusap lembut kepala Luna. “ Zhaon Zhang adalah adik bagiku. Aku menyuruhnya menjadi pelayanmu waktu itu karena dia dalam masa hukuman.”
“ Apa?”
Luna semakin tidak mengerti, dia mengedipkan matanya. menatap Mark semakin bingung.
Mark tertawa ringan melihat ekspresi Luna. Sementara orangtua Luna, yang juga ingin mengetahui siapa Zhaon juga menatap Mark, menunggu jawaban dari menantunya itu.
“ Zhaon Zhang. Dia adalah putri dari ketua kelompok Elang darah.”
Terlihat Jiang He dan tuan Aliester terkejut dengan kalimat Mark. Ya.. para pebisnis pasti tidak asing dengan kelompok Elang darah ini, karena itu merupakan kelompok gangster terkenal dari Hongkong.
Kelompok yang terdiri dari 10 brigade dengan kekuasaan yang otonom dan terpisah. Meskipun begitu, semuanya diawasi oleh sebuah dewan yang beranggotakan 12 orang. Yang mempunyai ribuan anggota yang tersebar di dunia, dan bisnis utama dari kelompok ini adalah perdagangan senjata api. Hirarki kelompok elang darah rumit dan terstruktur. Ikatannya pun sangat kuat, melebihi hubungan keluarga.
“ Dia terus mengikutiku. Dan memaksaku untuk menjadi bagian dari Elang darah. Aku menghargai kelompok itu, tapi aku..”
Sementara dia juga sudah mengetahui sedikitnya bagaimana hubungan Mark dengan kelompok elang darah dari penjelasan mata-mata yang berhasil dia jebak dulu.
Dan dari penjelasan Mark ini, Luna juga sudah menebak siapa pria yang di lihatnya tadi, sehingga dia tidak bertanya lagi dan menyuruh Mark untuk diam saja.
Sementara tuan Aliester dan Jiang He yang tadi sempat di buat kaget juga langsung diam. Mereka paham, Mark adalah pebisnis besar, jadi untuk mengenal dengan gangster, mafia ataupun lainnya bukanlah hal yang baru.
Di tempat lain, di sebuah mansion yang megah. Namun ada sebuah rungan mengerikan di sana, yaitu ruangan bawah tanah. Zhaon menyeret Hyena dengan kasar.
Tangan Hyena terikat kebelakang, mulutnya tampak di perban, mungkin Hyena terlalu banyak bicara, memaki atau sejenisnya hingga Zhaon menutup mulutnya.
__ADS_1
Saat sampai pada suatu ruangan kecil yang tampaknya seperti penjara, lebih tepatnya seperti ruang hukuman para tahanan.
Seseorang membukakan ruangan tersebut, tampak Hyena langsung gelisah. Mulutnya berucap penuh protes, tapi tak tersampaikan karena di perban.
Sudut bibir atas Zhaon terangkat, seolah mengejek Hyena yang telihat putus asa ini. Zhaon sedikit melonggarkan ikatan tangan Hyena, lalu melempar Hyena ke dalam ruangan itu dengan kasar hingga Hyena tejatuh di lantai.
“ Nikmatilah penjara ini Hyena.” Zhaon masih saja memanasi Hyena dengan kalimat singkat itu. Hyena langsung berusaha bangkit dan menatap Zhaon, namun penjaga sudah langsung menutup pintu. Hingga yang terlihat oleh Hyena seringai licik Zhaon yang semakin menggelorakan sakit hatinya.
“ Kalian Kurang ajar…” teriak Hyena dalam hatinya, hingga nafasnya terengah karena saking begitu sesaknya di dada akan semua ini.
Hyena langsung mencoba melepas ikatannya, setelah itu membuka perbannya. Dia berteriak memanggil Zhan dan mengetuk-ngetuk pintu penjara yang tertutup rapat, hanya ada lubang kecil yng cukup untuk melewati mangkuk makanan di sana. Dan itupun hanya bisa di buka dari luar.
“ Zhaon keluarkan aku dari sini..” teriak Hyena sangat frustasi, tangannya sibuk mengetuk pintu sementara matanya memandangi seluruh ruangan kecil ini. Ruangan yang kira-kira hanya memiliki lebar 1,5 meter dan panjang 2,5 meter.
Ruangan yang berbentuk segi panjang ini sungguh menyeramkan, karena juga hanya ada sedikit cahaya yang masuk dan di langitnya juga hanya terpasang lampu kecil, yang jelasnya, pasti malamnya pasti sangat menyeramkam.
Zhaon tidak memperdulikan sama sekali teriakan penuh frustasi dari Hyena. Lagi-lagi dia seringai licik lalu pergi meninggalkan Hyena yang masih meneriakinya untuk membuka pintu serta di ikuti umpatanya pada semua orang.
“ Hyena.. Hyena. Ini hukuman karena kau beraninya memanfaatkan symbol elang darah saat menjebak Luna. Kau fikir cara rendahanmu itu dapat membodohi orang dengan mudah? Huh, aku tidak terima symbol kelompokku di fitnah oleh orang sepertimu.”
Ucap Zhaon dalam hatinya untuk sekedar menumpahkan kekesalannya yang cukup lama terpendam. Setelah itu dia pergi begitu saja, meninggalkan Hyena yang menggila.
.
.
__ADS_1
Bersambung...