
Jiang He sudah sampai di parkiran. Dia langsung masuk ke mobilnya da melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
Saat di mobil, Jiang He menghubungi asisten Xi.
“ Asisten Xi kamu lacak nomor Luna, temukan keberadaannya sekarang dan temukan percakapannya akhir-akhir ini” perintah Jiang He.
“ Baik tuan.”
Ekspresi Jiang He sangatlah berbeda dengan dirinya yang biasa lemah lembut, berubah seperti pria liar yang penuh kebencian.
***
Mark, Key , Rangga dan Janneth masih sibuk berdiskusi.
‘ krak, baammm’
pintu terbuka dengan keras, Jiang He datang dengan tergesa-gesa dan membuka pintu penuh emosi.
Apa lagi saat pintu itu terbuka dia menemukan Mark dan yang lainnya terlihat bersantai, membuat kemarahannya semakin memuncak.
Mark dan yang lainnya melihat Jiang He datang tiba-tiba terlihat bingung.
“ Maafkan saya Tuan Muda, saya sudah menahan. Tapi tuan ini tetap memaksa untuk menemui anda” ucap sekretaris Mark yang berda di belakang Jiang He.
“ Mark, kau brengsek apa kau tahu dimana Luna sekarang?” teriak Jiang He dengan penuh kemarahan.
Mark mengerutkan keningnya seketika mendengar pertanyaan Jiang He yang penuh amarah itu.
Jiang He mendekati Mark dan memegangi krah baju Mark dengan kasar.
Orang yang berada di sana sangat terkejut.
“ Jiang He kau mau apa?” ucap Rangga sambil berusaha menahan Jiang He.
Mark memberikan isyarat dengan tangannya agar Rangga tak perlu ikut campur,hingga Rangga mundur dengan tatapan yang tidak suka melihat Jiang He.
“ Sekretaris An, kau boleh pergi.” perintah Mark pada sekretaris An yang wajahnya sudah tegang karena merasa sangat bersalah.
Sekretaris An yang sudah keringat dingin itu tersentak mendengar perkataan Mark. Kemudian menutup pintu dengan tangannya yang gemetaran dan pergi dengan perasaan bersalah.
Mark mentap Jiang He dengan dingin.
“ Apa maksudmu menanyakan Luna padaku dengan cara kasar begini?” dengan dingin.
‘ Brucgh ‘ tinju Jiang He melayang ke wajah Mark.
“ Jiang He kau ini apa-apaan?" teriak Rangga dan Key spontan.
“ Itu untukmu karena telah lalai menjaga Luna” ucap Jiang He.
Mark tersenyum sinis.
“ Luna pergi ke makam kakeknya. Lalu apanya yang salah, aku hanya memberi dia kebebasan.”
“ Kau yakin dia pergi ke sana? Lalu kenapa dia tidak bisa di hubungi dan ini,,coba kau lihat!”
Jiang He melemparkan sebuah catatan panggilan Luna.
“ Aku yakin pasti ada yang salah, selama 3 hari ini tidak ada sama sekali jejak catatan panggilan maupun yang lainnya dari ponselnya, semuanya sudah di hapus. Sekarang coba aku tanya. Demi apa kau menjamin bahwa dia aman di sana, sementara ponselnya saja tidak bisa di hubungi dan satu lagi dia juga tidak bisa di lacak semuanya terblokir” jelas Jiang He.
Mark melihat berkas yang di berikan Jiang He dengan perasaan tidak senang, dia langsung mengambil ponselnya, dan melihat sudah begitu banyak panggilan dari Jiang He yang tidak dia jawab.
Dia menatap Jiang He dan Jiang He memberikan tatapan sinis padanya.
Mark kembali fokus pada ponselnya dan menghubungi mata-mata yang mengikuti Luna.
‘ tuut tuut ‘
“ Ya Mark,,”
“ Kau masih mengikuti Lunakan?”
“ Iya, apa lagi yang kerjakan selain itu” merasa kesal.
“ Coba kau lihat wanita itu apakah itu benaran dia” perintah Mark.
Pria yang sedang bersantai menikmati alunan musik di mobilnya itu langsung terperanjak.
“ Hah, apa maksudmu? Jadi dia bukan Luna?”
“ Lakukan saja perintahku dengan segera! Lakukan dengan cepat!” bentak Mark.
“ Baik-baik. “
Mata-mata itu merasa pasti ada sesuatu yang salah, sehingga Mark kedengaran begitu marah.
Mata-mata itu langsung keluar dari mobilnya dan mendekati rumah bibi tempat dia melihat Luna masuk.
Dia mengetuk pintu, tapi yang membuka pintu adalah wanita paruh baya.
“ Kau mencari siapa nak?”
“ Aku mencari seorang perempuan yang bernama Luna” sambil memperhatikan.
Hanny yang berada di dapur mendengar suara pria itu. Dia langsung terkejut, apalagi saat itu dia tidak memakai wig yang di berikan Luna padanya.
Wanita paruh baya itu langsung khawatir, dan ekspresi itu terlihat jelas di wajahnya sehingga membuat pria itu semakin curiga.
“ Maaf nak, nona Luna sedang beristirahat,,,”
Pria mata-mata itu langsung menerobos masuk ke rumah dan mencari Luna dengan cepat. Dia menelusuri rumah itu hingga tak memperdulikan wanita paruh baya itu meneriakinya.
__ADS_1
Hanny yang sudah menyadari keberadaan pria, dia langsung bersembunyi di dalam lemari pakaian.
Mata-mata itu tersenyum dingin, lalu menelvon Mark.
“ Mark kau benar, wanita yang ku ikuti bukan Luna. Sepertinyanya dia telah mengelabuiku.”
“ Baiklah. kau urus wanita itu dengan baik.” jawab Mark sambil memutuskan panggilan.
Tatapan Mark sangat marah.
“ Kerahkan semua pengawal untuk mencarinya. Key kau periksa semua CCTV di toko baju LianLian!, Rangga kau ikut denganku!”
“ Baik!” ucap Key dan langsung pergi menjalankan tugasnya.
Jiang He menggenggam tangannya erat.
“ Mark, jika sampai terjadi sesuatu pada Luna aku pasti tidak akan tinggal diam lagi. Jika kau tidak bisa menjaganya, lebih baik kau lepaskan dia. Berada di sisimu hanya akan membuat dia selalu dalam bahaya” berjalan pergi.
“ Kau mau kemana, bukankah jika bekerjasama akan lebih bagus” ajak Mark.
Langkahnya terhenti “ Aku tak sudi bekerja sama denganmu. Aku punya caraku sendiri.”
Jiang He langsung pergi dengan sorot mata penuh kebencian. Saat di dalam mobil dia menghubungi orangnya.
“ Apakah kalian kalian sudah menemukan petunjuk?”
“ Sudah tuan.”
“ Baiklah, sekarang siapkan semuanya aku akan segera ke sana.”
Jiang He mengakhiri panggilan dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
***
\= di Rumah bibi Luna \=
Hanny yang masih bersembunyi di dalam lemari.Dia mulai merasa gelisah, hatinya bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
Jika pria ini adalah mata-mata yang menjaga Luna, dia tidak mungkin menyakiti Luna.
“ Luna apa terjadi hal buruk padamu?” gumam Hanny.
“ Nona, kau keluarlah! dan beri saya penjelasan. Kenapa Luna mengirimmu untuk menggantikannya. Aku rasa dia sekarang dalam bahaya” ucap pria itu.
Hanny terkejut, lalu dia mengamati pria itu dari celah lemari.
“ Apa benar Luna dalam bahaya? Hmm,, tapi pria itu terlihat sangat misterius, kenapa dia menutupi wajahnya. Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Baiklah, aku harus keluar untuk memastikannya. Dia tidak akan menyakitikukan?”
Hanny mengumpulkan kebaraniannya, lalu keluar dari lemari itu.
“ Apa benar Luna dalam bahaya?” tanya Hanny.
“ Ya. Apa dia mengatakan sesuatu padamu?”
Hanny menggeleng.
Pria itu mengerutkan dahinya
“ Baiklah. Kau ikut aku!” sambil berjalan pergi.
Hanny mengambil tasnya dan mengikuti pria itu. Hanny menjelaskan pada bibi Luna lalu berpamitan untuk pergi bersama pria itu.
Saat di mobil Hanny langsung melacak dimana posisi mobilnya.
“ What?” ucap Hanny tampak terkejut.
“ Ada apa?” tanya pria itu tampak khawatir.
“ Luna ada di daerah Y, apa yang dia lakukan di sana?” tangan Hanny gemetaran.
Pria itu langsung mengambil ponsel Hanny untuk melihatnya.
“ Hah, tidak salah lagi. Ini pasti ada yang tidak beres.”
Pria itu langsung mengirimkan posisi Luna pada Mark.
“ Dia di daerah Y, dasar gadis bodoh. Beraninya dia pergi ke tempat seperti itu sendirian.”
Suasana di mobil begitu hening dan mencekam. Hanny menatap pria misterius itu.
“ Maafkan aku, aku tidak tahu bahwa Luna akan melakukan hal yang berbahaya.”
“ Kau berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa padanya. Jika dia terluka, kau pasti disalahkan” dengan dingin.
Mendengar itu Hanny lansung menunduk sedih, dia tidak menyangka akan menjadi seperti ini.
***
Jam menunjukkakn pukul 17.15, Mark yang sedang sedang memantau CCTV yang telah di dapatkan Key, tiba-tiba ponselnya bergetar.
Dia langsung mengeceknya dan itu ternyata pesan mengenai lokasi Luna saat ini.
Tatapan Mark langsung berubah saat melihatnya.
“ Kita harus berangkat. Siapkan helikopter” ucap Mark.
Sehingga Key dan Rangga terkejut dan mentapnya.
“ Apa kau sudah menemukannya?”
“ Ha, tidak ada waktu lagi. Kita harus bergegas” sambil berjalan pergi.
Rangga dan Key mengikutinya dari belakan, dan Rangga juga menghubungi orangnya untuk segera menyiapkan Helikopter.
Sesaat kemudian mereka telah sampai di vila dan menaiki Heliokopter Sikorsky S-92. Dimana helicopter ini bisa menempuh jarak 280 km/jam.
__ADS_1
Sehingga jarak mobil Luna yang 358,7 km bisa di tempuh dengan helokopter hanya dengan waktu 1 jam lebih beberapa menit saja.
Mark duduk dengan sorot matanya yang dingin.
“ Luna kenapa kau tidak mempercayaiku. Kenapa kau melakukan hal bodoh sendirian, Kau bahkan mengelabuiku dan melepaskan cincin itu. Mata-mata yang ku kirim untuk Hyena telah tewas, dan jejak Hyenapun tidak bisa di temukan.
Hyena selama ini aku sudah terlalu berbaik hati membiarkanmu tetap berkeliaran di sekitar Luna. Sekarang jika kau berani menyakiti Luna, maka aku sendiri yang akan menghabisi nyawamu.” bisik hati Mark.
\= Daerah Y \=
Di waktu yang bersamaan daerah Y turun hujan yang sangat lebat di sertai dengan petir yang mengerikan, sehingga hari terlihat lebih gelap.
Luna telah sampai di sebuah markas. Dia berada dalam mobil yang berbeda, dan dia tidak sendirian. Dia bersama seorang wanita yang tidak dia kenal.
Mobil itu berhenti, tatapan Luna sangat dingin.
“ Kita sudah sampai, sekarang kau turunlah!” ucap wanita di samping Luna itu.
Smirk terukir di bibir Luna dan menatap wanita itu dengan dingin.
“ Nona, anda belum menjawab pertanyaanku. Kenapa kalian melakukan hal yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Kenapa kau menyeretku ke mobilmu dan sementara mobilku di tinggal begitu saja dari tempat yang begitu jauh dari sini. Dan kalian bilang kita bertemu di pabrik SW, sekarang ini apa?” tanya Luna dengan dingin.
Wanita itu melirik Luna, dia melihat Luna begitu tenang dengan kondisi yang seperti ini.
“ Hah, nona ternyata anda punya nyali yang besar juga. Saat kondisi seperti ini, situasi yang bisa saja membuat nyawamu melayang tapi masih saja bisa tenang.”
“ Kau jangan mengalihkan pembicaraan, jawab saja pertanyaanku!”
“ Aku tidak tahu apa-apa. Aku hanya menjalankan tugasku, jadi aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Sekarang keluarlah, mereka sudah menunggumu di dalam” jawab wanita itu dengan santai sambil menyodorkan payung pada Luna.
Luna mengalihkan padangannya dan menggenggam erat tangannya, lalu mengambil payung itu.
Luna keluar dai mobil itu dengan wajah sangat kesal. Wanita itu menurun kaca mobil.
“ Semoga anda beruntung nona, kau ikuti saja jalan itu!” teriak wanita itu pada Luna.
Luna hanya diam dan langsung melangkahkan kakinya menjauhi mobil itu.
Luna berjalan dengan tenang di tengah hujan lebat dan petir menyeramkan itu.
Meskipun dia terlihat tenang, tapi sebenarnya debar jantungnya sangat tidak karuan. Luna mengambil nafas panjang dan memegang erat koper uang yang di bawanya, lalu mempercepat langkahnya.
“ Darimanakah aku mendapatkan keberanian ini?” gumam Luna.
Luna telah sampai di sebuah gerbang, suasana masih sepi. Tak ada orang sama sekali. Dia mendorong gerbang tersebut dan masuk.
‘ Dorr…’ suara tembakan pistol yang tiba-tiba.
Wanita di mobil yang bersama Luna tadi, melihat jamnya, lalu tersenyum licik.
***
Jiang He sudah menemukan mobil yang di gunakan oleh Luna di sebuah minimaerket. Tapi dia tidak menemukan keberadaan Luna ataupun jejak tentang keberadaan Luna.
Orang-orangnya sedang menanyai pemilik minimarket itu.
“ Coba anda perhatikan foto ini baik-baik!”
Pemilik minimarket itu memperhatikannya lagi, dia menggeleng.
“ Aishh,, berapakalipun aku memeprhatikan foto itu tetap saja aku tidak melihatnya berkunjung ke sini. Ini hanyalah daerah yang sepi untuk apa gadis kota berkunjung ke tempat ini. Kumohon pada kalian pergilah, kalian bisa menakuti pelangganku yang akan berkunjung!”
Jiang He yang sedang duduk langsung berdiri.
“ Lalu bagaimana anda menjelasakan mobil yang berdiri di situ?” sambil menunjuk keluar.
“ Tadi ada seorang pria datang. Dia bilang ingin menitipkan mobil ini sebentar dan akan mengambilnya kembali besok pagi” jawabnya tenang.
“ Baiklah, jika begitu izinkan kami melihat CCTV di sini” ucap Jiang He.
Tiba-tiba ekspresi pria pemilik minimarket itu langsung berubah, dia kelihatan tidak tenang.
Jiang He sudah membaca situasi itu,
“ Kalian urus dia, jika tidak bisa baik-baik lakukan semau kalian sampai dia mengaku dan cek CCTVnya dengan cepat!” perintah Jiang He pada orangnya dan dia langsung keluar.
Jiang He terlihat sangat frustasi, sampainya di luar dia melihat ada 2 orang pria keluar dari mobil dam mereka langsung memperhatikan mobil yang di bawa Luna itu.
Jiang He mengambil payung dan mendekati orang itu.
“ Siapa kalian?” tanya jiang He sembari menyentuh bahu pria itu dan tatapan matanya sangat menyeramkan.
Pria itu berbalik badan.
Dia tersenyum “ Ternyata anda datang lebih cepat. Tapi anda berfikir terlalu pendek. Untuk apa anda berdiam diri di sini. Nona Luna saat ini tidak mungkin bersenang-senang di tempat seperti ini”
“ Apa maksudmu?”
“ Hah, kau tahu pabrik SW? itu adalah pabrik yang terlantar, di sana banyak orang melakukan kejahatan. Bisa jadi nona Luna berada di sana. Tapi anda tenang saja, tuan Mark telah dulu menuju tempat itu. Tidak tahu apa yang terjadi, tapi semoga nona Luna baik-baik saja” jelas pria itu.
Mendengar ucapan orang itu, Jiang He sangat khawatir.
“ Bisakah saya meminjam mobilmu?” pinta Jiang He.
Pria itu lansung menyerahkan kunci mobilnya.
“ Baiklah. Kau lakukanlah sebisamu.”
Jiang He lansung bergegas pergi. Di mengaktifkan ponselnya dan melihat peta jalan menuju pabrik SW itu.
“ Kenapa kau memberikan mobil itu dengan mudah?” tanya pria satu lagi pada temannya.
__ADS_1
“ Aku pernah mengalami situasi ini, rasanya sangat menyakitkan bila tak bisa melakukan apa-apa untuk orang yang ingin kita lindungi. Aku harap mereka semua beruntung dan bisa menemukan keberadaan nona Luna” jelas pria itu.