
Langit senja dan desiran angin lembut sangat mendukung kehangatan Mark dan Luna saat ini.
Mark menengadahkan kepalanya, lalu memejamkan matanya. Rambutnya yang mulai mengering itu ditiup angin yang mendayu-dayu manja.
“ Mark bukankah aku terlalu cepat menyerah padamu?” tanya Luna.
“ Apa maksudmu Luna?” dengan mata yang masih terpejam menikmati terpaan angin.
“ Aku masih sangat ingat, kau bilang akan menyatakan perasaanmu di hari kau mempertemukanku dengan orangtuaku. Hari itu masih 2 minggu lagi, tapi sekarang..kita sudah menjadi sepasang kekasih saja” sambil tertawa.
“ Itu karena kita saling mencintai. Untuk apa kita saling meyiksa diri, jika kita bisa saling membahagiakan.”
“ Wah… aku baru sadar jika ternyata kau memiliki mulut yang manis” sambil tertawa.
Mark kemudian melirik Luna yang masih berandar di bahunya.
“ Aku ragu apakah sekarang kau sedang memuji atau mengejekku.”
“ Hahaha..kau pilih saja mana yng menurutmu benar” jawab Luna santai.
Mark tersennyum, lalu mengusap lembut kepala Luna.
“ Luna terimakasih telah membantuku untuk memperpendek jarak antara kita.”
Luna kemudian mengangkat kepalanya dari bahu Mark dan menatap Mark.
“ Apa sekarang kita masih berjarak?” tanya Luna Luna polos.
“ Iya.”
“ Lalu bagaimana cara menghapus jarak itu?”
“ Pernikahan, dengan begitu maka tidak ada lagi jarak antara kita” sambil menolehkan pandangannya pada Luna, sekarang mata mereka saling beradu.
Mendengar kalimat Mark pupil mata Luna membesar, dia tidak bisa berkata apa-apa. dia hanya membatu.
“ Luna bagaimana jika kita menikah setelah orangtuamu kembali? “ lanjut Mark.
“ Ah haha..bukankah itu terlalu cepat.” Ucap Luna dengan canggung sambil menghindarai tatapan Mark.
“ Kenapa dia buru-buru sekali? Aku baru 21 tahun. Inikah resiko berpacaran dengan orang yang lebih tua?” bisik hati Luna denga kesal.
Mark menghela nafas panjang.
“ Huftt…sepertinya tidak belum bisa mewujudkan impianku untuk menikah di usia muda"
“ Mark kau jangan khawatir, umur 28 masih tergolong sangat muda. Kau bisa menungguku 3 tahun lagikan” bujuk Luna dengan senyum merekah.
“ Umur 28? Luna, apa kau berfikir aku ini sudah setua itu?” mulai kesal.
“ Aku tidak mengatakan usiamu sekarang 28 tahun. Maksudku kita menikah di usiamu 28 tahun dan aku berusia 24 tahun” jelas Luna denga polos.
Mark memegangi kepala Luna dengan kedua tangannya.
“ Sekarang lihat aku baik-baik. Dari segi mana kau mengambil kesimpulan jika sekarang aku berusia 25 tahun?”
Luna memejamkan matanya, “ Aku tidak melihat dari fisikmu. Karena fisik bisa saja bohong. Aku menebaknya karena kau seangkatan dengan kakak Key” Jelas Luna dengan nada kesal.
“ Aish.. kenapa kau bodoh begitu. Mana bisa hal seperti itu di jadikan pedoman” sambil melepaskan Luna dan menunduk dengan kesal.
“ Apa maksudmu mengataiku bodoh?” kesal dan merajuk.
“ Luna usiaku baru 23 tahun”
“ Ba-ba-bagaimana bisa?” tanya Luna tak percaya.
Mark hanya diam, dia tak merespon Luna sama sekali.
Luna tersenyum lalu memeluk Mark dengan Manja.
__ADS_1
“ Kenapa kesal begini, itu hanya perkara usia. Mau 23, 25, 28, 30, jika itu kamu, aku tidak akan mempermasalahkannya.”
“ Lalu maukah kau menikah denganku secepatnya?”
“Aaaaa..sepertinya dia memang ingin menikah dengan cepat. Apa yang harus aku lakukan?” teriak Luna dalam hatinya.
“ Hmm..bagaimana jika kita mendengar pendapat papa dan mamaku nanti. Jika mereka setuju, maka aku tidak ada alasan untuk menolak” dengan senyum.
“ Huh.. ini alasan yang tidak mungkin dia bantah. Dengan begini aku tidak perlu menghindar, karena papa dan mama tidak mungkin begitu saja mengizinkan putrinya menikah dengan orang yang menahannya selama ini. Hehe..aku memang pintar” bisik hati Luna dengan bangga.
“ Ok. Aku setuju. Huftt…akhirnya aku bisa menikah di usia muda” dengan senyum yang melingkar di bibirnya.
“ Mark..kamu terlalu pecaya diri” bisk hati Luna meremehkan.
‘ ting tong ‘ suara bel membuyarkan mereka.
“ Siapa yang datang?” tanya Luna sembari melepaskan pelukannya dari Mark.
Dengan segera Luna pergi membuka pintu untuk melihat siapa yang datang.
‘ crack ‘
Luna terkejut, karena di luar sudah ada 3 orang berseragam rapi dan memebawa beberapa bagpaper dan barang lainnya.
“ Selamat malam nona” sapa mereka.
“ Ya, kalian siapa?” tanya Luna bingung.
“ Mereka adalah orang yang akan menngurusmu untuk pesta nanti.” Jawab Mark.
“ Mengurusku? Maksudmu meraka akan mendandaniku?” tanya Luna.
“ Ya”
“ Haha..Mark itu tidak perlu. Aku sudah membeli gaun dan tadi kak Zhaon sudah mengantarnya kemari”
“ Luna aku sudah menyiapkan semanya untukmu. Jika kau menolak, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Lakukan saja yang membuatmu nyaman. Sekarang aku juga harus bersiap-siap” sambil berjalan keluar.
Mark berbalik badan dan menatap Luna
“ Aku tidak marah. Aku tidak akan memaksamu untuk selalu memenuhi keinginanku. Sekarang terserah kamu. Jika memang tidak mau mereka melayanimu, kamu suruh saja mereka kembali” dengan senyum.
“ Baiklah. Sekarang kamu bersiap-siaplah!”
Mark tersenyum lalu dia langsung pergi ke kamarnya.
“ Luna sebenarnya aku sangat berharap aku mengenakan gaun yang ku pilih malam ini” bisik hati Mark dengan sedkit kecewa.
***
\= di Tempat Pesta \=
Pesta kali ini diadakan tertutup, tidak di perbolehkan media manapun yang meliput. Karena tujuan dari pesta ini untuk mempererat hubungan bisnis dan yang lain juga bisa menjalin relasi dengan para pebisnis lainnya.
Seluruh tempat di jaga dengan ketat dan di lengkapi dengan sistem keamanan khusus.
Setiap orang yang masuk harus membawa undangan dengan tanda khusus yang sudah di barcode. Ini di lakukan untuk menghindari orang-orang yang datang secara menyelinap.
Meski pesta ini untuk urusan bisnis, bukan berarti pesta ini akan monoton saja. Karena rangkaian acaranya masih sama seperti pesta pada umumnya.
Para tamu sudah mulai berdatangan, dan setiap tamu yang datang selalu di periksa dengan cermat dari ujung kaki hingga ujung kepala. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa tamu tidak membawa barang atau senjata berbahaya.
Orang-orang yang datang saling berkumpul dan bertanya kabar masing\-masing untuk basa basi dan selanjutnya pasti di teruskan membicarakan urusan bisnis.
Di pesta ini juga mempunyai kesempatan besar untuk bisa membangun kerja sama dengan cara rencana pernikahan politik.
Mark sibuk berbincang dengan rekan bisnisnya, meraka memberikan selamat atas peresmian Golden Resource Ling Shopping Mall.
__ADS_1
Dan tak lupa pula dari beberapa mereka memuji hubungan Mark dan Luna yang begitu mengesankan meski telah hantam skandal.
Di tengah pembicaraan Mark melihat jam tangannya, lalu dia mohon untuk permisi.
Mark berjalan ke sebuah ruangan.
Saat dia sampai di ruangan itu, Mark langsung tersenyum bahagia.
Bagaimana tidak? Karena dia mendapati Luna memakai gaun yang dia pilih.
Luna berjalan mendekati Mark.
“ Apa aku cantik mengenakan gaun ini?” bisik Luna.
“ Kamu seperti dewi.”
“ Aku tau” jawab Luna dengang tertawa kecil.
Kemudian mereka langsung pergi ke tempat pesta.
Saat mereka muncul, semua perhatian langsung tertuju pada mereka, dan tentunya orang-orang memuji keserasian mereka.
Tanpa berlama-lama lagi, Mark dan Luna juga langsung membuka pesta ini dengan memberikan sambutan dan ungkapan terimakasihnya.
Serta tak lupa pula Mark mengumumkan bahwa 5 pebisnis terbesar ( Termasuk Mark) akan membuka kesempatan untuk bekerja sama dalam sebuah proyek besar, oleh karena itu bagi yang berkompeten akan berkesempatan untuk bergabung.
Hal itu membuat orang-orang semakin bersemangat dan memberikan tepuk tangan yang meriah.
Setelah selesai pembuka pesta Mark dan Luna berbincang dengan 4 pebisnis besar lainnya.
Di tengah pembicaraan, tiba-tiba Camelia dan papanya ( Noman Aliester) menghampiri mereka.
“ Maaf mengganggu pebicaraan tuan-tuan. Saya ke sini hanya ingin bicara dengan sepupu saya. Mark anda tidak keberatankan, jika saya meminjam Luna sebentar” dengan lembut.
“ Camelia di sini juga? hah, sejak kapan dia bergabung di perusahaan?. Setauku dia adalah gadis yang sama tidak penurutnya denganku. Sama- sama tidak mau mengurus perusahaan.
Bedanya, dia hanya tau hura-hura saja, sementara aku mempunyai mimpiku sendiri di dunia seni. Hmm.. Sepertinya menarik Mark bukan hanya keiginannya sendiri, tapi ini sudah menjadi misi mereka sekeluarga*” bisik hati Luna.
“ Benar tuan, kami meskipun berkeluarga tapi sangat jarang bertemu. Jadi ini kesempatan langka” lanjut papanya.
“ Ini kesempatanku untuk bisa mengenal dan mendekati 5 pebisnis terbesar di dunia ini. Jika aku bisa bergaung dengan proyek mereka, pasti akan sangat memudahkan urusanku ke depannya.” bisik hati Noman Aliester.
Mark melirik Luna untuk melihat kesediaan Luna. lalu Luna mengedipkan matanya sebagai tanda bahwa dia setuju.
“ Tentu saja aku mengizinkannya” jawab Mark.
“ Terimakasih” ucap Camelia dengan ramah.
Kemudian Camelia langsung menggandeng Luna.
“ Maaf sudah menganggu, kami akan berbincang dulu” ucap Noman.
Mereka bertiga berbalik badan. Tapi tiba-tiba salah satu dari 5 pebisnis besar itu memanggil noman.
“ Tunggu, bisakah tuan tinggal di sini dulu.”
Di balikpunggung itu, Noman tersenyum puas.
“ Haha..sepertinya aku berhasil menarik mereka” bisik hatinya.
Dia langsung berbalik badan, “ Jika tuan yang meminta, tentu saja aku akan tinggal. Camelia, Luna kalian berbincanglah dulu. Kalian harus sering-sering berbincang agar mempererat persaudaraan kalian” dengan lembut.
“ Baik pa” jawab Camelia.
Camelia langsung pergi membawa Luna menjauh dari pandangan Mark.
“ Satu umpan sudah di lahap. Sekarang giliranku” bisik hati Camelia penuah siasat.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa untuk Like dan meninggalkan koment ya reader ku.
Jangan lupa buat vote juga!!!