
“ Aaa..” Teriak Luna sambil melempar kotak yang berisikan 3 ekor kelinci yang sudah mati.
Kepala kelinci itu penuh darah dan sepertinya di bunuh dengan cara di tembak. Bangkai kelinci itu berserakan di lantai, hingga darahnya yang terlihat masih segar berceceran di lantai.
“ Nona tenanglah. Saya akan membereskan ini dan menyelidiki siapa pelakunya.” Ujar pengawal cepat seraya mengemasinya. Mark memang meningkatkan semua keamanan. Ada begitu banyak pengawal yang bertugas di sana.
“ Ada apa sayang?” terdengar suara nyonya Aliester yang muncul dengan membawa 2 gelas minuman.
“ Aaa..” Nyonya Aliester lebih terkejut lagi hingga menjatuhkan kedua gelas yang dia pegang itu.
“ Sayang apa-apaan ini?” suara itu terdengar frustasi. “ Cepat kemasi kotak ini. Buang jauh-jauh.” Teriak nyonya Aliester.
“ Baik nyonya.” Pengawal tersebut di bantu oleh dua orang pelayan yang bergerak cepat dan mengemasi semuanya. Termasuk pecahan gelas yang di jatuhkan oleh Nyonya Aliester.
Nyonya Aliester, duduk di sofa sambil mengusap kepalanya. Mencoba mencerna apa yang baru saja dia lihat. Tiga ekor kelinci yang mati dengan cara di tembak. Apa maksdunya?.
“ Sayang apakah ini Hyena yang melakukannya? Kenapa dia sangat kejam. Apa dia ingin mengancam kita dengan bangkai kelinci itu? kenapa dia sangat tega melakukan semua ini pada kita?.” nada suara itu terdengar sangat gusar.
“ Mama tenang saja, Hyena tidak akan bisa berbuat lebih jauh. Papa dan Mark sudah memperketat keamanan di setiap sudut rumah ini. Kita cukup berdoa saja, agar papa dan Mark bisa menyelesaikan masalah perusahaan.” Luna berusaha menenangkan mamanya. mengusap tangan mamanya, lalu memeluknya dengan lembut.
“ Nyonya, Nona minumlah teh ini untuk menenangkan pikiran.” Pelayan Zhaon meletakkan 2 gelas teh di atas meja.
“ Terimakasih kak Zhaon.” Luna mengambil gelas yang berisikan teh itu. “ Ma minumlah. Agar lebih rilexs. Percayalah pada Luna tidak akan terjadi apa-apa. semuanya pasti akan baik-baik saja.” sambil membantu mamanya untuk minum.
“ Terimakasih sayang.” Mama Luna merebahkan dirinya di sandaran sofa dan memejamkan matanya. Sungguh terlihat sangat tidak tenang.
“ Ma, jangan di pikirkan lagi.” Luna mengusap kembali tangan mamanya. Lalu dia juga meminum tehnya.
“ Permisi Nona,” suara seoarang pengawal yang berdiri di depan pintu dan ada sebuah kotak di tangannya.
“ Apa itu paket lagi? ” tanya Luna terlihat tidak senang, seolah dia sudah mempunyai firasat tentang ini. Begitupun nyonya Aliester, yang tadinya memejamkan matanya sekarang dia membuka lebar matanya ketika mendengar ada paket lagi.
“ Iya nona. Di sini tertulis khusus untuk anda.”
“ Baiklah. Letakkan saja di meja ini!”
__ADS_1
“ Sayang jangan terima lagi. Buang saja, nanti isinya hal aneh lagi.” nasehat mamanya. Nyonya Aliester khawatir hal seperti tadi terjadi lagi.
“ Tidak apa-apa ma. Aku penasaran, jika ini semua memang di rencanakan Hyena. Pasti isi kotak ini lebih menarik lagi.” nada suara Luna terdengar dingin. Dia menaruh tehnya dan menatap kotak yang baru sja di letakkan oleh pengawal tersebut.
“ Jika begitu saya permisi nona.” ucap pengawal setelah dia menaruh paket itu di meja.
“ Ya, silahkan. Setalah ini jangan menerima paket apapun lagi!”
“ Baik nona.” membungungkuk memberi hormat lalu berjalan pergi.
“ Sayang kenapa kamu sangat keras kepala. Jika nanti hal buruk lagi bagaimana?” nyonya Aliester bersandar lagi di sandaran sofa. Matanya tampak berat hingga dia memejamkannya kembali. Dia juga mengusap-ngusap keningnya.
“ Biar saya yang membukakan paket ini untuk anda.” tawar pengawal yang berdiri di dekat sana.
“ Boleh. Bukalah sekarang!” perintah Luna. Dia mengambil tehnya lagi dan meminumnya.
“ Baik nona.” Pengawal tersebut melangkah mendekat dan mulai membuka.
“ Hahaha.. Luna, Luna sampai titik ini kamu masih sangat percaya jika Mark Rendra bisa mengatasi semua ini? bodoh. Mark saja sudah tidak berkutik karena kekhawatirannya kehilangan EDDEN. Hahaha selamat menikmati hadiah dariku.” tawa Hyena yang licik memenuhi ruangan pemantaunya itu.
***
Tuan Aliester tampak sedang sibuk dalam ruang rapat dengan beberapa orangnya. Karena Mark sibuk mengurusi EDDEN jadi untuk Lixing, sepenuhnya dia yang kendalikan. Menatap menatap layar dan memperhatikan pergerakan pasar saham.
‘ Tok tok ‘ seseorang megetuk pintu.
Pengawal yan berjaga langsung membukanya. Alangkah terkejutnya, karena ada 4 orang berpakaian rapi yang datang lengkap dengan senjata apinya.
“ Tuan,” semua orang di sana langsung khawatir, sementara tuan Aliester masih fokus menatapi layar.
“ Ada apa?” tanya tuan Aliester sambil menoleh. Ekpresi serius tadi langsung berubah dingin.
“ Kalian semua tenanglah. Kami tidak akan menyekiti kalian. Kami hanya menjemput tuan Aliester ke sini.” ucap salah satu dari mereka.
“ Apa mau kalian?” suara tuan Alisester terdengar dingin dan sorot matanya yang tajam.
__ADS_1
“ Kami hanya ingin menjemput anda tuan. Jika anda menurut, maka tidak akan ada yang terluka di sini.”
Tiga orang lainnya sedang mengumpulkan semua orang di sana. Mereka menyuruh semua orang berjongkok dan mengangkat kedua tangan.
“ Baiklah. Aku akan ikut kalian. Tepati janji kalian.” Tuan Aliester berdiri dan mengancingkan jasnya.
“ Tuan..” ucap rekan dan karyawannya, seolah tidak rela jika tuan Aliester mengikuti perintah penjahat itu.
“ Tidak apa-apa. Jangan pedulikan aku.”
“ Ahaha.. anda memang berjiwa besar dan sangat bijaksana tuan Aliester. Aku suka pemimpin sepertimu, rela berkorban demi bawahanmu.”
“ Jangan banyak bicara lagi. Ayo kita segera pergi dan lepaskan mereka semua.”
“ Tidak semudah itu tuan. Kami harus menyelesaikan tugas kami dulu, baru kami melepaskan mereka. Jika kami lepaskan sekarang, tidak ada yang menjamin jika mereka tidak akan melapor.”
Tuan Aliester hanya diam, tapi sorot mata dan gerak tangannya seolah memberi kode pada rekan dan karyawannya. Sehingga yang tadinya mereka ribut, menjadi diam dan cukup menunduk saja.
“ Kalian berdua bertugaslah di sini. Akan ku hubungi kalian jika semuanya sudah selesai. Dan kau jack ayo kita bawa tuan besar Aliester ini ke tempat semestinya. ”
“ Tuan Aliester, bekerjasamalah untuk tidak mebuat kecurigaan saat keluar. Jika anda maca-macam, pistol ini tidak hanya akan melayangkan nyawa anda, tapi juga nyawa karyawan yang berada di sini” bisik penjahat tersebut sambil menodongkan senjatanya di belakang tuan Aliester dan menyuruh tuan Aliester untuk berjalan duluan.
“ Kalian jaga ruangan ini dengan baik, jangan sampai ada yang masuk sampai ada kabar dariku. Dan jangan membuat kecurigaan sedikitpun!” bisiknya pada dua orang pengawal yang bertugas mejaga pintu ruang rapat itu. Sepertinya semuanya memang sudah di rencanakan dengan sedemikian rupa.
“ Baik. Kami mengerti” jawab keduanya.
“ Huh, bagus.” Penjahat itu langsung pergi mengikuti temannya dan Tuan Aliester yang sudah jalan duluan.
Sementara di sisi lain , di ruang tengah rumah keluarga Aliester terdapat Luna dan mamanya yang sudah tak sadarkan diri di sofa.
Tangan kanan Luna tampak sedang memegangi foto-foto kelincinya dulu dan di sana juga terdapat tulisan, “ Akulah yang menghabisi mereka.”
.
.
__ADS_1
Bersambung...