TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
PENYELAMATAN


__ADS_3

‘ dorr..’ suara tembakan yang sangat keras hingga membelalakkan mata semua orang yang berada di sana.


“ Fa Fa Fan Zee…” ucap Hyena dengan suara yang bergetar dengan ekspresi yang masih sangat terkejut.


Fan Zee yang sudah terkulai bersandar di bahunya dengan punggung yang sudah di penuhi darah. Ya..Fan Zee menghadang peluru yang di tembakkan dari kejauhan.


‘ dor… dor ’ lagi lagi peluru itu menembus kepala 2 orang anak buah Hyena yang berada di sana.


Luna masih sangat sangat terkejut, terpaku diam melihat 2 orang di depannya.


Selanjutnya beberapa orang di sana juga langsung menyerang.


Luna berusaha dengan cepat melepaskan diri dari lamunannya, dia menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang datang.


“ Mark...” gumam Luna dengan lega, tapi juga khawatir. karena Mark sedang dalam pertempuran yang sengit di belakangnya.


“Luna, aku tidak akan membiarkanmu terluka” gumam Mark yang sambil melumpuhkan semua orang yang menyerang dengan tembakan dan pukulan demi pukulan.


“ Hyena..kau harus tetap hidup. Larilah!” pinta Fan Zee dengan nada perintah yang keras.


“ Tidak..aku tidak akan meninggalkanmu.” dengan ekspresi yang sedih dan aura membunuh yang semakin menggila.


Luna memperhatikan senjata yang di pegang Hyena, sebelum Hyena membidik kembali pistol di tangannya, Luna menendang kuat pistol tersebut dengan Kakinya.


‘ duarkk ‘ pistol itu terlempar.


“ Dasar kau..” amuk Hyena sambil memegangi Fan Zee dengan penuh kemarahan. Dia merogoh senjata Fan Zee tapi dia tidak menemukan. Ternyata senjata Fan Zee juga sudah tergeletak di lantai.


Ketika mata Hyena tertuju ke bawah, dengan Cepat Luna juga menendang senjata itu dengan kakinya hingga terlempar jauh.


“ Hyena..cukup. Larilah sekarang atau kau tidak punya kesempatan lagi” ucap Fan Zee menahan Hyena untuk terus tidak melanjutkan aksinya pada Luna.


Air mata Hyena terurai tak terbendung lagi, di satu sisi dia masih ingin membunuh Luna, meski nyawanya juga akan menghilang saat itu juga. Tapi di satu sisi Fan Zee yang sudah sekarat memohon untuk menyuruhnya pergi dan dia tidak ingin meninggalkan Fan Zee.


Hyena kemudian mengeluarkan jarum suntik di balik sakunya.


Mark yang masih belum selesai menghabisi orang-orang yang menyerang, melihat aksi Hyena yang ingin mencelakai Luna.


Dia tidak memikirkan situasinya lagi, dia langsung membidik pistol dan dan menekan pelatuk ke arah Hyena.


‘ dor.. duarkk ‘ peluru itu tepat mengenai jarum suntik yang di pegang Hyena dan hancur.


“ Akhr..” jerit Hyena, karena peluru itu juga mengenai jari telunjukknya, hingga jarinya itu hancur dan darahnya bercimpratan dan menegnai wajah Luna yang berada di depannya.


‘ settt ’ pisau menyangat lengan Mark di tengah aksinya menggagalkan aksi Hyena.


Mark melirik lengannya yang terluka, lalu dia langsung menembak beberapa orang yang tersisa dengan gerakan cepat hingga semuanya telah terlumpuhkan.


Mark, langsung berjalan mendekati Luna dan Hyena yang masih memegangi Fan Zee yang berada di depannya.


Di saat Mark berjalan ternyata masih ada satu orang yang menyerang Mark dari belakang. Namun dengan mudah dan tanpa harus menoleh, Mark sudah menyadarinya. Dia langsung menekan pelatuk pistolnya ke belakang tanpa menoleh.


‘ dorr.. ‘ itu tembakan terakhir dan semua yang ada di sana sudah di lumpuhkan dengan sempurna. Dan sekarang tinggallah Hyena yang harus diselesaikan.


Saat itu jarak Hyena sudah sedikit jauh dari Luna. Dia masih memegangi Fan Zee di depannya. Tapi dia sudah memegangi sebuah pistol jarus suntik dan mengarahkannya pada Luna.


Mark berjalan mendakat dengan tatapan yang mengerikan memandangi Hyena. Karena dia melihat penampilan Luna yang sangat acak-acakan dan dia sudah menebak bahwa itu pasti akibat obat halusinogen yang di berikan Hyena. Membayang Luna dalam situasi itu, membuatnya semakin marah.


“ Kau kenapa bisa di sini. Bukankah kalian di tempat perangkapku?” tanya Hyena dengan matanya yang memerah dan air matanya yang mulai mengering.


“ Kau pikir aku akan termakan jebakanmu?. Hyena kau terlalu naif jika ingin bermain denganku.”


“ Stoop!!! Mark..kau jangan mendekat, atau aku akan membidik Luna dengan racun ini. Ini racun amatsokin, tidak ada penawar tapi hanya akan berujung pada kematian.” ancam Hyena dengan suara yang bergetar dan tangannya yang berlumuran darah juga sedikit gemetaran. Dia mempererat pegangan pistol suntiknya.

__ADS_1


Luna memperhatikan gerak tubuh Hyena, dia melihat telinga Hyena yang memerah dan dia juga mengigit bibir. Lalu dia menoleh kebelakang untuk melihat Mark dan di saat yang bersamaan Mark juga menoleh padanya.


“ Luna kau…” Mark langsung terkejut melihat wajah Luna yang penuh bercak darah.


“ Ini bukan darahku.”


“ Sykurlah” gumam Mark merasa sangat lega. Karena dia bisa menemukan Luna dalam keadaan utuh dan baik-baik saja.


“ Mark..kau terluka” bisik hati Luna dengan sangat khawatir setika melihat darah dari sayatan jaket kulit yang di kenakan Mark. Hatinya sakit melihat luka itu, tapi dia tidak mau mengekpresikannya dengan jelas pada situasi ini.


Mark kembali menatap Hyena dengan smirk di bibirnya.


“ Kau tau kecepatan peluru ini?” sambil mengeluarkan pistol Smith & Wesson 500 Magnum.


Sontak Hyena terbelalak dan semakin khawatir. tapi dia tetap berusaha untuk tenang.


“ Jika aku tetap terlihat berani. Setidaknya ini bisa mengulur waktu” bisik hati Hyena.


“ Peluru ini mampu menembus 2.075 kaki perdetik. Lalu bayangkan dengan jarakmu yang segini, itu akan langsung menghancurkanmu.”


“ Hyena, tinggalkan saja aku. Peluru di tubuhku ini sangat dalam, aku rasa aku tidak akan bertahan” bisik Fan Zee dengan suara yang mengecil.


“ Kau diam... Aku tidak akan melakukan itu. Tidak akan ada yang keluar sendirian..” ucap Hyena penuh emosiaonal.


Dia membiarkan Fan Zee tetap bersandar padanya. Lalu dia memegangi pistol suntik itu dengan kedua tangannya.


“ Ku mohon, sekali ini saja. Biarkan aku tetap hidup dan menyelamatkan Fan Zee.” rintih hati Hyena penuh harap.


Hyena kemudian sedikit berjalan Mundur. Dia berdiri di sebuah lingkaran bulat.


“ Hyena lebih baik kau menyerah dan tebus dosamu. Kau masih punya kesempatan untuk bisa menjalani harimu dengan baik dimasa depan,” ucap Luna dengan masih penuh harap.


“ Hah..kau jangan berbicara omong kosong. Jangan mengejekku” balas Hyena dengan nada penuh kebencian.


“ Mark..apa kau tega melihat wanita ini meregang nyawa karena keegoisanmu? Meskipun kau mempunyai pistol yang bergitu hebat, tapi hal ini tidak akan menhalangiku menembakkan racun ini padanya. Jika aku mati, maka aku juga akan menyeretnya.” Ancamnya dengan mengulur waktu. Sementara Fan Zee sedag melakukan suatu siasat.


Sementara Luna sendiri akan sulit menghindar. Karena kursi yang di duduki Luna adalah Kursi yang menyatu dengan lantai dan gerakan Luna juga terbatas karena ikatan yang kuat di tangan dan tubuh Luna. Sementara itu jaraknya dengan Luna juga masih ada sekitar 5 langkah lagi.


Mark maju selangkah dengan pelan.


“ Mark..apa kau memang sudah tidak menginginkan dia hidup?” teriak Hyena dengan suara penuh kecemasan.


Di balik punggung Hyena, Fan Ze memberikan aba-aba.


Menyadari hal itu membuat Hyena sedikit menyeringai.


“ 1 2 3.. tiitt,,” Fan Zee menekan sebuah tombol yang dari dari dia otak atik, lalu muncul dari atas mereka sebuah kaca bulat yang seperti pelindung.


“ Dor..” Mark langsung menembak Hyena. Dan berjalan maju untuk melindungi Luna.


“ Akh..” lagi-lagi Fan Zee mengorbankan tubuhnya untuk melindungi Hyena. Dia menutupi seluruh tubuh Hyena dengan tubuhnya..


“ Fan Zee..” teriak Hyena histeris.


‘ klick ‘ kaca bulat tersebut juga langsung melindungi mereka. Hyena memegangi Fan Zee yang sudah benar-benar ambruk dan sudah tak sadarkan diri di pangkuannya.


Dia menangis histeris. Di balik kaca pelindung itu, Hyena menatap Mark dan Luna dengan tatapan penuh dendam.


‘ dor dor dor ‘ Mark mencoba untuk menembak kaca itu, tapi tidak berhasil di hancurkan. Kaca itu benar-benar kuat.


“ Mark, kau pikir bisa mengalahkanku? Aku bersumpah di lain waktu kita bertemu lagi dan aku akan membalas kematian Fan Zee padamu” sumpahnya penuh dendam.


“ Aku sangat menantikan hari itu” balas Mark dengan sorot mata tajamnya. Kedua tatapan itu saling beradu penuh dendam kesumat.

__ADS_1


‘ klik ‘ Hyena dengan kaca pelindung itu bergerak turun dan menghilang dari pandangan Mark.


“ Mark..” panggi Luna dengan suara lirih.


Mark kemudian langsung berbalik badan dan memunduk untuk memeluk Luna.


“ Luna..aku sangat mengkhawatirkanmu.” dengan suara lembut dan sangat lega.


“ Kau terluka..” dengan air mata yang mulai mengalir.


“ Ini bukan apa-apa” sambil mengusap lembut kepala Luna.


Mark kemudian melepaskan pelukannya, lalu dia melepaskan tali yang mengikat Luna. setelah ikatan itu lepas, Luna langsung berdiri dan melihat luka yang masih mengalirkan di lengan Mark.


“ Mark ini,,” ucap Luna khawatir dan dia langsung ingin merobek baju yang dia kenakan.


“ Tidak apa-apa” ucap Mark sambil menahan tangan Luna.


“ Tapi darahnya harus di hentikan” sambil menepis tangan Mark.


‘ tak tak’ langkah kaki dari kejauhan.


“ Mark kalian baik-baik saja?” teriak Key dari kejauhan, lalu mereka semua langsung mendekati Mark dan Luna.


Mark memandangi sahabatnya itu dan menganggukkan kepala.


“ Tapi kita harus memeriksa ruangan di bawah ini. Hyena berhasil melarikan diri.”


“ Hah..?” Key sedikit terkejut mendengar perkataan Mark.


Luna yang sedang merobek bajunya, tiba-tiba berhenti, kepalanya tiba-tiba terasa pusing sehingga dia kehilangan keseimbangan dan linglung.


Mark dengan cepat menangkap Luna.


‘ brukc ‘ Luna jatuh dalam dekapannya.


Jiang He, Key dan Louis yang baru saja datang langsung terkejut dan khawatir melihat Luna yang tiba-tiba terlihat tak berdaya.


“ Luna..” ucap Jiang He, Key dan Louis secara bersamaan.


“ Luna, Luna..” Panggil Mark dengan menggoyang-goyangkan tubuh Luna yang sudah tak berdaya.


Luna menatap Mark yang terus memanggilnya, namun suara itu mulai hilang dan tak lagi terdengar olehnya dan pandangannyapun juga mulai kabur.


“ Mark..maafkan aku karena selalu membuatmu khawatir. Aku rela masuk perangkap karena memang hanya ingin membuktikan rasa kecurigaanku selama ini. Kau benar, aku memang harus waspada pada Hyena. Maafkan aku, karena tidak mendengarkanmu” bisik hatinya. Lalu dia menutup matanya dia merasa sudah tidak sanggup membuka mata lagi.


“ Mark apa kau sudah memberikan obatnya?” tanya Jiang He.


“ Ya ampun..” ucap Mark. Dia benar-benar telah melupakannya.


Dia menggengdong Luna, lalu dia berjongkok dan meletakkan Luna di pangkuannya agar Luna lebih nyaman. Kemudian dia langsung mengeluarkan obat itu di balik jaketnya.


Semua orang bingung dan khawatir bagaimana caranya Luna bisa meminum obat itu, sementara Luna sudah hilang kesadaran.


“ Bagaimana caranya?” bisik mereka.


Mark membuka obat itu dan tanpa ragu memasukkan obat itu ke mulut, lalu...


‘ cup ‘ Mark memberikan obat pada Luna dengan perantara mulutnya.


Semua orang terkejut dan Jiang He hanya melihat hal itu dengan tatapan dingin dan pasrah.


Luna yang belum sepenuhnya hilang kesadaran, memberikan respon dia menelan dengan perlahan obat yang berikan Mark.

__ADS_1


Jiang tidak sanggup lagi melihatnya. Dia mengalihkan pandangannya, lalu berjalan menjauh.


Key melihat punggung Jiang He yang berjalan menjauh, dia juga merasa sedikit kasihan melihat Jiang He yang telihat sedih itu.


__ADS_2