TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
KEBENARAN (2)


__ADS_3

Mark terkejut dengan perkataan Jia Ming.


“ Katakan lebih jelas!” bentak Mark.


“ Maksudku dia tidak terlibat dengan kematian ayahmu. Tapi dia mengetahuinya, hanya saja dia tidak berani ikut campur. Di rekaman dia bertengkar dengan istrinya.


Istrinya marah besar kenapa dia menutupi hal yang begitu besar darinya, kemudian menceritakan semuanya pada istrinya.


Ayahmu dan Aliester adalah teman dekat waktu masih sekolah menengah atas. Saat itu ada seorang wanita yang bernama Nancy menyukai ayahmu, wanita itu selalu mengejar-ngejar ayahmu.


Tapi ayahmu tak pernah memperdulikannya, Aliester sudah menasehati ayahmu jika memang tidak menyukainya, maka katakan secara langsung agar wanita itu bisa menerimanya dan tidak mengganggu lagi.


Tapi ayahmu tidak mau mendengarkan saran dari Aliester. Sehingga Aliester mengatakan sendiri pada wanita itu. tapi wanita itu tidak percaya dengan perkataan Aliester. Wanita itu sangat keras kepala, dia bilang semakin ayahmu menghindarinya, maka semakin besar keinginannya untuk terus mendekati dan mendapatkan ayahmu.


Hingga pada suatu liburan sekolah, Nancy mengadakan pesta perayaan ulang tahun yang sangat megah. Dia banyak mengundang teman-teman sekolahnya. Dan yang jelas ayahmu adalah tamu yang sangat special baginya.


Di pesta itu nancy berniat untuk membuat sesi khusus untuk dia mengungkap perasaanya kepada ayahmu di depan orang banyak. Dan tiba sesi itu Namny sudah mempersiapkan segalanya, dia mengungkap perasaannya pada ayahmu di depan semua tamu yang ada di sana.


Tapi apa kau tahu, saat Nancy sudah mengungkapkan semuanya dan merasa sangat lega, dia sangat berharap ayahmu menerima perasaannya.


Saat itu ayahmu malah menarik tangan seorang wanita ke depan dan mencium wanita tersebut di depan Nancy.penolakan yang sangat kejam memang. Meskipun ayahmu sudah melakukan hal itu di depannya dan telah membuat dia kehilangan muka di depan banyak orang, Nancy tetap berusaha tenang dia mengira ayahmu pasti bercanda.


Dan saat itu ayahmu menegaskan di depan banyak orang, jika dia tidak menaruh rasa pada Nancy dan berkata Nancy seperti lalat yang selalu mengganggunya. Mendengar perkataan itu, Nancy langsung terpukul dan segera mengakhiri pestanya saat itu juga.


Dan keesokan terdengar kabar bahwa Nancy dan wanita yang di cium oleh ayahmu meninggal. Wanita yang di cium ayahmu, di pergosa dan di bunuh dengan cara mengenaskan , sedangkan Nancy bunuh diri di rumahnya dengan cara menggantung dirinya.


Dan lebih parah lagi saat itu kakekmu menutup semua mulut media agar berita ini tidak sampai tersebar, sehingga berita kematian Nancy dan wanita itu tak pernah di ungkit atau di selidiki sama sekali.


Kematian mereka hanya seperti kematian seekor semut yang tak berharga sama sekali dan orang-orang tak pernah mengungkitnya. Aliester mencurigai hal ini pasti di sebabkan oleh keluargamu, dan mulai saat itulah hubungan ayahmu dan Aliester tak baik lagi. Aliester sangat kecewa pada ayahmu dan menjauhi ayahmu.”


Mark tak bisa berkata apa-apa mendengar perkataan Jia Ming, ekspresi Mark sangat sulit ditebak.


“Dan apakah kau tahu siapakah Nancy itu?


Dia adalah adik dari Jhon Guan. “


Mark sangat terkejut mendengar hal itu, dia memegangi keningnya dan berdecih.


“ Nancy Guan adalah adik satu-satunya dan sangat ia sayangi. Dia berfikir adiknya melakukan aksi itu di sebabkan oleh ayahmu,


Di rekaman itu Alister juga bilang sebenarnya Jhon ingin menghabisi nyawa ayahmu lebih cepat, tapi karena saat itu Jhon Guan juga belum mempunyai kekuatan yang cukup untuk melawan, karena ayahmu yang saat itu juga merupakan keluarga terpandang, Maka dia menundanya. Dan Saat dia sudah mempunyai kemampuan hal pertama yang dia lakukan adalah membunuh kakekmu”


“Apa,, jadi kematian kakek juga di sebabkan olehnya?, lalu kenapa sekarang Jhon juga ingin menghabisi nyawa Aliester?” tanya Mark dengan sangat dingin.


“ Mengenai hal itu aku juga sedikit bingung. Dia tidak ada membicarakannya di rekaman itu. mungkin dia sudah membicarakannya sebelumnya. Berdasarkan video aku dapat di parkiran hotel NYC, aku melihat dia sedang berbicara dengan Jhon dan seorang perempuan, tapi wajah wanita itu tidak terlihat. Aliester terlihat sangat emosi dalam video itu”


“ Jika hanya begitu, kenapa kau yakin dia tidak terlibat dengan rencana pembunuhan ayahku. Bisa saja karena dia kecewa dan membenci ayahku dia bekerjasama dengan Jhon?”


“ Karena di rekaman suara itu dia bilang dia akan melindungimu dan membantumu. Dia bilang akan menyerahkan bukti padamu. Apa kau mendapatkannya?”


Mark mengangkat alisnya. ” Bukti? Ya aku mendapatkannya. Itu bukti menganai Jhon, karena bukti itulah aku mengetahui keberadaan Jhon sekarang. Tapi juga ada beberapa bukti yang tidak ku mengerti.”


“ Bocah bodoh! kau sudah menerima bukti darinya. Tapi kau masih saja mengira dia terlibat dengan pembunuhan ayahmu. Sebelumya aku sudah mengatakan, bukti-bukti yang kau dapatkan sebelum mengenai keterlibatan Aliester bisa saja keliru.


Tapi.. oh aku tahu sebenarnya kau juga meragukan buktimu, oleh karena itu kau menolongnya” ucap jia Ming.


“ Aku memang ragu dengan bukti yang aku dapatkan. Oleh karena itu aku menolongnya agar bisa memastikannya” bisik hati Mark


“ Sepertinya kalian mempunyai takdir yang baik. ini semua penuh teka teki. Ini sangat rumit, mungkin masih ada rahasia-rahasia lain di baliknya. Tapi setidaknya kau sudah mendapakan titik terang, mengenai Aliester”


“ Lalu siapakah orang yang kau curigai merusak bukti-bukti ini?”


“ Entahlah, belum ada yang terfikirkan olehku”


Mark hanya terdiam, dia tak bisa berkata apa-apa setelah mengetahui semua ini.


“ Hey bocah,, aku mengatakan semua ini dengan jujur. Kau harus menepati janjimu. Lepaskan anakku jangan sakiti dia. Dan kau boleh menyiksaku atau bahkan membunuhku sebagaimana aku membunuh orangtuamu. Tapi jangan pernah lagi menyentuh anakku” pinta Jia Ming dengan sangat putus asa.


“ Benar, dia pasti jujur. Jika dia berbohong tak adapun untungnya baginya, yang ada dia hanya akan kehilangan nyawa anaknya bila dia berbohong. Dia benar-benar sangat menyanyangi anaknya. Sebagai seorang Pembunuh dia mempunyai sisi yang sangat lembut juga” Bisik hati Mark.


Mark tersenyum jahat.


“ Membunuhmu?, heh, itu terlalu mudah untukmu. Dari pada membunuhmu aku lebih suka melihatmu hidup tapi kau merasa lebih baik mati. Terimakasih penjelasanmu, tapi aku tidak akan percaya dengan mudah. Aku masih membutuhkan bukti fisik rekaman dan video itu. Jika tidak, maka kau lebih baik berdoa agar Aliester sadar lebih cepat.” Ucap Mark dan berdiri


“ Oh iya, aku telah membuat scenario kematianmu. Jadi orang di dunia ini, termasuk Jhon sudah menganggapmu tak ada lagi di dunia ini. Kau sepenuhnya berada di bawah kendaliku” ancam Mark sambil berlalu pergi.


***

__ADS_1


\= Di atap penginapan \=


Alat-alat lukis tersusun dengan rapi, buah, cemilan dan minuman tertata dengan rapi di meja. Luna duduk di depan kanvas yang masih kosong dan tatapannya juga kosong.


Di sana Luna juga di temani 4 orang yang memang sudah di percayakan sebelumnya.


Mereka bingung melihat tingkah Luna yang sedkit aneh semenjak dia siuman.


 


Perkataan Key yang mengatakan jika Mark memang sedang menyelidiki kematian nya, selalu menghantui Luna. Apalagi dia juga melihat video papanya dan ayah Mark bertengkar semakin membuat dia tertekan.


Perlahan air matanya menetes, tangannya gemetaran. Luna menggenggam tangannya.


“ Nona, apa nona baik-baik saja?” tanya pelayan khawatir.


“ Aku baik-baik saja. Tapi sekarang tiba-tiba aku tidak punya tenaga untuk melukis. Sepertinya aku merepotkan kalian lagi, aku ingin istirahat saja di kamar.”


“ Tidak apa-apa nona. Nona masih pucat dan suhu badan nona juga belum stabil. Jangan terlalu memaksakan diri.”


Pelayan tersebut langsung memapah Luna ke bawah dan 3 orang lainnya mengemasi semua yang ada di sana.


Saat sampai di kamarnya Luna langsung duduk bersabdar di atas ranjangnya.


“ Kakak pelayan sekarang aku ingin istirahat saja, kalian bisa melakukan tugas kalian yang lainnya. Aku ingin istirahat dengan tenang.”


“ Baiklah nona, panggil saja jika nona membutuhkan sesuatu. Tubuh nona masih lemah. Jangan di paksakan melakukan sesuatu hal.”


“ Tentu saja, aku tidak akan sakit seperti kemaren lagi.”


Saat Luna sudah sendirian di kamar, dia langsung menangis sejadi\-jadinya dengan menutupi mulutnya dengan tangannya agar suara tangisannya tidak kedengaran keluar.


“ Oa, ma..sekarang Luna benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Hati Luna sangat hancur. Beri Luna petunjuk” gumam Luna dengan tangisnya yang sudah pecah.


Hati dan pikiran Luna di penuhi dengan pertanyaa-pertanyaan yang menyesakkan dadanya.


Dia tidak punya tempat untuk mengadu, sebelumnya dia sudah menghubungi Hyena. Tapi Hyena tak menjawab telvonnya.


Di hati Luna juga terbesit untuk menghubungi Jiang He, tapi dia juga tidak punya keberanian. Karena sudah cukup lama Jiang He tidak pernah menghubunginya. Di tambah lagi saat pesta pertunanganannya dengan Mark, Jiang He datang untuk mengajak Luna kabur tapi dia menolak Jiang He dengan sedikit kasar. Jadi dia terpaksa menyimpan semuanya sendirian.


Padahal alasan Jiang He selama ini tidak pernah menghubungi Luna karena Rangga telah memblokir semua yang bersangkutan dengan Jiang He ponsel Luna di waktu Rangga mengambil tas Luna di kantor. Tapi Luna sampai saat ini tidak menyadari itu, dia hanya berfiikir Jiang He sudah sangat kecewa dan membencinya.


‘ zhrrtt’


Luna mengambil ponselnya dengan tangan yang gemetaran.


‘ Panggilan dari Alexa’


“ Alexa? kenapa dia tiba-tiba sekali menelvonku” gumam Luna.


Luna menyapu air matanya dengan tangannya, dan mengetes suaranya.


“ Aaa aaa,,” suaranya bergetar sangat jelas seperti suara orang yang sedang menangis.


“ Tidak. Aku tidak bisa mengangkat telvon dengan keadaan seperti ini” gumamnya.


Setelah panggilan Alexa berakhir, dia langsung mematikan Ponselnya, agar tak ada yang bisa menghubungi dengan keadaannya seperti ini.


Luna kemudian mengambil Flashdisk yang dia dapatkan kemaren tepi-tepi ranjang.


“ Video ini aku harus menemukan kebenarannya. Agar aku tidak selalu di penuhi rasa bersalah dan kecewa tidak jelas begini. Tapi aku tidak bisa melakukannya di sini. Di sini pergerakanku sangat terbatas, orang-orang Mark selalu berkeliaran di sekitarku. Aku hanya bisa melakukan ini jika sudah pulang”


“ Hmmm,, baiklah. saat Mark kembali. Aku akan meminta untuk pulang duluan, aku harap dia mengizinkannya” gumam Luna berusaha untuk tegar dan menyusun rencananya.


***


Malam ini Rangga pergi menemui Tris di sebuah restoran. Sementara Key pergi untuk mencari tahu keberadaan Mark, karena dia belum juga kembali dan ponsel Mark juga tidak bisa di hubungi. Sepertinya Mark sengaja melakukan itu untuk emnghindari Key dan Rangga.


Oleh karena itu Key menjadi tidak tenang dan memutuskan untuk mencari Mark bersama dengan beberapa pengawal dan berpencar.


Key sudah menghubungi orang-orang di markas untuk menanyai apakah Mark ada di sana atau dia dia ada berkunjung ke sana.


Tapi orang-orang di Markas mengatakan Mark tidak pernah datang sejak terakhir kali datang dengannya.


“ Sial… kenapa dia menghilang seperti ini apa yang dia urus sebenarnya. Apa dia selemah ini setelah mengetahui kenyataan bahwa pamannya terlibat?” ucap Key.


Key pergi ke sebuah hotel yang menurutnya Mark bisa saja ke sana. dia sudah hampir sampai d lokasi.

__ADS_1


‘ zhrtt’ ponsel Key bergetar


‘ Panggilan dari Mark’


“ Aishh,, akhirnya si brengsek ini menelvon juga” ucap Key lega.


Diapun segera memberhentikan mobilnya.


“ Hey brengsek,, kemana saja kau, apa kau tau bagaimana khawatirnya kami? Kenapa kau menghilang seperti anak perempuan yang ingin kawin lari saja” bentak Key dengan sangat kesal.


“ Haha,, kalian tidak perlu panik. Aku hanya menenangkan diri. Sekarang aku ada di hotel biasa, dan di kamar biasa yang aku pesan. Datanglah jika kalian sudah merindukanku!” gurau Mark


“ Hotel biasa yang mana, Lourience atau Luxury?. apa Kau tau, aku sekarang ada di depan hotel Lourience” ucap Key ngegas.


“ Ternyata kalian benar-benar mencariku. Tapi sayang sekali, aku berada di hotel Luxury. Hahah,,,” ucap Mark dengan tawanya.


“ Kau masih bisa bicara dan tertawa santai begini ya. Baiklah, kau yang menghilang tidak akan merasakan apa di rasakan orang kehilangan. Rangga sangat mengkhawatirkanmu, sampai-sampai dia mengigau. Mark, kau jangan kekanak-kanakan, setidaknya kau jangan mematikan ponselmu. Beri kami kabar”


“ Hei hei,, apa kau merasa perkataanmu ini pantas untuk di ucapkan untuk sesama pria?. Kalian sangat berlebihan aku baik-baik saja.


Aku mematikan ponsel karena memang benar-benar ingin menenangkan diri. Berikan ponselmu pada Rangga, aku akan minta maaf padanya. Aku rasa dia benar-benar marah. Karna tadi saya juga mencoba menghubunginya tapi dia tak mejawab panggilanku”


“ Rangga tidak denganku. Dia pergi menemui Tris."


“ Ok baiklah, sepertinya akan ada perkembangannya. kalau begitu kau sampaikan saja nanti permintaan maafku.”


“ Mark apa kau tidak akan menanyai Luna?”


Mark terkejut denga pertanyaan Key, dia tersenyum kecut.


“ Mark apa kau tau, kemaren Luna pingsan sangat lama. Suhu badannya juga sangat tinggi’


Ekspressi Mark langsung berubah mendengar ucapan Key.


“ Kenapa bisa. Aku sudah menugaskan 4 orang untuk menjaganya. Saat aku meninggalkan hanya kakinya yang sakit. sekarang kenapa bisa dia pingsan?” tanya Mark sangta Khawatir.


Key menceritakan semuanya pada Mark. Karena kekhawatirannya, Mark langsung memutuskan untuk segera pulang. Dan dia menghubungi orangya untuk mengurus chek-outnya di hotel tersebut.


***


Sesampainya di rumah Mark langsung bergegas masuk dan berjalan menuju kamar Luna. Sehingga Key yang sudah menyambutnyapun tidak di perdulikan oleh Mark.


“ Eh, dia melewatiku begitu saja?, heiii, Mark aku menyambutmu,,,,” ucap Key geram dan langsung mengikuti Mark dari belakang.


Ketika sampai di pintu kamar Luna, Mark langsung membukanya. Dan dia mendorong keluar Key yang mengikutinya.


Key terkejut dan kesal dengan sikap Mark. Mark memberikan gerakan tangan menyuruh Key pergi dan mencibiri Key dengan tingkah yang sangat kekank-kanakan. Kemudian dia langsung menutup pintu dan mengunci dari dalam.


“ Eh, dia kenapa tiba-tiba kekanak-kanakan begini” ucap Key bingung sambil menggaruk kepalanya.


2 orang pengawal yang berjag di pintu Luna menahan tawanya melihat tingkah kedua tuannya itu.


Mark berjalan mendekati Ranjang Luna, di sana Lua sudah tertidur lelap. Mark memandangi wajah Luna dan dia duduk di tepi ranjang.


“ Matanya bengkak, apa dia menangis lagi?” gumam Mark sambil menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Luna.


Tiba-tiba Luna menyentuh tangan Mark yang sedang merapikan rambutnya.


Mark sangat terkejut.


“ Kau pura-pura tidur ya?” ucap Mark salah tingkah.


Luna duduk dan langsung memeluk Mark. Tindakan Luna yang tiba-tiba membuat Mark terkejut dan bingung, tapi dia mencoba untuk menggoda Luna.


“ Segitu rindunya kah?.”


Luna tak menjawab pertanyaan Mark.


‘ hiks hiks ’ Luna menangis di pelukan Mark.


“ Luna, kenapa kau menangis, apa yang terjadi?” tanya Mark khawatir.


Luna tetap diam dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Mark terenyuh dengan tangisan yang begitu menyakitkan hati siapapun yang mendengarnya.


Ini kedua kalinya Mark mendengar Luna menangis separah ini. Kemudian tangan Mark juga memeluk Luna.

__ADS_1


“ Jangan menangis, aku di sini” bisik Mark dan menepuk-nepuk lembut bahu Luna.


__ADS_2