
Tangan Luna gemetaran.
Ternyata isi dari flashdisk itu adalah sebuah video, dimana di dalam video itu papa Luna terlihat sedang berdebat hebat dengan tuan Rai Rendra atau ayah dari Mark.
Luna masih menutupi mulutnya dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Luna hingga berkeringat dingin melihat video yang berdurasi 46 detik itu.
“ Papa,, apa kamu benaran terlibat dengan keluarga Rendra? Dan a a apakah yang sedang di selidiki Mark dari papaku adalah tentang kematian ayahnya? apa dia mencurigai papa yang membunuh ayahnya?” gumam Luna sangat frustasi.
“Tidak tidak, papaku bukan orang seperti itu. Aku harus mendengarkan dulu apa yang mereka perdebatkan.” Ucap Luna sambil memasangkan earphone.
‘star’
“ Kenapa tidak ada suaranya?” gumam Luna dan sambil menekan-nekan volume berkali-kali. Luna memang sangat terkejut dan frustasi. Air matanya tumpah dengan derasnya.
“ Apa video ini memang tidak mempunyai suara? Aku sudah membuat volume penuh. Hiks hik,,. Papa sebenarnya apa yang terjadi. Selama ini aku tidak mendengar papa berhubungan dengan keluarga Rendra, setiap ada perjamuan papa selalu membawaku.
Meskipun aku tidak tertarik dengan bisnis papa, tapi aku selalu peduli dengan siapa saja papa bergaul. Aku hampir mengenal semua rekan bisnis papa dan aku juga sudah mengetahi sebagian karakter dari mereka.
Selama ini aku tidak pernah mendengar keluarga Rendra di kehidupan papa. Aku saja baru mengetahui tentang keluarga Rendra saat Mark muncul di rumah malam itu. dan setelah itu aku baru mencari tahu tentang keluarga Rendra”
Luna menutup matanya, dia merasa tak berdaya dan tak bertenaga sama sekali. Bahkan untuk membuka matanya lagi dia sudah tak sanggup.
“Kenapa aku begini? Tidak!!! aku tidak boleh kehilangan kesadaranku. Video itu tidak boleh orang lain mengetahuinya” bisik hati Luna.
Luna memaksa dirinya untuk bangun tapi tak bisa, lalu dia memaksa tangannya untuk bergerak.
Tangan Luna bergerak pelan dan meraba flasdiks tersebut kemudian dia mencabutnya dan menggenggam erat flashdisk tersebut di tangannya. Dalam sesaat kemudian dia benar-benar sudah kehilangan kesadarannya.
***
\= di tempat persembunyian Jia Ming \=
Tempat persembunyian Jia Ming berada di apatement elit.
Mark, Key dan Rangga sibuk menggeledah.
Mark sudah menemukan brankas yang di maksud oleh Jia Ming tersebut.
“ Ternyata dia mempunyai tempat persembunyian yang elit juga” ucap Key
Mark membuka brankas tersebut berdasarkan kode yang telah di berikan Jia Ming padanya.
Di dalam brankas tersebut terdapat beberapa lembar foto, pena perekam dan dua buah flashdisk.
Mark dengan sigap mengemasi bukti-bukti tersebut terutama foto yang berada di sana.
Rangga merasa sedikit bingung dengan tingkah Mark, tapi dia hanya diam dan memendamnya sendiri.
Urusan mereka sudah selesai di tempat Jia Ming dan mereka segera pergi.
Tapi ketika mereka sampai di parkiran apartement tersebut sudah ada pengawal yang menunggu mereka.
“ Kau menyuruh pengawal kita ke sini?” tanya Rangga ke Mark.
“ Iya, aku menyuruh dia membawakan mobilku. Aku masih ada urusan lain yang harus di urus, kalian pulanglah duluan dengannya”.
“ Apa yang kau urus, kenapa pergi sendirian?” tanya Rangga dengan curiga.
Mark hanya diam dengan wajah yang dingin.
“ Haha,, Rangga kau jangan begitu. Biarkan saja Mark menyelesaikan apa yang ingin dia selesaikan. Ayo kita pulang” ucap Key sambil menarik Rangga.
“ Ini kuncinya Tuan” ucap pengawal tersebut.
“ Terimakasih. Kau pulanglah dulu dengan mereka. Pastikan mereka tidak berkeliaran malam ini!.” perintah Mark pada pengawalnya.
“Saya mengerti tuan”
Pengawal tersebut pergi ke mobil Rangga dan Key, dimana Key sudah berda di kursi pengemudi.
“ Tuan biarkan saya yang mengemudi”
“ Jadi kau tidak ikut dengan Mark? hmm,, baiklah aku mengerti” ucap Key sambil keluar dari mobil tersebut.
Sebelum Key masuk di kursi bagian belakang, Key menasehati Mark.
“ Mark, apapun yang kau lakukan nanti aku harap kau akan baik-baik saja. Kembalilah dengan utuh, kami menantimu di penginapan” ucap Key dan langsung membuka pintu mobil.
“ Aku akan baik-baik saja. Aku hanya ingin sedikit menenangkan diri. Aku akan memeriksa sendiri bukti ini terlebih dulu” ucap Mark menanggapi Key.
__ADS_1
Key hanya tersenyum dan langsung masuk ke mobil.
“ Jalan” perintah Key.
Sementara tatapan Rangga dingin.
Setelah mobil Rangga dan Key pergi, Mark juga langsung memasuki mobilnya.
Di perjalanan pulang Key menanyai Rangga yang sedari tadi diam dengan ekspresi yang dingin.
“ Rangga apa yang kau pikirkan, kenapa kau seperti tidak senang melihat Mark pergi sendirian?”.
“ Entahlah, aku hanya merasa Mark menyembunyikan sesuatu dari kita”.
“ Naiklah, aku mengerti dengan kekhawatiranmu. Tapi kau jangan berfikiran yang bukan-bukan, kau tahu dia baru saja membongkar hal besar. Itu pasti sulit baginya. Paman keduanya, meskipun dia tidak menyukainya, karena telah menghianatinya ketika ayahnya meninggal.
Tapi selama ini dia masih menganggap pamannya sebagai keluarganya, namun hari ini kebusukan pamannya telah dia ketahui. Hatinya pasti sangat hancur. Berikan dia waktu sendirian, itu akan lebih baik baginya. Karena jika dia selalu bersama kita, dia tidak bisa mengungkapkan kesedihannya dengan leluasa”
Rangga tidak menanggapi ucapan Key, tatapan matanya semakin deingin.
“ Aku tahu kau tidak bodoh Key, baiklah kita akan bicarakan di penginapan saja” ucap Rangga dalam hatinya.
***
Mark kembali Markas tempat dia Menyekap Jia Ming.
“ Tuan kenapa anda kembali lagi. Jika ada perintah tuan cukup menghubungi kami saja. ini sudah larut” ucap pengawal di sana.
“ Aku masih ada hal yang harus aku selesaikan dengan Jia Ming. Bawa dia kembali ke ruang introgasi. Dan tidak ada satupun yang berada di ruang pantau. Kalian semua berjaga di luar.” Perintah Mark
“ Baik tuan”.
Markpun langsung memasuki ruang introgasi. Dia meletakkan bukti yang dia peroleh dari Jia Ming tersebut di atas meja. Mark memegang keningnya dan terlihat frustasi, kemudian dia menyimbahkan rambutnya ke belakang. Di kelihatan tak sabaran untuk bertemu denga Jia Ming kembali.
Sesaat kemudian Jia Ming datang, pengawal mendorong Jia Ming ke dalam dengan kasar. Jia Ming mengeluarkan berbagai kata kasar menyumpahi pengawal tersebut.
“ Ini tuan, kami sudah membawanya kemari” ucap pengawal.
“ Baiklah, sekarang kalian keluarlah!"
“ Kenapa kau kembali, aku sudah mengatakan semua yang ku ketahui. Aku tidak mengetahui banyak tentang Jhon, aku hanya menerima perintah dari orang kepercayaanya. Apa kau masih belum mempercayaiku?” teriak Jia Ming.
“ Hah,, kau berani sekali meneriaki. Tampaknya aku memperlakukanmu terlalu lembut. Ingatlah Jia Ming, meskipun aku bilang masih menghormatimu, tapi kau jangan melewati batas. Karena aku juga bisa berbuat kejam” ancam Mark
“ Cih,,” Jia Ming kemudian duduk di kursi depan Mark.
“ Kau tak perlu tegang, ini bukan introgasi. Aku akan menanyaimu dengan baik-baik, jika kau bisa bekerjasama dengan baik. Maka aku tidak akan melukaimu malam ini” ucap mark.
Jia Ming melihat bukti di atas meja.
“ Kau sudah megambil semuanya dari brankasku. Jadi aku bisa tebak apa yang ingin kau tanyakan padaku” ucap Jia Ming dengan wajah sombong yang menyebalkan.
“ Hah, aku tahu kau tidak bodoh. kau akan tau dengan cepat apa maksudku” ucap Mark.
“ Aku jadi sedikit penasaran. Kenapa tadi kau melarangku untuk tidak mengatakan tentang Aliester sedikitpun. Aku rasa kau sudah mengetahui sesuatu, tapi apa kau tau bagaimana aku memandangmu saat ini?” ucap Jia Ming dan berhenti bicara untuk memberi jeda.
Percakapan mereka yang serius membuat suasana tegang dan mencekam.
“ K.au itu bodoh,” ucap Jia Ming meremehkan Mark
Mark mengambil nafas panjang untuk mengontorl emosinya.
“ Hufftt,, kau tidak perlu bertele-tele. Sekarang ceritakan semua yang kau ketahui tentang Tuan Aliester dan istrinya, sejauh mana keterlibatannya” ucap Mark sambil melemparkan beberapa foto tuan Aliseter dan istrinya yang terlihat sedang berbincang dengan orang misterius yang mencurigakan.
“ Cih,,” Jia Ming melihat foto yang di lemparkan oleh Mark tersebut dan mengambilnya.
“ Pasangan suami istri ini? aku ingat aku menabraknya dengan sangat ganas. Tapi aku dengar dari orang-orang Jhon kau berhasil menyelamatkan orang ini.
Aku tidak menyangka cara apa yang kau lakukan. Aku menabraknya dengan truk besar dengan ukuran yang sama saat aku menabrak ayahmu. Dalam perkiraanku akan sangat jarang ada yang bisa selamat dari tabrakan itu. Kau pasti sudah mengeluarkan banyak biaya untuk menyelamatkannya. Haha,, ternyata takdir baik masih memihakinya.”
“ Jangan bertele-tele lagi” ucap Mark dengan menahan amarah.
Tapi Jia Ming terus menceloteh dan tidak langsung membahas tentang keterlibatan tuan Aliester dan istrinya.
“ Bocah apa kau tidak penasaran kenapa Jhon tidak mengutus aku saja untuk menuntaskan nyawa mereka? pembunuh sepertiku harus bisa menyelesaikan tugas dengan baik, jika membunuh ya harus sampai terbunuh. Jika target masih hidup aku harus tetap berusaha sampai benar-benar menghilangkan nyawanya di tanganku sendiri".
Mark diam saja dan melihat Jia Ming dengan tatapan yang membunuh.
__ADS_1
“ Ah haha,, kenapa kau menatapku seperti itu!. apa kau masih tidak penasaran juga?” teriaknya Jia Ming sangat kesal.
“ Jia Ming, kenapa kau berteriak? Kau tidak perlu mengatakan hal yang tidak penting sekarang lebih baik kau jelasakan tentang foto itu!” ucap Mark.
“ Ahaha,, karena kau tidak penasaran maka aku akan mengatakannya. Dia tidak mengutusku, karena aku meolaknya!” Jelas Jia Ming dengan senyum jahatnya.
Mark pun menaikkan alisnya melihat tingkah Jia Ming.
“ Aku menolak karena aku yakin, pasangan suami istri ini nyawanya akan hilang sebelum dia siuman. Jadi kau hanya membuang-buang uang saja jika masih ingin merawatnya. Tapi bodohnya si Jhon itu tidak percaya dengan ucapanku. Dia masih saja mengirim orang-orangnya ke sana. Hahaha... dia terlalu ketakutan hingga menjadi bodoh, hahaha..“ lanjut Jia Ming dengan tertawa puas
“ Aku tidak tertarik dengan ucapanmu. Yang ingin aku ketahui sejauh mana mereka terlibat”
“ Setelah penjelsanku ini, kau masih saja bodoh. Bocah kau terlalu percaya diri. Aku tahu kau sudah banyak berusaha beberapa tahun terakhir ini. Tapi sangat di sayangkan apa yang kau temukan tidak ada yang berguna sama sekali.
Bahkan mengenai keterlibatan paman keduamu, kau mengetahuinya dariku. Aku ingatkan padamu jangan terlalu percaya dengan orang di sekitarmu, bahkan keluargamu sendiri kau harus tetap mawas diri.”
Jia Ming mendekati Mark.
“ Sekarang aku paham kenapa sampai sekarang kau belum juga bisa mengalahkan Jhon, karena hati mu terlalu lemah” ucap Jia Ming sambil menekan dada Mark dengan telunjuknya.
Mark menarik tangan Jia Ming dengan kasar,
“ Apa maksudmu? Kenapa kau berani sekali padaku” sambil memutar tangan Jia Ming dengan sangat kuat.
Jia Ming merasa sangat kesakitan, tapi dia tetap bicara.
“ Kau hanya pintar di strategi, aku sendiri salut denganmu. Karena strategimu ini kau bisa menangkapku bahkan bisa menemukan anakku. Tapi kau lemah dalam bertindak, kekejamanmu hanya di buat-buat. Hahaha,,, “
Markpun melepaskan tangan Jia Ming dengan kasar hingga dia terlempar ke lantai.
“ Jia Ming kau jangan menguji kesabaranku lagi. sekarang katakan saja tentang Tuan Aliester ini” bentak Mark dengan penuh kemarahan.
“ Haha,,, baiklah. aku akan mengatakan semuanya padamu” ucap Jia Ming sambil berdiri.
“ Kau pasti belum membuka flashdisk dan alat perekam ini.” sambil mengambilnya.
“ Lihatlah isi dari flashdisk dan alat rekam ini. Aku tidak perlu mengatakan apa-apa padamu. Karena ini sudah mejelaskan semuanya” jelas Jia Ming dengan serius sambil menyodorkan kembali pada Mark.
Mark mengatur nafasnya dan mengambil semua bukti tersebut. “ Baiklah, aku harap kau tidak mempermainkanku.” Ucap sambil meninggalkan Jia Ming di ruang Introgasi.
“ Bocah, ini kasihan sekali. Aku sudah merenggut nyawa orang tuanya. Tapi dia masih bisa berbaik hati padaku dan anakku. Tapi sayangnya ini juga bisa menjadi kelemahannya, karena dia tidak bisa menyingkirkan hatinya yang lembut saat beurusan dengan Jhon.
Aku mendapatkan banyak pelajaran semenjak di tangkap olehnya. Bocah, aku hanya bisa membantumu sampai di sini. Aku berutang banyak terimakasih padamu” bisik hati Jia Ming sambil memandangi kepergian Mark.
“ Bawa dia kembali ke tempat penahanan. Cambuk dia sebanyak 20 kali” perintah Mark pada orangnya.
“ Baik tuan”.
Mark langsung pergi ke mobilnya yang ikuti oleh dua orang pengawal.
“ Tuan ini sudah jam 3 dini hari, lebih baik tuan jangan menyetir. Izinkan saya mengantarkan tuan” ucap salah satu pengawalnya.
“ Tidak perlu. Kalian semua harus tetap berada di sini. Jaga semua keamanan.” Tolak Mark dan langsung memasuki mobilnya.
“ Hati-hati tuan”.
Markpun lansung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, dan di sebuah jalanan yang sangat sepi tiba-tiba Mark meginjak rem secara mendadak.
“ Kenapa, kenpa sekarang aku sedikit takut untuk melihat isi dari flashdisk dan rekaman suara ini? ada apa ini sebenarnya?” teriak Mark. dia terlihat sangat frustasi.
***
Luna belum juga sadarkan diri, Rangga, Key dan para pelayan berada di kamar Luna sangat khawatir.
“ Kenapa nona bisa begini, sedari tadi panasnya belum juga turun” ucapnya dengan penuh ke khawatiran.
Rangga mengambil nafas panjang.
“ Hufftt..kita sudah melakukan segala cara. Aku dan Key juga sudah mendatangkan dokter terbaik kita. Tapi sama sekali tidak ada perkembangannya. Sekarang aku butuh penjelasan kalian. Apa sebenarnya yang terjadi, kenapa kalian tidak bisa menjaga seorang wanita saja?” tanya Rangga dengan penuh amarah.
“ Tu tu tuan,, maafkan kami”
“ Rangga, lebih baik kita membahasnya di luar.” Saran Key
“ Baiklah, 4 orang yang di tugaskan secara khusus oleh Mark, harap menghadap saya di ruang tengah!” perintah Rangga sambil berjalan keluar dan di ikuti oleh 4 orang yang bertugas menjaga Luna.
“ Lanjutkan untuk mengompres kepalanya” perintah Key pada pelayan yang lain
Lalu Key pun juga pergi ke ruang tengah.
__ADS_1