
\= Di Lixing Group \=
Jam sudah menunjukkan pukul 12.11 siang, tapi Mark masih saja sibuk dengan laptopnya di ruangannya.
‘ zhhrrtt ‘ ponsel Mark yang berada di atas meja bergetar. Pria itu menghentikan kegiatannya dan mengecek ponselnya.
Ternyata itu adalah pesan dari mata-mata yang dia kirimkan untuk Luna.
“Selamat siang tuan mudaku.”
Mark tersenyum geli membaca pesan itu. Lalu tiba-tiba ponsel Mark bergetar tak henti. Beberapa pesan masuk secara berturut-turut dari mata-matanya suruhannya.
“Aku punya kejutan untukmu.”
“Tapi aku harap kamu akan baik-baik saja setelah melihatnya.”
“Apa kau sudah siap?”
“Baiklah! sekarang ambil nafas panjang sebelum melihatnya.”
Pesan terhenti di situ. Mark merasa sangat kesal karena mata-matanyaa mengerjai nya.
‘zhhrttt’ mata-mata tersebut mengrimkan beberapa buah foto. Tentu saja itu adalah foto Luna dan Jiang He yang dia dapatkan tadi.
Saat melihat foto tersebut, ekspresi kesal Mark langsung berubah menjadi dingin dan smirk terukir di bibirnya.
Ponselnya bergetar kembali.
“Selamat menikmati kejutan dariku.” di lengkapi dengan emoticon bermata love.
Mark kemudian mematikan layar ponselnya. Dia menutup laptopnya dan langsung pergi keluar dengan ekspresinya yang dingin itu.
Saat sampai di luar kantor, Mark langsung masuk ke mobil yang sudah di sediakan oleh bawahannya. Dia melajukan mobil dengan tenang.
Mark melakukan panggilan kepada Rangga dan mengaktifkan earpodsnya.
‘tuut tuut’ Rangga lansung mengangkat telvon dari Mark.
“Rangga bagaimana dengan tugasmu?”
“Aku sudah melakukannya dengan baik, kau tenang saja.”
“Baiklah. sampai jumpa di vila.”
Mark mengakhiri telvonnya dengan Rangga dan melajukan mobilnya dengan kencang.
***
Di apartemen. Hyena, Luna dan Jiang He sibuk membereskan ruang tamu yang berantakan seperti kapal pecah itu.
sementara Hyena membersihkan dirinya di kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Luna dan Jiang He sudah selesai membereskan semuanya.
“Hufft.. lelah sekali.” ucap Luna sambil menghempaskan dirinya di sofa. Dia memejamkan matanya.
Jiang He tersenyum lembut melihat Luna. Dia duduk di samping Luna. Jiang He mengeluarkan sapu tangan di balik jasnya dan me-lap keringat di wajah Luna dengan lembut. Luna hanya tersenyum menerima perlakuan lembut dari senior yang selalu ia kagumi itu.
“Luna apa kau yakin akan mengajak Hyena ke rumahmu?” tanya Jiang He.
Luna membuka matanya dan bangkit dari rebahannya. Dia duduk menatap Jiang He.
“Tentu saja. Dia sahabatku, buat apa aku ragu. Dan lihat saja orang sudah menipu Hyena itu. Aku akan membalasnya.” sambil memutar-mutarkan kepalan tinjunya.
“Apakah Mark akan menyetujuinya?”
Pertanyaan Jiang He membuat Luna langsung tersadar, dia baru ingat bahwa rumah itu bukan lagi miliknya.
“ Aaa.. kenapa aku bodoh sekali. Kenapa aku melupakan ini. Terimakasih sudah mengingatkan ku kak. Akan menelvon Mark untuk meminta izinnya!” sambil bergegas mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya.
Jiang He menahan tangan Luna.
“Luna, jika kau harus memohon juga padanya. Lebih baik aku mencarikan Hyena apartement baru saja.” ucap Jiang He dengan Lembut tapi tatapan matanya dingin.
"Tidak. Aku tidak ingin merepotkan kakak. Aku ikut Luna saja.” ucap Hyena yang baru saja selesai merapikan dirinya kembali.
Hyena kemudian berjalan mendekati Luna dan Jiang He dan duduk di dekat Luna.
“Luna, aku ikut kamu saja ya.” sambil memegangi kedua bahu Luna dan memberikan tatapan memohon.
“Ah.. iya iya. Kau ke rumah ku saja.” ucap Luna dengan senyum.
Luna kemudian berbalik badan dan menatap Jiang He dengan senyum yang lembut.
“ Kakak, Mark tidak seperti yang kakak pikirkan. Dia tidak selalu jahat padaku, dia juga mempunyai sisi baiknya padaku. Dia tidak akan membuatku memohon, aku pasti dengan mudah mendapat izinnya.” ucap Luna mencoba meyakinkan Jiang He yang tampak mengkhawatirkannya.
“Benarkah? Apa dia sebaik itu padamu?” tanya Jiang He tidak percaya dengan ucapan Luna.
“Iya. Kita lihat saja. Aku menelvonnya sekarang.”
Luna langsung melakukan panggilan pada Mark dan menspekerkan panggilannya agar Jiang He percaya padanya.
‘tuut tuut’
Mark yang masih dalam perjalan menuju Vila langsung menjawab panggilan dari Luna.
“Halo.”
“Halo Mark. Aku ingin membicarakan sesuatu, apa aku mengganggumu?” ucap Luna lembut sambil sesekali melirik Jiang He.
“Tidak. Apa yang ingin kau bicarakan? Oh iya bagaimana keadaan temanmu itu?” tanya Mark dengan lembut dan penuh perhatian.
__ADS_1
Mendengar respon Mark, Jiang He mengangkat alisnya. Dia merasa aneh, karena selama ini yang dia tahu Mark sering memperlakukan Luna dengan tidak baik dan menindas Luna.
“Ah.. Hyenaku sudah tidak apa-apa.”
“ Syukurlah. Lalu apa yang ingin kau bicarakan padaku?”
“Begini Mark, Hyena baru saja dapat kemalangan. Dia di tipu oleh kliennya sehingga harus menggembalikan semua uang yang sudah dia terima sebelumnya. Tapi uang itu sudah Hyena sumabangkan pada panti asuhan. Hingga untuk bisa mengembalikan uang itu, orang itu menyita apartement Hyena. Sekarang Hyena tidak ada tempat. Hum, jadi boleh tidak jika aku membawa Hyena ke rumah.”
Mark mengerutkan dahinya. Dia menyadari bahwa Luna sedang menspekerkan panggilannya. Dia tersenyum penuh siasat.
“Asal kau senang saja. Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan. Lagian kau adalah calon Nyonya Mark Rendra, semua yang ku miliki adalah milikmu juga. Jika nyonya senang maka aku juga akan senang.” ucap Mark dengan nada yang sangat sangat lembut untuk menggoda Luna.
“Ehhh… dia ini kenapa?” bisik hati Luna .
Jiang he dan Hyena melototi Luna. Luna merasa sangat malu dan senyum dengan canggung. Dia kemudian langsung menon-aktifkan spekernya dan menaruh telvon di telinganya.
“Ah haha, kau baik sekali Mark. terimakasih ya. Yelvonnya aku tutup dulu. Bye bye.”
Luna langsung memutuskan panggilannya dan melirik Hyena dan Jiang He dengan canggung. Luna menggigit bibirnya lalu tersenyum malu.
Sementara Mark yang masih dalam perjalanan itu tersenyum puas.
“Jiang He apa kau mendengar itu?, Jika kau ingin merebut Luna dari ku. Maka kau harus tau siapa lawanmu. Dan kau harus bisa membuktikan padaku bahwa kau bisa menjaganya lebih baik dariku.” bisik hati Mark dengan smirk yang terukir di bibirnya.
Hyena menatap Luna dengan tatapan menggoda.
“Ayo Luna ceritakan padaku. Kenapa Mark bisa selembut ini apadamu, apa dia sudah jatuh cinta pada kecantikanmu?” goda Hyena.
“Ah haha.. bukan seperti itu. Dia memang seperti itu. Kadang kasar, kadang lembut tak terduga.”
“Sudahlah kau jangan bohong. Dia pasti sudah jatuh cinta padamu. Mana ada pria yang bisa menolak pesona sahabatku yang satu ini.” sambil memeluk Luna dan menyenderkan kepalanya bahu Luna.
“Kau berlebihan sekali Hyena. Tidak semua pria memandang dari fisik saja. Pria yang tulus mencintai kita, dia akan menerima apa adanya kita.”
Ekspresi tidak senang jelas terukir dari wajah Jing He, dia kemudian bangkit dari tempat duduk.
“Ini sudah siang. Aku akan memasak untuk kalian, apa bahan-bahannya ada?” tanya Jiang He.
Luna dan Hyena langsung berenti dari pembicaraannya dan menengadah menatap Jiang He.
“Sungguh kakak akan memasak untuk kami?” tanya Luna dengan semangat.
"Tentu saja.” sambil melepaskan jasnya dan melipat lengan kemejanya ke atas.
Luna menatap Hyena.
“Apa kau punya bahan?” tanya Luna.
“Tentu saja. semuanya lengkap. Bibi yang biasa membersihkan apartementku selalu menyiapkannya dengan baik.”
Mereka bertiga langsung berjalan menuju dapur Hyena.
Saat di dapur Jiang He langsung memasang celemeknya, Hyena sibuk mengeluarkan bahan-bahan yang ada di pendinginan. Sementara Luna duduk memandangi Jiang He penuh kagum.
Luna menopang wajahnya dengan kedua tangannya.
“Apa ada yang perlu ku bantu kak?” tawar Luna.
“Tidak perlu! seperti biasa. Kau cukup menanti hidangan di meja saja.”
“Waaahh, aku memang akan selalu seperti itu jika kakak yang memasak untukku. Sudah sangat lama aku tidak merasakan masakan kakak. Rindu sekali dengan hasil tangan ajaib kakak.”
Jiang He tersenyum senang mendengar ucapan Luna.
“Hyena kau juga tidak perlu membantuku. Kau duduk saja dengan Luna.”
“Tapi kak,”
“Tidak apa-apa , aku akan melayani kalian hari ini.”
“ Baiklah.”
Hyena langsung berjalan medekati LLuna dan duduk di samping Luna. Jiang He langsung mulai mengerjakan menu yang akan dia buat.
“Hyena bukankah orang yang akan menjadi masa depan kak Jiang He sangat beruntung. Dia tampan, materi jangan di ragukan lagi, lembut, perhatian dan juga pandai memasak. Memang pria idaman semua wanita.” ucap Luna sembari menatap kagum Jiang he yang sudah sibuk dengan tugasnya.
“Apa kau sekarang menyesal pernah menolaknya.” tanya Hyena tiba-tiba dengan nada dingin.
Luna langsung terdiam, dia merasa aneh. Luna kemudian menatap Hyena.
“Hyena kau kenapa bertanya seperti itu. Dulu aku menolaknya karena memang tidak yakin dengan perasaanku sendiri.”
Hyena kemudian melebarkan senyumnya,
“Lalu apabila sekarang kak Jiang He menyatakan lagi perasaannya padamu, apa kau akan menerimanya?”
“Ah haha,, Hyena kamu jangan bertanya yang aneh-aneh. Kak Jiang He tidak mungkin melakukan itu. Aku sudah menganggapnya sebagai kakakku sendiri, aku sangat menghormatinya dan dia juga sudah menganggapku sebagai adiknya. Aku tidak ingin merusak hubungan ini dengan perasaan cinta seorang kekasih yang bisa saja menghilang.” jelas Luna.
“ Kak Jiang He memperlakukanmu bukan seperti seorang adik, perasaannya masih sama. Dia masih berharap bisa memilikimu. Luna kau jangan membohongi perasaanmu, kau juga memiliki perasaan yang samakan?” tanya Hyena dengan menatap wajah Luna
Luna tersenyum.
“Baiklah, anggap saja kau benar. Tapi aku yang sekarang tak pantas lagi mendampingi dia. Kehidupannya sangat sempurna, sedangkan aku? Hah, kehidupanku sangat kacau. Aku Luna Aliester tidak akan mengambil keuntungan hanya karena seseorang mencintaiku, aku tidak akan merusak reputasi kak Jiang He.”
“Jadi kau benar menyukainya juga?”
“Entahlah. Aku tidak bisa menjawabnya. Kau sendiri tahu, selama ini pria yang masuk begitu dalam di kehidupanku cuma kak Jiang He seorang, tapi itu juga tidak bisa memastikan bahwa aku menyukainya sebagai seorang kekasih.”
“Lalu bagaimana dengan Tris?” tanya Hyena.
“Tris??? Haha.. Hyena, aku dan dia hanyalah teman.”
“Tapi dia selalu mengejarmu.”
Luna menjentik kening Hyena.
“Awww..” jerit Hyena sembari mengusap keningnya dengan bibirnya yang mengerucut.
__ADS_1
“Hyena, kau jangan berfikiran yang macam-macam lagi. Untuk saat ini aku tidak ingin memikirkan kehidupan asmaraku. Yang terpenting sekarang adalah mengumpulkan kembali keluarga kecilku.” Jelas Luna.
“Baiklah.” ucap Hyena dengan memanyunkan bibirnya.
“Hyena, kau yakin pindah ke rumahku besok saja?”
“Iya. Aku akan mengemasi beberapa barangku dulu di sini.”
“ Hhmm,, baiklah. tapi maaf ya aku tidak bisa menemanimu.”
“Bodoh. kenapa minta maaf. ” Ucap Hyena sambil menjentik kening Luna untuk mmembalas tindakan Luna padanya tadi.
“Aww, Hyena kau masih saja tidak mau mengalah ya!”
“Haha.. aku akan selalu begitu.” jawab Hyena tertwa puas.
Mereka membicarakan banyak di iringi dengan berbagai gurauan.
Beberapa menit kemudian Jiang He sudah selesai memasak, dia menghidangkn semuanya di meja.
“ Waahh, ini kelihatan sangat lezat.” ucap Luna yang sudah memegang sendok dan garfu.
Jiang He melepaskan celemeknya dan duduk di samping Luna, sementara Hyena duduk di depan Luna.
Hyena berdehem.
“Hemm hemm,,”
Luna dan Jiang He menatap Hyena
“Kau kenapa Hyena, apa tenggerokan mu sakit?” tanya Luna polos.
“ Haha,,, tidak tidak. Aku hanya kurang minum saja” sambil mengambil segelas air putih yang sudah ada di depannya dan meminumnya.
Luna lansung menyantap makanannya dengan tidak sabar.
"Waahh, ini benar-benar lezat. Kakak, kemampuan memasakmu semakin meningkat saja.” puji Luna.
Jiang He tersenyum dan meletakkan daging yang ada di piringnya ke piring Luna.
“Kakanlah yang banyak jika kau menyukainya!”
“Haha.. baiklah.” jawab Luna dengan sangat senang.
“Waah,, benar-benar suami idaman. Sangat bisa di pastiakan, aku akan sangat iri pada wanita masa depan kak Jiang He nantinya. ” bisik hati Luna
***
Mark , Rangg dan Key sedang bermain golf di vila yang baru saja selesai di bangun. Mereka mekai Mark membuat Vila dengan harapan bisa membawa kembali ibunya daan menghadiahkan Vila ini pada ibunya.
Vila itu sangat mewah, mempunyai fasilitas yang lengkap dan tak ubahnya seperti kastil kerajaan.
Beberapa saat kemudian mereka berhenti dan duduk di tempat yang sudah di sediakan.
“Mark apa rencanamu untuk selanjutnya?” tanya Key.
“Untuk paman keduaku. Aku tidak akan memunculkan diri dulu. Aku akan tetap terlihat fokus pada Lixing Group. Yapi sesuai rencana aku akan memberikan kejutan yang lebih besar saat rapat pemegang saham nantinya.”
“Lalu bagaimana dengan Jhon yang untuk sekarang tiba-tiba tidak ada pergerakan sama sekali?” tanya Rangga.
Mark mengambil botol minumannya dan meminumnya beberapa degukan.
“Sebelumnya pergerakannya melambat, saat di Cartagena kita mendapat berbagai serangan. Lalu tiba-tiba sekarang tidak melakukan pergerakan apapun. Bahkan dia juga tidak mencari orangnya yang masih di tangan kita. Kita lihat saja, dia pasti telah melakukan hal lain. Biarkan saja mereka memunculkan dirinya sediri. Kita tunggu saja tamu itu datang, yang perlu kita lakukan hanyalah melakukan persiapan sebaik mungkin untuk menyambut tamu itu.”
Key dan Rangga hanya menganggukkan kepala sebagai tanda setujunya dengan rencana Mark.
Mark melihat jamnya.
“Ini sudah saatnya aku menjemput Luna. aku pergi duluan.” ucap Mark sambil berdiri.
“Baiklah. kami akan bersenang-senang dulu di sini.” ucap Key.
Mark langsung berbalik badan dan berjalan meninggalkan sahabatnya itu.
“Semoga makan malam kalian berjalan dengan lancar” teriak Rangga.
“Tentu saja akan lancar” jawab Mark dengan melambatkan tangannya.
Mark sudah berada di dalam mobil, kemudian dia melakukan panggilan pada Luna.
‘ tutttt’
“Halo.” Luna langsung menjawab telvon Mark dengan cepat.
“Luna, apa kau masih berada di tempat Hyena?”
“Iya,”
“Baiklah. tunggu aku, aku akan menjemputmu”
“Ah tidak perlu. aku kan bawa mobil sendiri.” tolak Luna.
“Mobilmu akan di urus orangku.”
“Tapi,,,”
“Tidak ada penolakan. Aku sudah memberikan kebebasan padamu hari ini. Apa kau masoh berani menolakku?” dengan nada ancaman.
“Mark jadi kau tidak ikhlas?” tanya Luna kesal.
“Tidak ikhlas bagaimana maksudmu?,
Aku tulus memberimu izin. Tapi kau harus membalasnya dengan cara patuh padaku” dengan nada santai.
“Baiklah. terserah kau saja.” ucap Luna kesal dan langsung memutuskan telvonnya.
“Kenapa?” tanya Hyena penasaran.
__ADS_1
“Tidak apa-apa. hufft.. untung saja kak Jiang He sudah pergi. Jika dia tahu Mark menindasku lagi, dia pasti akan sangat marah.” ucapa Luna merasa Lega.
Sementara Mark tertawa puas bisa mengerjai Luna lagi kemudian dia melajukan mobilnya dengan kencang untuk menjemput Luna yang berada di tempat Hyena.