TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
MENENANG SAHABAT


__ADS_3

\= Keesokan harinya \=


Hari ini Mark tidak mengizinkan Luna untuk membawa mobil, jadi Luna dan Mark pergi ke Kantor bersama.


Luna dan Mark duduk di kursi belakang dan yang mengemudi adalah pengawal, karena Rangga tidak bisa ke tempat Mark pagi ini.


Mark memandangi Luna yang mamakai stelan berwarna cream dan tak lupa syal kantor dengan warna yang senada dengan motif garis-garis putih yang diikat di lehernya, untuk menutupi bekas cekikan Camelia semalam.


“ Luna, apa syal itu nyaman?”


Luna tersenyum dan menyentuh syal itu.


“ Tidak begitu nyaman. Tapi ini harus di sembunyikan.”


“ Saat di ruangan lepaskan saja. buatlah dirimu senyaman mungkin!”


Luna menatap Mark dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda kesediaannya dengan ucapan Mark.


“ Mark mengenai makan malam dengan keluarga pamanku, dilaksanakan di rumah atau di luar?”


“ Di hotel Fantin saja, tempat kita menyelenggarakan pertunanganan. Agar mereka tidak banyak bicara lagi.”


“ Makasih ya Mark, demi membelaku kau melakukan hal yang tidak ada faedahnya sama sekali. Hum, Tapi aku tidak yakin bisa tenang melihat Camelia nanti. Aku harap kau memegangiku, apabila aku tiba-tiba ingin membalas cekikan ini” ucap Luna dengan ekspresi geram.


Mark memegang tangan Luna.


“ Kau bilang semalam tidak perlu membalasnya. Tapi sekarang kau tampak geram” sambil mengangkat alisnya.


“ Sebenarnya aku memang tidak ingin membalas. Tapi karena melihat wajahnya yang menyebalkan dan mulut yang tak bermoralnya itu, aku takut akan hilang kendali”


“ Baiklah. Aku akan memelukmu nanti jika kau lepas kendali” goda Mark.


“ Eh,,? ” Luna terkejut mendengar ucapan Mark.


Mark terkekeh, sementara Luna langsung mengalihkan pandangannya dengan cemberut.


Beberap menit kemudian mereka sudah sampai di kantor. Mark dan Luna lansung memasuki kantornya.


Di Lobby kantor sudah ada Roland yang sedang duduk dengan santai. Saat dia melihat Luna dan Mark dia langsung berteriak memanggil Luna.


“ Luna,, eh kakak ipar” sambil melambaikan tangannya.


Luna dan Mark langsung menghentikan langkahnya dan melihat ke arah sumber suara.


Mereka melihat Roland dengan memakai stelan cream yang sama dengan Luna. Roland tersenyum cerah dan berjalan mendekati Luna dan Mark.


“ Bocah ini lagi 😠 ” ucap Mark kesal.


 


“ Pagi kakak ipar, pagi Mark” dengan santai dan bersahabat.


“ Roland, kenapa pagi-pagi sudah di sini?” tanya Luna.


“ Itu karena aku merindukan kakak ipar dan sepupuku. 2 minggu lalu aku juga sering ke sini, tapi orang resepsionis bilang kalian pergi menemui orang tua kakak ipar. Aku tidak percaya hingga aku terus berulang ke sini. Yapi hasilnya tetap sama, tidak bisa ketemu kalian.”


“ Mereka tidak membohongimu, kami benaran ke luar negeri” jelas Luna.


“ Ua bagaimana lagi. Aku tidak bisa menghubungi nomormu dan aku merasa di bohongi saja. Mengingat sepupuku tidak suka melihatku” dengan nada sindiran.


“ Kau sudah tau aku tidak menyukaimu. Kenapa sekarang masih memunculkan diri di sini?”


“ Mark, ayolah kita berdamai. Kau jangan menghindariku lagi!”


Mark tersenyum sinis, “ Roland, berdamai akan sulit bagi kita.”


Luna merasa bahwa Mark dan Roland butuh waktu berdua untuk bicara dengan baik-baik, karena mengingat Roland terus mengikuti Mark. Sedangkan Roland mendekatinya hanyalah sebagai alasan untuk bisa memancing Mark.


“ Mark bagaimana kalau kau dan Roland berbicara di ruanganmu saja, tidak enak bicara di sini” saran Luna.


“ Hah, tidak perlu. Melihat wajahnya sudah membuatku kesal. Aku tidak ingin berbicara lebih banyak dengannya” sambil menarik pergi tangan Luna.


Luna terkejut denga tindakan Mark, karena kali ini Mark menarik Luna agak kasar. Luna memandang wajah Mark yang dingin.


“ Dia benar-benar tidak suka dengan Roland” bisik hati Luna.


Luna kemudian melihat Roland ke belakang, dia melihat Roland dengan ekspresi yang sangat kecewa dia merasa sangat kasihan pada Roland.


Saat mereka sudah di dalam Lift Mark baru melepaskan tangan Luna, tapi ekspresinya tidak berubah sama sekali. Tatapannya tetap dingin dan diapun tidak menoleh mamandangi Luna, pandangannya tetap ke depan.


 


Luna sebenarnya ingin sekali menanyai Mark, tapi dia ragu. Dia takut pertanyaannya akan menyakiti hati Mark. jadi dia terpaksa diam.


Luna melirik Mark yang beridri di sampingnya.


Wajah pahat Mark dari samping memang sangat sempurna, disaat seperti inipun Luna tak bisa menolak kesempurnaan wajah Mark. hatinya tetap berdecak kagum.


‘ Ting ‘ Lift terbuka,


Mark berjalan keluar duluan dan Luna mengikuti Mark dari belakang.


 


Saat di ruangan suasana begitu tenang tapi juga mencekam. Karena Mark belum juga mengeluarkan sepatah katapun dari tadi.


Sedari tadi Mark hanya sibuk dengan laptopnya.


Luna merasa sedikit canggung, dia memutuskan untuk mengambil air putih hangat ke paintry yang ada di ruangan itu.


Saat di paintry Luna duduk di kursi, dia bingung sendiri, hatinya terus berkata apa yang harus dia lakukan.


“Huhh,,” dera nafas Luna sembari mengusap rambutnya ke belakang.


Luna mengambil gelas dan mengambil air hangat, dia meminumnya dengan pelan.

__ADS_1


“ Dia sering membantuku. Kali ini setidaknya, aku bisa mencairkan suasana yang tidak nyaman ini” gumam Luna sambil menggoyang-goyangkan gelas yang masih tersisa sedikit air di tangannya.


Saat melihat gelas itu, Luna tersenyum. dia seperti memiliki rencana.


Dia mengambil gelas lain dan mengisinya dengan air hangat.


Luna keluar dan mendekati Mark.


“ Mark minumlah” sambil meletakkan segelas air putih di meja Mark sambil melirik apa yang di sedang di kerjakan oleh Mark. ternyata dia sedang membuat virus.


Mark langsung menghentikan tangannya yang sedari sibuk menotak atik laptop itu.


“ Apa yang sedang kau kerjakan?” tanya Luna pura–pura tidak tahu.


“ Aku sedang membuat virus trojan” sambil menutup laptopnya.


“ Ouw” jawab Luna singkat sambil memanyunkan bibirnya.


Mark memundurkan kursinya. Dia berdiri dan mendekati Luna.


Luna terkejut, “ Kau kenapa lagi?” tanya Luna bingung dengan memundurkan tubuhnya ke belakang.


Mark melepaskan syal yang masih terpasang di leher Luna.


“ Dudahku bilang lepaskan saja jika berada di ruangan.”


“ Ah, aku lupa” jawab Luna sambil menggaruk kepalanya.


Mark kemudian menyentuh pelan leher Luna dia memperhatikan bekas cekikan itu, apa sudah ada perkembangannya.


Luna terkejut


“ Mark, kau jangan begini” ucap Luna sambil menahan tangan Mark.


Mark tersenyum kecil, ” Aku hanya mengeceknya saja. Maaf jika kau merasa terganggu” sambil menarik tangannya.


Mark kemudian duduk kembali dan meminum air yang di bawakan Luna.


Lunapun langsung berbalik badan dan kembali ke kursinya.


Luna memegangi dadanya yang sudah berdebar tak karuan itu.


“ Luna, kenapa kau bodoh sekali. Kenapa begitu saja sudah berdebar begini” ucap Luna dalam hatinya dengan penuh kekesalan.


‘ zhrttt’ ponsel Luna bergetar.


Luna langsung mengambil ponselnya.


‘ Panggilan dari Hyena ‘


Luna langsung berdecih tapi juga bahagia. Karena dia sudah sering menghubungi Hyena tidak ada respon sama sekali dan baru ini Hyena menghubunginya, sejak kembalinya Luna dari Cartagena.


Luna langsung menjawab panggilan Hyena.


“ E yaa,,, Lou Hyena. Apa kau masih hidup? Kenapa baru menghubungiku sekarang?” teriak Luna tanpa memperdulikan apakah Mark akan terganggu atau tidak.


Luna juga melirik Mark, dia melihat Mark tetap melanjutkan pekerjaannya dengan tenang. sehingga membuatnya sadar diri sendiri.


“ Hyena kenapa kau diam saja? jawab pertanyaanku?” dengan suara yang sudah di rendahkan.


“Hiks hiks ” Hyena menangis.


“ Kau kenapa? Tiba-tiba menelvonku lalu menangis, apa yang terjadi?” dengan sangat khawatir.


“ Hiks,, Luna maafkan aku. Selama ini aku tidak menghubungimu, karena aku sibuk dengan pekerjaanku. Tapi kau tau sekarang, aku sudah di tipu oleh klienku. Hiks..”


Tangis Hyena semakin menjadi-jadi, suaranya tangisannya sangat menyanyat hati Luna.


“ Di tipu? Kenapa bisa? Terus kau dimana sekarang?” dengan wajah yang sangat khawatir dan matanya juga mulai berkaca-kaca


Tangan Mark yang sedang sibuk mengotak atik laptop langsung terhenti mendengar Luna yang tiba-tiba panic. Mark menatap Luna dengan tatapan yang dingin.


“ Sekarang aku ada di apartement. Luna sekarang aku tidak punya apa-apa lagi. Aku bekerjasama dengan sebuah perusahaan besar untuk membantunya membuat sistem keamanan yang kuat. Tapi tiba-tiba aku gagal. Sehingga pimpinanya mengamuk. Mereka tidak membayarku sepersenpun dan meminta kembali uang yang telah dia berikan padaku di awal perjanjian. Tapi uang itu sudah habisku donasikan ke berbagai panti asuhan.


Jumlahnya sangat besar, simpananku juga tidak bisa melunasinya. Dan pada akhirnya mereka juga menyita apatementku untuk bisa melunasinya. Huhuhu,, Luna, sekarang aku tidak tahu harus bagaimana, mereka hanya memberiku waktu 3 hari untuk mengosongkan apartement ini ”


“ Hyena kamu jangan khawatir. Aku akan membantumu. Sekarang aku akan pergi ke apartementmu. Kau punya aku, kau jangan sampai berfikiran yang tidak-tidak dan jangan sampai melakukan hal yang gegabah. Dengar aku ya Hyena, sekarang aku ke sana. Tunggu aku.”


Luna memutuskan telvon lalu mengusap matanya yang sudah berkaca-kaca itu.


Luna mengambil tasnya.


“ Mark, aku izin saja hari ini ya. Aku harus ke tempat Hyena, dia sedang dalam masalah” dengan bulir bening yang mengalir di matanya.


Mark berjalan mendekati Luna dan memasangkan kembali syal Luna.


“ Baiklah. Kau berhati-hatilah! Bawa saja mobil agar kau bisa lebih cepat. Aku akan menelvon pengawal di Lobby untuk menyiapkan mobil untukmu.”


“ Makasih Mark.”


Luna langsung bergegas pergi.


Setelah Luna meninggalkan ruangan itu, Mark langsung melakukan panggilan.


“ Kau tetap awasi Luna dengan baik. Laporkan apapun yang dia lakukan. Jangan terlambat seperti semalam dan jangan lagi menemuinya dengan bergaya seperti semalam. Itu sangat menyebalkan” dengan dingin.


“ Ah haha,, Mark Mark. Kau masih saja menyalahkanku. Padahal hanya dengan cara seperti itu aku sendiri bisa langsung menolongnya dari wanita gila yang menyerangnya itu. jika aku keluar dengan pakaian misterius dia pasti mencurigaiku”


“ Aku tidak mau mendengar apapun alasanmu. Yang jelas jangan muncul dengan bergaya seperti malaikat itu lagi!” bentak Mark kesal.


“ Wh haha,, baiklah. sepertinya suasana hatimu sedang tidak baik ”


“ Awas saja kau jika aku mendengar Luna menanyaimu lagi padaku. Wku tidak akan mengurangi pembayaranmu”


“ Iya iya. Baiklah tuan muda ku yang terhormat. Aku akan mendengarkan ucapanmu. Sekarang lebih baik aku menutup telvonnya, Luna sudah masuk ke mobil. Aku akan mengawasinya untukmu.”

__ADS_1


“ Baiklah. Bekerjalah dengan professional” sambil memutuskan panggilan.


***


Saat di perjalanan menuju apartement Hyena, Luna memutuskan untuk menelvon Jiang He untuk membantunya menenangkan Hyena.


Karena pada tahun pertama Luna kuliah Hyena cukup sering mengunjunginya di Prancis. Dan ketika Jiang He membutuhkan seorang Hacker, maka Luna memperkenalkan Hyena pada Jiang He dan mereka melakukan kerja sama. Hubungan mereka waktu itu juga cukup dekat.


Tapi di tengah kerjasamanya, mereka tiba-tiba memutuskan kontrak. Sampai saat inipun Luna tidak mengetahui apa alasannya. Karena mereka berdua tidak ada yang mau memberitahu Luna alasan yang sebenarnya.


Sehingga Luna juga tidak mengetahui bagaimana hubungan Jiang He dengan Hyena apakah mereka masih saling kontak atau bukan.


Alasan Luna menghubungi Jiang He karena seniornya itu adalah pria yang lembut dan juga bijak. Kata-katanya selalu menenangkan hati. Siapa tahu hal itu bisa membantunya dalam menenangkan Hyena yang terdengar sangat frustasi tadi.


' tuut tuut '


Jiang He langsung mengangkat telvon Luna.


“ Halo. Kakak ada waktu sekarang tidak?”


“ Ada. Memangnya ada apa?”


“ Kakak bisa bantu Luna buat nenangin Hyena? Dia sekarang sedang ada masalah, takutnya nanti Luna bingung bagaimana cara menghiburnya.”


“ Hyena?” dengan nada dingin.


“ Apa mereka tidak pernah berkomunikasi lagi” tanya hati Luna.


“ Iya Hyena, sahabat Luna yang sering mengunjungi Luna di tahun pertama kuliah dan dia juga pernah bekerjasama dengan kakak. Apa kakak masih mengingatnya?”


“ Oh iya. Aku mengingatnya. Baiklah, aku akan menyusulmu.”


Jiang He langsung memutuskan terlvonnya, wajahnya sedikit murung. Dia menusap wajahnya, dia berdiri dan lansung pergi.


sementara Luna langsung mengirimkan lokasi apartement Hyena pada Jiang He, setelah itu dia melajukan mobilnya lebih cepat.


***


Beberapa menit kemudian Luna sudah sampai di apartement Hyena, dia langsung bergegas keluar dari mobilnya.


Sementara pria yang memata-matai Luna terus mengawasinya dari kejauhan.


Saat Luna keluar dari mobilnya dia melihat Jian He yang sudah datang duluan.


“ Kakak, cepat sekali datang” sambil mendekati Jiang He.


“ Iya, kebetulan aku juga baru selesai menemui klient dari restoran yang tidak jauh dari sini” jelas Jiang He.


‘Cekrek cekrek’ pria mata-mata mengambil gambar Luna dengan Jiang He.


“ Oh begitu. Aku kita segera masuk” ucap Luna.


Luna dan Jiang He langsung memasuki gedung apartement Hyena.


“ Heh menarik sekali. Aku tidak sabar untuk memperlihatkan foto ini pada Mark. Aku sangat penasaran bagaimana reaksinya.” Ucap mata-mata itu dengan senyum sinisnya.


Jiang he dan Luna sudah berada di dalam Lift.


Jiang He melirik Luna, dia melihat wajah Luna yang tampak sangat khawatir.


“ Luna memangnya apa yang terjadi?” tanya Jiang He dengan lembut.


Luna menceritakan apa yang dikatakan Hyena padanya saat di telvon tadi. Mendengarkan penjelasan Luna, Jiang He hanya memberikan respon menganggukkan kepala sebagai tanda dia sudah paham dengan kondisinya.


“ Kau tenang saja, semuanya akan baik-baik saja. Dia punya sahabat sepertimu merupakan keberuntungan yang sangat besar baginya”


Luna melirik Jiang He, dia merasa aneh.


“ Kenapa kak Jiang He bicara seperti itu padaku?. kakak, yang butuh hiburan itu Hyena bukan aku” bisik hati Luna.


Pintu Lift sudah terbuka, mereka langsung keluar menuju tempat Hyena.


Luna memasukkan kode pintu apartement Hyena dan bergegas Masuk.


Saat Luna masuk, dia sudah mencium bau alkohol dan aroma rook yang kuat, Luna menutup hidungnya.


Luna terus berjalan mencari Hyena, di ruang tamu sangat berantakan, botol minuman bertebaran dan juga ada puntung rokok yang masih berasap.


“ Hyena, kenapa kamu bisa segila ini. Hyena,,, aku datang dimana kamu?”


Luna bergegas cepat menuju kamar. Luna sudah menelusuri satiap sudut kamar dan kamar mandi Hynea tapi dia tidak menemukan keberadaan Hyena.


Luna mulai sangat panic dia meneteskan air matanya.


“ Hyena kamu dimana. Aku sudah bilang untuk menungguku ” denga suara tersedu-sedu.


Luna kemudian keluar dari kamar, dia hendak menuju ke ruang kerja Hyena.


Tapi saat dia keluar dia melihat Jiang He dan Hyena sudah duduk di sofa.


Luna langsung berlari mendekati Hyena dan memeluknya.


“ Hyena kamu tidak kenapa-kenapakan? Tidak ada yang terlukakan?” tanya Luna sambil mengecek tubuh sahabatnya itu.


“ Qku tidak apa-apa. Luna aku sangat takut.”


“ Jangan takut. Ada aku tempatmu bersandar” sambil mengusap air mata Hyena.


“Terimakasih Luna. Kau memang selalu ada untukku.”


“ Hyena kau tak perlu sungkan. Kau adalah sahabat terbaikku. Aku pasti akan selalu membantumu.”


Hyena mengangguk lalu menyandarkan kepalanya pada Luna.


Luna mengusap kepala Hyena untuk menenangkan sahabatnya itu.

__ADS_1


Luna melirik Jiang He, “ Kenapa kak Jiang He terlihat berbeda, dia diam saja dengan ekspresi dingin itu. Tadi saat dia sudah menemukan Hyena, kenapa dia tidak memanggilku dan saat aku keluar mereka berdua juga terlihat aneh?” bisik hati Luna mencurigai sesuatu.


__ADS_2