Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 102 Karina (1)


__ADS_3

Setelah mengantar pen tablet miliknya menuju ke kosan Adimas, Andi menjalankan mobilnya menuju ke biro penyalur asisten rumah tangga. Kebetulan hari masih belum terlalu sore, jadi Andi memutuskan untuk mengunjungi biro penyalur asisten rumah tangga sekarang. Dengan begini, besok dirinya bisa mendatangi rumah Sekar pada pagi hari.


“Selamat siang Mas, ada yang bisa kami bantu?” Tanya salah satu staff dari biro penyalur asisten rumah tangga tersebut.


“Siang Mbak, saya mau cari asisten rumah tangga buat rumah saya. Mungkin tiga orang.”


“Apakah Mas punya spesifikasi khusus buat mereka?”


Andi menggelengkan kepalanya. “Yang penting bisa masak Mbak, telaten kerjanya, terus cekatan, nggak lelet. Itu aja sih Mbak. Oh ya saya nyarinya yang bisa nginep di rumah ya Mbak. Kalo umur nggak ada yang spesifik. Kalo ada janda juga nggak papa Mbak.” Jelas Andi.


“Tunggu sebentar Mas.”


Staff tersebut terlihat sibuk dengan laptop di depannya. Tidak lama kemudian, ia menggeser laptopnya sehingga Andi bisa melihat file yang tertera di sana. Kini layar laptop tersebut menampilkan profil dari beberapa orang. Sepertinya itu adalah asisten rumah tangga yang dimiliki oleh biro ini.


“Ini Mas, asisten rumah tangga kami yang sedikit banyak sesuai dengan kriteria yang Mas minta.”


Andi lalu membaca satu persatu profil yang tertera di sana. Ada lebih dari dua puluh profil yang ditunjukkan oleh staff biro penyalur asisten rumah tangga. Dari dua puluh itu, Andi hanya perlu memilih tiga orang.


Andi rasa tiga orang itu, bersama dengan Sekar, sudah cukup untuk saat ini. Meskipun rumahnya sangat besar, tetapi, saat ini tidak ada yang menempatinya. Jadi, pekerjaan mereka hanyalah bersih-bersih dan masak untuk diri mereka sendiri untuk saat ini.


Mungkin jika suatu hari nanti dirinya memboyong keluarganya tinggal di sana, Andi akan menambah asisten rumah tangga lagi.


“Mbak, apakah di sini juga ada satpam dan tukang kebun?” tanya Andi setelah memilih tiga orang asisten rumah tangga. Tidak ada salahnya bertanya. Siapa tahu, di sini ada. Jika demikian, Andi tidak perlu lagi pergi ke tempat lain untuk mencari satpam dan tukang kebun rumahnya bukan?


“Tentu Mas.”


Segera saja Andi menyelesaikan semuanya. Setelah itu, Andi memberikan alamat rumahnya kepada biro penyalur asisten rumah tangga. Mereka bilang, besok pihak biro akan mengantarkan mereka ke rumah Andi langsung.


Di rumah Andi nanti, mereka bisa langsung menandatangani kontrak kerja. Andi juga meminta untuk biro penyalur asisten rumah tangga itu mengirimkan para pekerja barunya di siang hari. Pada pagi hari Andi masih perlu pergi ke kosan Sekar untuk membantu wanita itu pindahan.

__ADS_1


Andi merasa sedikit lega karena dirinya membuat janji dengan Sekar dan Widya pada hari Selasa. Jika melakukan semuanya di hari Senin, pasti dirinya akan kelabakan. Sekarang saja saja sudah cukup sore, dan ia belum membuatkan kue untuk dibawa ke rumah Widya.


Jika makan malamnya dilakukan malam ini, tentu saja Andi akan kelabakan. Bicara soal kue, sepertinya sekarang dirinya perlu berbelanja bahan kue untuk membuat kue yang akan ia bawa ke rumah Widya besok.


*****


Tiba di supermarket terdekat, Andi langsung saja menuju ke lorong yang berisi bahan kue. Ketika menuju ke sana, Andi tidak menyangka akan bertemu dengan seseorang yang sudah dua mingguan tidak bertemu dengannya.


“Mbak Ros, kebetulan sekali kita bertemu di sini.” Sapa Andi. Ternyata orang yang Andi temui saat ini adalah Rosalinda.


“Ah kamu Andi. Kemana aja kok nggak ketemu? Minggu lalu aku ke apartemenmu tapi kamu nggak ada di sana.” Ucap Rosalinda.


“Ke apartemen? Aku seminggu kemarin di rumah, di kota kita. Jadi tentu saja aku tidak berada di apartemen. Memangnya ada apa Mbak Rosa ke apartemenku? Kenapa nggak telfon aku aja? Kan Mbak Rosa sudah punya kontakku.” Tanya Andi.


Minggu lalu Rosalinda memang datang ke apartemen Andi. Ia melakukan hal itu karena lagi-lagi dua Tuan Muda Keluarga Besar itu berjaga di depan kosannya. Rosalinda yang kala itu sedang tidak berada di kosannya, jelas tidak bisa pergi ke sana.


Jika dirinya kembali ke kosannya, sudah jelas dirinya akan melewati kedua tuan muda itu. Jika seperti itu, Rosalinda pasti akan di ajak keluar, nongkrong, bersama keduanya. Jelas Rosalinda tidak mau. Oleh karena itu, ia pergi ke apartemen Andi untuk menumpang menginap di sana.


Dari Brian Rosalinda tahu bahwa saat ini Andi tidak berada di apartemen. Sudah jelas rencana Rosalinda untuk menginap gagal. Melihat Brian ada di sana, Rosalinda tiba-tiba terpikirkan untuk meminta permuda itu mengijinkannya menginap di tempatnya.


Sayangnya dirinya tidak terlalu dekat dengan teman Andi itu. Jadi, Rosalinda mengurungkan niatannya tersebut. Apalagi saat itu Brian terlihat seperti sedang terburu-buru. Pada akhirnya, Rosalinda menginap di hotel malam itu.


“Waktu itu ponselku mati. Jadi, aku tidak bisa menghubungimu.” Ucap Rosalinda. Perempuan itu kemudian melihat troli belanja yang didorong oleh Andi. “Apakah kamu berbelanja bulanan?”


“Tidak. Aku hanya membeli beberapa bahan kue. Aku akan membuat kue setelah ini.”


Mendengar perkataan Andi, mata Rosalinda berbinar. “Kamu akan membuat kue? Apakah aku boleh ikut? Aku ingin mencipi kue buatanmu. Aku lihat di kanal Ourtube milikmu, kamu sudah membuat beberapa resep baru. Aku ingin mencoba kue-kue itu.” Ucap Rosalinda penuh dengan keantusiasan.


“Tentu saja. Mbak Rosa boleh ikut, aku akan membuat sedikit lebih banyak kali ini.” Jawab Andi. Rosalinda memiliki porsi makan yang cukup besar. Tentu Andi perlu menyiapkan bahan lebih banyak dari sebelumnya. Jika tidak ia tidak akan bisa menyisihkan kue untuk ia bawa ke rumah Widya.

__ADS_1


Andi ingat, bukannya dulu Rosalinda meminta untuk berkolaborasi membuat video ya? Sayangnya waktu itu Rosalinda terkendala sesuatu sehingga tidak jadi melakukannya. Meski Andi tidak tahu kendala apa yang dihadapi perempuan itu, tetapi ia membatalkan janji mereka cukup mendadak.


“Ah bagaimana kalo kita kolaborasi lagi Mbak? Terakhir kali kan kita nggak jadi lakuinnya.” Ucap Andi.


Mendengar Andi mengucapkan hal itu, tentu saja Rosalinda senang mendengarnya. Dirinya ingin sekali meminjam kembali peralatan milik Andi. tetapi, tidak mungkin ia memintanya lagi. Rosalinda masih sedikit memiliki rasa sungkan. Jadi, ia menungu Andi yang mengatakannya.


Setidaknya dengan begini, keinginan para pengikutnya akan terpenuhi. Merekam video dengan kualitas gambar dan suara yang bagus.


“Aku tidak masalah. Kamu sendiri yang menawarkan hal ini. Aku akan meminjam peralatanmu lagi kali ini.”


“Baiklah. Kalo begitu, kita ambil bahan kuenya dulu.” Ajak Andi.


Ketika mereka akan pergi menuju ke lorong yang memajang bahan kue, seorang perempuan menghampiri mereka. Perempuan itu memanggil nama Rosalinda.


“Lin, kamu mau tinggalin aku? Gitu ya giliran sama pacar eh temennya dilupain.” Ucap perempuan itu.


“Eh Karina. Maaf Kar, aku lupa kalo tadi ke sini sama kamu. Ini cuma temenku kok. Belom jadi pacar.”


Rosalinda menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dirinya benar-benar lupa bahwa ia ke supermarket bersama dengan temannya, Karina. Tadi Karina pamitan untuk pergi ke toilet, jadi mereka berpisah sesaat.


Masih ada Karina di sini. Sudah jelas ia tidak bisa meninggalkan temannya itu. Tetapi, ia ingin sekali pergi ke apartemen Andi dan mencicipi kue buatan pemuda itu. Rosalinda merasa bimbang sekarang. Haruskah dia membatalkan pergi ke apartemen Andi? Atau dia tetap melanjutkan berbelanja dengan temannya?


Rosalinda cukup bimbang menentukan hal ini.


Berbeda dengan Rosalinda yang merasa bimbang, kini Andi terlihat kurang nyaman. Pemuda itu sekarang terlihat mengeryitkan dahinya melihat keberadaan Karina di sini. Bukankah perempuan ini adalah perempuan yang datang bersama dengan Hermawan ke area balapan tempo hari?


Andi mengira perempuan ini hanya sebatas teman biasa bagi Rosalinda. Ia tidak menyangka hubungan mereka cukup dekat. Apakah Rosalinda tidak tahu bahwa temannya ini dekat dengan Tuan Muda yang mengejar kejarnya?


Jika Rosalinda tidak menyukai para Tuan Muda itu, kenapa dia begitu dekat perempuan yang dekat dengan mereka. Apakah Rosalinda tidak takut suatu hari nanti, para Tuan Muda itu melakukan sebuah rencana buruk padanya dan menggunakan temannya ini sebagai perantara?

__ADS_1


Sepertinya Andi perlu memberitahukan hal ini kepada Rosalinda. Tetapi tidak sekarang, tidak di depan temannya ini. Jika ia melakukannya, bisa jadi Karina akan membela diri dan menuduhnya yang bukan-bukan. Lebih baik membicarakannya berdua dengan Rosalinda dengan begitu, tidak akan keributan yang tidak berarti.


__ADS_2